
Bruak.."lohh Vin tangkap yang bener donk ada hp aku itu di dalem" teriak Kelly dari atas tembok pagar sekolah
"lah elu juga lemparnya nggak liat liat dulu! Ayo cepetan turun! Jangan ngomel aja disitu! Ketahuan pak satpam nggak jadi bolos kita!"
"Sabarrr!! Susah nih kalau pakai rok" teriak Kelly sambil ambil ancang- ancang lompat kebawah
"Loh loh woii awas kalau loncat liat liaatt..." teriak Vindy tapi terlambat
"braak"..
"aduhhh! Patah nih pinggang gua"
"kan aku udah bilang kalau loncat liat liat.. haduhh udah berapa kali sih loe bolos bareng gua? Kok nggak pinter pinter loncatnya udah ayok cepetan berdiri, ada pak satpam atau guru yang lewat nggak jadi bolos kita, ruwet pastinya"
"lah lu mah enak pakek celana, gua pakek rok" omel Kelly sambil mengelus - elus pinggang dan kakinya
"Lah yang suruh lu pakek rok juga siapa, makanya gue selalu siapin celana olahraga di tas biar enak gue kalau mau bolos" sahut Vindy
"Punya gue dicuci.. emang kayak punya lu! Gak pernah dicuci!" Sahut Kelly ketus
"Sembarangan gue punya 3 pasang, gue ganti terus tiap hari!" Balas Vindy
"udah yok, kemana nih enaknya?" Tanya vindy
"kemana aja boleh lah, gua beneran males ikut pelajaran si betty itu dikelas" jawab Kelly
"hahah, ke warungnya mas Sarip aja gimana, gua agak laper tadi pagi belum sarapan" kata Vindy
"sama aku juga belum sarapan ini kayaknya makan mie rebusnya mas sarip enak ini" jawab Kelly
"ya udah yuk buruan"
Vindy dan Kelly pun berjalan menuju warungnya mas sarip di dekat alun alun kota, yang tidak begitu jauh dari sekolah Vindy..
"Mas Saaarippp!!" Teriak Vindy dari luar, mas Sarip yang sedang tertidur dan kepalanya ditutupi kertas koran kaget hampir jatuh terjerembab dari kursinya..
"ya ampun kalian berdua ternyata, ngagetin aja! Bolos lagii??" Kata mas Sarip sambil mengelus ngelus dadanya, belum hilang rasa kagetnya
"Hahhaha iya lah biasa, mas aq mie kuah dong satu gak usah pakek telur sayurnya banyak tapi ya, kayak biasa irisan cabenya yang banyak, lu makan apa Vin?"
" aku mie goreng mas, pakek telur, sayur, irisan cabe yang banyak juga, oh iya, es sirup legendarismu mas satu"
"eh aku juga mau mas es sirup satu ya" teriak Kelly dari balik meja
"iya iya sabar satu satu aku bikinin dulu" jawab mas sarip sambil jalan ke dapur.
"Kell! Jangan duduk situ! Kelihatan dari depan tuh ntar kalau ada satpam sekolah atau guru yang lewat cepet ketahuan kita" teriak Vindy.
"eh iya loh awas Kelly satpam sama gurumu sudah mulai sering carik anak anak bolos kesini" kata mas Sarip.
"iya ya sabar gua pindah dulu, di sana kali ya? Kan ketutupan tembok" tanya Kelly
"iya disana aja pasti aman" jawab Vindy
__ADS_1
Merek pun pindah tempat duduk di sebelah dalam yang tidak begitu kelihatan dari depan.
Tak lama mas sarip datang sambil membawa minuman mereka "Ini sirup spesialnya, mienya sabar ya airnya belum mendidih" kata mas Sarip sembari menyodorkan 2 gelas sirup ke Vindy dan Kelly mas sarip pun kembali ke depan kompornya.
"aku itu heran ya, kalian iniloh kok sering banget bolos toh? Sekolah dah dibayarin mahal mahal bolos terus" kata mas sarip sambil mengaduk ngaduk mie didepanya.
"halah mas, ngapain sibuk sibuk dengerin pelajaran dikelas, jauh lebih enak minum es sirupmu daripada dengerin pelajaran guru guru yang gak jelas itu" jawab Vindy sambil mengambil sedotan dan menyedot sirup didepanya
"bener mas, toh orang tua kita juga yang penting terima beres, yang penting kita lulus nggak nyusahin mereka lagi sudah beres urusan" timpal Kelly
"loh mana bisa lulus kalau bolos terus?" Tanya mas sarip
"Haduh sekolah juga nggak mau ambil pusing dengan nggak meluluskan kita, nanti juga malah sekolah mereka yang namanya jelek, nilai apa tuh namanya terakreditasi ya? Turun juga kalau ada yang gak lulus, ntar kalau nilainya turun nggak ada yang mau daftar sekolah disana lagi, kan mendingan ngelulusin kita" jawab Kelly
"oalah gitu ya?, eh yang mie kuah tadi pakek telur apa nggak ya? Lupa aq" tanya mas Sarip
"nggak pakek mas, sayurnya tambahin tapi," teriak Kelly.
