
☁️☁️☁️
Dewa mengira jika dirinya sudah mati sehingga bisa melihat sosok bidadari cantik nan manis di hadapannya sekarang, Tapi sepertinya ini nyata karena buktinya Dewa masih bisa merasakan sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya akibat dari luka-lukanya.
Setelah berhasil mendudukan Dewa di bangku halte, gadis itu langsung mengeluarkan obat alkohol serta tisu untuk membersihkan luka Dewa. Dengan sangat telaten gadis berambut panjang bewarna cokelat itu segera membersihkan luka di sudut bibir dan kening Dewa dengan tisu basah yang ia pegang.
"Aaauu!! Auuu!!" jerit Dewa dengan modus memegang tangan gadis itu yang menempel di pipinya.
"Kamu kenapa? Aku terlalu kasar ya ngelapnya, maaf ya." Dewa rasanya ingin tertawa kencang saat modusnya tak terbaca malah gadis ini mengira dirinya benar- benar merasa kesakitan.
"Gapapa kok, kalo kamu yang ngobatin rasa sakit apapun pasti berubah jadi rasa cinta."
Beberapa detik setelah itu, mata mereka pun bertemu dan saling menatap lekat satu sama lain. Sampai pada akhirnya Dewa mendelik kesal ketika gadis itu menarik tangannya yang ia genggam.
"Maaf." Satu kata berjuta makna yang hanya gadis itu angguki.
Setelah luka yang ada di wajah Dewa sudah di bersihkan dengan cairan alkohol, selanjutnya gadis itu pun menempelkan plester tepat di kening sebelah kanan Dewa.
"Makasih ya, kamu udah mau nolongin aku tadi. Mungkin kalo gak ada kamu, aku udah jadi bubur sama mereka." ucap Dewa dengan tawa kecilnya.
Tampaknya gadis ini agak sedikit pendiam dan pemalu, terlihat dari sedikitnya dia berbicara, jika dirasa tidak harus menjawab maka dia hanya akan diam dan sesekali dia hanya mengangguk lalu kembali menundukan wajah cantiknya.
"Kalo kamu ada masalah di rumah atau dimana pun kamu usahain jangan menghindar. Selesaikan semuanya secara baik-baik." ucap gadis itu sambil memasukan beberapa obat-obatannya yang tadi dikeluarkannya ke dalam tas.
"Kok kamu bisa tau kalo aku lagi ada masalah? Jangan-jangan kamu peramal, ya?"
Gadis itu tertawa kecil karena tebakan yang dibuat Dewa 100 % salah.
"Aku bisa baca dari raut wajah kamu, walaupun kamu sekarang masih bisa senyum tapi aku tau lagi ada banyak masalah yang kamu hadepin. Kalo kamu tanya, kenapa aku tau karena dari kecil aku sering belajar bahasa tubuh atau ekspresi wajah seseorang makanya aku tau kamu lagi banyak masalah."
Entah mengapa, baru pertama kali Dewa bertemu dengan gadis ini tapi seperti ada rasa yang langsung meluap dari dalam hatinya. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?? Cielah kea lagu aja dah.
"Kamu sendiri ngapain malem-malem di sini?" tanya Dewa.
"Tadi abis dari rumah Nenek makanya aku mau pulang ke rumah naik bus disini." jawab gadis itu.
__ADS_1
"Mau aku anter?"
"Gak usah, lebih baik kamu pulang. Aku yakin pasti badan kamu udah pada sakit kan gara-gara tadi?" Gadis itu tersenyum melebihi manisnya gula menurut Dewa.
"Kan udah diobatin sama kamu tadi."
"Tapi tetep aja kamu itu masih sakit, aku gak mau kamu bakalan tambah sakit nantinya karena harus nganterin aku pulang."
Dewa masih menatap penuh harap jika gadis itu mau menerima tawarannya, tetapi rencanya berakhir gagal ketika bus yang gadis itu tunggu datang.
"Tuh, bus nya udah dateng. Kalo gitu aku pamit, ya?"
Dewa hanya bisa pasrah ketika bus besar itu membawa gadis manisnya pergi. Rasanya seperti ada yang hilang dari hidupnya setelah gadis itu meninggalkannya. Dewa pun sedikit bingung dengan gadis yang baru pertama kali ditemuinya itu, kenapa dengan mudahnya gadis yang belum dikenalnya membuat hatinya menjadi tak karuan seperti ini?
Tapi tunggu-tunggu, ngomong-ngomong soal kenalan, Dewa lupa mengajak kenalan gadis itu.
"Aduhh!! **** banget sih gua, masa gua lupa sih nanya namanya seenggaknya kan sebelum dia pergi gua minta nomor telfonnya, nanya fecebooknya atau IG nya ke. Akhh! **** banget gua." umpat Dewa dengan mengacak kasar rambutnya.
☁️☁️☁️
Karena teringat perkataan gadis tadi, akhirnya Dewa pun bersedia untuk kembali pulang ke rumahnya. Saat langkah kakinya memasuki pintu rumahnya, Dewa menangkap sosok Papah dan Mamahnya yang tengah duduk di ruang tamu. ketika itu, Mamah langsung menghampiri Dewa dan memeluk anak semata wayangnya itu sementara Papah hanya duduk santai seakan tak peduli jika Dewa pulang ataupun tidak.
