SADEWA BIANTARA

SADEWA BIANTARA
BAB 17 Kejadian Jasmine Hilang


__ADS_3

Sesaat sebelum jam istirahat, Dewa meminta bahkan merengek pada Jasmine untuk menemaninya latihan basket karena pihak sekolah memberikan Free Class untuk mempersiapkan pertandingan yang akan diadakan 2 hari lagi melawan rival sekolah  mereka dari dulu yaitu, SMA Angkasa17.


Jasmine hanya memperhatikan Dewa dari kursi penonton ditemani Yora, setelah malam perjodohannya dengan Dewa, Jasmine langsung menelfon Yora dan menceritakan semuanya. Awalnya Yora terkejud bukan main ketika Jasmine mengatakan bahwa dia dijodohkan dengan Dewa namun pada akhirnya Yora mengerti, mungkin ini adalah jalan yang Tuhan kasih untuk mereka bersatu. Apalagi jika diliat-liat mereka berdua saling mencintai dan Yora sebagai sahabat yang baik tidak berhak untuk menghalangi kebahagiaan Jasmine bersama Dewa.


Di kursi penonton yang lain, ada Cika dan juga Jeni yang terus menyemangati Dewa tanpa henti. Sekilas Cika melirik ke arah Jasmine yang hanya terdiam tanpa mau mengerahkan semangatnya untuk Dewa.


"Lu liat sendiri kan Jen, si Jasmine. pacar macam apa coba dia, Dewa lagi tanding bukannya disemangatin malah duduk diem aja. Mendingan gua kemana-mana lah yang selalu ada buat nyemangatin Dewa," ucap Cika dengan wajah angkuhnya.


"Emang cuma lu doang deh Cik yang selalu ada buat Dewa. Kalo si Jasmine mah gak ada apa-apanya dibandinh sama lu," jawab Jeni tertawa.


Kring!! Kring! Kring!


Bel istirahat pun berbunyi yang menandakan jika latihan hari ini telah usai. Dengan sergapnya Cika pun langsung menghampiri Dewa dan memberikan botol minum yang sudah dia persiapkan sedari tadi namun sialnya, Dewa malah tak menghiraukannya dan lebih memilih menghampiri Jasmine untuk mengambil botol minum yang Jasmine sodorkan untuknya.


"Kamu capek ya?" tanya Jasmine sembari mengelap keringat Dewa dengan tisu.


"Enggak kok, malah aku semangat karena latihan hari ini ditemenin sama kamu," jawab Dewa memberikan senyuman menggodanya pada Jasmine.


"Gombal deh."


"Siapa yang lagi gombal? Orang aku serius kok ngomong kea gitu sama kamu. Bahkan aku berharap kalo setiap aku latihan, kamu selalu hadir buat nyemangatin aku kea tadi."


"Tapi aku cuma diem aja loh tadi malah menurut aku, Cika yang lebih sering ngeluarin suaranya buat bikin kamu semangat," jawab Jasmine.


"Kamu duduk diem aja, aku udah semangat. Jadi aku gak perlu kamu koar-koar kea Cika buat nyemangatin aku. Karena apa yang Cika lakuin tadi cuma buat kuping aku jadi sakit tau gak."


"Parah kamu," ujar Jasmine yang Dewa tanggapi dengan senyuman.


"Yaudah temenin aku ganti baju, yuk!" ujak Dewa menarik tangan Jasmine namun berhasil Jasmine tepis.


"Ihh! kok aku malah disuruh nemenin kamu ganti baju si? Kamu kan__"


"Temenin di luar Jasmine, bukannya temenin di dalem. Kebiasaan ya, otak kamu ini," ujar Dewa memotong ucapan Jasmine yang sudah berfikiran buruk padanya.


"Yaudah maaf."


"Aku maafin, yaudah kalo gitu ayoo .... "


Dewa dan Jasmine pun akhirnya pergi dari area lapangan meninggalkan Cika yang masih menatap tak percaya jika Dewa lebih memilih botol air yang Jasmine berikan dari pada dirinya. Padahal sedari tadi Cika lah yang rela berletih-letih mengeluarkan seluruh suaranya untuk berteriak menyemangati Dewa namun Dewa malah tak menganggapnya ada.


