
Didasari rasa rindunya yang sudah berton-ton beratnya karena tidak bertemu Jasmine barang sehari saja membuat Dewa berniat menjenguk gadis manisnya itu.
Sepulangnya dari sekolah, Dewa pun langsung bergegas dari rumahnya menuju rumah Jasmine dengan membawakannya bubur ayam.
Pak Dedi yang mengetahui kedatangan Dewa pun segera membukan pintu gerbangnya untuk Dewa.
"Selamat datang Den...." sambut Pak Dedi yang Dewa senyumi.
Ketika berhasil memakirkan motornya di halaman rumah Jasmine, Dewa pun memanggil Pak Dedi untuk menghampirinya dengan isyarat tangan.
"Iya Den, kenapa?" tanya Pak Dedi
"Buat Pak Dedi" Bukan hanya membelikan Jasmine bubur Ayam namun, Dewa juga membelikan nasi padang untuk Pak Dedi yang sudah amat baik mau memaafkannya walaupun ia sudah bersikap kurang baik saat itu.
"Apa ini?"
"Nasi padang pake rendang pake bumbu kari beuhh, enak banget pasti. Pak Dedi belom makan kan pasti, makanya Dewa beliin ini," ucap Dewa memberikan kantung plastik itu pada Pak Dedi.
"Den Dewa tau aja kalo Pak Dedi tuh dari tadi laper pisan. Makasih atuh Den atas makanannya," jawab Pak Dedi mengambil kantung pelastik yang Dewa berikan untuknya.
"Sama-sama."
"Pokoknya saya doain yang terbaik buat Aden sama Non Jasmine, semoga kalian berdua teh beneran berjodoh. aamiin...." ucap Pak Dedi yang Dewa amini juga.
"Yaudah Dewa masuk dulu ya? Oh iya, abisin makanannya biar nanti kalo Dewa dateng lagi kesini bisa Dewa beliin dengan lauk yang berbeda," jawab Dewa dengan tawanya.
"Sip lah atuh Den kalo soal habis menghabisi saya jagonya."
Dewa tak menyangka jika Pak Dedi adalah orang yang sangat hangat. Malam itu, Dewa menyesal karena sudah sangat keterlaluan dengan orang sebaik Pak Dedi tapi Dewa berjanji jika ia akan bersikap lebih baik lagi seterusnya.
☁️☁️☁️
Saat Dewa menekan bel rumah Jasmine, Dewa sedikit terengah ketika Jasmine lah yang keluar membukakan pintu untuknya.
Dari raut wajahnya, sepertinya Jasmine terlihat bahagia ketika Dewa datang ke rumahnya saat ini, terbukti dari senyum yang Jasmine berikan pada Dewa.
"Dewa?"
"Kok kamu sih yang buka, Ayah sama Ibu kemana? Terus kenapa kamu gak istirahat di kamar?"
"Ayah sama Ibu pergi dari tadi. Makanya dari pada bosen di kamar mendingan aku nonton TV di ruang tamu. Pas aku denger bel yaudah aku bukain, eh gak taunya kamu."
Tak ingin berlama-lama di depan pintu, akhirnya Jasmine pun mengajak Dewa masuk ke dalam rumahnya untuk duduk di ruang tamu sambil menonton TV bersama.
Jasmine yang tengah serius menatap layar televisinya dikejudkan karena tiba-tiba tangan Dewa terulur untuk mengecek suhu tubuhnya dengan menempelkan satu tangannya di keningnya.
"Udah gak panas kok," ungkap Dewa.
"Emang udah mendingan kok. Oh iya, kamu bawa apa di plastik itu?" unjuk Jasmine pada bungkus plastik yang bertengger manis di atas meja.
"Ohh ini bubur, sengaja aku beli buat kamu."
"Tapi aku lagi gak nafsu makan soalnya mulut aku masih pahit banget," jawab Jasmine menunjukan wajah sedihnya.
