Safaluna

Safaluna
Bab 21. Bikin tegang


__ADS_3

Safaluna


Bab 21



Ceklek...


Safa keluar dari kamar mandi dan langsung menghirup nafas panjang karena cukup lama ia kesulitan bernafas saat di dalam sana.


Safa pun merasa lega, ia tidak ketahuan oleh Rachel alias ibunda dari Aaron saat sedang berdua bersama Aaron di kamar itu.


"Huh untung aja tante Safa gak lihat aku tadi! Kalau sampe aku ketahuan, bisa abis aku! Dan aku juga gak mungkin bisa deketin Aaron lagi nantinya," ucap Safa bernafas lega.


Safa pun duduk di atas ranjang, menatap ke arah pintu sejenak dengan wajah bingung.


"Sekarang aku harus kemana ya? Aku mau keluar, tapi takut ketemu sama mamanya Aaron. Tapi, kalau aku gak keluar gimana caranya aku bisa makan coba?" gumam Safa.


"Huft, gini amat sih hidup aku! Kapan coba aku bisa bahagia bersama Aaron? Kenapa sih aku selalu aja dibikin menderita kayak gini? Harusnya tuh si Scarlett aja yang menderita, bukan aku!" ujar Safa.


Tanpa sengaja, Safa menemukan foto Aaron bersama Scarlett yang terpajang di meja.


Ia pun bangkit dari duduknya, mendekati foto tersebut dan tampak tidak suka.


Safa mengambil bingkai foto itu dan menatapnya, ia menggeleng pelan lalu tersenyum smirk.


"Kamu gak pantas ada di foto ini, Scarlett! Harusnya aku yang ada disini, bukan kamu. Aaron itu kekasih aku, dan dia cuma boleh jadi milik aku. Sampai kapanpun, aku gak akan biarin kamu hidup bahagia dengan Aaron!" ucap Safa.


Praaangg...


Safa membanting bingkai itu dengan sengaja hingga hancur berkeping-keping.


Ia tersenyum lebar, mengambil foto yang kini tidak dilindungi oleh bingkai lagi.


Safa merobek foto itu hingga menjadi bagian kecil-kecil sambil tertawa jahat.


"Hahaha, kamu rasakan ini Scarlett! Kamu sama Aaron gak akan pernah langgeng, ada aku disini yang akan selalu ganggu hubungan kalian!" ucap Safa.



Praaangg...

__ADS_1


Suara pecahan bingkai itu turut membuat Rachel dan Aaron yang tengah sarapan bersama di bawah terkejut hebat.


Bahkan, Rachel sampai berdebar-debar karena suara itu mengarah dari lantai atas tepat di kamar Aaron putranya.


"Aaron, suara apa itu? Kayaknya dari kamar kamu deh, apa ya yang pecah?" ucap Rachel.


Aaron terdiam memikirkan itu, ia tahu bahwa ini adalah ulah Safa. Namun, ia tak mengerti mengapa Safa melakukan ini karena bisa membuat hubungan mereka diketahui oleh Rachel.


"Aaron, kamu kenapa diam aja? Di kamar kamu itu ada siapa sebenarnya? Gak mungkin barang-barang disana bisa pecah sendiri kalo gak ada yang nyenggol. Kamu bilang Scarlett belum pulang, terus siapa dong yang ada di atas sana?" tanya Rachel cukup penasaran.


"Aku juga gak tahu mom, tapi biasanya sih suka ada kucing atau tikus yang masuk ke kamar aku. Mungkin aja itu ulah mereka," jawab Aaron asal.


"Masa sih? Mama gak yakin itu ulah kucing, apalagi tikus. Kita coba cek kesana yuk, mommy benar-benar penasaran!" ucap Rachel langsung bangkit dan mengajak putranya pergi.


"Eee tunggu mom! Kita lanjutin aja makannya dulu sampe abis, tanggung nih!" ujar Aaron.


"Udah, makan mah bisa nanti lagi. Ini mommy udah penasaran banget, ada apa sih di kamar kamu itu. Jangan-jangan Scarlett ada disana ya, tapi kamu gak mau Scarlett keluar buat temuin mama!" ucap Rachel menebak-nebak.


