
Mata Mam Hedwig merawang jauh sambil sekilas melihat ke arah Kelly
Yah, seakan baru kemarin dia melihat Kelly berpelukan dengan adiknya, dengan badan penuh lebam dan bekas luka, menangis dan berteriak.
Mam Hedwig pun terbawa dalam lamunanya.
"Mamaaa sakit maaa!!!! Papaaaa!!!"
"Pak Hariiss bu Shanty!! Buka pintunya pak! Ada apa ribut -ribut didalam?" teriak pak Robert.
Tidak ada jawaban, namun suara teriakan semakin menjadi jadi dan ada suara bunyi pecahan kaca"
"Ayo Pak Robert buka pintunya sekarang!! Ada anak anak itu didalam!" Teriak Bu Ike
"Iya pak cepetan, takutnya kenapa napa itu anak anaknya" tambah Mam Hedwig
"Sabar ibu ibu, saya nggak kuat kalau dobrak sendiri ini! Nah itu pak RT ayo sini pak cepet bantu saya dobrak pintunya" teriak Pak Robert, akhirnya pak RT serta bapak bapak lainya ikut bantu mendobrak pintu rumah Pak Haris.
Mam Hedwig yang pada saat itu bersama warga akhirnya bisa masuk ke dalam, dia menemukan Kelly dan Marvin menangis dan berpelukan, dia langsung menggendongnya Kelly pada saat itu dan membawanya keluar untuk di obati luka dibadan nya, begitu juga dengan Marvin
dia tidak bisa melupakan Kelly, anak kecil yang menangis dengan badan penuh luka,
"tantee, Marvin mana tante?? Marvin mana? Nanti mama pukul dia lagi!" Teriak Kelly, yang mencemaskan Marvin yang sedang diobati oleh ibu ibu yang laimya
"Tenang dulu ya sayang ,itu Marvin sudah sama tante Ike kok, biar lukanya diobati dulu ya, Kelly disini dulu biar tante obati lukanya ya" jawab mam hedwig sambil menenangkan kelly dan mengoleskan obat luka di tangan Kelly,
Kelly meringis kesakitan ketika Mam Hedwig membersikan lukanya dan memberi obat pada lukanya
"ya ampun lukanya dalam, pasti bekas ini.." batin Mam Hedwig dalam hati.
"Nggak bisa ini Wig, lukanya dalem harus dibawak kerumah sakit ini" kata Bu Ike,
"sama si Marvin juga lukanya ada yang dalem, takutnya malah infeksi nanti, udah dibersihkan dulu sebisanya aja, sambil nunggu Pak Asep ngambil mobil ke rumah sakit, Pak RT biar urus bapak sama Ibuknya anak anak ini dulu! Keterlaluan sekali!! ya ampun ini mereka masih anak anak loh! kok ya bebanya banyak sekali!"
"ambilin perban dulu aja, biar ketutup dulu lukak nya nanti dirumah sakit pasti diobatin lagi kok" kata pak Robert
__ADS_1
Mereka pun memanggil salah satu bapak bapak disana dan mengantarkan Kelly dan Marvin ke rumah sakit untuk diobati lukanya
Setelah kejadian itu Kelly dan Marvin pindah dan tinggal bersama oma mereka dan Mam Hedwig tidak pernah bertemu kakak beradik itu lagi.
Mam Hedwig kaget waktu bertemu dengan Helly lagi untuk pertama kalinya setelah kejadian itu,
mam hedwig langsung mengingat kelly, apa lagi dia melihat bekas luka yang dulu pernah ia obati di tangan Kelly.
Tetapi Kelly tidak mengingat Mam Hedwig, mam Hedwig maklum dengan hal itu, mungkin kenangan 6 tahun lalu itu terlalu pahit untuk Kelly. Oleh karena itu Mam Hedwig tidak pernah berusaha membuat Kelly ingat dengan dirinya, yang juga sebagai saksi kenangan pahit bagi kelly 6 tahun lalu.
Mam Hedwig juga memiliki kenangan dengan Vindy, gadis kecil dengan potongan rambut pendek yang sedang membawa piagam penghargaan "juara satu bidang kompetensi olahraga dan kesenian" begitu tulisan di piagamnya.
