
Mengutip kisah sebelum nya...
Wajah Aria memanas, dia berjuang mendorong tubuh Dario menjauh darinya.
“Lepaskan aku!” desisnya mendorong dada pria itu sekuat tenaga.
Namun tubuh pria bergeming. Dia meraih tangan Aria dan menekan tangannya di atas kepalanya.
“Aria Crowen, beraninya kamu kabur saat itu,” desisnya dengan suara rendah di samping Aria.
Aria berhenti meronta dan menatap mata Dario bingung.
“Apa maksudmu?”
Dario tertawa sinis dan menatapnya lekat-lekat. Dia mencubit dagunya dan membuatnya mendongak.
“Setelah apa yang lakukan kita malam itu, mengapa kamu kabur? Apa kamu pikir aku orang yang bisa kamu tinggalkan sesuka hatimu?”
Aria mengerjap sesaat. Cengkeraman Dario di dagunya terasa sakit. Dia menatap wajah Dario yang teramat dekat dengannya.
Pria itu menatapnya dengan senyum sinis di wajahnya. Sorot matanya penuh dengan kemarahan.
Aria mengepalkan tangannya. Dia yang seharusnya merasa dirugikan karena kehilangan keperawanannya, namun pria itu memojoknya di ruang gelap dan sempit dan menyalahkannya.
Dia yang seharusnya marah!
“Lalu apa yang harus aku lakukan? Meminta pertanggung jawab padamu karena kehilangan keperawananku” balasnya sarkastis.
Dario mengerjap, tidak berkata-kata.
Aria mengangkat kepalanya untuk menatap pria di depannya.
“Apa yang terjadi di malam itu adalah kecelakaan. Aku tidak ingin persahabatanku dengan Hanna rusak karena masalah ini. Jad aku ....”
Aria menelan ludahnya menatap Dario
“Aku ... mohon padamu untuk melupakan masalah ini demi Hanna. Kamu adalah pacar Hanna. Aku tidak ingin merusak hubungan kalian.”
Dario mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapannya. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyum miring.
“Tampaknya kamu sangat menghargai persahabatanmu dengan Hanna,” ujarnya dengan senyum mencemooh di wajah tampannya.
“Bagaimana kalau aku tidak mau melupakan masalah ini? Bagaimana jika aku memberitahu Hanna? Seperti apa reaksi Hanna jika dia tahu kita pernah tidur bersama?” bisiknya menggoda di telinga gadis itu.
Tubuh Aria menegang. Dia mengangkat tangannya untuk menampar wajah Dario.
“Kamu bajinga—“
Sebelum tangan Aria menampar wajah Dario, tangan pria itu menangkap tangannya. Raut wajahnya sangat gelap.
“Aria Crowen, kamu sebaiknya jangan membuatku marah,” desis memperingatkannya.
Aria menarik tangannya darinya cengkeraman Dario. Dia memelototi pria itu.
__ADS_1
“Apa yang sebenarnya kamu inginkan agar melupakan masalah ini!” Dia berkata dengan frustrasi.
Dia tidak ingin hubungannya dengan Hanna rusak, terutama setelah Hanna memberinya tempat tinggal. Namun kekasih Hanna itu tidak bisa bekerja sama.
Dario tersenyum miring menyelipkan rambut Aria di telinganya.
“Bukankah aku sudah bilang, aku menginginkanmu, ah tidak tubuhmu. Kamu membuatku penasaran setelah kita tidur bersama,” bisiknya dengan suara rendah.
Wajah Aria berubah dari merah ke pucat. Dia mengangkat tangannya untuk menampar wajah pria itu. Tangannya sukses menampar wajah Dario tanpa bisa dia cegah.
Ekspresi Dario semakin gelap.
“Apa kamu pikir aku pelacur?! Jika kamu membutuhkan wanita pergilah pada kekasihmu atau pelacurmu!” Dia membentak Dario dengan marah.
Dia mendengar desas-desus Dario seorang Cassanova, dia suka berganti wanita meski semudah mengganti pakaian. Aria merasa kasihan pada Hanna. Pacarnya seorang bajingan.
Dia memelototi Dario.
“Aku tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, jangan coba-coba menghancurkan persahabatanku dengan Hanna.” Setelah mengatakan itu dia mendorong dada Dario menjauh dan dengan cepat melarikan diri dari ruangan itu.
Dia mengambil koper dan barang di luar sebelum meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa.
Sementara itu di dalam ruangan penyimpanan alat kebersihan, cahaya dari pintu menyinari wajah pria itu. Dia mengusap pipinya yang habis di tampar Aria sambil menyinggung senyum miring.
“Aria Crowen.” Dia mendesis menyebut nama Aria tertarik.
Saat wanita lain menempelnya seperti lalat, hanya gadis itu yang selalu melarikan diri darinya.
....
Aria memandang brosur di atas mejanya dengan ekspresi serius mencari perusahaan yang masih menyediakan lowongan untuk para mahasiswa yang magang. Namun semua perusahaan yang dia tuju sudah penuh.
Aria menggigit kuku jarinya gelisah mencari perusahaan lain yang menyediakan lowongan.
“Kamu sedang apa?”
Aria tersentak merasakan tepukan di pundaknya. Dia menoleh dan melihat Hanna berpenampilan modis di sampingnya.
