Safaluna

Safaluna
Bab 31. Keributan


__ADS_3

Safaluna


Bab 31



"Sayang, mana Scarlett? Dia belum pergi kan dari sini?" tanya Aaron panik.


"Belum kok, dia lagi di dalam sama Steve." jawab Safa.


"Steve? Siapa Steve?" tanya Aaron bingung.


"Steve itu mantan teman satu apartemen aku dulu, sebelum aku pindah ke tempat tinggal aku yang sekarang." jawab Safa.


"Ohh, terus kenapa Scarlett bisa sama Steve?" tanya Aaron.


"Aku juga gak tahu kenapa, tapi yang pasti tadi itu Scarlett emang datang kesini bareng Steve. Mungkin aja selama ini Scarlett tinggal sama Steve, ya tapi aku juga gak tahu sih." jawab Safa.


"Sialan tuh cewek! Bukannya pulang ke rumah, dia malah sama laki-laki lain!" geram Aaron.


"Kenapa? Kamu cemburu ya sayang? Katanya kamu gak cinta sama dia, kenapa kamu harus cemburu?" ujar Safa.


"Hah? Apa yang kamu bicarakan sih Safa? Buat apa aku cemburu sama dia? Aku gak perduli dia mau sama laki-laki lain atau siapa kek, tapi masalahnya orang tua kita itu selalu nyalahin aku dan neror aku terus." ucap Aaron.


"Iya iya, aku ngerti masalah kamu kok. Yaudah, ayo kita langsung masuk aja ke dalam!" ucap Safa.


"Oke!" ucap Aaron singkat.


Mereka pun mulai melangkah masuk ke dalam restoran tersebut, jujur saja di dalam lubuk hatinya Aaron sangat-sangat kesal mendengar Scarlett bersama laki-laki lain di dalam sana.


Sesampainya di dalam, mereka langsung melihat dan menghampiri Scarlett yang tengah makan bersama Steve disana.


"SCARLETT!!!" teriak Aaron emosi.


Sontak Scarlett dan Steve langsung dibuat terkejut mendengar teriakan Aaron tersebut.


Mereka pun kompak berdiri menatap ke arah Aaron dengan mulut terbuka.


Aaron kini sudah berada di dekat istrinya, dua tangannya terkepal erat penuh emosi.


"Aaron? Ngapain kamu disini?" tanya Scarlett.

__ADS_1


"Harusnya aku yang tanya sama kamu! Buat apa kamu ada disini sama laki-laki itu? Ingat ya Scar, kamu itu sudah punya suami! Gak seharusnya kamu makan berdua sama laki-laki lain kayak gini, ngerti gak?!" bentak Aaron.


"Hah? Apa? Kamu gausah sok nasehatin aku deh Aaron! Kamu sendiri gimana? Kamu juga sering kan berduaan sama Safaluna? Padahal kamu udah punya istri, jadi apa salahnya kalau aku makan berdua sama Steve disini?" ucap Scarlett membela diri.


"Benar-benar ya kamu Scarlett! Disini aku suami kamu, jadi kamu harusnya dengerin kata-kata aku!" ucap Aaron.


"Buat apa aku dengerin kamu? Kamu itu bukan sosok suami yang baik, karena kamu gak pernah berikan aku cinta. Kamu cuma asik berduaan sama kekasih kamu itu," ucap Scarlett.


"Kurang ajar! Kamu harus diberi pelajaran!" geram Aaron sembari mendekati Scarlett.


Namun, Steve menghalangi pergerakan Aaron yang hendak menyentuh gadisnya. Ia memasang badan dengan cepat sehingga Aaron makin kesal.


"Wah wah wah! Anda mau apa, ha?" ujar Aaron.


"Saya gak akan biarin kamu sentuh Scarlett lagi, apalagi sakitin dia. Sekarang Scarlett udah jadi milik saya, cuma saya yang boleh sentuh dia. Kamu mending pergi dari sini, jangan pernah ganggu Scarlett!" ucap Steve tegas.


"Kamu mau cari ribut sama aku? Sebaiknya kamu menyingkir, jangan halangi aku! Scarlett itu istri aku, jadi aku berhak memberi hukuman buat dia karena dia selingkuh dari aku!" ucap Aaron.


