
Bell pergantian pelajaran telah berbunyi.
Semenjak kedatangan Abriel di sekolah vindy kemaren, vindy menjadi agak badmood dan sering ngelamun.
"Vin? Vindy" panggil kelly, tapi vindy tetap diam tidak bergeming.
"Yaelah kumat lagi penyakit transportasi ke alam lainnya, pasti biarpun ada ed sheran di depan dia, dia nggak akan sadar" kata kelly.
Alvin dan marco pun segera mencari spidol, "kell kell spidol dong! Atau apa gitu yang yang tebel dan lengket buat nulis" kata marco
"Nggak bawak gue! Coba pinjem kezia tuh di meja sebelah" jawab kelly.
Mendengar namanya disebut dan medengar kata spidol kezia langsung menoleh ke arah marco dan bereaksi "nggak adaa!!!! Punya gue ilang dan yang terakhir pinjem itu elu! Dan lu masih berani mau minjem guee??!" Kata kezia sambil mendelik.
"Huakakakaa kapok lu dimarahin nyai! Iya bener kez! Pulpen gue satu pak abis kenak merekaa!" Timpal kelly sambil memukul bahu marco.
"Ih jahat banget sih nyai, baru juga spidol yang ilang, bukan hatinya yang ilang diambil gue, bingung lu entar kalau hatinya diambil gue!" kata marco sambil memasang wajah sok imutnya.
"iddiihhhhhh! Amiet amieet deh!" Teriak kezia.
"Udah deh pakek petasan kertas aja! Sini gue yang lipet!" Kata alvin
"Dilipet gimana?" Tanya kelly
__ADS_1
"Ahh mainan kita jaman sd dulu! Sini kertasnya. Eh jangan kertas itu ketebelan! Nggak bunyi malahan, nah iya yang itu aja" kata alvin sambil berusaha mencopot sampul buku tulis milik divo
"Eh ********!! Kok sampul buku gue yang lu sobek! Hehhh..." teriak divo yang mau mengambil bukunya kembali. Tetapi terlambat sampul bukunya sudah disobek oleh alvin
Dengan cepat alvin melipat lipat kertasnya, dia berjalan pelan pelan ke arah vindy, yang masih tidak bergeming diposisinya, segera dia melontarkan petasan kertas itu di telinga vindy dan sukses membuat kaget vindy.
"JDuaaaar!!!!!"
"Waaa!!!!" "Duokkk!" Vindy berteriak kaget dan kepalanya membentur ke tembok disebelahnya semuanya sontak tertawa terbahak bahak
"huakakakak!!!"
Vindy menunduk memegangi kepalanya dengan kesakitan, setelah sakit kepalanya hilang dan kesadaranya pulih, segera dia menoleh mencari tahu siapa yang membuat kepalanya kebentur tembok.
"Lu mau kemana! Diem ditempat! Awas lu ya!!" Vindy berlari melompati kursi di depanya hendak menangkap alvin.
"Hua minggir dulu lu kell, kalau kena lumayan ini minimal muka bengkak semingu!" Teriak alvin yang berusaha melewati kelly yang didepanya.
"Awas kell!!! Minggir dulu!!" Teriak vindy sambil meminggirkan badan kelly mengejar alvin keluar dari kelas.
"Draaap draaap sraaakk..CTUAAASSS!!" Itu suara terakhir yang terdengar.
Tak lama vindy kembali ke kelas disusul alvin, kini gantian alvin yang memegangi kepalanya.
__ADS_1
"Huakakakakka Diapain lu?"
"Di high five pas di wajah!"
"Ya ampun merah tuh satu muka! Huakakkkaa!" Teriak kelly sambil menunjuk muka alvin yang berbekas telapak tangan vindy.
" asli nggak adil ini, padahal tadi merencanakan bareng bareng, kok sekarang cuma gua yang dieksekusi?"
"Itu namanya nasib!" Teriak marco sambil mengelus muka alvin.
Vindy kembali ke tempat duduknya, dan kembali bersiap ke posisi awalnya.
"Bentar!, sebelum lu bertransportasi ke dunia lain lagi, gue mau nanyak lu lagi kepikiran apaan sih?!" Tanyak kelly.
Vindy menoleh ke arah kelly
"Gak lagi mikirin apa apa, cuma lagi kepikiran aja" kata vindy sambil melipat tanganya.
Kelly memasang muka datar dan mengernyitkan dahinya
"bentar bentar, nggak lagi mikirin apa apa, tapi cuma lagi kepikiran itu maksudnyaa gimanaaaaa?????!" Teriak kelly bingung
.
__ADS_1
"Aaahh udah ah kell.. gua juga bingung" vindy kembali ke posisi awalnya dan pikiranya terbang jauh ke awal dia masuk SMA tepat 1 tahun lalu