“Hanna, apa kuliahmu sudah selesai?” Aria bertanya.
Gadis itu menganggukkan kepalanya dan meletakkan bukunya di atas meja sebelum duduk di samping Aria. Dia mengintip ke brosur di tangan Aria.
“Apa yang sedang kamu lihat?” tanyanya ingin tahu.
Aria menghela napas lesu.
“Persiapan magang, tapi tampaknya semua perusahaan sudah terisi penuh,” ujarnya sedikit frustrasi.
“Sudah penuh?” Hanna menatap Aria, lalu berpikir.
“Ah benar, kemarin aku dengar perusahaan Dario sedang membuka lowongan untuk menjadi sekretarisnya. Kenapa kamu tidak mencoba melamar? Kamu sangat pintar dan kemampuanmu tidak bisa diragukan lagi. Aku dengar dari mahasiswa lain belum ada yang terima.”
“Perusahaan Dario?” Aria bergumam aneh menggelengkan kepalanya cepat.
__ADS_1
“Tidak, jabatan sekretaris tidak mudah diisi oleh mahasiswa seperti kita. Mereka pasti akan memilih lulusan terbaik dari luar negeri dan yang sudah berpengalaman.”
Meski jabatan sekretaris menggiurkan, Aria tidak ingin dekat-dekat dengan Dario apalagi kerja di perusahaannya.
“Hei jangan menyerah begitu, kamu tidak akan tahu sebelum mencobanya.”
Aria tetap menggelengkan kepalanya.
“Jika Perusahaan Clark membuka lowongan, para mahasiswa sudah menyerbu mengisi lowongan magang di perusahaan Clark. Tidak ada kesempatan untuk aku lolos.”
“Kamu tenang saja. Aku bisa membantumu. Dario adalah pacarku. Aku akan memintanya mempertimbangkan kamu jika aku menjelaskan nilai akademismu dan kemampuanmu. Dia pasti akan memberimu kesempatan karena kamu adalah temanku,” ujar Hanna.
Aria langsung menoleh menatapnya, tidak bisa berkata-kata.
“Mengapa kamu membantuku? Ah maksud aku, kenapa kamu tidak mencoba melamar menjadi sekretaris Dario. Kamu kan pacarnya, kamu bisa memiliki banyak waktu bersama Dario jika menjadi sekretarisnya.”
Hanna menghela napas, raut wajahnya tampak mengeluh.
“Aku sudah mencoba. Namun tidak lolos karena jurusanku tidak sesuai. Dario sangat perfeksionis. Meski aku pacarnya, dia sangat tegas kalo soal pekerjaan. Aku hanya akan menjadi penghambat pekerjaannya dan Dario tidak akan menyukaiku lagi karena aku tidak berguna,” keluhnya mengerucutkan bibirnya cemberut dan sedih.
Dia kemudian menoleh menatap Aria.
“Tapi berbeda dengan kamu. Nilai akademis sempurna, dan memiliki kemampuan untuk menjadi sekretaris. Dario pasti bisa menerimamu menjadi sekretarisnya karena kemampuanmu.
Aria hanya tertawa kaku dan mengalihkan pandangannya dengan tidak nyaman dari Hanna.
“Tapi aku tidak ingin menjadi sekretaris.”
“Mengapa? Di mana lagi kamu akan menemukan tempat yang menjanjikan seperti perusahaan Clark? Lagi pula semua perusahaan sudah penuh,” kata Hanna gemas mencoba membujuk Aria.
“Tapi aku ....”
“Meski kamu tidak suka, setidaknya demi aku kamu harus menjadi sekretaris Dario.” Hanna menatap Aria dengan tatapan memohon.
“Mengapa kamu mendesakku bekerja di perusahaan pacarmu?” Aria tidak mengerti mengapa Hanna begitu percaya dengannya.
Apa dia tidak takut Aria akan merebut pacarnya?
“Kemarin saat aku ke perusahaan Dario, aku melihat karyawan wanita sangat cantik semua. Mereka bertingkah genit ingin menarik perhatian Dario,” kata Hanna cemberut. Dia kemudian meraih tangan Aria dan menatapnya memelas.
“Aku ingin kamu menjadi sekretaris Dario dan mengawasi para wanita genit itu agar tidak merayu Dario. Setidaknya kamu harus mencegah mereka mendekati Dario.”
Aria tertawa kering dan masam.
“Aku tidak yakin .....”
“Ayolah, pikirkan perusahaan mana lagi yang masih membuka lowongan? Hanya posisi sekretaris di perusahaan Clark yang masih kosong. Kamu harus mengambil kesempatan sebelum ada yang mengambil. Aku dengar Dario memberi gaji mahasiswa yang magang. Gaji sekretaris itu cukup besar untuk membantumu membayar rumah sakit Ramus.”
Aria terdiam mendengar ucapan Hanna.
Akan kah kelanjutan berikutnya semakin memanas atau bahkan cukup seperti ini. Baca dan dukung terus karya ini agar bisa berlanjut, sehingga bisa menghibur para pembaca Semua. Apabila ada kritik dan saran silahkan hubungin nomor whatsapp di bawah.
Kosong delapan satu lima lima lima enam delapan enam enam enam sembilan
__ADS_1
Bersambung !!!