SADEWA BIANTARA

SADEWA BIANTARA
BAB 10 Masalah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit lamanya, akhirnya Dewa dan Jasmine sampai di depan sekolah mereka.


"Aku anterin ya, ke kelas kamu," tawar Dewa


"Gak usah, aku bisa sendiri kok," jawab Jasmine saat mereka berjalan di koridor


"Gapapa, lagian kan belum bel masuk juga. Aku kan juga mau tau kelas calon pacar aku dimana."


Pipi Jasmine langsung bersemu merah ketika mendengar Dewa mengatakan jika dirinya adalah calon pacarnya. Apa mungkin Dewa yang seganteng dan sekeren ini suka padanya? Rasanya tak mungkin.


"Yaudah." Akhirnya hanya kata itulah yang dapat Jasmine ucapkan.


Di lain tempat, Caka dan Jeni yang datang langsung menangkap sosok Dewa bersama Jasmine yang tengah jalan berdua di koridor.


"Caka, itu Dewa sama siapa ya, kayaknya bukan Cika deh!" tanya Jeni pada Caka yang berdiri di sebelahnya.


"Ohh, itu tuh cewek yang pernah nolongin Dewa pas dikeroyok waktu itu. Sebenernya sih aku juga baru tau kalo Dewa ditolong sama cewek itu pas kemaren Dewa cerita di kantin. Dewa sendiri kok yang bilang kalo dia suka sama cewek itu," jawab Caka yang langsung membuat Jeni terkejut.


"Cewek itu sekolah disini?"


"Iya, aku sama yang lain juga baru pertama kali liat dia. Bisa jadi dia itu murid pindahan atau emang kita semua yang gak pernah liat dia sebelumnya."


"Gawat nih kalo sampe Cika tau kalo cewek yang Dewa maksud sekolah disini," batin Jeni.


"Kok diem, yaudah ayok ke kelas," ajak Caka menarik tangan Jeni.


☁️☁️☁️


Jasmine pun sedikit keheranan kenapa ketika dirinya jalan berdua dengan Dewa, seluruh mata siswa/i terus menatapnya dengan tatapan yang aneh. Jasmine berfikir, mungkin ada yang salah dengan dirinya, sekilas Jasmine melihat seragamnya yang mungkin kotor atau reslteting roknya yang terbuka tapi saat Jasmine cek semuanya baik-baik saja. Lalu apa yang membuatnya menjadi pusat perhatian? Dan ketika Jasmine melirik Dewa dengan ekor matanya, Dewa malah terlihat santai saja seperti tidak ada yang harus dia risaukan.


Akhirnya Jasmine berhenti di depan kelas XI IPA 3 yang membuat Siswa/i yang tadinya ada di luar kelas langsung masuk ke dalam kelas ketika ia dan Dewa datang.


Dewa ber-oh ria ketika tau ternyata Jasmine mengambil jurusan IPA yang jelas berbeda dengan dirinya.


"Ini kelas kamu?'' tanya Dewa yang diangguki oleh Jasmine.


"Yaudah aku masuk dulu ya."


"Hati-hati. Nanti kalo udah bel pulang sekolah, aku jemput buat pulang bareng, oke? Dadah...," ucap Dewa tanpa menunggu persutujuan Jasmine.


Saat Jasmine masuk ke dalam kelas semua mata kembali tertuju padanya, sebenarnya apa yang salah dengan dirinya sampai-sampai harus menjadi pusat perhatian seperti ini? Jasmine langsung menaruh tas di mejanya dan duduk disebelah Yora, yaitu teman sebangkunya.

__ADS_1


"Yora, kamu tau gak sih kenapa dari tadi semua murid pada ngeliatin aku, emangnya ada yang salah ya dari penampilan aku?"


"Kamu kenal sama cowok tadi?" tanya balik Yora.


"Kenal kok, dia Dewa temen baru aku."


"Temen? Kamu temenan sama Dewa?"


"Iya, waktu itu aku pernah nolongin dia pas dikeroyok orang dan ternyata kita satu sekolahan, makanya aku kenal sama dia."


"Kayaknya aku tau kenapa semua orang ngeliatin kamu termasuk aku," ucap Yora yang membuat Jasmine semakin tak mengerti.


"Maksudnya?" tanya Jasmine.


☁️☁️☁️


Saat Jam istirahat berlangsung, entah ada angin apa tiba-tiba saja Yora mengajak Jasmine ke papan mading sekolah dan menunjukan foto Dewa yang terpajang rapih disana.


"Kamu tau kan orang yang ada di foto ini?" tanya Yora.


"Dewa!''


Di samping foto itu tertulis di selembar karton tentang semua kasus-kasus yang pernah Dewa lakukan di sekolah, tujuan pihak sekolah memasang semua itu adalah sebagai cerminan dan pembelajaran bagi murid lain untuk tidak meniru perilaku Dewa yang buruk.


"Aku bener bener gak tau kalo Dewa ternyata sebandel itu karena yang aku liat Dewa itu orang yang baik," jawab Jasmine.


"Kalo kamu masih gak percaya kamu ikut aku," ucap Yora menarik tangan Jasmine.


