
Safaluna
Bab 33
•
Rachel tak sengaja melihat keberadaan Scarlett di depan restoran tempatnya berada saat ini.
Sontak saja Rachel langsung melangkah lebih dekat dan menunjuk ke arah Scarlett.
"Itu Scarlett kan, Aaron?" ucap Rachel.
"Hah??" Aaron terkejut dan spontan membalikkan tubuhnya melihat ke arah yang ditunjuk oleh mamanya.
Aaron dan Safa sama-sama menganga tipis mengetahui Scarlett sedang berdiri disana.
"Aduh mampus aku! Kalau mama ketemu sama Scarlett, terus Scarlett bilang semuanya soal Safa, bisa gawat ini semua! Pasti mama bakal marah besar sama aku!" batin Aaron.
"Benar kan itu Scarlett? Dia ada disini juga tuh, masa iya kamu gak ngeliat dia Aaron? Tapi, laki-laki yang sama dia itu siapa ya?" ujar Rachel.
"Eee begini mom, sebenarnya aku emang ngeliat Scarlett kok tadi. Aku juga sempat ketemu dan bicara sama dia, tapi ya itu dia Scarlett kesini sama cowok di sebelahnya itu. Aku sebagai suami jelas curiga dong, aku tanya ke dia siapa cowok itu. Eh tapi Scarlett dengan terang-terangan bilang ke aku kalau cowok itu pacarnya, makanya aku marah banget sama dia dan tinggalin dia gitu aja disana. Aku terpaksa bohong sama mommy tadi, karena aku gak mau mommy sedih." bohong Aaron.
"Apa??" Rachel menganga terkejut seakan tak percaya dengan penjelasan Aaron barusan.
"Kamu gak lagi bohongin mommy kan Aaron? Mana mungkin Scarlett selingkuh?" tanya Rachel.
"Benar mom! Scarlett sendiri yang ngaku sama aku kok, dia itu gak cinta sama aku mom, jadi ya wajar aja dia selingkuh sama cowok itu. Makanya mommy stop deketin aku sama dia! Buat apa aku terus pertahanin rumah tangga ini?" ucap Aaron.
"Enggak, mommy gak percaya sama kamu. Mommy mau dengar sendiri dari mulut Scarlett terkait semua ini, ayo kamu ikut mommy!" ucap Rachel.
"Mom, tapi mom—"
"Udah ayo!" potong Rachel.
Rachel langsung menarik lengan Aaron begitu saja dan membawanya menuju tempat Scarlett berada.
__ADS_1
Safa mengikutinya dari belakang, namun Rachel menghentikan langkahnya dan mengusir Safa.
"Kamu ngapain ngikutin kita? Katanya kamu cuma rekan bisnis anak saya? Urusan kalian berdua sudah selesai kan? Sana pergi dan jangan ikut campur urusan keluarga saya!" ujar Rachel.
"I-i-iya Bu, saya minta maaf! Aaron, aku permisi ya?" ucap Safa.
"Ja-jangan dong! Kamu disini aja ya!" pinta Aaron.
"Kamu ini bicara apa Aaron? Siapa sebenarnya perempuan ini? Ada hubungan apa diantara kalian berdua, ha?" tanya Rachel heran.
"Eee gak ada mom, aku cuma gak enak aja kalau mommy usir Safa kayak gitu. Safa itu kan rekan bisnis aku, jadi dia harus diperlakukan dengan baik dong mom!" jawab Aaron.
"Mommy gak perduli! Dia kan bukan anggota keluarga kita, jadi dia gak berhak ikut sama kita!" tegas Rachel.
"Udah gapapa Aaron, aku pergi aja ya? Sampai ketemu lagi nanti!" ucap Safa.
"I-i-iya Safa, kamu gapapa kan pulang sendiri?" ucap Aaron.
"Gapapa kok," jawab Safa.
"Bu Rachel, saya permisi ya?" sambungnya pamit kepada Rachel.
