Safaluna

Safaluna
Bab 26. Godaan


__ADS_3

Safaluna


Bab 26



Steve yang baru datang membawa makanan, terkejut melihat Scarlett menangis disana.


"Hey! Kamu kenapa nangis?" tanya Steve.


"Eh eee..." Scarlett terlihat bingung menjawab, ia berusaha menghapus air mata di pipinya.


Steve melirik ke layar ponsel Scarlett, ia melihat foto seorang pria bersama wanita tengah berpegangan tangan.


"Itu suami kamu?" tanya Steve pada Scarlett.


"Eee iya..." jawab Scarlett mengangguk kecil.


"Dia sama siapa itu disana? Kok mesra banget? Apa itu selingkuhan dia?" tanya Steve.


"Iya, begitu deh.." jawab Scarlett.


Steve menatap intens ke arah foto tersebut, sampai ia menyadari bahwa wanita yang tengah bersama Aaron mirip dengan Safa temannya.


"Bentar bentar, kayaknya aku kenal sama cewek ini!" ujar Steve.


"Hah? Beneran??" tanya Scarlett pada Steve.


"Iya, dia ini mirip teman apartemen aku dulu. Kalo gak salah namanya Safaluna, kita cukup dekat kok dulu. Aku yakin banget cewek yang sama suami kamu itu dia!" jawab Steve.


"Kamu benar Steve! Emang selingkuhan suami aku tuh namanya Safaluna, mereka selalu berduaan kemanapun mereka mau. Bahkan, aku rasa mereka juga udah sering tidur bareng." ucap Scarlett.


"Oh iya, aku juga pernah ketemu sama suami kamu deh kayaknya. Waktu itu dia anterin Safa yang lagi mabuk ke kamarnya, dan setelah itu dia gak keluar-keluar lagi." ucap Steve.


"Udah udah, aku gak mau bahas tentang itu lagi! Aku gak kuat!" pinta Scarlett.


"Hey Scar! Maafin aku ya! Aku bukan bermaksud bikin kamu sedih kayak gini, aku cuma gak nyangka aja kalau selingkuhan suami kamu ternyata teman aku." ucap Steve.

__ADS_1


"Iya, gapapa kok Steve. Kamu gak salah, yang salah itu suami aku! Sekarang aku mau istirahat aja, aku udah gak mau perduli lagi sama dia!" ucap Scarlett.


"Ya, itu lebih baik." ucap Steve.


Steve langsung menuntun Scarlett berjalan menuju ranjangnya, ia baringkan gadis itu dengan perlahan ke atas ranjang.


"Kamu istirahat ya cantik!" ucap Steve.


Saat Steve hendak beranjak dari sana, Scarlett justru menahan tangannya.


"Kamu disini aja temani aku!" pinta Scarlett.


"Ma-maksud kamu?" tanya Steve heran.


Scarlett menarik tangan Steve hingga pria itu terjatuh tepat di atas tubuhnya.


"Eh eh.." Steve terkejut bukan main, apalagi saat ini posisinya sangat dekat dengan wajah Scarlett.


Ditambah ia juga dapat merasakan dada kenyal milik Scarlett yang membuat miliknya menegang.


"Ka-kamu kenapa gini?" tanya Steve bingung.


"What? Kamu serius? Ini kamu gak lagi ngerjain aku kan, Scar?" tanya Steve masih tak percaya.


"Aku serius sayang, beri aku kepuasan yang aku gak bisa dapatkan dari suami aku!" jawab Scarlett seraya mengelus wajah pria di depannya itu.


"Okay! Jika itu yang kamu mau, maka aku akan turuti." ucap Steve sambil tersenyum.


Scarlett membalas senyumannya, lalu tanpa berpikir panjang Steve langsung melumatt bibir gadisnya dengan ganas dan menuntut sembari meremass bagian dada Scarlett.


"Ahh mmhhh.."




Disisi lain, Aaron dan Safaluna hendak pulang ke apartemen setelah selesai menikmati makan siang di restoran.

__ADS_1


Namun, mereka berdua dicegat oleh seorang perempuan bersama kekasihnya saat hendak masuk ke dalam mobil.


"Tunggu!" ucap wanita itu.


"Anda siapa? Mau apa anda halangi jalan saya?" tanya Aaron bingung.


"Aku Rossi, temannya Scarlett. Aku tahu kamu itu Aaron kan suaminya dia? Aku kesini cuma mau tanya sama kamu, kenapa sih kamu tega khianati dia kayak gini? Scarlett itu orang baik loh, dia gak pantas disakiti!" ucap Rossi.


"Rossi? Sahabat istri saya? Aih ayolah, kamu tidak usah ikut campur ke dalam masalah rumah tangga saya dan Scarlett! Kamu itu gak tahu seperti apa permasalahannya, jadi kamu lebih baik diam!" ucap Aaron.


"Aku tahu kok, Scarlett udah cerita semuanya ke aku waktu itu. Dia bilang kalau suaminya itu orang jahat, dan gak pernah memberikan kasih sayang ataupun cinta untuknya. Hanya karena suaminya masih mencintai mantan kekasihnya, dan pasti itu kamu kan perempuan jal*ng!" ucap Scarlett.


"Hey, jangan mengumpat seperti itu kepada kekasih saya! Bukan Safa yang jal*ng, tapi justru teman kamu itu! Dia yang sudah menghancurkan mimpi kami untuk bersatu," ucap Aaron.


"Kamu udah benar-benar gila ya Aaron! Lihat aja, aku gak akan tinggal diam dan aku bakal bela sahabat aku sampai dia mendapatkan haknya!" ucap Rossi emosi.


"Silahkan aja! Lakukan apa yang mau kamu lakukan! Aku gak akan takut, apalagi menerima Scarlett buat jadi istri aku!" ucap Aaron tegas.


Rossi menggelengkan kepalanya, melirik tajam ke arah Safa yang benar-benar ingin ia habisi saat itu juga.


Namun, kekasihnya menahan Rossi untuk tidak melakukan itu. Ia tak mau terjadi keributan disana dan masalahnya akan semakin panjang.


"Sudahlah, ayo kita pergi!" bisik sang kekasih.


"Sebentar dulu sayang, aku masih ada urusan sama mereka. Aku harus kasih tau ke mereka, kalau tindakan yang mereka lakukan itu gak benar!" ucap Rossi.


"Cukup sayang! Udah ya! Urusan mereka itu biarin aja jadi urusan mereka, kita gausah ikut campur lagi! Aku gak mau kamu jadi terlibat ke dalam masalah mereka nantinya," ucap sang kekasih.


"Nah, dengerin tuh kata cowok kamu! Mending kamu pergi deh sana!" ucap Safa.


Rossi langsung menatap tajam ke arah Safa, menghentakkan kakinya dengan kuat hingga membuat Safa menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Aaron.


"Jangan sembunyi lu jal*ng! Sini maju hadapin aku! Beraninya kamu rusak hubungan rumah tangga sahabat aku, awas kamu ya!" ancam Rossi.


"Udah udah, ayo kita pergi!" ucap sang kekasih.


Rossi pun terpaksa pergi dari sana menuruti kemauan kekasihnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2