
Safaluna
Bab 34
•
"Cukup ya Aaron! Kamu gak bisa jelek-jelekin aku kayak gitu di depan mama kamu! Ya aku akui, aku emang tidur sama Steve semalam. Tapi, itu semua karena ulah kamu Aaron!" bentak Scarlett.
"Apa? Jadi benar, kamu sudah tidur berdua sama laki-laki ini Scarlett? Mommy benar-benar gak nyangka, ternyata kamu.." ucap Rachel terhenti.
Rachel mengeluarkan air matanya, ia menangis terisak sembari menutup mulutnya.
"Itu emang benar mom, aku terpaksa pergi dari Aaron dan tinggal bareng Steve, karena aku gak kuat lagi dengan perlakuan anak tante ini. Setiap hari Aaron selalu pergi dan gak pernah pulang ke rumah, bahkan untuk sekedar menyapa aku aja jarang mom, malahan gak pernah." jelas Scarlett.
"Asalkan mommy tahu, Aaron ini masih mencintai kekasihnya yang dulu, dia gak pernah bisa cinta sama aku mom. Pernikahan kita tidak dikandaskan cinta, Aaron cuma cinta dengan kekasihnya itu, bukan aku." sambungnya.
Aaron tertunduk sambil merenungi kesalahannya, melihat ibunya menangis juga membuat Aaron merasa bersalah saat ini.
Ditambah Scarlett yang juga terlihat bersedih saat menceritakan itu semua, Aaron pun semakin tak berkutik dan hanya bisa terdiam.
Akhirnya mereka memutuskan berbicara di rumah Rachel, Aaron terpaksa mengikuti kemauan mamanya karena ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Mom, kita mau ngapain lagi sih? Apa kurang jelas penjelasan aku tadi mengenai Scarlett? Disini yang salah itu Scarlett, mommy seharusnya gak belain dia kayak gini dong!" ucap Aaron.
"Diam kamu Aaron! Mommy tahu Scarlett anak yang baik dan dia gak mungkin berbuat seperti ini, kalau tidak ada yang membuatnya sakit hati." ucap Rachel membela menantunya.
"Tapi mom, yang dibilang Scarlett gak bener kok. Dia itu pembohong!" elak Aaron.
"Mau sampai kapan kamu menutupi semua ini, Aaron? Kamu kenapa gak bisa jujur di depan mama kamu sekarang? Apa kamu takut mengakui perbuatan keji kamu itu?" ujar Scarlett.
"Aku gak menutupi apapun, semua itu emang gak benar. Kamu jangan asal bicara ya Scarlett! Disini itu yang salah kamu, bukan aku. Jadi, kamu jangan membalikkan fakta seperti itu dong!" ucap Aaron.
"Hey, sudah sudah! Kenapa kalian malah ribut begini? Mommy gak mau lihat ada keributan diantara kalian, kalian itu suami-istri loh!" ucap Rachel menengahi.
"Dia dulu yang cari ribut mom, aku kan daritadi diam-diam aja." ucap Aaron membela diri.
"Aku gak akan begini, kalau kamu gak memulainya Aaron. Kamu itu suami yang jahat!" balas Scarlett.
__ADS_1
"Benar itu! Dari kemarin Scarlett selalu aja nangis dan mikirin suaminya yang selingkuh, bahkan dia sampai gak mau diajak makan. Aku benar-benar gak habis pikir, bisa-bisanya cewek secantik Scarlett dikhianati seperti ini." sahut Steve.
"Heh anda diam ya! Anda itu bukan siapa-siapa disini, jadi lebih baik anda pergi dan jangan ikut campur masalah keluarga saya!" tegur Aaron.
"Saya memang bukan siapa-siapa saat ini, tapi gak lama lagi saya akan menikahi Scarlett. Kalau anda tidak bisa mengurus Scarlett dengan baik, lebih baik anda ceraikan dia dan biarkan dia menikah dengan saya!" ucap Steve.
Braakkk...
"Lancang sekali kamu ya! Beraninya kamu bicara seperti itu di depan saya!" Aaron emosi dan spontan menggebrak meja serta berdiri menunjuk ke arah Steve dengan telunjuknya.
"Apa salahnya? Toh kamu juga sudah tidak perduli dengan Scarlett, kamu cuma bisa sakitin dia. Sebagai seorang lelaki, saya gak terima melihat seorang wanita disakiti seperti ini. Jadi, biar saya yang mengurus Scarlett!" ucap Steve.
