
Safaluna
Bab 27
•
Scarlett membuka matanya, menoleh ke samping dan melihat Steve yang masih tertidur pulas sembari memeluk tubuhnya.
Ia sadar kondisinya saat ini masih tak berpakaian, ia pun juga teringat pada kejadian semalam saat dirinya bermain di ranjang dengan Steve.
Scarlett menangis saat itu juga, ia menyesal telah melakukan itu. Semuanya memang terjadi akibat kekesalan ia terhadap suaminya, Aaron.
Scarlett sejujurnya tak mau memberikan tubuhnya kepada pria lain yang bukan suaminya, bahkan ia saja baru mengenal Steve beberapa hari ini.
Namun, Scarlett sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini. Ia sudah terlanjur memberikan semuanya kepada Steve, dan ia hanya bisa menyesali semua itu saat ini.
"Hiks hiks..." Scarlett menangis sembari meremass sprei dengan kuat.
Bohong memang kalau dia mengatakan tak menikmati permainan Steve semalam, karena pria itu benar-benar memberikan sensasi yang luar biasa pada dirinya.
Sebuah kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, walau dalam hatinya tentu ia sangat menyesal karena Steve bukanlah suaminya.
"Kenapa aku harus lakuin ini?" ucapnya.
Steve pun sadar dari tidurnya, ia menatap Scarlett dan heran karena gadis itu menangis sembari menutupi wajahnya.
"Hey! Kamu kenapa sayang? Apa kamu menyesal karena kamu sudah berikan tubuhmu padaku semalam?" tanya Steve bingung.
"Hiks hiks.." Scarlett masih terus menangis.
"Kalau kamu beneran nyesel, aku minta maaf banget ya sama kamu! Semalam itu aku berusaha tahan diri kok, tapi kamu benar-benar goda aku dan bikin aku gak tahan lagi." ucap Steve.
"Ini bukan salah kamu, emang aku sendiri yang kasih tubuh aku ke kamu semalam." ucap Scarlett.
"Hey, don't cry baby! Aku bakal tanggung jawab kok atas semuanya, aku bisa nikahin kamu nanti! Kamu gausah cemas ya cantik!" ucap Steve.
"Apa maksud kamu? Aku ini sudah menikah, gimana bisa aku nikah lagi?" tanya Scarlett.
"Kamu cerai aja sama suami kamu itu, buat apa juga kan kamu masih bertahan sama dia?! Dia itu udah nyakitin kamu, mending kamu nikah sama aku! Aku janji bakal bahagiakan kamu sayang!" jawab Steve.
Steve mendekat dan memeluk tubuh Scarlett dari samping seraya mengusap wajah serta air mata gadis itu.
__ADS_1
"Jangan menangis ya! Tubuh kamu nikmat kok, aku sampai gak bisa berhenti semalam. Suami kamu itu pasti nyesel banget karena udah sia-siain kamu gitu aja!" ujar Steve.
"Makasih!" ucap Scarlett singkat.
"Yaudah, kita mandi dulu yuk! Aku siapin bathtub buat kita berdua mandi bareng, okay?" ucap Steve.
"Hah??" Scarlett terkejut dan menganga lebar.
"Gak ada salahnya kan kalau kita lakukan itu lagi pagi ini? Aku kayaknya udah mulai candu sama tubuh kamu sayang, aku gak akan biarin kamu lepas dari aku!" ucap Steve.
"Ma-maksud kamu?" tanya Scarlett bingung.
"Iya, aku pastikan kamu akan terus sama aku sayang! Kamu itu milik aku, aku yang udah perawanin kamu bukan suami kamu!" jawab Steve.
Cupp!
Steve mengecup bibir Scarlett sekilas, gadis itu hanya bisa diam tak melawan atau apapun.
Dalam sekejap tubuhnya sudah melayang, Steve menggendongnya dan membawa masuk ke dalam kamar mandi.
Pria itu menjatuhkan tubuhnya di dalam bathtub yang sudah dipenuhi air berbusa.
Akhirnya Steve kembali melakukan apa yang dia ingin lakukan, Scarlett hanya bisa pasrah karena melawan pun juga percuma saja.
•
•
Mereka berdua saling memeluk satu sama lain dan berciuman dalam kondisi tanpa busana.
Aaron benar-benar tak bisa melepaskan Safa, ia sudah sangat candu dengan tubuh wanita itu.
"Eenngghh, stop baby! Kamu bukannya harus ke kantor pagi ini? Lebih baik kamu cepat mandi sayang, supaya kita bisa sarapan dulu sebelum kamu berangkat ke kantor." ucap Safa.
"Maaf sayang! Aku gak bisa berhenti menciumi tubuh kamu seperti ini, abisnya wangi kamu itu udah meresap ke dalam hidung aku." ucap Aaron.
"Apa sih? Mana ada aku wangi? Orang aku keringetan kayak gini, yang ada tuh bau tau!" ujar Safa geleng-geleng.
"Enggak, kamu tetap wangi kok!" ucap Aaron.
"Aakhhh!" Safa memekik kaget saat Aaron menggigit puncak dadanya.
__ADS_1
"Sayang, jangan digigit dong!" protes Safa.
"Mmhhh.." Aaron hanya bersuara tidak jelas karena ia masih asyik menyusu disana.
Safa pun membiarkan saja Aaron melakukan itu, ia juga senang dan terus mengusap kepala Aaron sembari menekannya untuk lebih dala lagi.
Drrttt..
Drrttt...
Ponsel milik Aaron berdering, Safa pun melirik ke arah nakas dan mengambilnya untuk melihat siapa yang menelepon kekasihnya itu.
"Sayang, ini mertua kamu kan ya?" tanya Safa.
"Hah??" Aaron terkejut dan langsung melepaskan dada Safa dari mulutnya.
Ia mengambil ponsel itu, kemudian bertambah panik saat mengetahui Michelle alias ibu Scarlett menelpon ke nomornya.
"Waduh gawat nih! Ini nomor mamanya Scarlett, gimana dong ya?" ujar Aaron panik.
"Yaelah santai aja kali! Bilang aja ke dia kalau Scarlett anaknya tuh kabur dari rumah, kayak cerita kamu ke mama kamu!" saran Safa.
"Oh iya, kamu emsng pintar ya sayang!" ucap Aaron.
"Hehe.."
Cupp!
Aaron mengecup sekilas pipi dan bibir Safa, lalu mengangkat telpon dari mama mertuanya tersebut.
📞"Halo mah! Ada apa?" tanya Aaron.
📞"Syukurlah kamu mau angkat telpon mama! Daritadi mama coba telponin nomor Scarlett gak nyambung terus, dia ada sama kamu kan Aaron?" ucap Michelle.
📞"Eee maaf ya mah! Sebenarnya dari kemarin itu Scarlett pergi dan aku gak tahu dia kemana, aku juga udah berusaha cari dia, tapi aku gak berhasil buah temuin dia." jelas Aaron.
📞"Apa??!" ujar Michelle terkejut bukan main.
Aaron sampai ikut terkejut mendengar suara keras Michelle, ia mengelus dadanya dan melirik ke arah Safa dengan bingung.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...