
Dalam waktu beberapa bulan aku akhirnya berinisiatif mencari pekerjaan ,meskipun akhirnya aku di terima sebagai karyawati di sebuah Rumah makan .Aku sangat bersyukur ,setidak nya cukup untuk biaya hidup ku karena aku tidak mau membebani ibu ku untuk kebutuhan setiap hari nya.
Setelah beberapa bulan aku bekerja ,tanpa ku ketahui ada seorang pemuda yang selalu memperhatikan ku selama ini.Dan dengan rasa penasarannya ,akhir nya dia ingin berkenalan dengan ku.Dia seorang pemuda yang bekerja sebagai supir angkot ,tapi aku tidak mempermasalahkannya .Yang penting pekerjaannya halal ,apa pun itu aku tidak keberatan.
Di hari itu dia menyapa ku,"Selamat siang dek?"dan aku dengan malu menjawab "Siang juga mas",maaf ada yang bisa saya bantu mas"Jawab ku dengan perasaan malu.
Kemudian dia berkata"Boleh tau nama kamu dek?"owh iya,nama ku Rizal "dia menyebutkan namanya.
"Nama ku Mila "Jawabku kemudian,dan dia bertanya kepada ku.Sudah berapa lama kerja di sini ,ku jawab sekitar 4 bulan aku bekerja di tempat ini.Dan akhirnya kami ngobrol tentang pekerjaan dan asal daerah masing2,akhirnya dia permisi untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Dan aku pun kembali bergelut dengan pekerjaan ku seperti biasa,hati2 ku lewati dengan perasaan gembira.
Hingga pada suatu hari Rizal berkata kepada ku,bahwa dia akan berkunjung kerumah ibu ku untuk membicarakan masalah keseriusan nya dengan ku.
Hari yang di tunggu pun akhir nya tiba,Rizal datang menemui ibu ku.Dengan sangat sopan dia meminta izin dengan ibu ku bahwa dia akan menikahi ku .
Ibu ku pun akhirnya merestui hubungan ku dengan Rizal,dan dengan penuh gembira dia mengucapkan banyak terima kasih karena ibu menerima nya sebagai calon menantu.
Dalam waktu kurang dari 5 bulan semenjak aku menjalin hubungan dengan Rizal,akhirnya aku resmi di lamar oleh Rizal .Dia datang dengan paman nya,karena ayahnya sudah lama tiada dan ibu nya sudah tua di kampung.
__ADS_1
Ibu ku berkata"Jadilah istri yang baik dan nurut sama suami jika sudah menikah"Aku menjawab "Iya Bu,aku akan menuruti dan mendengarkan apa yang ibu bilang"dan kemudian obrolan pun di lanjutkan diselingi canda tawa kami semua.
Hari bahagia pun akhirnya tiba,aku menikah dengan Rizal .Walaupun dengan pesta yang sederhana,tapi kami sangat bahagia karena sudah sah menjadi suami istri.
Di usia yang masih sangat muda ,yaitu 16 tahun aku sudah menjadi seorang istri dan pastinya sebentar lagi menjadi ibu rumah tangga.
Hingga suatu hari aku dan Rizal memutuskan untuk tinggal di rumah kontrakan yang tidak jauh dari tempat kerjanya .Hari itu kami berpamitan pada bapak dan ibu bahwa kami akan mengontrak sebuah rumah.Dan mereka pun tidak keberatan,karena bagaimanapun aku sudah menjadi tanggung jawab suami ku.
Suami ku berpamitan pada bapak dan ibu"Pak,Buk kami pamit untuk pindah ke rumah kontrakan yang sudah kami kontrak ,tidak jauh dari tempat kerja ku"Ucap suami ku pada bapak dan ibu.Dan mereka pun berucap "Iya tidak apa2,sekarang Mila sudah menjadi tanggung jawab kamu"!Ujar bapak kepada suamiku.
