
Vindy memasuki kelasnya dengan ogah ogahan, dilihatnya jadwal pelajaran hari ini yang ditempel dipapan.
"Matematika, Sosiologi, Bahasa Indonesia, Akuntasi, Bahasa inggris, Hadeh bikin ngantuk semua nih!"
"Baru juga masuk disambut itung itungan! Gila deh! Eh Vind, tugas Mam Hedwig dah bikin lu??" Kelly kaget ketika menyadari dia belum membuat tugas untuk bikin story narative text dari Mam hedwig
"Lahhh iya!! Gue juga belum bikin! Tapi masih selesai istirahat toh?? Ntar lari ke perpus kita pinjem kumpulan cerpen kita salin disitu!" Jawab Vindy
"Lah ngapain capek capek ke perpus! Google neng!! Banyak kumpulan cerpen langsung bahasa inggris lagi kita nggak perlu capek capek translate!" Sahut Kezia yang baru memasuki kelas dan mendengar percakapan Vindy dan Kelly
"Oh iya bener tuh kata nyai! Kok gak kepikiran kita, makasih saranyaa Nyai Kezia yang selalu banyak akalnya!"
Kata Vindy sambil langsung mengeluarkan Hpnya dan membuka google
"EXAMPLE OF NARATIVE TEXT"
"Udah dapet lu?" Tanya Kelly
"Udah! Udah gua kirim ke elu juga link nya, banyak tuh ceritanya, jangan lupa juga ganti beberapa kata dan nama tokohnya! Gue yakin banyak juga yang googling dan nggak menutup kemungkinan situsnya sama kayak kita" jelas Vindy
"Hahaha siaapp bu komandan!"
Jawab Kelly
"Waduuhhhhhh Tugasnya Mam Hedwig ya!! ****** gue juga belum bikin!" Teriak Marco begitu memasuki kelas.
"Gue malah lebih shyok kalau modelan lu udah bikin" sahut Kezia sambil memperhatikan Marco
"Sana google, bareng Vindy dan Kelly tuh!" Teriak Alika yang duduk disebelah Kezia
"Eh Minta Kertas dong"
"Nih ada kertas HVS lebih, lu pakai sana!" Ujar Alika sambil memberikan Kertas pada Marco, dan Marco langsung lari duduk disebelah Kelly namun tak lama dia balik lagi ke tempat Alika
"Eh pinjem pulpen sekalian dong, gue lupa bawak" kata Marco sambil memberikan senyum terimut nya.
Kezia dan Alika langsung menatap sinis ke arah Marco
"Sumpah deh ya, kayaknya lu ini contoh sempurna kalau antara percaya diri dan nggak tau diri itu betul betul tipis bedanya, percaya diri banget kalau ke sekolah bawak diri aja cukup dan gak tau diri banget ke Sekolah gak punya pulpen, lu niat apa nggak" kata Alika sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Lu sumpah ya, nggak modal banget! Nggak ada! Sana ke koperasi beli pulpen!" Teriak Kezia
"Yaelah pelit banget sih gue lagi bokek nih, beli pulpen, ntar gak cukup uang gue buat beli pulsa!" Rengek Marco
"Hadeeehh gue nggak peduli! Pulpen gue dah habis satu pak kenak kalian" tegas Kezia
"ayo dong Lik gue pinjem ya??" rengek Marco pantang menyerah.
"Hadehh hadeh! Nih deh lu ambil punya gue anggep aja gue sedekah deh sama buang sial, ikhlasin satu pulpen buat lu!" Kata Alika sambil memberikan pulpenya kepada Marco
"Aduh makasih ya Alika, udah cantik, baik nggak pelit lagi, beda sama nyai ronggeng pelit satu ini WEKKK!!!" ejek Marco pada Kezia,
"Lu bener bener ye!!!" Kezia sudah hendak berdiri memukul Marco tapi Marco lebih cepat lari ke arah Vindy dan Kelly
Tak lama datang masuk Divo dan Alvin
"Pinjem pulpen dong!! Gue belum kerja tugasnya Mam Hedwig nih!!" Katanya dengan muka memelas
"Hadeehhh nambah lagi dua nih, sana kumpul bareng Marco lu lu pada.. cocok deh bikin The Beggar club! Atau nggak kasih nama BMTM Club! boleh juga."
Teriak Alika.