"Saya tidak akan mengizinkan anda melakukan itu!" ucap Aaron tegas.
"Mengapa? Bukannya anda ingin balikan dengan mantan anda yang seksi itu? Kalau begitu lepaskan saja Scarlett untuk saya!" ujar Steve.
"Jangan harap kamu bisa mendapatkan Scarlett ya! Itu tidak akan pernah terjadi!" ucap Aaron.
Scarlett hanya bisa diam memandangi kedua pria yang tengah bersitegang itu, ia tak mengerti mengapa Aaron mati-matian mempertahankan dirinya dan seakan tak mau kehilangannya.
"Ini sebenarnya kenapa? Kok Aaron kayak gak terima gitu pas Steve bilang mau nikahin aku?" gumam Scarlett dalam hati.
Sontak kedua pria itu pun terdiam dan sama-sama menatap ke arah Rachel.
"Aaron, kamu itu sudah keterlaluan! Apa yang kamu lakukan kepada Scarlett itu sangat menyakiti hatinya! Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan dia, ha?" ujar Rachel.
"Mom, aku—"
"Mommy kecewa sama kamu! Mommy ini didik kamu dari kecil, supaya kamu bisa tumbuh jadi lelaki yang baik dan mampu memperlakukan wanitanya dengan benar. Tapi apa, kamu malah berbuat seperti ini!" potong Rachel.
"Mom, ini semua bukan murni salah aku. Kan mommy sama Daddy sendiri yang paksa aku buat nikah sama Scarlett, padahal aku udah nolak dan bilang gak mau." ucap Aaron membela diri.
"Masih aja ya kamu bahas itu, emang kamu itu laki-laki yang tidak baik!" umpat Rachel.
Plaaakk...
Rachel berdiri dan langsung menampar wajah Aaron dengan keras.
__ADS_1
"Sekarang semua keputusan ada di kamu Scarlett, kamu bebas memilih untuk tetap bertahan dengan Aaron atau menikah dengan lelaki itu." ucap Rachel pada Scarlett.
Scarlett terdiam sembari melirik ke arah Steve, mata keduanya bertemu dan saling berbalas senyum.
Sementara Aaron hanya bisa merunduk menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan pada Scarlett.
•
•
Singkat cerita, Scarlett dan Steve akhirnya telah melangsungkan pernikahan.
Keduanya kini telah resmi menjadi pasangan suami-istri atas dukungan semua orang.
"Selamat ya Scarlett, nak Steve! Semoga kalian berdua langgeng terus ya!" ucap Rachel memberi selamat pada mereka.
"Aamiin, makasih ya mom Rachel!" ucap Scarlett.
"Sama-sama sayang," ucap Rachel tersenyum dan memeluk Scarlett sambil menangis.
Steve, Jim dan juga Michelle ikut bersedih melihat momen itu. Bahkan Barnard masih tak menyangka jika ini semua bisa terjadi pada pernikahan putranya.
"Aku bahagia dengan pernikahanku kali ini, semoga saja Steve bisa selalu menyayangi dan melindungi aku sebagai seorang suami! Aku pun berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Steve, aku sayang kamu Steve!" batin Rachel.
Dari jauh, Aaron tengah menatap ke arah pelaminan dengan mata berkaca-kaca.
Segala ingatan mengenai perbuatan buruknya kembali terbayang di dalam pikirannya.
Saat ini hidupnya benar-benar kalut, ia kehilangan semua aset yang ia miliki karena Barnard sang papa mencabut semua itu darinya.
Selain itu, Aaron juga harus kehilangan Safaluna, wanita yang dicintainya. Safa pergi entah kemana dan sampai kini ia tak dapat menemukannya.
"Aku benar-benar bodoh! Aku begitu mudah dibodohi oleh Safa, setelah aku memberikan semua yang aku punya untuknya. Aku sampai menyakiti hati wanita baik seperti Scarlett, hanya demi Safa. Aku memang tidak pantas untuk dicintai!" batin Aaron.
Scarlett sempat menangkap sosok Aaron yang mengamati dari jauh, ia tersenyum ke arah pria itu dan dibalas dengan senyuman manis oleh Aaron.
Setelahnya, Aaron melambai pelan ke arah Scarlett lalu pergi dari tempat itu dan tidak pernah kembali.
__ADS_1
...~Selesai~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...