
Tak terasa usia putri nya sekarang berjalan hampir 3 tahun,dia sangat senang karena putri kecilnya sangat aktif.Apa pun yang di kerjakan Mila,selalu saja ikut-ikutan untuk mengetahui apa yang di kerjakan sang ibu.
Hal itu lah yang selalu membuat Mila bahagia,dengan canda tawa sang anak pastinya akan sedikit mengurangi rasa lelah di setiap kesibukan nya menjadi ibu rumah tangga.
"Sayang main nya jangan jauh-jauh ya nak"?kata Mila pada anak nya.
"Ibu ke dapur sebentar,karena lupa tadi belum mematikan kompor"jelas nya pada sang putri.
Dengan asyik nya bermain sepeda ,Dita pun kembali tertawa-tawa dengan riang nya.Dia sudah pandai menaiki sepeda roda tiga,itu di belikan sewaktu kembali dari kampung halaman Rizal.
Karena Zahra sering main dengan sepedanya,Dita pun menangis ingin di belikan sepeda juga.
Akhir nya Rizal membelikan sepeda untuk putri kecilnya,setiap hari Dita pun asyik dengan sepeda baru nya.
Dan pada pagi itu tanpa setahu Mila,Dita mendayung sepeda nya dengan kurang berhati-hati.Akhir nya Dita terjatuh dari sepeda,Mila yang berada di dapur kala itu langsung berlari menghampiri putri nya yang menangis kencang.
Dita sangat ketakutan karena kaki nya terluka,dengan sabar dan sangat berhati-hati Mila pun membersihkan luka anak nya.Tak lama setelah itu tangis Dita pun reda,Mila bernafas dengan lega karena luka nya tak terlalu parah.
"Dita kalau main hati-hati sayang,nanti jatuh lagi"ujar Mila pada sang putri.
Sang putri kecil nya hanya mengangguk,kemudian tersenyum .Sangat menggemaskan senyum nya,Mila pun melanjutkan kesibukan nya di dapur.
Sementara Dita bermain di teras rumah,karena kaki nya masih sakit dan terluka Dita pun hanya bermain dengan boneka kelincinya.
Hari beranjak siang dan segala pekerjaan Mila pun telah selesai,dia segera mengajak anak nya untuk makan siang.
Dengan penuh rasa sabar dan telaten ,Mila menyuapi anak nya yang sedikit susah makan.
Dan setelah itu Mila pun kembali membereskan piring kotor yang masih berada di atas meja makan
Tak lama setelah itu dia pun mengajak anak nya untuk tidur siang,karena masih merasakan sakit di kakinya Dita akhirnya tidur juga.
__ADS_1
Waktu kini telah menjelang sore,Rizal pun pulang dari tempat nya bekerja.Dan dengan sangat terkejut dia bertanya pada istri nya,kenapa kaki Dita di perban.
Mila pun menjawab bahwa Dita jatuh dari sepeda ,dan Rizal pun memaklumi nya.Nama nya juga anak-anak dan dalam masa aktif-aktifnya.
Rizal memeluk anak nya dan berkata"Anak ayah harus kuat,pintar nggak boleh cengeng"dan kembali mencium pipi sang putri.
Hari beranjak semakin sore,Mila segera membawa sang putri mandi.Setelah itu Mila pun bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam,karena malam ini suami nya akan makan malam bersama di rumah.
Dengan menu sederhana mereka menikmati makan malam penuh rasa syukur,karena masih di beri nikmat dari Allah.
Sang putri kecil nya minta di suapi dengan lauk telur dadar,dengan sangat lahap Dita menghabiskan makanan nya.
Tumben malam ini dia makan tidak mau di suapi, dan Mila pun melihatnya dengan senang karena Dita sudah mulai makan sendiri .
Setelah semua selesai makan,Mila membereskan piring yang ada di meja dan membawanya ke tempat pencucian piring.
Malam ini mereka berada di ruang keluarga sambil menikmati acara di televisi,Dita sangat menyukai acara kartun yang ada di sebuah stasiun televisi swasta.
Setelah lelah bercanda dengan ayah dan ibu nya,Dita pun mulai mengantuk dan ingin tidur bersama ayahnya.Tak lama setelah itu Rizal pun menuruti kemauan putri kecilnya,dia menggendong dan membaringkannya di kamar.
