SADEWA BIANTARA

SADEWA BIANTARA
BAB 14 Perjodohan Dari Tuhan


__ADS_3

Mau tak mau malam ini Dewa terpaksa harus bertemu dengan gadis yang Papahnya jodohkan dengannya, tidak ada pilihan lain dari pada semua fasilitasnya dicabut. Tapi Dewa sudah berjanji pada dirinya sendiri sebaik atau secantik apapun gadis itu ia tetap akan menolak perjodohan ini bagaimana pun caranya.


Dewa memang bersedia untuk bertemu gadis itu tapi bukan untuk mengenalnya lebih jauh melainkan untuk menolak perjodohan konyol ini.


Malam ini, Papah dan Mamahnya pergi ke rumah gadis yang mau dijodohkan dengan Dewa tapi saat diajak pergi bersama, Dewa tetap kekeh memilih untuk berangkat menggunakan motornya sendiri dari pada harus berangkat menggunakan mobil Papahnya yang membuatnya tak nyaman.


"Sharelock aja nanti lokasinya ke Dewa, pasti Dewa bakal dateng," ucap Dewa dengan datar.


"Kamu beneran gak mau bareng sama Papah dan Mamah?" tanya Mamah.


"Iyaaa."


"Yaudah Mah, kita duluan aja tapi Dewa, awas! Kalo kamu sampe gak dateng. Ucapan Papah gak main-main buat nyabut semua fasilitas kamu kalo kamu sampe ngelanggar perjanjian kita," ujar Papah mengancam Dewa.


"Iya, Dewa udah ngerti gak usah di bilangin berkali-kali juga," jawab Dewa dengan kesal.


Tentu bukan Dewa namanya jika tidak disebut sebagai biang rusuh, buktinya Dewa janji akan datang jam 7 tetapi malah jam 8 Dewa baru berangkat sampai Papahnya harus menelfonnya berkali kali tapi tetap saja Dewa abaikan karena Dewa sengaja ingin membuat Papah serta Mamahnya kesal, lagian siapa suruh seenaknya jodoh-jodohin tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu. Emang sekarang jamannya siti nurbaya apa pake jodohan-jodohan segala.


☁️☁️☁️


Dari lokasi yang Papahnya kirim ini benar alamatnya, tepat di mana Dewa berdiri yaitu di depan gerbang rumah tersebut. Tapi sepertinya Dewa merasa tidak asing dengan rumah ini, bukannya ini rumahnya Jasmine? Tapi mungkin ini hanya perasaannya saja karena yang namanya komplek perumahan dekorasi rumahnya hampir semuanya sama tanpa terkecuali. Bisa saja ini efek karena Dewa yang terlalu memikirkan Jasmine jadi semuanya di sangkut pautkan dengan Jasmine.


Dewa akhirnya turun dari motornya untuk mengintip dari celah lubang pagar tersebut dan terlihat ada mobil Papah dan Mamahnya berarti benar tempatnya memang disini.


"Ngapain kamu!!?" tanya seorang satpam yang tiba-tiba membuka gerbang rumah tersebut, "Mau maling, ya?"


"Enak aja siapa yang mau maling? gini-gini gua anak orang kaya kali, noh lu liat mobil itu," tunjuk Dewa.


"Kenapa emangnya, di rumah ini emang ada tamu terus apa hubungannya sama kamu? Mending kamu pergi dari pada saya laporin ke majikan saya."


"Eh asal lu tau ya, tamu lu itu orang tua gua. Enak aja main usir-usir gua. Gua aduin bisa dipecat lu," ucap Dewa nyolot.


"Mana buktinya kalo kamu anaknya tamu majikan saya?"


"Ck! hihh," Dewa terpaksa menghubungi Mamahnya karena satpam ini masih tak percaya jika ia anak tamu mereka.


"Dewa!! Kamu dimana si?? Papah sama Mamah udah nungguin kamu dari tadi jangan bilang kalo kamu gak jadi buat dateng kesini." Padahal yang Dewa telfon Mamahnya tapi kenapa malah suara Papahnya yang berbisik di sebalik telfon yang Dewa dengar? Dewa yakin pasti Papahnya yang sudah merebut handphone Mamahnya.