"Yang sabar ya, Cik" ucap Jeni mengelus punggung Cika.


"Lagian nih Cik, ngapain sih lu masih aja baik sama Dewa. Lu bisa lihat sendiri kan kelakuan Dewa gimana ke lu? Emang dasar gak tau terima kasih tuh anak!" ujar Bimo yang menghampiri Cika setelah selesai latihan bersama Caka.


"Lu apa-apan sih Bim, gak usah mulai dah buat ngejelek-jelekin Dewa, dia itu sahabat kita," jawab Caka yang kesal karena sikap Bimo yang terus mengadu domba Cika dengan Dewa.


"Lu kenapa sih Cak ngebelain Dewa mulu, emang begitu kan kenyataannya kalo Dewa itu tipe orang yang gak tau terima kasih. Lagian kalo lu emang lebih milih buat belain Dewa mendingan lu gak usah lagi temenan sama gua!" ucap Bimo seraya beranjak pergi.


"Ck! Terserahlah, pusing gua!!" sambung Caka yang ikut beranjak pergi meninggalkan seluruh kekacauan ini.


Setelah semuanya pergi, sekarang hanya tinggal Cika dan Jeni yang masih berada disana. Jeni pun masih berusaha untuk menyemangati Cika yang masih menunduk kecewa.


"Cik, pokoknya kira harus kasih pelajaran ke Jasmine karena gara-gara dia, Dewa jadi ngejauh dari lu," hasut Jeni yang Cika balas dengan smirk jahatnya.


"Itu pasti Jen, gua gak bakal tinggal diem ngeliat Jasmine tertawa di atas penderitaan gua."


"Pokoknya kita atur rencana" jawab Jeni yang Cika angguki.


☁️☁️☁️



Ketika Cika dan Jeni diam-diam masuk ke dalam kelas Dewa, ternyata mereka melihat Dewa yang tengah tertidur pulas sambil menyandarkan kepalanya di atas tangan yang dia jadikan bantal di meja. Mereka fikir, ini merupakan moment yang pas untuk menjalankan rencana jahat yang akan mereka lakukan pada Jasmine melalui Dewa.


Pada saat itu kebetulan suasana kelas sedang sepi karena hanya ada beberapa anak murid yang sedang serius dengan bukunya dan sisanya yang lain masih menggunakan waktu istirahat mereka di kantin. Suasana yang sepi semakin mendukung rencana mereka jahat mereka terlaksanakan.


Langkah awal yang mereka lakukan adalah mencoba untuk mengambil ponsel Dewa yang berada di saku celananya dengan teknik yang hati-hati tanpa membangunkan Dewa sedikitpun.


"Hati-hati Cik," pinta Jeni yang takut jika Dewa akan bangun nantinya.


"Dapet, dapet," jawab Cika yang berhasil mengambil ponsel milik Dewa.


Tanpa mau berlama-lama lagi, Cika pun berhasil mengirimi pesan WhatsApp pada Jasmine melalui ponsel Dewa. Pesan singkat itu berisi perintah Dewa yang menyuruh Jasmine untuk segera datang ke gudang belakang sekolah. Sebenarya rencana jahat apa yang akan mereka lakukan kepada Jasmine?

__ADS_1


Dilain kelas, kala Jasmine tengah asik membaca buku novel yang dibawanya dari rumah, tiba-tiba saja ponselnya bergetar karena mendapat notif pesan dari pengirim yang bernamakan "Calon Suami" yang Jasmine sendiri ketahui itu adalah Dewa.


Calon Suami ♡


Aku tunggu kamu di gudang belakang sekolah, ada yang mau aku omongin sama kamu sekarang. penting!!


"Kenapa Jasmine?" Tanya Yora ketika melihat gelagap aneh dari Jasmine.


"Dewa minta aku buat nemuin dia di gudang tapi aku bingung kan sebentar lagi bel masuk tapi Dewa bilang kalo dia mau ngomongin suatu hal yang penting."