"Kamu bicarain selingkuh? Lalu, bagaimana dengan kamu sendiri, ha?" ujar Steve emosi.


"Tidak usah ikut campur! Ini masalah rumah tangga aku dengan Scarlett, jadi kamu menyingkir saja!" ucap Aaron.


"Saya akan ikut campur, jika itu menyangkut Scarlett. Saya yang akan terus membela dia, karena suaminya ini gak pernah sedikitpun beri kenyamanan buat dia!" ucap Steve.


"Saya gak akan minggir, Scarlett juga jadi urusan saya sekarang. Asalkan kamu tahu, kita berdua udah tidur bareng dan saya sudah menanam benih di rahim istri kamu ini. Jadi, sekarang dia milik saya!" ucap Steve tersenyum smirk.


"Kurang ajar! Dasar sialan!" umpat Aaron.


Bugghhh...


Aaron langsung memukul wajah Steve dengan keras hingga muncul darah segar di bibir atas pria itu.


"Steve!" Scarlett bergerak cepat menahan tubuh Steve dengan sangat cemas.


"Kamu benar-benar kurang ajar! Beraninya kamu sentuh istri aku!" ucap Aaron.


"Aaron cukup! Kamu gak bisa mukul Steve karena dia udah sentuh aku! Steve itu gak salah, yang salah itu kamu Aaron!" ucap Scarlett.


"Kenapa kamu bela dia? Karena kamu suka sama dia?" tanya Aaron.


"Ya, aku suka sama Steve. Terus kenapa? Aku juga berhak bahagia, aku berhak untuk dicintai! Buat apa aku terus bertahan sama suami yang gak mencintai aku?" jawab Scarlett mantap.

__ADS_1


"Kalian memang sampah! Aku bakal ceritakan semua ini sama orang tua kamu, biar mereka tahu betapa busuknya kamu Scarlett!" ucap Aaron.


"Silahkan! Laporin aja! Aku juga bakal bilang ke mereka, kalau selama ini kamu gak pernah beri aku cinta. Kamu selalu pergi dengan wanita itu, dan kita lihat saja siapa yang akan menang nanti!" ucap Scarlett.


Aaron menggelengkan kepalanya, menatap Steve sekilas dan dibalas dengan senyuman smirk.


"Sayang, udah yuk kita pergi aja dari sini! Kita gausah urusin mereka lagi!" ucap Safaluna.


"Oke!" ucap Aaron singkat.


Safa menggandeng lengan Aaron, membawa pria itu keluar dari sana meninggalkan Steve serta Scarlett.


Sementara Scarlett berusaha membantu Steve untuk berdiri kembali dan duduk di kursi sembari memegangi lukanya.


"Kamu gapapa? Sakit ya?" tanya Scarlett.


"Gak kok, biasa aja." jawab Steve.



Aaron dan Safa sudah keluar dari restoran itu, Aaron tampak sangat kesal mengingat perkataan Steve tadi.


"Kenapa aku seperti gak terima ya dengan ucapan Steve tadi? Apa benar dia udah sentuh Scarlett dan tidurin Scarlett? Sialan! Kenapa aku harus sia-siain Scarlett coba? Aaarrgghh!!" batin Aaron.


Safa merasakan bahwa kekasihnya itu sedang emosi, ia pun berusaha menenangkannya.


"Sayang, kamu tenang ya! Biarin aja Scarlett sama Steve itu pacaran, bukannya itu lebih bagus ya?" ucap Safa sambil tersenyum.


"Bagus gimana? Kalau dia punya laki-laki lain, pasti papa aku bakal marah besar sama aku! Yang ada semua aset milik aku, bakal diambil sama papa. Aku gak mau itu terjadi sayang!" ujar Aaron.


Safa mengangguk-angguk kecil berusaha memahami perkataan Aaron.


"Yaudah, kita pulang aja yuk!" ucap Safa.


"Ah sial! Scarlett benar-benar keterlaluan! Dia gak pulang beberapa hari, ternyata malah enak-enak sama laki-laki lain!" ucap Aaron.


"Sabar Aaron!" ucap Safa mengelus dada Aaron.


Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan mereka, seorang wanita keluar dari mobil tersebut lalu menghampiri mereka.


"Aaron!" itu adalah Rachel, ibu dari Aaron yang datang kesana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2