
Menjalani hari-hari dengan putri kecil ku begitu menyenangkan,dia semakin aktif dan bertambah gembul.
Tidak terasa genap 3 bulan usia putri ku,dia sudah pintar jika ada yang mengajak nya bercanda.Senyum nya begitu menyejukkan hati ku,di saat aku sedang bersama putri ku suami ku pulang dari bekerja.Dengan senyum dan tingkah yang lucu ,dia mengajak anak nya bercanda.
Si kecil yang begitu senang ketika ayah nya pulang,langsung tertawa layak nya bayi pada umum nya.Suami ku berkata"Anak ayah yang pinter nggak rewel kan sama ibu di rumah?",aku hanya tertawa di buat suami ku dengan tingkah nya.
Aku bilang pada suami ku"Mas,mandi sana buruan udah hampir malam lo"! Jawab suami ku"bentar lagi dek,masih keringatan"!.
Ya sudah aku akhir nya masuk ke dalam rumah untuk membuat kan teh manis suami ku,dan mengambil satu toples berisi cemilan.
Hari menjelang malam,suasana di rumah pun terasa ramai karena Dita belum juga mau tidur .Dia asyik bermain dengan ayah nya,tiba-tiba listrik padam dan dia menangis karena takut kegelapan.Mas Rizal segera mencari lilin untuk menerangi rumah yang gelap karena listrik padam.
Dan akhirnya Dita pun kembali diam,dia tidak menangis lagi karena gelap.Tidak terasa putri ku tertidur juga ,di karenakan waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.
Satu jam kemudian listrik kembali menyala,dan aku pun merasa lega karena si kecil bisa tidur dengan nyaman.
Mas Rizal tiba-tiba berkata pada ku"Dek ,mas mau keluar sebentar ada perlu"! kamu nggak pa2 kan di rumah sebentar sendirian"?
Aku jawab"Iya mas,nggak pa2 kok aku berani "!.Dia kemudian pergi dengan teman nya ,karena tadi sebelum berangkat dia menelfon temannya.
__ADS_1
Alhasil aku di rumah hanya dengan putri ku yang sudah tertidur dengan lelap,malam semakin larut tapi mas Rizal belum juga pulang.Aku cemas hingga tidak bisa memejamkan mata meskipun sangat mengantuk.
Pukul 02:00 dini hari mas Rizal baru kembali dan aku pun tidak bertanya kemana dia pergi .
Akhir nya aku tidur hingga tanpa terasa sudah menjelang pagi, aku buru-buru bangun untuk menyiapkan sarapan pagi .Dan kulihat suami ku juga sudah bangun,aku bersikap seperti biasa pada suami ku.
Setelah selesai mandi ,suami ku pun bergegas sarapan karena sebentar lagi dia akan berangkat kerja.
Dia berpamitan padaku "Mas berangkat ya dek ,udah siang juga ni"! Aku jawab "Iya mas hati-hati di jalan"!.Aku kembali mengerjakan pekerjaan ku yang belum selesai,mumpung si kecil masih tidur.
Dan setelah semua pekerjaan ku beres,dan putri ku pun sudah bangun .Aku segera memandikan nya,dengan melihat senyum dan tawanya hati ku terasa senang.
Setiap aku memikirkan tentang itu semua,maka semakin aku penasaran dengan apa yang suami ku lakukan di luar sana.
Aku harus menyelidiki sendiri kemana suami ku akhir-akhir ini pergi,dan dengan siapa dia bertemu.
Hingga pada suatu hari ,hp suami ku tertinggal di rumah karena dia buru-buru berangkat kerja.Aku tidak menaruh rasa curiga kala itu,karena biasanya juga hp mas Rizal tergeletak begitu saja di atas meja.
Tak lama setelah itu ada yang menelfon ke nomor suami ku,aku pun tanpa curiga mengangkat telfon yang terus-menerus berdering."Halo Assalamualaikum"sapa ku di awal perbincangan melalui telfon"Iya halo mbak"!jawab suara yang menelfon ,suara perempuan.
__ADS_1
Astaghfirullah,aku pun terdiam mendengar suara yang keluar dari telfon suami ku.
Dia berkata bahwa suami ku adalah teman di waktu sekolah dulu,tapi aku masih sedikit bingung kenapa mas Rizal tidak pernah cerita bahwa teman nya itu sering berkomunikasi dengan nya.
Gelisah rasa hati ini setelah aku mendengar sendiri penuturan dari wanita tersebut,yang ku tahu suami ku tak pernah selama menikah dengan ku dia berkomunikasi dengan teman wanitanya.
Aku berpura-pura tidak terjadi apa-apa,setelah mas Rizal kembali dari kerjanya.Seperti biasa aku menjalankan kesibukan ku sebagai ibu rumah tangga,aku hanya ingin menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak ku.
Awan gelap tiba-tiba memayungi langit yang tadinya cerah,suara guntur datang mengejutkan aku yang tengah menggendong Dita.Tak selang waktu lama hujan pun turun dengan deras nya,percikan kilat terlihat jelas dari balik jendela .
Aku sangat takut jika hujan disertai dengan petir seperti ini,ku peluk putri kecilku erat-erat.Aku hanya bisa diam sambil berdoa,semoga hujan segera reda .Dita yang awalnya tertidur pulas,kini terbangun karena suara petir .Mas Rizal yang saat itu sudah selesai mandi menghampiri ku,dia tahu aku sangat ketakutan bila hujan seperti ini.
Kemudian dia merengkuh ku dalam pelukannya,putri kecilku tersenyum setelah mengetahui ayahnya berada di dekatnya.Hujan pun sudah mulai sedikit reda,aku akhirnya bernafas dengan lega karena semua ketakutan ku telah sirna.
Ku berikan si kecil Dita pada mas Rizal,dan aku pun segera membuatkan kopi untuk nya.Selanjutnya aku pun kembali duduk di samping suami ku,aku belum ingin bertanya tentang siapa wanita yang menelfon nya tadi ketika ia sedang pergi bekerja.
Biar lah untuk saat ini tak ku pikirkan masalah itu,aku tak ingin menjadikan beban dalam hidup ku.
Aku beranjak untuk membawa Dita ke kamar,mata ini juga sudah terasa berat karena sangat mengantuk.
__ADS_1
Aku ingin segera memejamkan mata ini,aku tak ingin mengingat semua tentang kejadian siang tadi .