"Lebih baik kamu temuin Dewa aja, siapa tau itu emang beneran penting. Kalo soal bel masuk biar nanti aku yang ngizinin kamu sama guru mata pelajarannya," Jawab Yora yang sama sekali tak mencurigai pesan yang Jasmine bilang dari Dewa itu.


"Makasih ya, Yora? Kalo gitu aku pergi dulu, ya," ucap Jasmine yang Yora angguki.


Setelah pesan dibaca oleh Jasmine, Cika pun langsung menghapus pesan tersebut lalu menaruh kembali ponsel Dewa dengan penuh kehati-hatian disaku celananya. Cika dan Jeni tertawa bahagia karena mereka yakin, setelah ini pasti Dewa akan sangat kebingungan mencari keberadaan Jasmine dimana.


☁️☁️☁️


Walaupun langkahnya sudah berhenti tepat di luar pintu gudang itu, namun Jasmine ragu untuk masuk ke dalamnya karena masih mencoba mempercayai, apa benar jika Dewa ingin membicarakan hal penting di gudang terbengkalai ini?


"Apa bener Dewa ada di dalem?" tanya Jasmine pada dirinya sendiri, "Apa aku masuk aja ya?"


Jasmine pun akhirnya mengambil keputusan untuk membuka pintu gudang itu dan berlalu masuk ke dalamnya. Tapi setelah Jasmine teliti. sepertinya Dewa tidak ada disini. Gudang ini hanya berisikan barang-barang milik sekolah yang sudah tidak layak pakai.


Jasmine sontak menoleh ketika tiba-tiba saja pintu gudang itu tertutup dengan keras. Saat Jasmine mencoba untuk membuka pintu gudang itu tapi ternyata sudah terkunci dari luar dan mustahil bagi Jasmine mampu mendobrak pintu itu sendiri.


"Buka!! Aku mohon buka!! Yang diluar tolong bukain pintunya!!" teriak Jasmine menggedor pintu gudang itu dengan sekuat tenaga.


Mungkin tidak akan ada murid yang akan mendengar teriakan Jasmine, alasannya karena letak gudang ini cukup jauh dari area kelas dan pastinya tidak ada seorang pun murid yang berani mendekati gudang yang digadang-gadang angker ini karena konon katanya dulu ada siswi yang bunuh diri di gudang ini dengan gantunh diri.


"Buka ..., " ucap Jasmine dengan lirih sampai akhirnya tubuhnya pun luruh ke lantai.


Jasmine tidak tau, siapa orang yang tega melakukan hal ini padanya. Jasmine begitu meruntuki kebodohan dirinya sendiri yang langsung mempercayai jika Dewa lah yang mengirim pesan singkat itu untuknya. Sekarang Jasmine benar-benar terjebak disini seorang diri, disaat Jasmine ingin menghubungi siapapun untuk dapat menolongnya tetapi itu tak mungkin karena ponselnya tertinggal di kelas. Lalu bagaimana caranya ia keluar dari sini?


☁️☁️☁️


Caka berniat menghampiri Jeni di kelasnya untuk diajak ke kantin bersama namun Caka malah melihat Jeni yang sedang membicarakan sesuatu pada Cika sampai membuat keduanya tertawa tanpa henti. Dan yang jelas, Caka tidak tau hal apa yang sedang mereka bicarakan.


"Rencana kita ternyata sukses Cik, bikin Jasmine kekurung di dalem gudang," ucap Jeni sambil bertosan dengan Cika.


"Bener banget Cik, pokoknya gak akan ada  yang bisa nemuin dia," ucap Jeni menunjukan senyum jahatnya.


"Gak ada yang bisa nemuin dia siapa?" tanya Caka yang tiba-tiba mendekat ke arah mereka.


Cika dan Jeni pun terkejut ketika melihat Caka  berada di dalam kelas mereka karena bisa gawat kalau Caka sampai mendengar semua obrolan mereka tentang Jasmine. secara Caka adalah pendukung Dewa jadi bisa abis riwayat mereka kalau Caka sampai tau semuanya.


"Emm... bukan siapa-siapa kok," jawab Jeni mencoba meyakini Caka dengan senyumannya.


"Bener kata Jeni, lagian lu ngapain sih tiba-tiba nongol segala ke kelas gua?" tanya Cika yang kesal.