"Dewa udah di depan gerbang tapi gak boleh masuk."


"Sama siapa?"


"Satpam, malah Dewa dituduh maling. Mending Papah sama Mamah cepet keluar deh kalo enggak mending Dewa pulang aja."


"Yaudah kamu tunggu disitu jangan kemana mana," jawab Papah mematikan sambungan telfonnya.


Setelahnya Papah mematikan sambungan telfonnya.


"Dewanya mana Pah? Jadikan dia kesini?" tanya Mamah dengan berbisik.


"Dewa ada di luar," jawab Papah.

__ADS_1


Dihadapan mereka pun sudah ada orang tua dari anak yang ingin di jodohkan dengan Dewa.


"Apa anak kamu masih di jalan Surya, kok belum sampe juga, ya?" tanya Damar yang merupakan Ayah dari anak gadis itu pada Surya yang merupakan Papahnya Dewa.


"Sabar Ayah, mungkin anaknya lagi kena macet di jalan," jawab Lastri yang merupakan istri Pak Damar.


"Udah kok, sekarang anaknya ada di luar. Biar saya sama istri saya yang nyamperin," jawab Papah Dewa.


"Yasudah," jawab Damar.


Setelah Papah dan Mamahnya keluar Dewa langsung menunjukan raut kesalnya.


"Ada apa ini?" tanya Papah.


"Noh lu liat! gua gak boong kan mereka emang orang tua gua," ucap Dewa dengan kesal ke satpam itu.


"Ohh... jadi kamu beneran anaknya tamu majikan saya, kalo gitu saya minta maaf, ya" jawab Satpam.


"Maaf maaf!! Enak aja lu minta maaf setelah lu nuduh gua maling," ucap Dewa.


"Udah Dewa! Gak usah di perpanjang. Kamu tuh udah ditungguin dari tadi mending kamu masuk sekarang gak enak sama temen Papah dan Mamah yang udah nungguin kamu dari tadi," ucap Mamah.


"Sekali lagi saya minta maaf Pak, Bu saya gak tau kalo dia ini anaknya Bapak sama Ibu. Abisnya gerak geriknya mencurigakan kea maling," ucap satpam.


"Wah minta dihajar ya lu ngatain gua maling lagi," ucap Dewa.


Dewa pun bersiap untuk memukul satpam itu yang kembali menuduhnya maling tapi berhasil di tahan Papah.


"Awas lu kalo ketemu gua lagi, gua abisin lu!" ancam Dewa pada satpam itu.


"Galak pisan tuh orang saya kan gak sengaja lagian ada aja anak begajulan kayak gitu jaman sekarang," gumam satpam itu saat Dewa dan kedua orang tuanya masuk kedalam rumah.


☁️☁️☁️


Pak Damar pun tersenyum ketika kedua orang tua Dewa membawa Dewa masuk kedalam rumahnya. Tapi senyumanya luntur ketika Dewa tidak membalas uluran tangannya dan malah langsung duduk seperti dirumah Nenek sendiri.


"Dewa, yang sopan kamu," tegur Papah


"Gapapa namanya juga anak muda ayo silahkan duduk, istri saya lagi manggil anak saya dulu," ucap Damar.


"Dewa tadi kamu kenapa lama banget sih?  Papah sama Mamah sampe kesel tau gak nunggu sejam disini. Gak enak kan sama Pak Damar dan Bu Lastri nungguin kamu dari tadi," tanya Mamah yang tak Dewa tanggapi, Dewa malah asik bermain ponselnya.


"Dewa kalo Mamah nanya tuh di jawab!!" tegur Mamah yang emosi pada Dewa.


"Gak usah di marahin Bu, mungkin dia telat juga karena ada alasannya," sambung Pak Damar.


"Tuh dengerinnn ..., dia aja gapapa lagian Dewa telat juga gara-gara macet di jalan," jawab Dewa nyolot.


"Dewa, kamu ini ya!! Yang sopan kalo manggil, jangan dia-dia aja, beliau ini calon mertua kamu. Mulai sekarang kamu harus panggil Ayah," omel Papah kesekian kalinya pada Dewa.


"Iya, Ayah," jawab Dewa datar.

