
Safaluna
Bab 22
•
"Apa kamu juga belum pernah disentuh sama dia?" tanya Steve.
Scarlett menggeleng pelan, "Dia gak pernah mau sentuhan sama aku, bahkan tidur aja selalu pisah ranjang. Aku gak ngerti kenapa dia begitu sama aku," ucapnya.
Steve tampak kaget mendengar jawaban Scarlett, tentu saja dia juga merasa senang karena Scarlett ternyata masih perawan.
"Beruntung banget gue bisa ketemu istri orang yang masih perawan! Lumayan lah, siapa tau dia izinin gue buat sentuh tubuhnya nanti. Pasti dia kan juga pengen ngerasain tuh yang namanya berhubungan," batin Steve.
"Hah? Aneh banget sih suami kamu itu, masa cewek secantik kamu disia-siakan?! Kalau aku jadi dia, aku beruntung banget sih bisa miliki kamu!" ucap Steve.
"Aku juga bingung, padahal aku ngerasa gak punya salah sama dia. Ya mungkin aja karena kita menikah itu dijodohkan sama kedua orang tua kita, jadinya dia gak bisa jatuh cinta sama aku." ucap Scarlett.
"Ohh, jadi kamu sama suami kamu itu dijodohin? Pantas aja, emang banyak sih kasusnya yang kayak kamu ini." ujar Steve.
"Iya, makanya dari awal juga aku udah berusaha buat tolak perjodohan ini. Tapi, orang tua aku gak pernah mau dengerin aku. Mereka malah paksa aku buat nikah sama Aaron," ucap Scarlett.
"Yang sabar ya Scarlett! Aku yakin semuanya akan berakhir indah nanti!" ucap Steve.
Scarlett mengangguk pelan, tanpa sadar ia menempelkan wajahnya di pundak Steve yang membuat pria itu kaget bukan main.
"Boleh kan aku pinjam bahu kamu?" tanya Scarlett.
"Eee i-i-iya boleh boleh.." jawab Steve gugup.
"Duh, bikin tegang aja sih nih cewek!" batin Steve yang merasakan miliknya menegang.
Scarlett merasakan ketegangan di tubuh Steve, ia pun mengangkat wajahnya sedikit seraya melirik ke wajah pria itu.
"Steve, kamu kenapa? Gak nyaman ya kalo aku taruh wajah aku di bahu kamu?" tanya Scarlett.
__ADS_1
"Ah enggak kok, bukan begitu cantik. Aku tuh cuma gugup aja karena aku belum pernah begini sama perempuan lain, paling biasanya sehabis aku pakai mereka semua itu langsung pulang gitu aja dan gak pernah mesra-mesraan sama aku." jawab Steve.
"Ohh, yaudah deh maaf ya udah bikin kamu gugup! Tadi aku cuma butuh sandaran sebentar, karena kamu tahu sendiri kan kalau aku banyak masalah." ucap Scarlett.
"Gapapa Scar, aku paham kok. Kalau kamu mau nyender lagi, silahkan aja bahu aku terbuka kok untuk kamu!" ucap Steve menawarkan diri.
"Gausah, sekarang aku udah kuat." ucap Scarlett.
"Oh gitu, yaudah nanti kalau kamu butuh lagi aku siap kok. Kamu juga gak perlu tanya atau minta izin dulu sama aku," ucap Steve.
"Oke!" ucap Scarlett tersenyum singkat.
Scarlett pun memalingkan wajahnya, membayangkan wajah Aaron di pikirannya.
•
•
"Safa!" Aaron berteriak keras memanggil nama kekasihnya dengan geram.
Safa yang tengah duduk santai di atas ranjang pun terkejut, ia berdiri menghampiri Aaron sambil tersenyum menggoda.
"Gimana aku gak marah? Tadi kamu bikin ulah apa sih sayang? Apa yang kamu pecahin?" ujar Aaron.
"Ohh, itu foto kamu sama si Scarlett tadi yang aku banting. Abisnya aku kesal banget sih lihatnya, aku gak terima kamu foto sama cewek lain selain aku. Mana mesra banget lagi," ucap Safaluna.
"Aduh sayang! Harusnya kamu jangan kayak gitu juga dong!" ucap Aaron.
"Kenapa? Kamu gak terima kalau aku pecahin foto kamu sama istri kamu?" tanya Safa.
"Bukan gitu sayang, masalahnya kamu pecahin bingkai foto itu pas masih ada mama aku di bawah tadi. Untung aja mama gak jadi mau ngecek kesini, coba kalau misalnya mama kesini dan lihat kamu tadi. Bakal riweh urusannya sayang!" jelas Aaron.
"Iya juga sih, yaudah aku minta maaf ya sama kamu sayang! Aku tadi gak berpikir panjang sebelum lakuin itu, karena aku kebawa emosi pas lihat foto kamu sama Scarlett." ucap Safa.
"Iya iya, gapapa kok. Lain kali jangan diulang lagi ya cantikku!" ucap Aaron sembari mendekap tubuh Safa dari samping dan mengusapnya lembut.
__ADS_1
"Okay!" ucap Safa menurut.
"Oh ya, terus sekarang mama kamu kemana? Masih ada di bawah apa udah pergi?" tanya Safa pada Aaron.
"Mama udah pulang, tadi aku yang antar ke depan buat nyetop taksi." jawab Aaron.
"Syukur deh! Berarti sekarang aku bisa turun ke bawah dong buat makan? Aku lapar banget nih Aaron!" ucap Safa.
"Iya sayang, yuk kita turun!" ucap Aaron.
Safa mengangguk sambil tersenyum, lalu melangkah bersama Aaron keluar dari kamarnya.
Disaat mereka tengah menuruni tangga, tanpa sengaja Aaron mendengar suara mamanya dari bawah sana.
Sontak Aaron dibuat keheranan dengan itu, karena tadi mamanya sudah pulang dari sana.
"Aaron, sayang...!!"
Mereka pun sama-sama menghentikan langkah, Aaron tampak panik dan melepas dekapannya dari Safaluna.
"Sayang, kamu masuk lagi ke kamar aku ya! Itu mama aku balik lagi deh kayaknya," ucap Aaron.
"Duh, baru aja aku mau makan. Aku lapar tau sayang!" ucap Safa.
"Sabar sayang! Hubungan kita lebih penting, nanti baru deh aku kasih makanan ke kamu!" ujar Aaron.
"Iya iya..." ucap Safa menurut.
Safa pun bergegas kembali masuk ke dalam kamar Aaron untuk bersembunyi, sedangkan Aaron masih tetap disana memastikan bahwa Safa sudah masuk dan ia dapat menemui mamanya.
"Aaron!" teriak Rachel dari bawah.
"Iya mom.." balas Aaron.
Aaron langsung bergerak cepat menuruni tangga untuk menghampiri mamanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...