"Gua mau ajak Jeni lah ke kantin secara dia kan pacar gua," jawab Caka dengan songong.


"Emang gak bisa apa ke kantin sendiri sampe harus ditemenin Jeni segala?" Tanya Cika ketus.


"Terserah gua dong, gua kan pacarnya berarti gua berhak ngajak dia kemana aja dan gua gak butuh persetujuan dari lu," jawab Caka yang tak kalah ketusnya dari Cika.


"Udahlah Cik, gak usah berantem sama Caka," ucap Jeni menengahi perdebatan Cika dan Caka yang mulai memanas.


"Pacar lu tuh ngeselin," cercah Cika.


"Adanya juga elu yang ngeselin," jawab Caka yang tak terima.


"Yaudah kalo gitu gua ke kantin dulu nemenin Caka ya, Cik?"


"Yaudah sana! Bawa pacar lu tuh jauh-jauh," jawab Cika memutar malas bola matanya.


Saat berada di kantin, sebenernya Caka masih ingin tau maksud Jeni mengatakan "Gak ada yang bisa nemuin dia" siapa orang yang dia maksud? Apa ini ada hubungannya dengan Jasmine? Secara, Jasmine adalah orang yang Jeni maupun Cika benci. Namun tidak baik juga jika ia menuduh tanpa adanya bukti kebenarannya.


☁️☁️☁️


Yora gelisah, jam pelajaran akan segera berakhir namun Jasmine belum juga kembali ke kelas. Saat Yora mencoba menghubungi Jasmine pun, ternyata Jasmine malah meninggalkan ponselnya di dalam tas. Akhirnya setelah guru mata pelajarannya keluar, Yora pun berlarian mengelilingi koridor untuk mencari keberadaan Jasmine. Setengah jam lagi bel pulang sekolah akan segera berbunyi dan Yora sangat mengetahui, tidak mungkin Jasmine melewati jam pelajarannya hanya karena sedang asik mengobrol dengan Dewa.


Ketika menginjakan langkah kakinya di kantin, Yora malah melihat Dewa yang sedang mengobrol dengan Caka di salah satu meja dan bukan bersama Jasmine.

__ADS_1


"Itu Dewa, terus Jasmine nya mana? Apa aku tanya aja ya?"


Yora pun memberanikan dirinya untuk berjalan menghampiri Dewa dan Caka yang tengah duduk santay. Walaupun tubuhnya berkeringat dingin karena harus berhadapan dengan Dewa, namun Yora sudah bertekad akan menanyakan keberadaan Jasmine pada Dewa.


"Ngapain lu kesini? Jasmine mana?" tanya Dewa yang melihat Yora menghampirinya dengan gelagat yang aneh.


"Itu dia, aku kesini malah mau nanya sama kamu, Jasmine dimana karena udah 2 jam lebih Jasmine gak balik ke kelas." 


"APA!! Jasmine gak balik ke kelas? kok bisa!!" Tanya Dewa langsung berdiri.


"Tadi pas jam istirahat, Jasmine bilang kalo dia dapet pesan What*App dari kamu yang nyuruh dia buat nemuin kamu di gudang tapi sampe sekarang Jasmine gak balik-balik."


"Gua gak pernah ngirimin Jasmine pesan apapun apalagi sampe nyuruh Jasmine buat nemuin gua di gudang."


Dewa pun segera mengambil ponselnya di saku celananya lalu mengecek pesan WhatsApp nya di nomor ponsel Jasmine tapi yang Dewa lihat  pesan itu tidak ada dalam ponselnya.


"Lu liat sendiri kan, gua gak pernah ngirim pesan apapun ke Jasmine," Ucap Dewa menunjukan layar ponselnya pada Yora. Tapi Dewa sungguh tidak mengetahui bahwasannya pesan itu sudah dihapus Cika terlebih dahulu dari ponselnya.


"Jadi Jasmine?" tanya Yora panik.


"Gua harus cari Jasmine," ucap Dewa berlari ke arah gudang belakang sekolah yang jaraknya cukup jauh. Dan diikuti oleh Caka dan juga Yora.