"Ya enggak mungkin lah mom, udah aku bilang itu cuma kucing. Atau bisa jadi kena hembusan angin dari jendela, tadi aku lupa tutup tirainya." ujar Aaron.


"Ohh gitu, yaudah deh.." ucap Rachel.


"Huh, untung aja mommy mau nurut! Tapi awas aja, saya pasti bakal hukum kamu nanti Safa!" batin Aaron sedikit merasa lega.


Sementara itu, bik Lea justru merasa kesal lantaran Rachel tidak jadi naik ke atas.


"Ih nyonya Rachel kenapa gak cek aja sih ke atas? Bikin kesel aja deh, kan jadi gagal kebongkar tuh sifat busuknya tuan Aaron yang suka main cewek!" gumam bik Lea.




Disisi lain, Scarlett berada di mobil bersama Steve dan tengah menuju apartemen pria itu karena Scarlett akan tinggal disana sementara ini.


Steve merasa senang, akhirnya kini ia dapat tinggal dengan seorang wanita setelah sekian lama menyendiri di apartemennya.


"Steve, thanks ya!" ucap Scarlett.


"Hah? Untuk apa?" tanya Steve heran.


"Karena kamu udah baik sama aku, kamu mau tolong aku tanpa pamrih." jawab Scarlett.

__ADS_1


"Ohh, iya sama-sama Scarlett." ucap Steve.


"Umm, tapi emangnya gapapa nih aku nginep di apartemen kamu? Gak bakal ada yang marah kan?" tanya Scarlett pada Steve.


"Ya enggak dong, emangnya siapa yang bakal marah? Aku ini pria single, aku belum punya pasangan. Makanya aku senang banget waktu ketemu sama kamu semalam," jawab Steve.


"Kenapa bisa senang banget?" tanya Scarlett.


"Ya karena aku ngiranya kamu itu jodoh aku, eh tapi nyatanya kamu malah udah nikah." ujar Steve.


"Hahaha, tapi walau aku udah nikah gak menutup kemungkinan kan kalau kita berjodoh." ucap Scarlett.


"Maksud kamu? Gimana ceritanya kita bisa berjodoh saat kamu udah nikah?" tanya Steve.


"Gak ada yang gak mungkin di dunia ini, aku sama suami aku kan bisa pisah. Lagipun, selama nikah aku gak pernah merasakan yang namanya cinta dari suami aku. Dia selalu aja pergi tinggalin aku, demi selingkuhannya itu." ucap Scarlett.


"Apa kamu juga belum pernah disentuh sama dia?" tanya Steve.


Scarlett menggeleng pelan, "Dia gak pernah mau sentuhan sama aku, bahkan tidur aja selalu pisah ranjang. Aku gak ngerti kenapa dia begitu sama aku," ucapnya.


"Hah? Aneh banget sih suami kamu itu, masa cewek secantik kamu disia-siakan?! Kalau aku jadi dia, aku beruntung banget sih bisa miliki kamu!" ucap Steve.


"Aku juga bingung, padahal aku ngerasa gak punya salah sama dia. Ya mungkin aja karena kita menikah itu dijodohkan sama kedua orang tua kita, jadinya dia gak bisa jatuh cinta sama aku." ucap Scarlett.


"Ohh, jadi kamu sama suami kamu itu dijodohin? Pantas aja, emang banyak sih kasusnya yang kayak kamu ini." ujar Steve.


"Iya, makanya dari awal juga aku udah berusaha buat tolak perjodohan ini. Tapi, orang tua aku gak pernah mau dengerin aku. Mereka malah paksa aku buat nikah sama Aaron," ucap Scarlett.


"Yang sabar ya Scarlett! Aku yakin semuanya akan berakhir indah nanti!" ucap Steve.


Scarlett mengangguk pelan, tanpa sadar ia menempelkan wajahnya di pundak Steve yang membuat pria itu kaget bukan main.


"Boleh kan aku pinjam bahu kamu?" tanya Scarlett.


"Eee i-i-iya boleh boleh.." jawab Steve gugup.


"Duh, bikin tegang aja sih nih cewek!" batin Steve yang merasakan miliknya menegang.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2