Rumput Tetangga

Rumput Tetangga
Bab 2


__ADS_3

Setelah kelanjutan yang kemarin, terjadi ...


“Tuan, tolong ... sentuh aku ... Aku mohon.” Dia memohon dengan lembut sambil terus menempelkan tubuhnya ke lelaki itu. Suara erangan lepas dari mulutnya.


Lelaki itu menegang, dia mencengkeram pinggang Aria erat. Dia menunduk menatap gadis dalam pelukannya dengan tatapan intens.


Wajah gadis itu memerah dan berkeringat. Mulutnya terbuka mengeluarkan suara erangan yang sensual. Dia sangat cantik.


Lelaki itu tetaplah lelaki normal kan? Bagaimana mana dia bisa menolak seorang gadis melemparkan diri ke pelukannya.


Lelaki itu tertawa, namun suaranya terdengar dingin dan tanpa rasa humor.


“Aria Crowen, kamu yang meminta ini dan jangan pernah menyesal.” Lelaki itu mendesis dengan suara rendah sebelum menarik Aria ke dalam kamarnya dan melemparkannya ke atas tempat dan menindih tubuhnya.


Aria merasakan tubuhnya melayang dan mendarat di sebuah kasur empuk dan beban tubuh lelaki itu menindihnya.


“Aria Crowen, jangan menyesal sudah melemparkan dirimu padaku.”


Suara serak lelaki itu bergema dalam pikiran Aria membuat alarm berbahaya bergema dalam benak Aria.


Di tengah sisa kesadarannya, Aria masih sedikit berpikir. Dia tahu ini tidak benar dia dirinya tidur dengan pria tak dikenal. Dia ingin mendorong lelaki itu. Namun tubuhnya lemah seolah tidak memiliki kekuatan.

__ADS_1


Saat bibir dingin pria itu mencumbu tubuhnya, pikiran Aria menjadi kabur dan sensasi aneh membanjiri tubuhnya membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


Kesadaran Aria menjadi kabur. Dia dapat merasakan kulitnya bersentuhan dengan tubuh panas lelaki itu dan rasa sakit di pangkal pahanya terasa sangat menyakitkan seolah akan merobeknya ketika lelaki itu memasukinya.


Aria merintih dan menangis. Dia ingin mendorong lelaki itu menjauh.


“Ukh, sakit ... Tu—an ....”


Tetapi lelaki itu tidak berhenti. Dia menggerakkan tubuhnya semakin keras dan menjadi buas.


Rintihan Aria menjadi isakan di bawah tubuh laki-laki itu.


“Akh, berhenti ... sakit ....”


“Shhtt, jangan memberontak. Kau meminta aku menyentuhmu, jangan coba menyuruhku berhenti,” bisik laki-laki dengan suara rendah dan mengancam di samping telinga Aria.


“Tuan ....” rintihan kesakitan Aria menjadi ******* keras ketika gelombang kenikmatan mulai membanjiri tubuhnya.


Mengumpulkan kesadarannya di tengah sensasi kenikmatan dan obat perangsang, Aria mengerjap memperjelas penglihatannya, menatap lelaki di atas tubuhnya.


Alis lelaki itu berkerut dengan keringat butir keringat mengalir di wajah tampannya. Matanya yang tajam menyipit menatapnya penuh gairah.

__ADS_1


Dalam penerangan lampu tidur, Aria samar-samar mengenali wajahnya. Beberapa saat kemudian dia membelalak.


“Da-Dario ... Dari Clark ....” Dia membeku menyebut nama lelaki itu.


“Baru sadar.” Dario menyeringai menatap wanita di bawahnya dengan tatapan panas.


Dia menunduk mencium bibir Aria dengan penuh gairah.


“Aria Crowen, aku tak tahu kau akan senikmat ini,” bisik lelaki itu memulai ronde kedua.


Pikiran Aria mendadak kosong, dia terengah-engah menatap wajah tampan di depannya.


Oh, Tuhan.


Bagaimana dia bisa tidur dengan Dario Clark?!


Lelaki itu adalah pacar sahabatnya!


Akan kah kelanjutan berikutnya semakin memanas atau bahkan cukup seperti ini. Baca dan dukung terus karya ini agar bisa berlanjut, sehingga bisa menghibur para pembaca semua. Apabila ada kritik dan saran silahkan hubungin nomor whatsapp di bawah.


Kosong delapan satu lima lima lima enam delapan enam enam enam sembilan

__ADS_1


Bersambung !!!


__ADS_2