
Vindy menyetir sepedah motor Kelly dan Kelly yang sedari tadi dibonceng diam saja sambil mengamati jalanan, dan berusaha mengingat ngingat apakah dia pernah melewati jalan ini dengan Vindy.
akhirnya Vindy dan Kelly sampai ke tempat tujuanya.
Vindy menaruh Helemnya di spion dan masuk kedalam diikuti dengan Kelly yang masih bingung mengamati tempat itu, karena design nya tidak nampak seperti Caffe pada umumnya, namun masih ada beberapa pelanggan yang mengunjungi Caffee itu.
"Vindy ma sist!!! lama nggak pernah mampir kangen banget aku!" teriak Jeffry.
"hallo Bang Jeff, sory dari kemaren nggak sempat mampir, biasa sibuk latihan udah mau ada pertandingan, eh jangan lupa nonton ya aku ya!"
"oh udah mau pertandingan lagi? apaan nih? Saint Albert Festival?"
"iya Bang Jeff, besok tak anterin tiket gratisnya buat Bang Jeff" sahut Vindy
Kelly diam mengamati Caffe ini lalu dia menyadari dia dulu pernah diajak ke caffe ini sekali dengan Vindy, Caffe yang di design dengan sangat unik semua bangunan nya dari kayu dan banyak tanaman yang membuatnya terlihat sangat teduh, dan disetiap sudut banyak lukisan dan foto yang dipajang, karena Jeffry sang pemilik memiliki hoby melukis dan fotografi.
disebuah sudut caffe itu sebuah lukisan agak besar di tembok. lukisan seorang laki laki yang sedang duduk, menggunakan pakaian basket dan ada sepasang sayap dipunggungnya, ada tulisan dibawahnya (Rest In Peace, always in my thought and in my pray) laki laki itu tersenyum sangat manis dilukisan itu.
Vindy berjalan mendekati lukisan itu dan memandanginya sebentar, dia mengelus tulisan
Jethro Oliver Phillip (JOP)
lalu dia pun memilih duduk didekat lukisan Jethro itu, dan memang itu adalah tempat duduk favorit Jethro kalau lagi nongkrong di Caffe itu
"Mau minum apa Vind?? kayak biasanya?"
tanya Jeffry dibalik meja bar nya
"iya bang , dua ya"
"Vind? lu pesen apaan? gue udah kenyang banget nih" tanya Kelly
"tenang aja, minuman khas disini, cobain dulu"
jelas Vindy
"temen lu? disamaain aja? nggak lu tanyain barangkali dia pengen minum yang lain nya"
"tenang aja bang, samain aja, dia losss nggak reweell kok" jawab Vindy
"oke siap, ditunggu kalau gitu"
Jeffry pun sibuk di mejanya membuatkan Vindy minuman khas Caffee itu.
Vindy pun terdiam mengamati lukisan itu, ada beberafa foto yang ikut dipajang disebelah kiri dan kanan nya, di foto itu juga ada dirinya dan Jethro yang sedang tertawa lepas, ada juga foto mereka bertiga yang berpose ala maffia melipat tangan seperti pistol, ada juga foto Jeffry dan Jethro berdua
yang sedang berangkulan.
vindy memegang foto foto yang penuh kenangan itu.
ingatanya kembali ke masa masa itu.
*****
Vindy 1 tahun lalu...
"Vind, kamu nggak laper?" tanya Jethro setelah berkeliling dengan Vindy di Mall Centro
"nggak Bang Jop, belum terlalu laper ini"
"serius? ini kita udah keliling keliling agak jauh loh, masak kamu nggak laper?"
"serius Bang Jop ntar kalau aku laper pasti bilang Bang Jop" jawab Vindy.
"ehm, gini aja deh, kan masih belum terlalu laper ya, ikut aku aja yuk? ke caffe tempat temenku, pas dah dengan perjalanan nya ke sana, pasti pas kamu laper" jawab Jop
"Oke dah Bang Jop, aku ngikut aja" jawab Vindy
"eh tapi kamu udah nggak nyarik apa apa lagi ini di mall ini?" tanya Jethro
"gak bang Jop, udah dapet semua, bang Jop ada yang mau dicari lagi?"
"nggak ada sih, udah yuk keparkiran kalau gitu" jawab Jethro.
Jetro memakirkan sepedah motornya, di depan Caffe milik Jeffry.
"Woi Jeth!! sama siapa lu? cie sama cewek, udah sembuh ya lu?"