"Kalo kamu gak mau makan terus nanti jadi tambah sakit lagi gimna? Kalo kamu sakit kan aku jadi gak bisa ketemu kamu di sekolah." Dalam situasi seperti ini pun Dewa masih sempat-sempatnya saja mengeluarkan jurus gombalnya.
"Tapi Dewa, mulut aku rasanya pahit."
"Yaudah aku suapin ya? Karena biasanya kalo yang nyuapin itu orang yang disayang pasti rasanya jadi enak," ucap Dewa membuka bungkus sterofom bubur itu.
"Tapi kalo aku gak sayang sama kamu gimana?"
"Jadi kamu gak sayang sama aku?" Tanya Dewa dengan raut wajah sedih.
"Sayang kok, tapi aku bukan cuma sayang sama kamu tapi aku juga cinta sama kamu," jawab Jasmine tersenyum.
Raut wajah Dewa langsung berubah menjadi sumringah ketika tau ternyata Jasmine sedang menggombalinya.
"Ihh ... sejak kapan pacar aku ini jago gombal?" tanya Dewa mencubit hidung Jasmine.
__ADS_1
"Sejak pacaran sama kamu," jawab Jasmine yang kembali membuat Dewa tersenyum.
"Yaudah makan ya? Aaa...." Jasmine pun mendapat satu suapan dari Dewa, walaupun rasanya tetap pahit namun Jasmine akan mengunyah bubur ini sampe habis karena Jasmine ingin menghargai Dewa yang sudah membawakan bubur ini untuknya.
"Tadi gimna di sekolah?" tanya Jasmine yang langsung membuat wajah Dewa menjadi muram.
"Baik-baik aja kok."
Dewa fikir, mungkin akan jauh lebih baik jika Jasmine tidak mengetahui bahwa Cika dan Jeni lah yang ternyata sudah mengurungnya kemarin di gudang. Biar saja ini semua menjadi masalahnya.
"Kalo emang baik-baik aja, kenapa kamu murung gitu?"
"Aku gak murung kok, serius deh ✌"
Jasmine hanya tertawa melihat tingkah laku Dewa yang lucu.
"Malah ketawa."
"Gapapa, aku seneng aja."
"Seneng gara-gara aku dateng ya?"
"Geer...."
"Bilang aja kali gak usah malu-malu gitu, aku tuh tau kamu itu kangen kan sama aku?"
"Tau dari mana?"
"Apasih yang gak aku tau dari kamu, isi lemari kamu aja aku tau sampe ke dalem-dalemnya malah."
"Ihh! jorok banget sih," ucap Jasmine memukul bahu Dewa yang hanya Dewa tanggapi dengan senyuman.
"Yaudah makan lagi." Dewa kembali menyuapi Jasmine dengan satu suapan bubur di tangannya.
Jasmine curiga jika sebenarnya ada yang Dewa sembunyikan darinya tapi akan lebih baik jika ia tidak terlalu ikut campur karena jika ada masanya nanti pasti ia akan tau sendiri.
"Besok aku bakalan tanding basket, kamu mau gak nemenin aku? Tapi kalo kamu emang masih gak enak badan, mending kamu istirahat di runah aja."
"Gombal terus kamu, mau aku cium?"
"Enggak!"
☁️☁️☁️
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, kedua orang tua Jasmine yang sudah kembali ke rumah mereka dikejudkan dengan Dewa dan Jasmine yang sama-sama tertidur di sofa dengan posisi Jasmine yang menyenderkan kepalanya di pundak Dewa.
Ayah dan Ibu sebenarnya mengetahui keberadaan Dewa di rumahnya karena melihat motor Dewa yang terpakir di luar halaman rumah mereka tapi rasanya sangat lucu ketika meliat keduanya tertidur dengsn posisi seperti itu.
"Kamu bangunin Dewa ya, kasian dia nanti dicariin sama orang tuanya. Aku mau naruh barang belanjaan kita dulu di dapur," ucap Papah berlalu pergi.
"Nak Dewa...." ucap Ibu membangunkan Dewa dengan lembut.
