Rumput Tetangga

Rumput Tetangga
Bab 19


__ADS_3

Dia sangat beruntung memiliki pacar yang tampan dan kaya seperti Dario. Aria tahu Dario memanjakan Hanna dengan memberinya uang belanja untuk memenuhi semua kebutuhannya.


Hanna bisa menikmati hidupnya dengan puas di manjakan kekasihnya.


Aria diam-diam merasa iri pada Hanna.


Dia tersentak dan menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran itu. dia kunci apartemen di tangannya.


Apa dia menjadi orang yang tidak tahu diri? Sudah tidur dengan pacar temannya, dia masih menerima bantuan dari Hanna.


Aria merasa hina pada dirinya sendiri.


....


Setelah membersihkan tubuh Ramus, Aria membereskan koper dan barang-barangnya agar tidak mengganggu keluarga pasien lain.


Dia bersiap pindah ke apartemen Hanna.


Aria menyeret kopernya meninggalkan ruang rawat ramus. Saat dia melewati lorong yang sepi, dia tiba-tiba ditarik ke sebuah ruang. Kopernya tertinggal.


Tubuh Aria terdorong ke dinding dan mulutnya di bekap sebuah tangan besar.


“Hmmph! siapa kamu!” Aria meronta mendorong orang itu.


Ruangan itu agak gelap hingga tidak bisa melihat orang yang menariknya ke ruangan itu.


“Ssstttt, diamlah.” Suara berat dan rendah orang itu berbisik di telinganya.

__ADS_1


Aria menegang. Menilai dari suaranya, seharusnya dia laki-laki, kan?


Aria panik dan berusaha mendorong pria itu. Tangannya yang menutup mulutnya mencegah suara Aria berteriak.


Seorang pria membekapnya di ruang yang gelap dan kosong ini bisa menjadi pelecehan.


“Hmmphh—“ Aria berusaha keras mendorong tubuh pria itu menjauh.


Namun karena perbedaan kekuatan tubuh mereka membuatnya tidak bisa mendorong pria itu. Aria dengan marah menggigit tangannya yang menutup mulutnya.


Pria itu berdesis kesakitan namun tidak melepaskan tangannya dari mulut Aria.


“Aria Crowen, kusarankan kamu berhenti meronta sebelum kamu kubuat menyesal,” desis pria itu mengancam di telinganya. Napasnya yang hangat menyapu leher Aria membuat gadis itu merinding.


Aria membeku menyadari suara pria itu sangat akrab.


Matanya membelalak menatap mata gelap pria itu dalam kegelapan ruangan. Dia samar-sama melihat wajahnya dari cahaya yang masuk melalui celah pintu yang tertutup.


Benar, pria itu ada Dario Clark! Mengapa dia menariknya ke ruangan ini?!


Aria sangat cemas dan gugup. Dia berhenti meronta.


“Sudah tenang?” Dario mendengus dan perlahan melepaskan tangannya yang menutup mulut Aria.


Begitu dia melepaskan tangannya dari mulut Aria, gadis itu tiba-tiba mendorongnya dan berteriak sambil mencoba melarikan diri.


“Tolong!”

__ADS_1


Wajah Dario menggelap. Dia menarik lengan Aria dan kembali menekan tubuhnya ke dinding. Tangannya menutup mulut gadis itu.


“Hmph!” Aria meronta mencoba mendorong tubuh Dario yang menekannya.


“Aria Crowen, apa kamu ingin sahabat baikmu mendengar teriakanmu dan melihat apa yang kita lakukan di ruangan gelap ini.” Dario berkata dengan suara rendah mencemooh Aria.


Aria terdiam dan berhenti meronta. Dia menggigit bibir bawahnya dan menatap pria di depannya mata berkaca-kaca.


“Gadis pintar.” Dario tersenyum miring sambil mengelus rambut Aria seperti mengelus kepala hewan peliharaannya. Dia melepaskan tangannya dari mulut Aria. Namun tubuhnya tidak menjauh dari gadis itu.


Begitu Dario melepaskan tangannya yang mulutnya, Aria berkata dengan suara gugup dan tegang.


“Apa yang kamu inginkan?”


“Apa yang aku inginkan?” Dario membeo mengikuti ucapan Aria.


Dia menatap wajah gadis itu lekat-lekat dalam cahaya remang-remang ruangan itu. Dia mendekat dan berbisik di samping telinga gadis itu dengan suara serak.


“Yang aku inginkan adalah dirimu.”


Bersamaan dengan ucapannya, tangan nakal Dario meremas pantat gadis itu.


Aria tersentak kaget.


Akan kah kelanjutan berikutnya semakin memanas atau bahkan cukup seperti ini. Baca dan dukung terus karya ini agar bisa berlanjut, sehingga bisa menghibur para pembaca semua. Apabila ada kritik dan saran silahkan hubungin nomor whatsapp di bawah.


Kosong delapan satu lima lima lima enam delapan enam enam enam sembilan

__ADS_1


Bersambung !!!


__ADS_2