__ADS_1


Walaupun begitu Pak Damar tidak pernah marah malahan beliau selalu menunjukan senyum manisnya, ia sangat mengerti kenapa Dewa bersikap begitu pasti karena Dewa masih tak terima tiba tiba di jodohkan dengan anaknya yang tak di kenalnya.


"Kalo boleh Ayah mau kenalan sama kamu biar akrab, nama Ayah Damar kalo nama kamu?" tanya Pak Damar mengulurkan tangannya.


"Dewa, Bro" jawab Dewa menerima uluran tangan Pak Damar.


"Dewa!!! Pak maafkan anak kami ya kelakuan emang agak bandel," ucap Mamah.


"Gapapa. Malah bagus biar lebih cepet akrab, iya gak Bro?" jawab Pak Damar yang melihat Dewa dengan senyum yang so akrabnya.


Dewa heran padahal dari tadi ia sudah mencoba membuat pak Damar untuk benci denganya tapi beliau malah terus saja memaklumi kelakuannya dan malah berusaha untuk akrab dengannya.


"Kalo boleh Ayah tau itu kenapa wajah kamu pada lebam gitu?" Tanya Pak Damar.


"Biasa barantem," jawab Papah.


"Gapapa kalo berantem buat bela diri sama bela orang lain asal jangan berantem biar keliatan jagoan," jawab Pak Damar tertawa.


Ketika Pak Damar melihat istri dan anaknya turun dari tangga, beliau langsung mengatakan kepada kedua orang tua Dewa jika anaknya sudah datang tapi sepertinya Dewa tak peduli dan malah kembali asik dengan handphone di tangannya.


"Akhirnya Istri dan anak saya datang juga." ucap Pak Damar.



Papah pun langsung mengambil handphone Dewa ketika Dewa malah asik dengan handphonenya dan mengabaikan pembicaraan yang terjadi.


"Apasiiii Pah ... balikin ponsel Dewa!"


"Ini dia anak saya," ucap Pak Damar tersenyum.


Dewa spontan melihat kearah depan dan benar-benar tak menyangka jika sekarang yang ada dihadapannya kini adalah gadis yang amat dicintainya yaitu, Jasmine.


"Jasmine ..., " gumam Dewa.



Begitulah ekspresi Dewa ketika tau Jasmine adalah anaknya Pak Damar dan perempuan yang ingin dijodohkan dengannya. Kalo tau dari awal ternyata Jasmine yang ingin dijodohkan dengannya mah udah Dewa iyakan tawaran Papah dan Mamah sejak awal.


Semua rencananya ia batalkan total, padahal sebelum kesini Dewa sudah menyiapkan kata kata untuk menolak perempuan yang ingin dijodohkan dengannya tapi kalo perempuan itu adalah Jasmine ia malah harus sujud syukur karena Tuhan telah menyatukan mereka lewat perjodohan ini.


Jasmine sendiri terkejud ketika tau Dewa adalah laki laki yang ingin di jodohkan dengannya, apalagi ia seperti mendapat serangan ketika Dewa beranjak dari duduknya dan menghampirinya lalu memegang kedua tangannya dan mencium tangannya dengan lembut.


"Dewa!!!" Teriak Papah dan Mamah ketika melihat Dewa malah seenaknya mencium tangan Jasmine.


Jasmine seketika itu langsung melepaskan tangannya dari genggaman Dewa.


"Jasmine aku gak nyangka kalo kita di pertemukan lagi sama Tuhan lewat perjodohan ini, feeling aku emang gak salah kalo kamu di takdirin buat jadi jodoh aku," ucap Dewa tersenyum bahagia pada Jasmine.


"Jadi kalian udah saling kenal?" Tanya Bu Lastri yang sedari tadi ada di sebelah Jasmine namun tak Dewa sadari karena seluruh perhatiannya ia tujukan pada Jasmine yang terlihat sangat cantik malam ini walaupun Jasmine memang selalu terlihat cantik di matanya kapanpun dan di manapun.


"Ibu??" Ucap Dewa terkejud ketika melihat wanita yang ada disamping Jasmine.

__ADS_1


☁️ Sadewa Biantara BAB 14☁️


__ADS_2