Setelah Dewa berlari cukup jauh, akhirnya Dewa pun sampai juga di gudang itu. Namun saat tangannya mencoba membuka knop pintu gudang itu ternyata pintunya terkunci.


"Kekunci, Cak," ucap Dewa.


"Yaudah kita dobrak aja!" jawab Caka yang Dewa setujui.


Mulai dari hitungan 1 sampai 3, Dewa dan Caka pun mendobrak pintu itu bersama-sama dan berhasil membuat pintu gudang itu terbuka lebar. Mereka bertiga sungguh terkejut ketika melihat Jasmine sedang menangis di pojok dinding ruangan gudang sambil memeluk lututnya sendiri.


"Jasmine ..., " ucap Dewa.


Jasmine segera menoleh ketika mendengar Dewa memanggil namanya. Tanpa aba-aba apapun, Jasmine pun bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Dewa dengan erat. Matanya sungguh memanas ketika mengingat tidak akan ada orang yang menemukannya disini tapi ternyata Tuhan menolongnya dengan membawa Dewa kesini berserta Caka dan Yora.


"Kamu gapapa kan?" tanya Dewa menghapus air mata Jasmine dengan kedua tangannya.


"Aku takut, aku takut gak ada yang bisa nemuin aku disini."


"Kamu tenang aja, kan sekarang udah ada aku disini jadi kamu gak usah takut lagi," ucap Dewa menenangkan Jasmine yang masih menangis sesegukan.


Caka kembali teringat dengan ucapan Jeni dengan Cika dikelas tadi jika tidak ada yang bisa menemukan dia. Apa jangan jangan benar dugaanya itu ada hubungannya dengan Jasmine, yang tadi terkurung disini??


"Syukurlah kalo kamu baik baik aja Jasmine tadi aku panik banget pas kamu gak balik balik kekelas, pas aku cek dikantin pun Dewa lagi ngobrol sama caka bukan sama kamu." ucap Yora.


"Sekarang aku tanya, siapa yang nyuruh kamu kesini?'' tanya Dewa.


"Kamu yang ngirimin aku pesan buat dateng kesini karena katanya kamu mau ngomong hal penting sama aku," jawab Jasmine.


"Tapi aku gak pernah ngirim pesan itu ke kamu. Berarti ada yang sengaja ngirim pesan itu atas nama aku buat bisa ngurung kamu di gudang ini."


"Aku gak tau, aku mau pulang aja Dewa. Kepala aku pusing," ucap Jasmine memegangi kepalanya.


"Yaudah kita pulang, ya"


☁️☁️☁️


Ketika Dewa sudah berhasil mengantarkan Jasmine ke rumahnya, Jasmine pun langsung dibawa ke kamar oleh Ibunya. Dan setelah itu, Dewa menceritakan semua kejadian yang Jasmine alami hari ini kepada Ayahnya, reaksi Ayah Jasmine pasti kaget dan panik saat tau jika ada yang berbuat jahat pada putrinya.


"Tapi Ayah tenang aja ya, Dewa janji bakal jaga Jasmine lebih baik lagi di sekolah dan Dewa akan cari pelakunya sampai ketemu."


''Terima kasih karena kamu sudah mau membantu Jasmine, Ayah gak tau kalo gak ada kamu, mungkin sampe sekarang Jasmine masih terjebak di gudang itu," ucap Pak Damar.


"Itu udah menjadi tugas Dewa, Yah."


"Sekali lagi Ayah berterima kasih sama kamu Dewa, kamu udah baik sama Jasmine."


"Sama-sama Ayah, berhubung Jasmine udah di rumah kalo gitu Dewa pamit dulu ya? Salam buat Ibu," jawab Dewa sambil menyalimi tangan Pak Damar.


"Hati-hati ya, Dewa."


"Iya, Ayah."


Ayah berfikir jika dirinya memang tak salah telah memilih Dewa sebagai pendamping hidup Jasmine karena buktinya, Dewa mampu untuk menjadi penolong sekaligus pelindung bagi putri kecilnya itu.

__ADS_1


☁️ Sadewa Biantara BAB 17 ☁️


__ADS_2