Safaluna

Safaluna
Bab 32. Rachel curiga


__ADS_3

Safaluna


Bab 32



Aaron dan Safa sudah keluar dari restoran itu, Aaron tampak sangat kesal mengingat perkataan Steve tadi.


"Kenapa aku seperti gak terima ya dengan ucapan Steve tadi? Apa benar dia udah sentuh Scarlett dan tidurin Scarlett? Sialan! Kenapa aku harus sia-siain Scarlett coba? Aaarrgghh!!" batin Aaron.


Safa merasakan bahwa kekasihnya itu sedang emosi, ia pun berusaha menenangkannya.


"Sayang, kamu tenang ya! Biarin aja Scarlett sama Steve itu pacaran, bukannya itu lebih bagus ya?" ucap Safa sambil tersenyum.


"Bagus gimana? Kalau dia punya laki-laki lain, pasti papa aku bakal marah besar sama aku! Yang ada semua aset milik aku, bakal diambil sama papa. Aku gak mau itu terjadi sayang!" ujar Aaron.


Safa mengangguk-angguk kecil berusaha memahami perkataan Aaron.


"Yaudah, kita pulang aja yuk!" ucap Safa.


"Ah sial! Scarlett benar-benar keterlaluan! Dia gak pulang beberapa hari, ternyata malah enak-enak sama laki-laki lain!" ucap Aaron.


"Sabar Aaron!" ucap Safa mengelus dada Aaron.


Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan mereka, seorang wanita keluar dari mobil tersebut lalu menghampiri mereka.


"Aaron!" itu adalah Rachel, ibu dari Aaron yang datang kesana.


"Mommy?" sontak Aaron terkejut bukan main melihat kehadiran mamanya disana.


Rachel langsung bergerak cepat mendekati putranya di depan sana, ia menatap tajam ke arah Aaron dan juga Safa dengan wajah bingung.


"Siapa perempuan ini, Aaron? Kenapa kamu malah asyik-asyikan berduaan sama perempuan lain? Istri kamu itu lagi hilang, bukannya dicari kamu malah selingkuh! Dimana tanggung jawab kamu sebagai seorang suami, Aaron?!" geram Rachel.


"Mom, mommy tenang dulu dong! Aku gak selingkuh dari Scarlett, mommy jangan salah paham dong! Dia ini Safa, rekan bisnis aku. Kita kesini karena kita abis bahas mengenai rencana kerjasama kita, jadi dia bukan selingkuhan aku mom." ucap Aaron berbohong.

__ADS_1


"Bohong kamu Albert! Kalau emang dia rekan bisnis kamu, kenapa kalian gak bawa apa-apa? Mana berkas atau surat-suratnya? Dari pakaiannya, dia juga kayak bukan orang kantoran." ujar Rachel.


"Mom, buat meeting itu gak harus bawa berkas atau surat-surat loh. Lagian Safa ini emang benar rekan bisnis aku kok, kalau mommy gak percaya tanya aja sama sekretaris aku!" ucap Aaron.


"Yaudah, nanti mommy akan datang ke kantor kamu dan tanya langsung ke sekretaris kamu. Sekarang kamu ikut mommy, biar kamu gak bicara duluan sama sekretaris kamu. Nanti kamu malah sekongkol sama dia," ucap Rachel.


"Apaan sih mom? Aku masih ada urusan lain yang penting tau, aku kan juga harus cari Scarlett istri aku yang pergi gak tahu kemana itu." ucap Aaron.


"Kamu gausah banyak alasan deh! Bilang aja kalo kamu mau berduaan sama wanita ini kan! Buktinya sampai sekarang gak ada perkembangan terkait pencarian Scarlett, kamu gak cari dia kan?" ucap Rachel emosi.


"Ya ampun mommy! Masa iya sih aku gak nyari istri aku sendiri?" elak Aaron.


"Yaudah, kamu cari dan temuin dong Scarlett! Bawa dia pulang ke rumah kamu, jangan malah kamu berdua-duaan sama perempuan lain kayak gini!" ujar Rachel.


"Aduh mommy ini susah banget sih dibilanginnya! Kan aku udah kasih tahu tadi, Safa ini bukan selingkuhan aku, mommy." ucap Aaron.


"Mana ada orang selingkuh ngaku?" ucap Rachel.


Aaron terdiam sembari mengusap wajahnya, sedangkan Safa terus merunduk tak berani menatap mata Rachel.




"Duh, ini kayaknya harus diobatin deh. Kita balik ke apartemen sekarang yuk!" ucap Scarlett.


"Gausah lah, luka kayak gini mah kecil tau. Buat apa pake diobatin segala?" ucap Steve.


"Ih biarpun kecil juga harus diobati tau! Udah ya, kita pulang aja yuk ke apartemen!" ucap Scarlett.


"Kamu kok maksa sih? Perduli banget ya sama aku? Sampai kamu cemas begitu dan pengen obatin aku, aku jadi makin yakin kalau kamu udah jatuh cinta sama aku." ucap Steve.


"Entahlah, aku gak tahu ini cinta atau apa. Tapi, aku khawatir sama kamu! Gimana kalau kita balik aja? Abis muka kamu diobatin, terserah deh kamu mau kemana kek." ucap Scarlett.


Scarlett pun menyentuh luka di wajah Steve itu dengan sengaja sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Akh! Iya iya, aku nurut deh sama kamu. Ayo kita kembali ke apartemen! Jangan ditekan lagi bekas pukulan si Aaron itu!" ucap Steve.


"Hehe, maaf ya Steve!" ucap Scarlett.


Steve mengangguk sambil tersenyum, kemudian mengusap puncak kepala Scarlett hingga rambutnya sedikit berantakan.


"Yaudah, yuk aku bantu kamu buat jalan ke depan!" ucap Scarlett.


"Makasih cantik! Duh, rasanya kalo diginiin sama kamu tuh aku meleleh banget deh. Udah cantik, baik banget lagi!" ucap Steve sembari mencolek dagu Scarlett.


"Ahaha, bisa aja kamu!" ucap Scarlett tersipu.


Setelahnya, mereka pun berjalan bersama keluar dari restoran tersebut.


Saat berada di luar, Scarlett tidak sengaja melihat Aaron masih disana bersama Rachel dan Safa.


"Hah??" Scarlett terkejut dan menghentikan langkahnya.


"Kenapa cantik?" tanya Steve heran.


"Eee ki-kita balik aja yuk ke dalam, jangan kesana!" ucap Scarlett.


"Hah? Emang kenapa sih?" tanya Steve bingung.


"Gapapa, udah ayo balik aja! Aku takut malah nanti ada masalah besar kalau kita kesana, soalnya masih ada Aaron disana." jawab Scarlett.


"Aaron? Terus, emangnya kenapa kalo ada dia? Kamu takut sama dia?" tanya Steve.


"Bukan gitu, tapi ada mamanya Aaron juga disitu, alias mertuanya aku." jelas Scarlett.


"Ohh, jadi perempuan yang disana itu mamanya Aaron?" tanya Steve.


"Iya Steve, makanya kita jangan kesana ya! Aku takut mama Rachel salah paham sama kita," jawab Scarlett.


"Iya juga ya.." ucap Steve manggut-manggut.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2