"maksud lu bang??? enak aja gue 100% normal ya! udah deh gua pesen minuman yang biasanya 2 sama waffle blueberry 2" jawab Jethro
"Vindy kamu tak pilihin aku aja menu nya ya? ada yang super enak disini"
"iya Bang Jop, aku ngikut aja, btw tempat ini seru banget ya design nya, lukisan nya bagus bagus lagi"
__ADS_1
kata Vindy sambil mengamati Caffe itu.
"itu lukisan nya Bang Jeff sendiri loh, foto foto itu juga dia yang ambil semua, dia punya bakat seni Vind, makanya mukanya agak Abstrak!"
"kurang ajar lu Jop!! bilang muka gue abstrak, gini gini banyak yang minta gua melukis cinta dihatinya"
sahut Jeffry dari balik meja bar nya.
"banyak, itu cowok apa cewek??"
"waduh!!! pertanyaan lu jop cari masalah emang! cewek lah! kalau cowok gue ogaaahh!"
"lah siapa tau! kan emang lagi musim sekarang, hahahah siapa tau lu lagi ngikutin trend!"
balas Jethro.
tidak lama salah satu pegawei Jeffry datang membawa minuman yang sudah dipesan oleh Vindy dan Jethro.
"cobain Vindy salah satu minuman top disini karyanya cheff Jeffry" kata Jethro
Vindy mengamati minuman yang kelihatan sangat cantik itu warnanya, ungu dengan hiasan daun mint diatasnya.
"kamu kalau nggak salah kan sama kayak aku, nggak doyan minuman yang berasa susu dan creamy gitu, nih cobain semoga pas dilidah kamu" jawab Jethro.
"enak nih kayaknya Bang Jop" Vindy pun meraih minuman itu dan menyesap nya.
Jethro terus memandangi Vindy, menantikan reaksinya.
"enaaakkkkk, seger banget!" seru Vindy. Jethro langsung mengelus dadanya lega,
"syukuran deh kalau kamu suka"
"eh bentar dulu cobain Waffle blueberry nya, dashyat rasanya" kata Jethro sambil menoleh menunggu wafflenya disajikan.
tak lama waffle yang ditunggu pun sudah jadi dan disajikan di depan Vindy.
"wuih kok kayaknya enak banget ini!" seru Vindy saat melihat waffle disajikan di depan nya.
"yuk cobain, sirupnya juga khas dia bikin sendiri"
"nah kan! enak banget, cuma sangking aja pemiliknya agak abstrak, makanya gak terlalu rame Caffenya,
eh Bang Jeff lu ganti dong lukisan maffia di depan tuh! orang takut dikirain ini sarang mafia bukan Caffee!" teriak Jethro kepada Jeffry yang sedang asik bikin minuman di meja nya.
"Biarin napa Jop! itu hasil karya seni gua tau!!" balas Bang Jeffry.
"eh daripada lu ngributin karya seni gua! nih cobain kreasi minuman baru dari gua!"
"apaan nih bang?? warnanya bagus banget biru gitu"
Vindy memperhatikan minuman yang dibawa oleh Jeffry warnanya sangat menarik.
"minuman apaan ini bang?? bagus bener warnanya"
"namanya Butterfly almond milk tea, biar keren tak kasih nama blue moon, yuk cobain, kalian tadi bilangnya nggak doyan susu kan, cobain terus review masih berasa eneg nya susu nggak, terus cocok nggak kira kira dijual disini"
"Keren juga namanya" batin Vindy dalam hati, dan dia agak ragu ragu untuk mencoba minuman itu, soalnya dia melihat ada susu di bagian paling bawah.
pelan pelan Jethro dan Vindy mengaduk minuman itu, dan warnanya bercampur menjadi milky blue.
"unik banget minuman ini!" kata Jethro sambil mengaduk minuman itu lagi, dan langsung menyedot minuman itu dari sedotan nya.
"eh bentar kok bisa gini minuman ini!, asli enak banget! gak ada enegnya sama sekali! boleh jual ini lah jelas!" kata Jethro dengan sangat antusias.
"ini mah bukan eneg tapi enaakkkk!! seriusan uenak banget" kata Vindy sambil terus menyedot minuman itu.
"bahan nya dari apa ini bang? kok bisa enak banget gini?" tanya Vindy
" bahanya dari Butterfly pea, sama almond milk"
jawab bang Jeffry
"ha?? butterfly? kupu kupu?" tanya Vindy lagi.