"Apaan tuh?" Tanya Alvin
"BARISAN MURID TANPA MODAL!" gantian Kezia yang berteriak karena sangking gemas nya
"Ya ampun jahaaatt banget Nyai satu ini!!!! Eh gue masih dateng sekolah masih punya modal ya!! Gue masih PUNYA MODAL CINTA DAN HARAPAN!!!" balas Divo
"Hadeeh tetep ajaaaaa GAK MODALL!" kali ini giliran Alika yang berteriak
__ADS_1
Mendengar teriakan Kezia dari bangku depan Vindy pun langsung tertawa
"Kenapa lagi Kez?"
"Nih anak anak tanpa modal! Enak aja dateng langsung nyarik pinjeman bulpen! Nah mereka nih sekolah modal apaan?? Modal bawak diri doang!?" Kata Kezia dengan gemasnya
"Kalau gue sama Kelly mah, pegang prinsip! Kita gak pernah bawak kotak pensil, bawak pulpen aja satu dikantong cukup, dulu gue lengkap, pulpen, tip ex, pensil, penggaris dan percuma! Satu kotak pensil ludes!! Kenak mereka"
"Iye bener! Yawla gue pulpen 1 pak kenak mereka ini! Pas dah dinamain BMTM!! Cocok buat kalian tuh" Kata Kelly sambil menoleh kearah tiga anak itu.
Setelah grub BMTM mendapatkan pulpen akhirnya mereka kembali ketempat duduk masing masing sambil menyalin text dari google.
Bel tanda masuk pun berbunyi, bu Elli pengajar matematika memasuki ruangan, dia memperhatikan anak anak sedang mengerjakan tugas yang lainya.
"Ayo yang nggak berhubungan dengan pelajaran saya dimasukan, sekarang pelajaran matematika keluarkan buku kalian" perintah Bu Elli
Dan Bu Elli mulai mengajarkan materi trigonometri di kelas itu.
"Yawla mantra mantra pengusir setan tingkat berapa itu?!" Gumam Vindy
"Hadeh gua juga nggak ngerti sama sekali tuh!"
Dan setelah kelas matematika selesai berganti pelajaran sosiologi oleh Bruder Yongki , dan dilanjutkan dengan Bahasa Indonesia yang diajarkan oleh pak Miko.
"Gila mata gue udah suepet banget nih! Jam pulang masih lama ya!?" Tanya Kelly
"Lah masih jam 12 neng sekarang masih istirahat" sahut Divo.
" tapi ntar lagi agak mendingan lah pelajaranya Mam Hedwig gak ngantuk ngantuk banget" sahut Kelly sambil memegang matanya
"Eh dah selesai semua punya kalian?" Tanya Vindy
"Dah beres semua, kayak kagak tau aja, kalau tangan kita ini bagaikan mesin fotokopi, kalau nyalin tugas" sahut Marco, sambil tanganya mau mencomot camilan di meja Vindy
"Apaan sih kok gak enak banget!"
"Lah yang suruh lu ambil siapa, gue juga udah mau buang, eh tangan lu nyamber, gak jadi gue buang, siapa tahu lu doyan! sana deh sekalian lu buangin" tangan Vindy memberikan camilan itu pada Marco.
"Good afternoon, keluarkan tugas kalian, kumpulkan di depan." Perintah Mam Hedwig, anak anak pun menurut dan mengumpulkan tugasnya ke depan
Sesudah terkumpul Mam Hedwig pun membagikanya secara acak kepada murid murid, dan meminta mereka membacanya secara bergiliran.
Tiba saatnya Theo murid yang agak lemah gemulai maju kedepan membacakan karya di depanya
"Your body is perfect, i love every inch and part of your body, i would like to kiss and explore everything about it, just a touch of your love can control my whole body, want to crave more and more! give it to me beibeh, let me touch here and there" baca Theo dengan nada penuh sensual dan suara mendesah
anak anak pun langsung Ricuh dan heboh mendengar suara Theo.
"Loh loh lohh!! Bentar kamu baca karya siapa itu?!" Kata Mam Hedwig menghentikan theo.
"Punya Marco bu"
"Coba bawak sini"
Theo pun menyerahkan kertas yang dipegangnya pada mam hedwig,
Mam Hedwig pun membacanya sekilas dan matanya langsung mendelik.
"Oke, Marco nanti kamu sepulang sekolah temui saya, selanjutnya siapa silahkan maju"
Vindy dan Kelly saling pandang satu dengan yang lain, lalu Kelly memberi isyarat untuk vindy menanyakan langsung pada Marco karena dia yang tempat duduknya lebih dekat.
