
Tangis Dita sudah mulai reda,setelah beberapa menit tadi menangis.Aku pun kembali duduk dan berbincang dengan keluarga ku,tak terasa hari beranjak sore.
Ku putuskan untuk menghubungi mas Rizal,aku mengatakan pada nya bahwa malam ini aku menginap di rumah ibu.
Dan mas Rizal pun mengizinkan nya,setelah selesai menelfon segera aku memandikan Dita.
Ibu bertanya"Apakah kamu sudah pamit sama Rizal kalau menginap di rumah ibu Mil"?
"Sudah Bu,mas Rizal mengizinkan kok"!Jawab ku pada ibu.
"Oh ya sudah kalau begitu,lekas di bawa mandi anak kamu hari juga sudah sore"!Perintah ibu kemudian.
Aku pun segera menuju kamar mandi untuk memandikan putri ku,sungguh merasa senang si kecil Dita jika sudah bertemu dengan air.
Dan tak ingin berlama-lama akhir nya aku membawa nya masuk kembali ke dalam kamar,karena aku takut jika Dita nanti masuk angin.
Tepat pukul 8 malam kami berkumpul di ruang makan ,kami menyantap makanan tanpa banyak percakapan.
Aku begitu menikmati masakan ibu,menu malam ini adalah gulai nangka dan sambal ayam.
Setelah acara makan malam,kami pun melanjutkan obrolan di ruang keluarga bersama bapak.
Putri ku sudah tidak merasa takut lagi dengan kakek nya,karena sudah mulai terbiasa.
Tak lama setelah itu aku pun pamit untuk tidur lebih awal,karena mata sudah mulai mengantuk.Tapi aku di kejutkan oleh notifikasi dari chat wa ku yang berbunyi ,aku cek ternyata pesan dari Fita .
__ADS_1
Aku sangat terkejut ketika membuka pesan dari Fita,ternyata itu rekaman Vidio mas Rizal dan seorang perempuan.
Dan aku sangat jelas melihat nya,bahwa perempuan itu Dila mantan kekasih mas Rizal.
Aku pun sangat emosi melihat rekaman itu,karena suami ku berada di sebuah hotel bersama wanita lain.
Ingin aku segera menelfon nya,tapi ku urungkan niat ku itu.Biarlah dulu pikir ku,aku pun menanyakan pada Fita dari mana dia mendapatkan Vidio itu.
Fita menjelaskan bahwa dia mendapatkan Vidio itu dari pacar nya,yang bekerja sebagai pelayan hotel.Dan teman nya juga bilang pernah melihat mas Rizal bersama ku,karena tahu aku adalah teman nya Fita.Maka pacar nya itu memberikan bukti rekaman itu pada Fita untuk di kirimkan pada ku.
"Ya Allah,cobaan apa lagi ini"!Jerit ku dalam hati.
Aku pun menangis membayangkan bagai mana kelakuan mas Rizal selama ini,ku sangka mereka tidak menjalin hubungan kembali.Ternyata aku salah dan kecolongan,sakit rasa nya hati ini jika membayang kan semua itu.
Aku tak menyangka mas Rizal tega mengkhianati ku,hancur rasa hati ini atas apa yang di perbuat nya
Air mata ku mengalir begitu saja,entah aku harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini.Pagi hari nya aku bangun dan segera menuju dapur tempat ibu mempersiapkan sarapan .Aku membantu nya karena si kecil Dita masih tertidur,dan ibu memperhatikan ku dengan tatapan curiga.
Akhir nya ibu pun bertanya"Kenapa mata kamu sembab Mil,kamu habis nangis"?Tanya ibu pada ku.
Aku menjawab nya "Biasa lah bu,nama nya juga hidup berumah tangga pasti ada pertengkaran kecil"!kilah ku kemudian.
Dan ibu pun tak banyak bertanya lagi,setelah semua selesai aku dan ibu segera menghidangkan sarapan di meja makan.Tak lama setelah itu bapak pun bersiap untuk sarapan,karena pagi ini bapak akan kembali berangkat bekerja.Dan akan pulang 2 bulan kemudian,kami pun menikmati sarapan dengan di selingi obrolan kecil.
"Nenek kenapa nggak ikut sarapan buk"?Tanya ku pada ibu,karena menyadari nenek tidak ikut sarapan bersama kami.
__ADS_1
"Oh nenek mu itu sekarang susah kalau di suruh sarapan Mil"!Kata ibu ku.
Kata ibu nenek akan makan jika sudah jam 10 pagi,karena kalau terlalu pagi kata nya belum selera.
Ya sudah,kami pun melanjutkan sarapan kembali,setelah selesai aku pun segera mencuci piring dan gelas.
Akhirnya kelar juga ,aku pun bergegas melihat ke dalam kamar apakah putri ku sudah bangun.
Di sana ku lihat dia sedang bermain dengan boneka kelinci nya,dengan senyum manis nya itu dia langsung kegirangan ketika aku datang menggendong nya.
"Untung ada kamu nak yang jadi penguat hati ibu"!Kata ku dalam hati.
Siang itu udara begitu teriknya, daun-daun kering mulai berjatuhan diterpa semilirnya angin kala itu.Sepasang burung kecil bertengger pada sebuah ranting,kicauan nya sangat merdu terdengar.Tak jauh dari sana terdengar juga gemericik air yang berada tepat di bawah jembatan ,air nya begitu jernih sehingga ikan-ikan tampak berenang bebas kian kemari.
Terlihat anak-anak tak memperdulikan panas nya sang surya kala itu,mereka asyik bermain layangan di sebuah lapangan bola di sudut kota tersebut.Melihat itu semua ,teringat akan masa kecil ku dulu yang ketika itu tengah berada di desa.Aku yang waktu itu masih sangat kecil sering bermain-main di sawah milik nenek ku.
Berapa bahagia nya waktu itu,ingin rasa nya aku mengulang masa-masa kecil ku.Kini aku telah menjadi seorang ibu rumahtangga,yang di mana selalu saja terjadi masalah dalam keluarga ku.Karena aku baru saja mengetahui sisi buruk suami ku,entah aku harus percaya atau tidak dengan semua itu.
Hal yang paling aku benci adalah sebuah ketidakjujuran dari suami ku,sehingga bagi ku semua sifat laki-laki di mata ku tak jauh beda dari suami ku.
Lelah dan kecewa itu yang kurasakan saat ini,lelah di mana saat aku berusaha menjadi seorang istri yang baik,yang mencoba berbakti pada suami.Kenyataan nya hanya kebohongan semata yang ku dapatkan,ini kah balasan yang telah banyak ku korbankan selama ini?.
Hanya waktu yang mampu menjawab semua nya,waktu yang entah sampai kapan aku harus menanti nya.Sabar dan terus bersabar ,itu lah yang ku lakukan untuk mengungkap tabir kepalsuan dari mas Rizal ,suami ku sendiri.Yang dari awal telah ku percayai sebagai laki-laki bertanggung jawab dan tidak banyak berbuat hal yang memalukan,bahkan sanggup berkhianat di belakang ku meskipun aku belum melihat nya secara nyata.
Tapi naluri ku sebagai seorang istri terhadap suami nya sangat lah kuat,aku selalu merasa gelisah dan merasakan ada sesuatu yang tak beres dengan mas Rizal,aku yakin suatu hari nanti pasti kudapatkan kebenarannya.
__ADS_1