
Sebenarnya keluarga Kevin tidak ingin memberikan saham itu pada Aria sejak kematian Delia dan selalu menunda-nunda pernikahan antara Aria dan Kevin agar tidak memberi saham itu pada Aria.
Di tambah Aria tidak memiliki kuasa untuk mengambil alih perusahaan Quin dari tangan Stefan dan Emily. Orang yang akan menjadi pewaris perusahaan Quin kelihatannya adalah Melissa.
“Diam! Jangan mengungkit utang budi kami pada ibumu. Ibumu sangat luar biasa, namun dia memiliki anak seperti kamu kayak pelacur! Kamu mengotori nama ibumu!” cibir pria paruh baya itu merendahkan Aria.
“Paman ... bibi ....” Aria menatap Kate dan Wiliam seperti melihat orang yang sama sekali tidak dia kenal.
Tuan dan Nyonya Derrick yang dulu seperti orang tua keduanya, kini memperlakukannya seolah dia adalah sampah.
Kate mengangkat dagunya angkuh di depan Aria. Dia tidak menutupi wajah asli mereka pada gadis iti.
“Enyah kamu dari sini! Kamu sangat merusak pemandangan! Melissa kini mengandung cucu keluarga Derrick, jangan sampai dia takut karena melihat wajahmu di sini! Kevin usir ****** dari sini!” Kate meminta putranya untuk mengusir Aria.
Aria mengalihkan pandangannya pada Kevin. Ruat wajahnya tampak terluka.
“Kevin, kumohon ....”
Raut wajah Kevin sangat suram dan bimbang. Dia masih memiliki rasa pada Aria.
Melissa cemberut dan pura-pura memegang perutnya dengan ekspresi kesakitan.
“Kevin, perutku sangat sakit!”
Kevin langsung berbalik dengan cemas dan buru-buru menghampirinya.
“Kamu baik-baik saja? Aku akan memanggil Dokter ....” Kevin hendak menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
__ADS_1
Namun Melissa meraih tangannya dan berkata dengan ekspresi cemas.
“Kevin, aku takut .....” ujarnya menatap Aria dengan mata lebar ketakutan dan cemas.
“Sepertinya Melissa masih trauma pada Aria!” Emily mengompori dengan berpura-pura cemas.
“Dokter sudah mengatakan kandungan Melissa sangat rentan setelah jatuh dari tangga. Kejadian itu membekas dalam batin Melissa karena dia hampir kehilangan anaknya. Melissa pasti takut setengah mati. Namun gadis sialan itu menyebab Melissa trauma. Beraninya dia muncul di depan Melissa!" Emily berkata dengan geram memelototi Aria.
Melissa menatap Kevin dengan mata berkaca-kaca.
“Kevin, tolong bawa Kak Aria keluar dari sini. Setiap kali aku melihat wajahnya aku selalu teringat saat dia mendorongku dari tangga, aku sangat takut ....” ujarnya lemah.
Wajah yang pucat pasi dan lemah menyempurnakan akting menyedihkannya.
Kevin berbalik menatap Aria tajam. Dia menghampiri gadis itu dan menarik tangannya keluar dari ruang rawat Melissa.
“Keluar dari sini!”
Stefan membuang muka dengan ekspresi acuh tak acuh menghiraukan tatapan permohonan putrinya.
“Ikut aku!” Kevin menarik tangan Aria dengan kasar keluar dari ruang rawat Melissa dan mendorongnya ke lantai dengan kasar.
Aria terlempar ke lantai dan mengerang kesakitan, dia melirik lukanya yang lecet dan berdarah.
Aria mendongak menatap Kevin. Air mata mengalir di pipinya. Perasaannya hancur.
Pria yang dia cintai memperlakukannya jauh lebih buruk dari apa yang dilakukan Ibu tiri dan Melissa padanya.
__ADS_1
Pria yang dia harapkan akan membawanya keluar dari lubang neraka yang dibuat ibu tirinya justru berbalik bersama Melissa dan menginjak-injaknya.
Perasaannya jauh lebih hancur.
Dia merasa sangat ironis.
“Kevin ....” Dia memanggil nama pria itu dengan ekspresi penuh kesedihan.
Namun Kevin menatapnya dengan tatapan dingin. Tidak ada kehangatan dalam sorot matanya seperti dulu.
Mata yang selalu menatapnya lembut dan penuh kehangatan kini menatapnya dengan merendahkan dan acuh tak acuh.
“Jangan pernah muncul di depanku maupun Melissa lagi. Jika kamu mengganggu Melissa, aku akan membuatmu membayar harganya.” Kevin berkata dengan suara sedingin es memandang Aria yang terpuruk di lantai rumah sakit yang dingin.
Aria menarik napas dalam-dalam menekan kesedihannya dan menatap pria yang pernah dia cintai.
“Kevin, apa kamu pernah mencintaiku? Kamu lebih percaya pada Melissa di bandingkan aku yang sudah menghabiskan masa kecil bersamamu selama bertahun-tahun?”
Aria masih memedam harapan terakhir pada pria itu mengingat masa lalu mereka yang penuh kenangan persahabatan dan cinta.
Namun ucapan Kevin berikutnya memupuskan harapan terakhirnya dan menghancurkan kenangan masa lalu mereka yang indah dengan kejam.
Kevin menyeringai sinis dan berkata suara muram.
“Aku tidak pernah mencintai pelacur kotor sepertimu. Apa yang aku inginkan adalah perusahaan Quin. Namun tampaknya kamu sudah dibuang oleh ayahmu setelah apa yang kamu perbuat pada Melissa,” cibirnya memandang Aria merendahkan sebelum berbalik masuk dan membanting pintu di depan gadis itu.
Akan kah kelanjutan berikutnya semakin memanas atau bahkan cukup seperti ini. Baca dan dukung terus karya ini agar bisa berlanjut, sehingga bisa menghibur para pembaca semua. Apabila ada kritik dan saran silahkan hubungin nomor whatsapp di bawah.
__ADS_1
Kosong delapan satu lima lima lima enam delapan enam enam enam sembilan
Bersambung !!!