Vindy memukul bahu Marco yang ada duduk di samping kananya tapi beda meja
"Lu nyalin dari situs mana sih???"
"Gak tau tadi gue bukak google, nemu terus langsung gue salin"
"Mana coba gue lihat!"
__ADS_1
Marco pun menyerahkan Hpnya.
Vindy dan Kelly membuka hp Marco dibawah mejanya secara sembunyi sembunyi, karena memang peraturan sekolahnya melarang penggunaan Handphone saat jam pelajaran
Mata Vindy dan Kelly langsung melotot melihat situs yang dibuka kan Marco.
"Dodooooollll!!!!!!!!!! Ini mah situs 18++ kok bisa ya lu dodol gak ketulungan gini!! Emang lu gak baca dulu!" Sahut vindy yang menowel kepala Marco dengan sangat gemas namun tetap menahan suaranya agar terlalu keras
"Lah gue nggak tau! Kan gue gak ngerti artinya juga! Gue pilih yang paling bawah tadi, soalnya gue yakin kalau yang atas atas pasti udah dipakek anak lain" sahut Marco membela diri
"Yawla Co! Lu gak ngerti artinya juga puede abis langsung lu salin, kenapa gak lu google translate dulu??" Tanya Kelly
"Gue kira udah gak keburu! Dan kelamaan! Aduh gimana nih! Habis gue kenak Mam Hedwig nih, ditanyain bilang apa gue entar, tamat riwayat gue!" Rengek Marco
Kezia yang duduk diseberang meja Kelly pun penasaran, dengan karya Marco
"Nulis apa emang dia Kell?"
"Dia nyalin dari situs 18++ sinopsisnya Fifty Shade Of Grey!! Mantep nggak tuh?" Sahut Kelly
"Whaaattt!!!!! Sumpah Marco ini oon nya maksimall!! Nggak nanggung nanggung!" Kata Kezia sambil menahan Tawanya. Dan berbisik pada Alika disebelahnya yang juga penasaran.
"Vo! Lu aman nggak lu nulis cerita apaan tadi!" Tanya Kezia yang duduk di seberang meja Divo.
"Amaan!!! Gue nulis ceritanya Winnie The Pooh!, gua mah gak Oon kayak tuh anak! Epic bener idenya! Bentar gue mau ngakak!! Hahahaaha"
"Nah elu Vin?"
"Aman gue nulis critanya Spongebob! Gue mendingan milih yang aman aja, nggak sok ngide kayak Marco!"
Sahut alvin
Dan pelajaran Bahasa Inggris pun selesai, Mam Hedwig tidak membahas apapun soal karya Marco, namun dia tetap mengingatkan Marco untuk datang menemuinya sepulang sekolah
********
"Huaaaaaa gimana nasib gue ini!!!! Aduhh deg degan gue mau ketemu Mam Hedwig" Marco
"Nah elu idenya terlalu luar biasa, udah lu samperin aja kesana, bilang kalau lu nggak tau artinya dan nggak sengaja"
Saran Vindy pada Marco.
"Eh, kalian tungguin sini ya, jangan tinggalin gue dulu!"
"Hadeeh manja! Udah sana gih cepetan!" Teriak divo
Marco pun masuk ke ruang guru menemui Mam Hedwig.
Setelah agak lama dia keluar lagi dari ruangan dengan wajah agak murung
"Diapain lu!? Kok surem banget!"
"Huaaaa!! Gue disuruh nyalin satu buku kumpulan cerpen ini translate ke inggris, supaya gue gak asal nulis lagi dan dikasih waktu cuma dua hari! Yawla ini buku tebel banget lagi!"
"Huakakakaka itu namanya nasib!!! Berjuang!! Ya untung dah lu gak diminus kenak pasal pornografi!"
Sahut Kelly
"Ya udah yuk pulang supaya Marco bisa cepat Kerja tugas ekstra, buah dari ke kreatifanya yang luar biasa!" Sahut divo.
Mereka pun beranjak dari depan ruang guru.
"Wah kayaknya ada yang ditungguin kakak tercinta nih, sana gih pulang, udah kangen tuh kayaknya si Marshya" goda Kelly ke Vindy saat melihat Marshya sedang menunggu di depan gerbang sekolah
"hadeh, males gue! gue pulang bareng lu ya kel??"
kata Vindy sambil menarik tangan Marshya.
"VINDY!! KELLY!!" teriak Marshya sambil bergegas menghampiri mereka
__ADS_1
*****