
Safaluna
Bab 30
•
Sementara itu, Safa memasukkan ponselnya ke dalam tas dan keluar dari mobilnya sambil tersenyum renyah.
Saat Safa hendak melangkah, ia dikejutkan dengan kedatangan sebuah mobil yang baru masuk ke area parkir restoran tersebut.
Tiiinnnn...
"Eh eh!" ucap Safa spontan sembari menghindar dari mobil tersebut.
"Woi! Bisa bawa mobil gak sih? Ini tuh tempat parkir, jangan ngebut-ngebut dong!" teriak Safa.
Lalu, pengemudi mobil tersebut pun keluar dan berjalan menemui Safa disana.
Safa langsung syok berat saat melihat Scarlett juga ada di samping si pengemudi.
"Scarlett?" ucap Safa spontan.
Tak hanya Safa, bahkan Scarlett juga langsung melongok lebar mengetahui selingkuhan suaminya ada di depannya saat ini.
"Safa? Kenapa sih aku harus ketemu kamu disini? Bikin eneg aja!" ucap Scarlett.
"Scar, kamu sabar ya! Kamu jangan emosi dulu!" ucap Steve.
Scarlett mengangguk menurut.
"Eee Safa, aku minta maaf ya! Tadi aku gak fokus ke depan nyetir nya," ucap Steve pada Safa.
"Steve, kenapa kamu bisa sama Scarlett?" tanya Safa penasaran.
"Emangnya kenapa? Ada masalah?" ucap Steve.
"Aku cuma nanya kok, soalnya dari kemarin Scarlett itu dicariin sama suaminya. Aku gak nyangka aja, ternyata dia malah ada disini sama laki-laki lain." ucap Safa.
"Terserah dia dong, lagian suaminya juga lagi asyik sama wanita lain. Aku juga yakin, kamu pasti tau siapa wanita selingkuhan suaminya Scarlett itu!" ucap Steve tersenyum smirk.
Safa terdiam memalingkan wajahnya, sedangkan Steve masih terus tersenyum disana.
"Sudahlah, ayo Scar kita masuk ke dalam! Kita gausah ladenin si Safa, gak ada pentingnya juga!" ucap Steve menggandeng lengan Scarlett.
__ADS_1
"Iya, kamu benar." ucap Scarlett.
"Eh eh, tunggu dulu! Steve, kamu gak bisa bawa kabur istri orang gitu aja! Kasihan Aaron, dia itu cari Scarlett kemana-mana sampai dia pusing dan terus diteror sama orangtuanya! Kamu juga Scarlett, jadi istri itu harus nurut dong sama suami!" ucap Safa.
"Kamu jangan sok nasehatin aku deh! Aku gak akan begini, kalau bukan Aaron yang mulai. Dan asal kamu tahu, kamu itu gak lebih baik daripada aku Safa! Kamu udah bikin suami aku jadi cuekin aku dan gak perduli sama aku!" ucap Scarlett.
"Masalah itu kita kesampingkan dulu ya! Kamu harus pulang sekarang temuin Aaron!" ucap Safa.
"Aku gak mau! Sampai kapanpun, aku gak akan kembali ke rumah Aaron!" ucap Scarlett.
"Kamu benar-benar ya! Kalau bukan karena Aaron, aku juga malas ngemis-ngemis sama kamu kayak gini!" ucap Safa.
"Yaudah, kamu gausah lakuin kalo kamu gak mau. Lagian buat apa sih kamu perduli sama aku? Bukannya bagus ya kalau aku gak kembali sama Aaron? Kan kamu jadi bisa bebas berduaan sama dia semua kamu," ucap Scarlett.
"Emang iya sih, tapi Aaron selalu aja mikirin kamu tiap kali kita lagi berduaan. Dia ketakutan karena orangtuanya terus-terusan tanyain soal kamu, jadi kamu mending pulang sana!" ujar Safa.
"Gak! Itu gak akan pernah terjadi!" ucap Scarlett.
"Udah, ayo Steve kita masuk!" sambungnya.
Steve hanya tersenyum dan mengangguk kecil, kemudian mereka pun melangkah masuk ke dalam restoran dengan bergandengan tangan.
•
•
Drrttt..
Aaron yang tengah menyetir, terkejut saat ponselnya berdering dan melihat nama Safaluna di layar ponselnya itu.
"Safa nelpon? Ada apa ya?" gumamnya.
📞"Halo sayang! Kenapa kamu telpon aku? Ada masalah?" ucap Aaron.
📞"Enggak sayang, gak ada masalah. Tapi, ini barusan aku ketemu sama Scarlett di restoran tempat aku mau makan. Kamu mending kesini deh, kamu ajak dia pulang secara langsung! Soalnya aku tadi udah paksa dia buat pulang, tapi dia gak mau dengerin aku." ucap Safa.
📞"Hah? Scarlett ada disana? Oke oke, aku langsung kesana sekarang! Tolong kamu shareloc lokasi restorannya ke aku ya!" ucap Aaron.
📞"Oke sayang!" ucap Safa.
Tuuutttt tuuutttt...
Tliingg...
__ADS_1
Setelah telpon terputus, pesan lokasi yang dikirimkan Safa pun masuk ke ponsel Aaron.
Tentu saja Aaron langsung bergerak cepat menuju lokasi tersebut dengan mobilnya.
"Aku harus hukum kamu Scarlett!" ucapnya.
Setibanya di restoran itu, Aaron pun turun dari mobil dan mencari-cari dimana keberadaan Safa maupun Scarlett.
"Aaron! Aku disini!" teriak Safa.
Mendengar suara itu, Aaron bergegas menoleh dan menghampiri Safa yang tengah berdiri di depan restoran.
"Sayang, mana Scarlett? Dia belum pergi kan dari sini?" tanya Aaron panik.
"Belum kok, dia lagi di dalam sama Steve." jawab Safa.
"Steve? Siapa Steve?" tanya Aaron bingung.
"Steve itu mantan teman satu apartemen aku dulu, sebelum aku pindah ke tempat tinggal aku yang sekarang." jawab Safa.
"Ohh, terus kenapa Scarlett bisa sama Steve?" tanya Aaron.
"Aku juga gak tahu kenapa, tapi yang pasti tadi itu Scarlett emang datang kesini bareng Steve. Mungkin aja selama ini Scarlett tinggal sama Steve, ya tapi aku juga gak tahu sih." jawab Safa.
"Sialan tuh cewek! Bukannya pulang ke rumah, dia malah sama laki-laki lain!" geram Aaron.
"Kenapa? Kamu cemburu ya sayang? Katanya kamu gak cinta sama dia, kenapa kamu harus cemburu?" ujar Safa.
"Hah? Apa yang kamu bicarakan sih Safa? Buat apa aku cemburu sama dia? Aku gak perduli dia mau sama laki-laki lain atau siapa kek, tapi masalahnya orang tua kita itu selalu nyalahin aku dan neror aku terus." ucap Aaron.
"Iya iya, aku ngerti masalah kamu kok. Yaudah, ayo kita langsung masuk aja ke dalam!" ucap Safa.
"Oke!" ucap Aaron singkat.
Mereka pun mulai melangkah masuk ke dalam restoran tersebut, jujur saja di dalam lubuk hatinya Aaron sangat-sangat kesal mendengar Scarlett bersama laki-laki lain di dalam sana.
Sesampainya di dalam, mereka langsung melihat dan menghampiri Scarlett yang tengah makan bersama Steve disana.
"SCARLETT!!!" teriak Aaron emosi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1