Safa pun berbalik dan melangkah pergi dari sana, sedangkan Rachel kembali menarik putranya menghampiri Scarlett.
•
•
Scarlett yang menyadari keberadaannya diketahui oleh Rachel, mulai panik dan berusaha mencari cara untuk menghindari wanita itu.
Tentu Scarlett tidak mau jika Rachel menemuinya dan bertanya mengenai Steve, karena Scarlett khawatir Rachel akan sangat marah padanya.
"Duh, mommy Rachel udah lihat kita lagi. Aku harus gimana ya Steve?" ucap Scarlett panik.
"Kamu tenang aja! Aku pasti bakal belain kamu kok!" ucap Steve menenangkan Scarlett.
__ADS_1
"Thanks ya Steve! Kamu itu emang laki-laki baik, aku beruntung ketemu sama kamu!" ucap Scarlett.
"Sama-sama sayang, aku juga beruntung karena dipertemukan dengan wanita cantik seperti kamu! Mungkin kita memang ditakdirkan berjodoh dengan cara seperti ini," ucap Steve.
"Bisa jadi, tidak ada yang tidak mungkin." ucap Scarlett sambil tersenyum.
"Scarlett!" mereka kompak menatap ke arah Rachel karena terkejut dengan teriakan itu.
"Mommy Rachel?" ucap Scarlett tampak kaget.
"Apa-apaan ini Scarlett? Kamu kenapa main di belakang Aaron? Kamu harusnya ingat dong nak, kamu itu sudah menikah dan memiliki suami! Kenapa kamu malah datang kesini sama lelaki lain, ha?" ucap Rachel penuh emosi.
"Eee mom, mommy tenang dulu ya! Ini gak seperti yang mommy lihat, aku bisa jelaskan semuanya kok sama mommy." ucap Scarlett.
"Memang itu yang mommy tunggu, ayo kamu jelaskan semuanya!" ucap Rachel.
"Udah lah mom, gausah pake penjelasan segala! Scarlett itu selingkuh sama si Steve, mereka udah main di belakang aku!" selak Aaron.
"Diam kamu Aaron! Mommy gak bicara sama kamu!" tegur Rachel.
"Apa lagi sih mom? Semua yang aku katakan itu benar adanya kok, Scarlett emang selingkuh. Dia sendiri yang ngaku tadi sama aku, kalau dia dan laki-laki itu udah tidur bareng!" ucap Aaron.
"Cukup ya Aaron! Kamu gak bisa jelek-jelekin aku kayak gitu di depan mama kamu! Ya aku akui, aku emang tidur sama Steve semalam. Tapi, itu semua karena ulah kamu Aaron!" bentak Scarlett.
"Apa? Jadi benar, kamu sudah tidur berdua sama laki-laki ini Scarlett? Mommy benar-benar gak nyangka, ternyata kamu.." ucap Rachel terhenti.
Rachel mengeluarkan air matanya, ia menangis terisak sembari menutup mulutnya.
"Itu emang benar mom, aku terpaksa pergi dari Aaron dan tinggal bareng Steve, karena aku gak kuat lagi dengan perlakuan anak tante ini. Setiap hari Aaron selalu pergi dan gak pernah pulang ke rumah, bahkan untuk sekedar menyapa aku aja jarang mom, malahan gak pernah." jelas Scarlett.
"Asalkan mommy tahu, Aaron ini masih mencintai kekasihnya yang dulu, dia gak pernah bisa cinta sama aku mom. Pernikahan kita tidak dikandaskan cinta, Aaron cuma cinta dengan kekasihnya itu, bukan aku." sambungnya.
Aaron tertunduk sambil merenungi kesalahannya, melihat ibunya menangis juga membuat Aaron merasa bersalah saat ini.
Ditambah Scarlett yang juga terlihat bersedih saat menceritakan itu semua, Aaron pun semakin tak berkutik dan hanya bisa terdiam.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...