Yora membawa Jasmine ke kantin untuk menyadarkan Jasmine bagaimana kelakuan Dewa sebenarnya yang selama ini Jasmine anggap baik.


Dari kejauhan Jasmine memperhatikan Dewa dan seluruh teman-temannya yang sedang mengusir paksa siswa laki-laki berkaca mata yang sedang duduk nyaman memakan bekalnya. Saat itu pun Jasmine percaya jika Dewa memang orang yang kasar terbukti bagaimana dengan teganya Dewa menarik kerah baju murid laki laki itu untuk pergi lalu mendorongnya dengan kasar sehingga murid laki-laki itu terjengkal bersama bekalnya yang berserakan.


"Sekarang kamu lihat sendiri kan sifat asli Dewa itu kayak gimana, aku cuma saranin sama kamu buat jauhin Dewa karena dia sama temen temennya 11 12 gak ada bedanya. Aku ngelakuin ini karena aku gak mau Dewa dan teman-temanya nyakitin kamu."


Sekarang Jasmine mengetahui jika dibalik semua sikap Dewa yang ia kenal baik dan lucu ternyata berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat sekarang. Dewa tak lebih seperti seorang penjahat sadis yang tak mempunyai belas kasihan pada korbannya yang lemah.


☁️☁️☁️


Saat pulang sekolah Dewa, Bimo dan Cika bertemu Yora dan Jasmine yang juga sedang berjalan di koridor kelas menuju gerbang sekolah. Dengan langkah tegap, Dewa pun menghampiri Jasmine dengan senyum merekahnya.


"Jadi kan kamu pulang bareng aku?" Sekilas Jasmine melirik kearah Yora yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Maaf aku gak bisa, aku harus ngerjain tugas di rumah Yora jadi aku gak bisa pulang bareng kamu. Permisi!"


Setelah mengatakan hal itu dengan nada yang tak enak didengar, Jasmine pun langsung menarik tangan Yora untuk berlalu melewati Dewa dan juga teman-temannya.


"Kenapa Jasmine jadi ketus gitu ya sama gua?" tanya Dewa pada dirinya sendiri.


Cika dan Bimo pun melihat raut wajah Dewa yang kecewa setelah gadis itu menolak ajakannya untuk pulang bersama, Cika yang jelas masih belum mengetahui siapa Jasmine langsung meminta penjelasan pada Dewa.


"Lu kenal sama cewe tadi?" tanya Cika pada Dewa.


"Dia cewek yang gua maksud pernah nolongin gua waktu itu Cik, namanya Jasmine. Gua juga baru tau kemaren kalo ternyata kita satu sekolahan. Tapi gue heran, tadi pagi gua berangkat bareng dia naik bus dia masih baik-baik aja, kok sekarang dia jadi ketus gitu ya sama gua?" tanya Dewa yang langsung membuat perubahan pada raut wajah Cika.


"Lu suka sama dia?" tanya Cika dengan mata yang berkaca kaca.


"Iya, gua suka sama dia" jawab Dewa dengan senyuman. "Dan gua harap suatu saat nanti dia bisa jadi pacar gua"


Setelah mendengar perkataan Dewa yang begitu mencabik perasaannya, Cika pun pergi dari hadapan Dewa dengan keadaan menangis.


"Loh, kok Cika malah pergi?" tanya Dewa menatap Bimo.


"Jahat lu, Wa!" ucap Bimo dengan tatapan penuh amarah pada Dewa sebelum melangkah pergi mengejar Cika.


"Jahat?? Gua jahat kenapa sih Bim?"


.


.


.


Bimo pun langsung mengejar Cika sampai akhirnya Bimo mendapatkan Cika yang sedang termenung seorang diri sambil menangis di bangku taman sekolah, Bimo tau bahkan sangat tau apa yang Cika rasakan sekarang, dalam posisi Cika yang terpukul seperti ini tidak mungkin untuk Bimo meninggalkan Cika sendirian.


"Cik, lu gapapa?"


"Bim gua tuh udah sejak lama suka sama Dewa tapi gak pernah sedikitpun Dewa ngebales perasaan gua. Dan sekarang dia malah suka sama cewek yang jelas-jelas gak sebanding sama gua," ucap Cika yang mencoba menghapus air matanya dengan punggung tangannya.


"Lu tenang aja Cik, gua yakin apa yang Dewa omongin barusan gak akan pernah terjadi karena yang berhak milikin Dewa itu cuma lu, bukan cewek gak jelas itu."


Sedikit pelukan, Bimo harap bisa menenangkan perasaan Cika yang berkecamuk. Mungkin rasanya sakit ketika menerima kenyataan jika orang yang ia cintai mencintai orang lain tapi akan lebih menyakitkan jika orang yang ia cinta harus tersakiti. Bimo paham betul bagaimana sakitnya cinta yang tak terbalas maka dari itu Bimo tak ingin Cika merasakan sakit seperti yang ia rasakan. Bagi Bimo melihat Cika bahagia sudah lebih dari cukup walaupun itu bukan denganya.


"Pokoknya gua gak bakal tinggal diem ngeliat Dewa deket sama cewek itu," ucap Cika seraya mengepalkan jari-jemarinya kuat.

__ADS_1


☁️ Sadewa Biantara BAB 10 ☁️


__ADS_2