"Nasehati istri mu jika dia berbuat salah,karena sekarang sudah menjadi tanggung jawab mu"Imbuh ibu kemudian.
"Iya Bu,pasti akan saya ingat pesan bapak dan ibu"!jawab suami ku kemudian
Walaupun rumah kontrakan nya sederhana ,tapi sudah cukup membuat ku nyaman dan bahagia.Karena mulai sekarang kami harus hidup mandiri,mulai saat ini aku sudah berstatus seorang istri.Dan hari2 selanjutnya kami lalui dengan gembira,canda dan tawa selalu kami hadirkan di rumah ini.
Tidak terasa 2 bulan sudah kami menikah,dan pada suatu hari aku merasakan mual dan pusing .Aku diantar suami ku pergi ke klinik terdekat untuk menjalani pemeriksaan,dan Alhamdulillah aku di beri kabar gembira oleh dokter.Bahwa aku positif hamil,janin ku baru berusia 3 minggu dan sarankan oleh dokter tidak boleh capek dan banyak fikiran.
Kabar gembira ini tentu akan kami beritahukan pada bapak dan ibu nanti,kami akhirnya pulang ke kontrakan dengan di iringi senyum bahagia.Karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu,aku harus banyak belajar cara merawat bayi dan tidak merasa kesulitan di saat anak kami lahir nanti.
__ADS_1
Aku akhirnya memberi tahu ibu bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang nenek,ibu ku sangat senang mendengar nya.
Tidak lupa ibu selalu memberi nasehat selama aku hamil dan untuk melahirkan nanti nya.Hari berganti hari,tidak terasa usia kandungan ku menginjak 5 bulan.Dan selama ini pula aku selalu mematuhi kata2 ibu dan suami ku tentang menjaga kehamilanku.
Bulan kelahiran anak ku akhirnya tiba,dan aku sedikit cemas karena ini pengalaman pertama ku menjadi seorang ibu.Tapi aku selalu berdoa semoga di lancarkan persalinan ku nanti.Dan Alhamdulillah anak ku akhir nya lahir dengan selamat dan normal,berjenis kelamin perempuan.Kulitnya putih hidung mancung seperti ayah nya,aku sangat bahagia dengan kehadiran putri kecil ku.
Tanpa terasa air mata ku menetes begitu saja,aku terharu dan entah apa lagi yang ada sekarang dalam benak ku.Yang ada hanya rasa bahagia bercampur haru menjadi satu,akhirnya aku menjadi seorang ibu.
Bayi mungil ku di beri nama Dita Syakira,betapa bahagia nya aku dan suami ku saat ini menjadi orang tua bagi bayi kecilku.
Semakin hari suami ku semakin bersemangat dalam bekerja ,karena kehadiran putri kecil kami yang menggemas kan.
Bulan berganti bulan,pertumbuhan bayiku semakin sehat dia semakin bertambah berat badannya.Ibu sangat sayang pada cucu nya,karena ini cucu pertama bagi ibu ku dan buyut pertama bagi nenek ku.
Selama ini bayi ku juga tidak pernah rewel ,dia selalu tenang bila ku tinggal mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Aku sangat bahagia menjadi seorang ibu ,walaupun di usiaku yang baru 17 tahun aku harus ikhlas menjalani nya.
Di saat teman sebaya ku masih bebas bekerja dan lain2,aku tidak ada sedikit pun merasa berkecil hati dengan mereka.
__ADS_1
Mereka tetap menjadi teman yang baik bagi ku,kadang di saat libur kerja mereka datang ke rumah ku untuk sekedar melepas rindu .Karena sudah lama tidak bertemu,aku juga merindukan mereka semua dan dengan kehadiran mereka bisa menjadi hiburan tersendiri buat ku .
Terima kasih ya Allah ,engkau mengirimkan teman yang baik untuk ku selama ini.Aku mengucap syukur sambil menangis karena terharu.