"jangan lupa yang punyaku mie goreng loh mas, jangan dikasik kuah,gak enak pasti rasanya" tambah Vindy
"Iya siap bos" tak lama kemudian pesanan Vindy dan Kelly pun datang
"Kell! Ambilin kecap dong"
"Males ah ambil sendiri sana gih, perasaan juga lebih deket ke elu kecapnya" jawab Kelly
"Ah tanggung nih nanti game gua kalah"
"Haduh anak ini ngeselin banget sih!" Jawab Kelly tapi masih tetap mengambilkan kecap untuk Vindy mereka berdua pun asik makan dan bergurau di warungnya mas Sarip.
***
Yuk semua duduk dulu saya absen "Alexa Gunarto"
"Hadir bu"
"Albert Giovani"
"Hadir bu"
"Alika Santoso"
"Hadir bu"
"Alvinata bastian"
"Hadir bu"
"Eh si Kelly sama Vindy bolos lagi?" "Gila emang mereka berdua nggak ada takutnya" gumam Marco dan Divo
"Divo grenata"
"Hadir bu!" jawab Divo, lalu melirik ke arah Marco
__ADS_1
"Biasaa lah kayak lu nggak tau mereka aja"
"Kelly Hermawan" semua terdiam
" Kelly Hermawan? Tidak ada dikelas?Nggak masuk anak ini?"
Anak anak tetap terdiam.
"Loh tapi bentar seingat saya, tadi pagi saya lihat mereka berdua, bentar biasanya kalau satu nggak ada pasti satunya juga nggak masuk, Vindy juga nggak ada disini ya?"
"Iya bu" jawab murid murid dikelas XI s2
"Hm pasti bolos lagi mereka, bentar saya ke bagian tatibsi dulu biar dicari mereka" kata Bu Betty dengan senyum sinisnya, ya memang Bu Betty ada dendam pribadi dengan Kelly dan Vindy, semenjak foto selfi imutnya tersebar di medsos sekolah, dia jadi bahan tertawaan karena gaya duck face dan senyum manyun nya viral di sekolah.
"Kayaknya sih gak bakalan lolos mereka, udah dendam tuh si betty sama mereka" kata Alvin
"Huakakakakak gara-gara ini nihh!" Teriak Alvin sambil menirukan gaya duck face nya bu bety,
Sontak seisi kelas tertawa melihat gaya Alvin.
"Bruakkakaka gila nemu dimana sih mereka berdua foto itu? Dan kok ya telaten banget di buat wallpaper di setiap komputer sekolah?" Tanya Jenny.
"Nah itu yang sampek sekarang masih tanda tanya gue, gue udah bolak balik nanyak gak dijawab tapi sama mereka, kalau nggak salah si betty tuh punya akun tersembunyi buat cari cowok, nah nggak tau gimana ceritanya Vindy sama Kelly nemu"
Jawab Divo.
"Halah tapi biarpun gak lolos mereka juga nggak takut, toh paling hukuman skorsing sama minus poin, lah poin mereka berjibek gitu"jawab Jenny
"Iya sekolah juga gak bisa ngapa ngapain juga mereka murid berprestasi semua soalnya, enak juga ya jadi mereka" jawab Kezia yang duduk disebelah jenny
"Yang satu anaknya donatur terbesar disekolah yang satu anaknya pengusaha besar, yang satu dapet beasiswa juara karate nasional, sama sama tim basket juga" jawab Alika
"Lah tapi anak dua itu emang bener bener ya, nggak pernah bisa diem kalau disekolah, ada aja kelakuanya dan selalu epik..." Kezia menimpali percakan Marco, Divo, Alvin dan Jenny.
"Hm.. gimana ya dua duanya kan emang anak anak kurang perhatian di keluarganya. Vindy dibanding bandingin terus sama kakaknya si Marshya yang udah cantik, pinter juara pararel 1 lagi, gak cuma satu sekolahan loh satu yayasan Saint Albert ini, si Kelly mama papanya cerai jadi dia sama adeknya tinggal sama neneknya aja"
"Oalah gua tau.. kak Marshya, jarang ada yang tau mau dia kakaknya Vindy, beda banget soalnya kelakuanya dan penampilanya kalau vindy ma tipikal cantik tapi macho gitu.. istilahnya apa tuh kalau sekarang? Girl Crush? " jawab Kezia lagi
"Jelas beda, satu cantik kalem banget modelnya satunya lagi muacho banget!" Sahut Divo
"Marco! Divo! Alvin! Aduoh inih cowok cowok nggosip melulu kerjaanya tuh kalian dikasik tugas. Disuruh bagi kelompok dan kerjain tugas yang dikasik Bu Betty barusan" teriak Mariah ketua kelas XIS2
"Iya iya sabar!!..duoh kenapa sih itu guru yang kayak kingkong satu itu selalu kita yang disuruh suruh!"
"lah kan emang kalian murid murid ganteng kesayangan dia sinyo sinyo sipit manies katanya..., sudah sana cepetan" teriak mariah, ketua kelas yang sering digoda oleh Marco, Divo dan Alvin.
"Iya iya sabar nyaii.. baru juga mau berdiri ini!" Sahut Marco
****
#**mungkin bila pembaca berkenan bisa memberikan saran dan masukan untuk author..😊
Dan apabila suka sama ceritanya..
__ADS_1
bisa berikan Like dan Vote buat Author ya 😊**