"iya kupu kupu hidup yang warna biru diblender sama susu dan almond"
jelas Jeffry sambil mengamati reaksi mereka berdua.
__ADS_1
Vindy dan Jethro kaget dan langsung melepas minuman di depan nya.
"haahhhhhh!!!!! beneran ini kupu kupu hidup!, kok serem amat!" teriak Vindy
"whatt!! gilaa minuman apaan ini Bang Jeff!"
pekik Jethro
Jeffry tertawa terbahak bahak melihat reaksi dua orang di depan nya ini.
"ya bukan lah adek adek ku yang manis dan lucu! buttetfly pea itu namanya tanaman yang bikin warna nya biru itu, tuh yang aku bikin garnish diatasnya juga!"
jelas Jeffry.
"ya ampun bikin kaget aja bang" kata Vindy sambil mengelus ngelus dada nya.
"hahaha ekspresimu waktu kaget lucu juga ya Vind!" kata Jethro sambil mengamati muka Vindy
"ah sama muka Bang Jethro yang panik tadi juga lucu banget!" jawab Vindy yang malu dilihati oleh Jethro
"tapi siapa coba yang nggak kaget kalau misalkan ini beneran kupu kupu di blender?"
tanya Jethro
" iya ngeri juga kalau misalkan ini beneran kupu kupu" jawab Vindy
lalu mereka pun tertawa bersama.
CKrrrikkk... moment ini pun tidak dilewatkan oleh Jeffry dengan mengambil foto dua orang yang sedang tertawa lepas ini.
"lah kalau ambil foto bilang bilang dong! biar kita pose yang bagus!" protes Jethro
"oke dah sini yuk kita foto bareng bareng"
sahut Jeffru sambil menyerahkan kameranya ke salah satu pegaweinya.
dan mereka bertiga pun berpose di depan kamera dengan berbagai gaya.
jam sudah menunjukan pukul 21.00 malam, Jethro melirik ke arah jam ditangan nya.
"Vindy udah malem nggak taunya, yuk kita pulang, nanti aku dimarahin mama papa mu lagi kalau kemaleman"
"oh iya Bang, udah malem ternyata, boleh deh kita pulang" kata Vindy sambil mengemasi barang barangnya dimeja
"eh udah mau pulang? iya sih lu bawak anak orang! pulangin dulu sana gih! jangan ngebut ngebut juga bawa motornya!" sahut Jeffry.
"oke siap bang! pamit dulu ya! ntar kapan kapan mampir lagi" sahut Jethro
"oke ati ati!" teriak Jeffri..
"Bang Jeff saya pulang dulu ya! makasih buat minuman nya uenak banget! nanti tak rekomendasikan ke temen temenku!" pamit Vindy
"oke siap Vindy! ati ati dijalan, kalau Jethro ngebut pukul helemnya dari belakang ya!"
"oke siap bang!"
*******
"Marshya! dimana adekmu? kok jam segini belum pulang?" tanya Chintya sambil menoleh jam di dinding.
"Marshya nggak tau juga ma, tadi kata Bi Inna sih keluar dijemput temen nya"
jawab Marshya.
"keluyuran melulu anak itu! awas nanti kalau sampek rumah ya!"
Marshya pun pergi ke dapur mencari Bik Inna
"siapa tadi yang jemput Vindy, Bi? Kelly?"
"bukan non, tadi cowok yang jemput, bawak sepedah motor gede, Non Vindy rapi banget juga tadi pas mau keluar" jawab bik Inah
"hah dijemput cowok?" tanya Marshya heran sambil mengernyitkan dahi nya, soalnya jarang jarang adeknya keluar dengan teman nya cowok, kecuali rame rame dengan Kelly CS.
"Ma, kata Bik Innah, Vindy di jemput temenya cowok tadi, coba aku telpon dulu, dimana dia sekarang"
kata Marshya melapor ke mama nya.
"Hah! teman cowok? berdua aja?? ngapain aja sampek jam segini belum pulang! kamu telpon dan cari adek kamu!, sebelum dia bikin masalah lagi!"
"iya ma" jawab Marshya menuruti mamanya.
"Haduh!!! kemana lagi sih Vindy ini!! keluar sama siapa coba dia!!!"
__ADS_1
kata Marshya sambil terus mencoba menelepon Vindy tapi tidak ada jawaban.