Dewa mengerjapkan matanya berkali-kali untuk beradaptasi dengan cahaya yang menyilaukan matanya. Tapi seketika Dewa langsung kaget ketika melihat wajah Ibu Jasmine yang ada dihadapannya. Dewa ingin merubah posisinya untuk berdiri namun tidak bisa karena kepala Jasmine bersender manis dipundaknya. Jadi dengan sangat terpaksa, Dewa memindahkan kepala Jasmine untuk bersender di senderan sofa.
"Maaf Bu tadi Dewa ketiduran," ujar Dewa yang langsung bangkit dari posisinya.
"Iya gapapa, kamu dari jam berapa disini?"
"Jam 5"
"Sekarang udah jam 9 lebih baik kamu pulang nanti dicariin sama Papah dan Mamah kamu."
Dewa benar-benar menyesali kenyataanya karena mau ia pulang atau tidak pulang sekalipun, orang tuanya tetap tidak akan perduli. Tapi karena Ibunya Jasmine yang menyuruhnya untuk pulang, Dewa hanya bisa menurutinya. Dewa tersenyum ketika mengingat dirinya yang tertidur selama 2 jam bersama Jasmine, benar-benar menyenangkan.
"Tapi tadi Dewa cuma nemenin Jasmine doang kok Bu, Dewa gak ngelakuin hal aneh-aneh."
"Iya, Ibu percaya kok sama kamu. Makasih ya, karena kamu udah mau nemenin Jasmine di rumah tadi, Ibu sih tadi sempet khawatir ninggalin Jasmine sendiri tapi setelah tau ada kamu Ibu jadi tenang sekarang," ucap Ibu dengan senyum manisnya.
''Sama-sama Bu, yaudah kalo gitu Dewa pamit pulang, ya," jawab Dewa yang menyalimi tangan Bu Lastri.
__ADS_1
"Emm Dewa, sebelum kamu pulang Ibu boleh gak minta tolong sama kamu?"
"Boleh kok Bu, minta tolong apa?"
"Tolong bawa Jasmine ya, ke kamarnya. Kasian kan kalo dia tidur disini."
"Dewa yang gendong?" tanya Dewa dengan wajah polosnya menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu, masa Ibu sih yang gendong Jasmine. Yaudah kalo gitu Ibu mau nyamperin Ayah dulu ya, di dapur.'' u
ucap Ibu sebelum berlalu pergi meninggalkan Dewa.
Dewa masih mencoba mencerna perkataan Ibunya Jasmine yang menyuruhnya menggendong putrinya itu ke kamarnya, walaupun sebenarnya Dewa masih belum siap tapi ini perintah dari mamah mertua langsung jadi harus ia laksanakan. Lagian kalo harus gendong Jasmine yang bertubuh kecil nan imut ini mah kecil untuknya, Dewa malah senang itung-itung latihan nanti kalo udah jadi suami istri.
Tanpa berlama-lama lagi, Dewa pun langsung merenggangkan otot-otot tangannya untuk bersiap menggendong Jasmine. Dan dalam hitungan ketiga, Dewa berhasil membuat Jasmine berpindah posisi dalam gendongannya. Setelah sampai di kamar yang Dewa yakini adalah kamarnya Jasmine, Dewa pun langsung membaringkan tubuh gadisnya itu di atas kasur dan tak lupa juga menyelimuti tubuh Jasmine agar tak diganggu nyamuk-nyamuk nakal.
Sebelum beranjak pergi, Dewa sempat memperhatikan seisi kamar Jasmine yang ternyata penuh dengan rak-rak buku, buku yang Jasmine koleksi pun lengkap, dari buku pelajaran, komik sampai buku novel semua tersedia dalam rak bukunya.
Semua piala kejuaran cerdas cermat Jasmine juga terpajang rapih di atas lemarinya beserta foto-foto saat Jasmine mengikuti cerdas cermatnya itu. Sekarang Dewa tau jika Jasmine adalah anak yang pintar sejak kecil, terbukti dari semua kejuaraan yang Jasmine raih dari SD hingga SMA menjadi juara pertama.
