Safaluna

Safaluna
Bab 24. Balas selingkuh


__ADS_3

Safaluna


Bab 24



Scarlett tiba di apartemen milik Steve, ia cukup terkagum-kagum dengan tempat tersebut karena begitu mewah.


Steve hanya diam saja memandangi wajah Scarlett sambil tersenyum, ia menyalakan lampu ruangan itu agar Scarlett dapat melihatnya dengan jelas.


"Ini beneran apartemen kamu?" tanya Scarlett.


"Iya dong, kenapa emang? Kamu gak suka ya sama apartemen aku?" ucap Steve.


"Bukan gitu, aku justru suka banget sama apartemen kamu. Aku gak nyangka ternyata tempat kamu itu semewah ini! Kamu berarti bukan orang sembarangan ya?" ucap Scarlett.


"Ah enggak kok, aku cuma orang biasa. Semua ini juga gak ada apa-apanya," ucap Steve.


"Disini kamarnya ada berapa? Gak mungkin cuma satu kan?" tanya Scarlett.


"Kalau cuma satu, emang kenapa? Kan kita bisa tidur satu ranjang berdua seperti semalam, gak ada masalahnya kan?" jawab Steve menggoda.


"Haish, biar gimanapun juga aku ini udah punya suami. Gak enak lah kalau aku tidur seranjang sama cowok lain," ucap Scarlett.


"Kamu hebat Scar! Padahal suami kamu udah khianati kamu, tapi kamu masih perduli sama dia dan gak mau jahat sama dia. Harusnya kamu balas aja perbuatan dia, supaya dia kapok!" ujar Steve.


"Balas gimana maksudnya?" tanya Scarlett.


"Kalau dia selingkuh sama wanita lain, kamu juga bisa selingkuh sama lelaki lain. Sebagai perempuan, kamu jangan diam aja kalau disakitin kayak gini! Kamu itu harus kuat dan jangan lemah! Kalau kamu lemah, dia akan semakin sakitin kamu!" ucap Steve.


"Hah? Terus maksud kamu, aku harus selingkuh juga kayak suami aku?" tanya Scarlett.


"Yap, lelaki kayak gitu emang harus dikasih pelajaran. Aku yakin dia pasti bakal nyesel karena dia udah sia-siain kamu, nantinya dia akan memohon-mohon cinta dari kamu!" ucap Steve.


"Tapi, aku selingkuh sama siapa? Selama ini aku gak punya teman cowok atau kenalan cowok, teman aku kebanyakan perempuan." ujar Scarlett.

__ADS_1


"Yang di depan kamu ini apa? Cowok kan?" ucap Steve mendekatkan wajahnya ke arah Scarlett.


"What? Maksudnya, aku harus selingkuh sama kamu gitu? Yang benar aja Steve, kita aja baru kenal semalam loh. Gimana caranya aku bisa selingkuh sama kamu?" ujar Scarlett.


"Gak perlu beneran, cukup pura-pura aja." ucap Steve.


"Maksudnya?" tanya Scarlett tak mengerti.


"Jadi gini, kita pura-pura pacaran aja di depan suami kamu. Biar dia ngiranya kalau kamu juga bisa selingkuh seperti dia," jelas Steve.


"Aku gak bisa Steve, apalagi sekarang ini aku masih sedih karena kelakuan suamiku." ucap Scarlett.


"Ngapain sih pake sedih-sedih segala? Udah lah Scar, cukup sedihnya! Sekarang kamu mending istirahat aja dulu, biar tenang!" ucap Steve.


"Ah iya, makasih Steve!" ucap Scarlett singkat.


Steve mengantar Scarlett menuju kamarnya, terdapat sebuah ranjang besar yang ada disana.


"Udah kamu tidur sana!" perintah Steve.


"Gak kemana-mana kok, aku nungguin kamu disini. Siapa tahu nanti kamu berubah pikiran dan mau selingkuh sama aku, jadi aku udah ready deh disini." jawab Steve sambil tersenyum.


"Kamu bicara apa sih? Sebenci apapun aku sama suami aku, tetap aja aku gak mau selingkuh dari dia." ucap Scarlett tegas.


"Kenapa? Kamu cinta banget ya sama dia?" tanya Steve dengan wajah kecewa.


"Bisa dibilang begitu, gak tahu kenapa dari awal ketemu aku udah mulai tertarik sama Aaron. Walau dia gak pernah anggap aku ada, tapi rasanya aku gak mungkin bisa khianati dia." ucap Scarlett.


"Kamu benar-benar luar biasa, Scar! Aku kagum sama kamu! Aku gak nyangka ternyata ada wanita sesetia kamu, aku kira kebanyakan wanita itu cuma memandang fisik dan harta si pria. Tapi, ternyata kamu enggak ya." ujar Steve.


Scarlett tersenyum lebar seraya menatap wajah Steve dari posisinya saat ini, sedangkan Steve memberanikan diri untuk mengusap wajahnya.



__ADS_1


Disisi lain, Aaron sudah membawa Safaluna pergi dari rumahnya untuk menetralkan situasi.


Biarpun tadi mamanya sudah pergi, tetap saja Aaron merasa tidak tenang jika terus membiarkan Safa berada di rumahnya.


"Sayang, kamu mau bawa aku kemana sih? Aku itu lapar tau, kenapa kamu malah ajak aku keluar? Kan di rumah kamu tadi ada makanan, kita bisa makan disana aja gak perlu keluar." ucap Safa.


"Aku takut mama aku balik lagi kesana, terus dia lihat kamu ada sama aku. Bisa-bisa hubungan kita selama ini ketahuan sama mama, terus kita gak bisa kayak gini lagi." ucap Aaron.


"Oh iya sih, lagian ngapain sih mama kamu itu bolak-balik mulu ke rumah kamu?" tanya Safa.


"Mama cari Scarlett," jawab Aaron.


"Ohh, terus kamu bilang apa ke mama kamu tentang Scarlett?" tanya Safa penasaran.


"Aku bilang aja kalo Scarlett pergi tanpa ngasih kabar ke aku, dan mama percaya. Bahkan, mama juga kelihatan kesel banget sama Scarlett karena ngira Scarlett jadi istri yang gak bener." jelas Aaron.


Safa tersenyum dan mengusap wajah Aaron dengan lembut.


"Malam ini kamu mau nginep di apartemen aku lagi kan?" tanya Safa dengan manja.


"Tentu, yakali aku melewatkan satu malam aja sama kamu. Kan kita ini pasangan kekasih yang saling mencintai," jawab Aaron.


"Yaudah, tapi sekarang kita cari tempat makan terdekat dulu ya sayang!" pinta Safa.


Aaron mengangguk singkat, memberi kecupan lembut di dahi sang kekasih dan mengusap puncak kepalanya.


Cupp!


"I love you, honey!" ucap Aaron.


"I love you so much, honey!" balas Safa.


Safa menyenderkan kepalanya di pundak sang kekasih, Aaron yang mengerti langsung mengusap rambutnya perlahan dan mengecupnya berkali-kali.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2