"Sayang bobo nya di samping ayah ya"?ucap Rizal ketika sang putri akan tidur.
"Ayah tungguin aku bobo dong,"!kata Dita pada ayah nya .
Dengan penuh rasa sayang nya pada putri satunya,Rizal pun berbaring di samping anak nya hingga sang anak tertidur dengan lelap.
Akhirnya Dita pun tertidur dengan pulas nya,dan tak lama setelah itu Rizal kembali keluar dari kamar menuju ruang keluarga.
Mila yang baru saja selesai membereskan pakaian yang tadi belum sempat tersusun di lemari,kini sudah akan beranjak untuk segera ke kamar.Dia sangat mengantuk dan lelah,tak butuh waktu lama akhir nya Mila pun juga sudah tertidur .
Malam semakin larut dan semilir angin terasa menusuk tulang,seperti nya malam ini akan turun hujan karena sedari tadi suara guntur menggelegar.
__ADS_1
Dan benar saja tak lama berselang hujan turun dengan sangat deras,Rizal yang belum juga tertidur tengah duduk di meja kerja nya.Mungkin saat ini masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan,beberapa kali terlihat sebentar-sebentar ia menguap.Rasa mengantuk pun kini menyerang kedua matanya,dan tanpa sadar Rizal tertidur ruang kerja nya,dengan kepala tersandar pada sebuah kursi.
Mila yang saat itu terjaga dari tidurnya,tanpa sengaja melihat di sisi tempat nya tidur tak ada sang suami.Ia segera saja bangkit dari tidurnya,benar saja setelah Mila cek keruang kerja suami nya,ternyata sang suami tertidur di sana.
Tak tega ia melihat suami nya seperti itu,ia dengan perlahan membangunkan suami nya supaya pindah tidur ke dalam kamar.Rizal pun mengikuti langkah istri nya menuju kamar,langsung saja ia membaringkan diri di kasur itu dan mulai melanjutkan tidur nya .
Rengekan Dita mengejutkan Mila,dan sebagai seorang ibu tentunya ia harus siap sedia jika ada apa-apa dengan sang anak.Ternyata Dita terbangun hanya ingin minum susu,setelah sang ibu memberi nya susu ,ia pun kembali tidur sambil memeluk bantal guling yang berada di samping nya.
Mila akhirnya melanjutkan tidur nya yang sempat terganggu,ia pun tak lama itu telah terlelap menuju ke alam mimpi.
Suara gemericik air hujan masih terdengar ,beberapa kilat pun terlihat samar dari balik jendela .Menambah suasana dingin malam ini,angin bertiup dengan suara yang menderu.Mila meringkuk dalam hangat nya selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh nya,entah sampai kapan hujan akan reda nanti nya.
Suara dari sang katak terasa berisik di telinga, seolah-olah mereka tak menginginkan hujan segera berhenti.
Mungkin karena akibat terjatuh pagi itu,dan masih menyisakan sedikit luka di kaki Dita.Ia pun merintih jika luka itu tergesek oleh kain selimut yang menutupi tubuh mungil nya.
Pagi hari ketika Mila terbangun,di lihat nya kaki Dita sedikit membengkak,segera saja ia mengambil air hangat untuk mengompres kaki sang anak.
Dita hanya meringis menahan rasa perih ketika sang ibu membersihkan luka nya terlebih dahulu,Mila pun terlihat sangat berhati-hati melakukannya.
Iya tak tega melihat anak nya menahan rasa sakit,dan ia pun bertanya pada sang putri.
"Sayang ,masih sakit ya"?
Dita mengangguk kecil mendengar pertanyaan ibu nya,Mila tersenyum melihat anak semata wayangnya.
"Tahan sebentar lagi selesai ya sayang",ibu akan hati-hati kok mengobati luka kamu"jelas Mila pada Dita.
Tak lama berselang ia pun memasang perban di kaki sang anak,sebelum nya ia meneteskan sedikit obat Betadine.Selesai mengobati kaki Dita,Mila pun kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecil nya.
Sungguh rutinitas sehari-hari,tapi ia sangat menikmati nya.Tak sedikit pun ia mengeluh dengan semua nya,bagi nya ini harus di syukuri dengan nikmat yang Allah beri.Yang menjadikan nya sebagai seorang istri dan ibu yang bertanggung jawab terhadap keluarga nya.
__ADS_1