Apa coba yang kurang dari Jasmine? Udah cantik, baik, pinter pula. Tuhan ternyata memang baik padanya, memberikan jodoh sempurna seperti Jasmine.
Kemudian Dewa melihat meja belajar Jasmine yang dipenuhi dengan kata- kata motivasi yang ditulis tangan di secarik kertas kecil yang masing- masingnya berbeda warna lalu di tempelkannya di sisi meja belajarnya. Tulisan motivasi yang dibuat Jasmine antara lain :
"Ada tiga hal yang menjadi kunci sukses dalam kehidupan yaitu, jalani, nikmati dan syukuri semua yang Tuhan berikan untuk kita hari ini. Karena kita tidak pernah tau hal apa yang Tuhan rencanakan untuk kita esok dan seterusnya"
"Bahagia itu sederhana, sesederhana bagaimana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu punya "
"Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan"
Kata-kata motivasi diatas mungkin hanya sedikit yang dapat Dewa bacakan, namum dari semua kata-kata motivasi yang Jasmine tulis ada satu kata-kata yang Dewa baca tentang perpisahan.
"Meskipun perpisahan adalah kenyataan yang menyedihkan. Namun itu adalah konsekuensi dari pertemuan karena nanti kamu akan tau bahwa perpisahan hanyalah sebuah jalan untuk kembali dipertemukan di waktu yang tepat dan di tempat yang seharusnya"
Dewa sungguh berdecak kagum melihat semua tulisan hasil karya Jasmine. Sebenarnya dari mana Jasmine mendapatkan semua kata-kata ini, apa mungkin Jasmine menyemangati dirinya sendiri selama ini melalui semua hasil tulis tangannya?
Setelah Dewa puas melihat seluruh isi dari kamar Jasmine, Dewa pun langsung keluar dan bergegas menuju Ayah dan Ibu yang tengah berada di ruang tamu.
"Ayah, Ibu ... Dewa pamit pulang ya, Jasmine nya udah tidur nyenyak kok di kamar," ujar Dewa menyalimi tangan Ayah dan Ibu.
"Maaf udah ngerepotin, kamu pasti capek baru pulang sekolah langsung kesini nemenin Jasmine." ucap Ayah.
"Gapapa kok Yah, ini kan udah jadi tugas Dewa buat jagain Jasmine karena Dewa sayang sama Jasmine." Ayah dan Ibu hanya tersenyum ketika mendengar jawaban Dewa.
"Yaudah kamu pulangnya hati-hati, ingat! Jangan ngebut bawa motornya, ya." Nasihat Ibu yang Dewa angguki dengan senyuman.
Dewa bahagia karena orang tua Jasmine begitu baik dan perhatian dengannya, sangat berbanding terbalik dengan kedua orang tuanya. Mungkin jika Papah Mamahnya sehangat orang tua Jasmine, Dewa tidak akan membangkang seperti ini. Tapi yasudahlah lupakan saja, sampai kapanpun kedua orang tua mereka memang mempunyai sifat yang berbeda.
☁️☁️☁️
Pak Dedi yang lagi duduk santay di pos nya sambil ngopi pun langsung membukakan gerbang untuk Dewa yang ingin keluar.
"Mau pulang Den?" tanya Pak Dedi.
"Iya Pak, pokoknya Pak Dedi jangan tidur ya, nanti ada maling masuk gak tau lagi." goda Dewa pada Pak Dedi.
"Kalo soal itu mah beres Den, ini buktinya saya lagi ngopi biar jaga malem makin seger."
Dewa hanya bisa tertawa mendengar jawaban Pak Dedi yang begitu lawak.
"Yaudah kalo gitu Dewa pamit pulang ya, Pak."
"Iya Den, hati-hati jangan ngebut di jalan."
"Siapp atuh Pak!" jawab Dewa dengan tawa yang menghiasi wajahnya.
"Bisa aja atuh Aden mah."
Selepas perbincangan mereka yang begitu mengasyikan, Dewa pun segera melajukan motornya meninggalkan rumah Jasmine.
__ADS_1
☁️Sadewa Biantara BAB 19☁️