"Udahlah biarin aja, Dewa kan laki-laki wajar kalo dia berantem lagian sejak kapan kamu perduli sama Dewa, udah biasa kan dia pulang malem?" Perkataan Papahnya tadi kembali berhasil menusuk hati Dewa sedalam-dalamnya, sebegitu tak perdulinya kah Papahnya sampai tak memikirkan sedikitpun tentang keadaanya?
Saat itu juga Dewa pun langsung melepaskan tangan Mamahnya yang menempel di pipinya.
"Papah bener, sejak kapan Mamah peduli sama Dewa, kan kalian berdua emang gak pernah merasa punya tanggung jawab sama anak kalian sendiri. Jadi lebih baik urusin urusan kalian masing-masing, Dewa udah gede gak perlu lagi dikhawatirin kea anak kecil." ucap Dewa dengan raut wajah dingin seraya pergi meninggalkan Papah dan Mamahnya menuju kamar.
Kenapa hatinya begitu sakit saat Dewa berbicara seperti itu, hati Ibu mana yang terima ketika tau kenyataan bahwa anaknya bersikap dingin dan seakan tak memperdulikan kekhawatirannya.
☁️☁️☁️
Dewa masih ingin merenungkan semua yang terjadi pada dirinya dengan duduk santay di kursi meja belajarnya sambil memandang langit malam yang mendukung kesedihannya. Mungkin ini memang sudah jalan takdirnya, terlahir dari keluarga yang mewah harta tapi minim akan kasih sayang.
Dewa yang tak sadar ternyata ada Bi Ayu di belakangnya langsung terkejud ketika Bi Ayu memegang pundaknya.
__ADS_1
"Maafin Bibi Den, udah lancang masuk ke kamar Aden soalnya tadi Bibi ketuk pintunya gak dibuka jadi Bibi masuk aja. Bibi cuma mau nganterin nasi goreng buat Aden karena Bibi tau Aden pasti belum makan." ucap Bibi sambil meletakan piring itu di atas meja belajar Dewa.
"Makasih ya Bi, sekarang Dewa tau cuma Bibi yang bener-bener tulus sayang sama Dewa daripada Papah sama Mamah." Dewa langsung menghamburkan pelukannya kepada Bi Ayu.
"Den... orang tua aden pasti sayang banget sama Aden, kalo mereka gak sayang gak mungkin mereka nungguin aden pulang hampir larut malam seperti ini. Padahal besok mereka harus bangun subuh, itu tandanya mereka khawatir sama Aden." jawab Bi Ayu mengusap lembut punggung Dewa.
"Bi, bibi janji ya sama aku kalo Bibi gak akan pernah ninggalin aku."
"Iya, Bibi janji karna Den Dewa anak Bibi juga walaupun Den Dewa terlahir bukan dari rahim Bibi tapi Bibi yang selama ini mengurus Aden sampai sekarang sudah sebesar ini."
Dewa berfikir, mungkin jika tidak ada Bi Ayu sudah dari dulu dirinya memilih untuk pergi dari rumah ini dan mempunyai kehidupan sendiri.
"Kalo Den Dewa peluk Bibi seperti ini kapan Den Dewa makannya, hmm?"
Dewa tersenyum dan langsung melepas pelukannya. Seperti perintah Bi Ayu tadi ia langsung melahap nasi goreng buatan wanita yang sudah ia anggap ibunya sendiri itu. Dan Bibi hanya bisa tersenyum bahagia ketika Dewa sangat semangat makan masakannya itu.
"Itu lukanya Aden mau bibi obatin?"
"Gak usah Bi, tadi udah diobatin sama cewek cantik." jawab Dewa tersenyum.
"Cewek cantik siapa?''
"Gak tau, tapi Dewa rasa dia bakalan jadi jodoh Dewa." jawab Dewa tersenyum mupeng.
"Menghayal aja kamu, yaudah habiskan makanannya. Bibi mau kembali ke kamar."
"Sipp, Bi."
☁️☁️☁️
Sampai kapan Dewa harus terus memikikirkan gadis itu, dari tadi ia sudah merubah posisi tidur yang enak berharap akan segera tidur tapi kenapa pikirannya terus melayang kepada gadis misterius itu. Mengingat bagaimana dia berbicara, bagaimana dia tersenyum dan bagaimana dia berkata dengan lembut membuat Dewa dibuat pusing 7 keliling. Lebih baik tersiksa karna dipukuli dari pada tersiksa menahan rindu pada Gadis yang ia sendiri tidak kenal dan tau namanya. Woahh sungguh lebay kamu Dewa wkwkwk.
"Gara-gara mikirin dia gua jadi gak bisa tidur gini. Pokoknya besok, gua harus cari cewek itu. Gua harus ketemu sama dia karena gua yakin dia itu jodoh gua."
Dewa kembali merebahkan tubuhnya dan berharap jika ia dapat tidur dan bermimpi bertemu dengan gadis itu lagi. Gadis yang sudah berani mencopet sesuatu yang berharga darinya. Iya, hal yang berharga itu adalah hatinya yang sudah dicopet oleh gadis itu. Cielahh gombal ae tukang somay.😁😁
__ADS_1
🌠🌠
☁️ Sadewa Biantara BAB 5☁️