Dia berdiri agak jauh dari kedua orang tuanya yang sedang membanggakan kakaknya pada semua orang
"Anak saya dapat juara 1, iya dia emang rajin belajar, ah yang nomer 2 nggak taulah kok dia nggak seperti kakaknya, nakal juga dia bu, susah diajari kayak kakaknya, iya sih dia dapat piagam juga tapi buat apa kalau cuma olahraga dan kesenian, hahahaha" kata Chintya kepada orang tua murid lainya.
Mam hedwig mendekati Vindy
"Adek kecil kenapa kok murung?" Tanya Mam Hedwig yang saat itu juga mengambil raport anaknya.
Vindy hanya terdiam, dan berjalan semakin menjauh dari kedua orang tuanya, Mam Hedwig mengikutinya
"Vindy bodoh! Nggak bisa kayak kak achya! Dia dapet juara, vindy nggak dapet.. mama papa marah marah!" Jawab Vindy semakin terisak.
Hedwig mengelus kepala vindy "loh Vindy nggak bodoh kok, kan sudah pinter dapet piagam juga, biar papa mama marah, tapi Vindy harus tetep bangga kan vindy sudah dapat piagam, nah ini gambar Vindy bagus kok" kata Mam Hedwig sambil menenangkan Vindy.
"Tante suka gambaran Vindy?"
Mam Hedwig hanya mengangguk sambil tersenyum
"Ya udah ini buat tante aja" kata vindy sambil menyerahkan gambarnya.
"Boleh ini buat tante makasih ya!" Belum selesai Mam Hedwig bicara Vindy sudah hilang berlari masuk kedalam mobil.
****
__ADS_1
Lamunan Mam Hedwig buyar ketika murid murid mulai agak ribut setelah dia melamun agak lama.
"Ok! Sekarang saya ada tugas buat kalian tolong buat satu cerita narative text saya kasih waktu 1 hari besok kumpulkan ke saya!" Kata Mam Hedwig lagi
"and please don't make any story of Harry Potter again or seriously, i will bewitching you!" Kata Mam Hedwig lagi sambil berkeliling
"especially you!! I will turn you in to a cat and give you to the domentor if you do it!" Kata Mam Uedwig sambil menunjuk ke Vindy
"yes mam! For sure, don't worry I'm not his fan anymore actually" kata Vindy sambil tertawa
"how about the guardian mam? Its also a good story, family of owl?" Tanya Kelly,
vindy yang disebelah kelly langsung tertawa "bruuftthh"
"do it if you dare! I will bewithching you into an owl!" Kata mam hedwig sambil mencubit hidung Kelly.
Dalam hati dia bergumam "hope you can find your own happily ever after story kids.. especially you two! My favorite soldier!"
lalu murid murid pun mulai membuat cerita mereka.
****
"Boss boss! Lu dipanggil ke bagian osis bos, kayaknya rapat pertandingan basket besok" kata Marco saat jam istirahat
"Hadehh gue males!!palingan yang dibahas juga itu itu doang!" Jawab Kelly sambil menyruput es nya
"iya ah gue juga males! Lu aja yang wakilin gimana?" Tanya Vindy
"Gue sih mau mau aja, tapi kalian berdua ada yang nyariin ,Abriel namanya!" Kata Marco lagi
"haaahhh!!! Sapaa??? Abriel?" Vindy langsung menoleh ke Kelly
"Ngapain sih tu orang muncul lagi, gue lagi agak males ribut ini! Hadeh!" Kata Vindy
"Namanya juga penggemar berat kelas extrem! Syukur syukur lu pnya penggemar berat model diaa!! Sapa lagi juga yang mau ngefans sama lo kalau nggak dia?"
__ADS_1
"Ahh sembarangan lu! Sebenarnya fans gue itu banyak tau! Gara gara kutu kupret satu itu pada kabur semua.., ya udah yok jalan sebelum bikin keributan tuh monyet." kata Vindy.
Kelly jadi heran melihat emosi Vindy yang agak berlebihan menurutnya, tetapi dia memilih diam dulu dan mengikuti Vindy berjalan ke ruang Osis yang letaknya agak diujung