Rumput Tetangga

Rumput Tetangga
Bab 13


__ADS_3

“Selagi aku masih baik, cepat pergi dari sini dan jangan pernah muncul di depanku lagi,” ujarnya kasar sebelum berbalik membelakangi Aria.


Dia memerintah istri dan putrinya lembut.


“Emily, Melissa sudah malam. Jangan terlalu lama berdiri di luar. Ayo masuk.” Dia menuntun Emily dan Melissa masuk ke dalam rumah tanpa memedulikan Aria di luar.


Melissa menjulurkan lidahnya mengejek pada Aria sebelum berbalik mengikuti Stefan masuk ke dalam rumah. Namun Aria tiba-tiba meraih belakang kemeja Stefan.


“Ayah ....”


Stefan berbalik dengan cemberut menatap Aria tidak sabar.


“Apa lagi sekarang?!”


Emily dan Melissa juga berbalik menatap Aria dengan muka cemberut.


“Ayah, di mana aku bisa tinggal? Aku tidak memiliki tempat tinggal di luar dan aku tidak memiliki uang untuk membeli tempat tinggal.” Aria menatap Stefan memohon sambil mencengkeram kemejanya erat.


Emily dan Melissa menatapnya dengan merendahkan dan menghina.


“Kamu seharusnya mengatakan dari tadi. Jadi kami tidak akan bersusah payah mengusirmu,” kata Melissa tersenyum manis yang dibuat-buat.


Dia kemudian mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya.


“Ini cukup kan? Kamu harus berhemat.” Setelah mengatakan itu dia mengulurkan tangannya memberikan uang itu pada Aria.

__ADS_1


Aria mengepalkan tangannya menatap segepok uang tunai di tangan Melissa, lalu menatap ayahnya.


Stefan balik menatapnya acuh tak acuh. Dia tidak melakukan sesuatu untuk memberinya uang untuk tinggal di luar.


Emily berkacak pinggang menatap Aria mencibir.


“Mengapa? Uang itu tidak cukup untukmu? Atau kamu ingin aku memberimu uang juga?”


Aria mengepalkan tangannya menahan amarah dan kepahitan dalam dadanya.


Mereka hidup dengan uang ibunya, namun dengan sombong memperlakukannya seperti pengemis.


“Kenapa tidak ambil? Ya udah deh kalau tidak mau ....” Melissa berpura-pura ingin menarik kembali uang yang disodorkan pada Aria.


“Nah gitu dong. Jika kamu butuh uang lagi, katakan padaku, jangan minta lagi sama Ayah. Ayah sudah cukup sibuk mencari uang buat kita.


Aku cukup kok memberimu uang. Lagi pula Kevin sering memberiku uang belanja. Aku hanya ingin berbagi denganmu.” Melissa terkekeh menatap Aria dengan mencemooh. Senang sekali menginjak-injak harga diri Aria.


Emily menutup mulutnya menahan tawa.


“Melissa kamu terlalu baik padanya. Hanya saja gadis sialan ini tidak tahu terima kasih dan mendorongmu dari tangga, nyaris membuatmu keguguran,” cibirnya sinis pada Aria.


Aria menundukkan kepalanya sambil mengepalkan tangannya yang menggenggam uang pemberian Melissa.


“Cukup, ayo masuk. Di luar sangat dingin, tidak bagus untuk kesehatan Melissa.” Stefan berkata dengan lembut menyuruh Emily dan Melissa masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


“Baik, Ayah.” Melissa menggandeng tangan Stefan mesra, lalu melirik Aria dengan tatapan provokatif.


Dia tahu Aria sangat mendambakan kasih sayang dari Stefan.


Aria memandang sikap lembut Stefan pada Melissa dengan rasa sakit di matanya. Ayahnya hanya memanjakan dan menyayangi Melissa, namun menelantarkan dia dan Ramus.


Stefan tersenyum lembut mengelus rambut putrinya lalu berbalik meninggalkan Aria di depan pintu rumah.


Aria buru-buru menahan lengannya sekali lagi.


“Apa lagi yang kamu inginkan?” Stefan berbalik menatap Aria kesal.


“Ayah, bagaimana dengan Ramus? Ramus sakit dan membutuhkan perawatan—“


Sebelum Aria menyelesaikan kalimatnya, Stefan memotongnya dengan tidak sabar.


“Aku tidak ingin membayar biaya rumah sakit adikmu lagi. Kami sudah menghentikan biaya perawatan Ramus. Adikmu sudah lama sakit-sakitan, dan tidak pernah sembuh meski kami sudah membayar mahal. Jadi kami tidak mengeluarkan uang lagi membayar biaya rumah sakit. Dokter sudah mengatakan Ramus tidak akan hidup lama.”


“Ayah bagaimana kamu bisa berkata seperti itu tentang Ramus!” Aria menatap Stefan tidak percaya.


Akan kah kelanjutan berikutnya semakin memanas atau bahkan cukup seperti ini. Baca dan dukung terus karya ini agar bisa berlanjut, sehingga bisa menghibur para pembaca semua. Apabila ada kritik dan saran silahkan hubungin nomor whatsapp di bawah.


Kosong delapan satu lima lima lima enam delapan enam enam enam sembilan


Bersambung !!!

__ADS_1


__ADS_2