SALUTE!!! (THE CHOSEN SOLDIER)

SALUTE!!! (THE CHOSEN SOLDIER)
BAB 30


__ADS_3

"pesen yang paket apaan nih???" tanya Kelly


"tanya bu boss yang mau nraktir dong!" kata Vindy


Rhisya menarik nafas panjang dan memberikan buku menu pada salah satu pegawei disitu


"menu reguler 4 ya mbak, sama tambahin paket free flow minuman, ini soalnya saya bawaknya onta bukan manusia"


"kurang ajar lu! kita dibilang onta!" protes Meilinda


"oke mbak saya ulangi pesenanya tadi, paket Reguler 4 sama free flow minuman 4 ya, oh iya mbak nggak sekalian ambil paket dessert? kalau ambil paket dessett potongan 50% untuk semua transaksi"


"loh ya ambil dong kalau begitu!! yawlaaa rejeki anak soleeehhhh...dapet potongan! gak amblas banget banget isi dompet gua!" kata Rhisya mengucap syukur.


Mereka berempat pun beranjak dari tempat duduknya dan mulai mengambil makanan masing masing, karena Follow Your Tummy memiliki sistem all you can eat, terdiri berbagai macam pilihan makanan, mulai dari berbagai jenis Sup, daging pangganan, Roti, Pasta dan masakan khas Indonesia.


"kayaknya piringlu kurang gede deh...ambil yang gede dong! pinjem nampan nya mbaknya boleh tuh!" kata Rishya pada Meilinda.


"boleh ya pinjem? hahaha gue laper berat ni shyaaa!!! sumpah!" jawab Meilinda.


"makan nya pelan pelan non!! supaya bisa masuk banyak jangan langsung berjibun gitu!" jelas Kelly.


Kelly sendiri mengambil Pasta dan aneka jenis daging panggang, sementara Vindy masih asik memilih milih makanan nya.


"sesuai dugaan, daging sama roti rotian! favoritnya dia!" kata Kelly melihat makanan yang dibawa oleh Vindy.


"eh cobain Supnya juga! enak banget apalagi yang tom yum!" kata Rhisya.


"sabar biar habis dulu yang ini!"


mereka pun menikmati makanan masing masing, tak berapa lama Vindy kaget melihat sesosok orang yang baru masuk ke restoran itu, Abriel.


"iye gue lupa kalau dia terlibat Saint Albert Festival, eh tapi dia sama siapa tuh??" batin Vindy dalam Hati


"lah tu abriel bukan??, ngapain sama Guido??"


tanya Kelly


"nggak tau juga, mau makan kali" sahut Vindy sambil memakan Roti isi daging di depan nya.


"lah bukan nya tuh bocah ntar jam 8 ada pertandingan? dia dah masuk tim toh?? lah ini udah jam setengah 7" jawab Meilinda


"lah barangkali lagi penataran materi sama superstar dunia basket!" jawab Vindy asal.


"oh ya bener sudah, kok anak itu bisa jago maen basketnya lah dia dibawah bimbingan Gabriel Jansen gituloh!" sahut Meilinda


"NGGAKK LAIN!!" jawab Vindy dan Kelly bebarengan.


"wuish sampe barengan jawabnya, btw siapa sih tuh bocah? kalau abriel mah gue udah sering lihat dan satu kota juga tau kalau dia cinta mati sama Vindya Estefanya Gunawan, kalau yang di depanya ituloh! imut banget!! masih adek kelas juga ya? kenalin gua dong!!" kata Rhisya.


"lah baru tau gue tipe tipe lu yang imut imut gitu juga, mau dikenalin?" tanya Kelly.


"mauu dong!!!!!" teriak Rishya semangat.


"hahahaha ntar ya, gue kenalin pasti!" jawab Vindy


Vindy pun menghabiskan makanan di depanya dan bersiap mengambil piring ke dua, dia sudah mengincar berbagai macam pilihan sosis bakar dan bakso. Abriel yang melihat Vindy reflek langsung berdiri dan mengikuti.


"Vindy!! kamu kesini juga? sama siapa aja?" tanya Abriel.


Vindy menoleh Abriel dengan malas,


"nggak usah pura pura begitu, gue tau lu dari tadi udah ngeliatin gue sama temen - temen, akting yang bagusan dikit!" kata Vindy sambil memilih sosis dan bakso ikan dengan saus pedas.


"hah?? oh udah ketahuan ya, aku tadi bareng guido, terus aku lihat kamu disini juga" kata Abriel sambil mengambil sate udang dan meletakan nya ke piring Vindy, Vindy pun mengembalikan nya ke piring Abriel.


"gua nggak doyan!"

__ADS_1


"loh kenapa enak loh!"


"ya lu makan sendiri sana, oh iya tuh Guido masih sodara sama lu?" tanya Vindy


"Guido? kamu kenal sama dia? oh iya sih adek kelas ya, ah dia dulu satu smp sama aku, makanya kenal sering maen basket bareng juga" jelas Abriel, yang masih mengikuti Vindy


Vindy pun mengambil sup Tom yum yang tadi direkomendasikan oleh Rishya.


"eh cobain sup satunya aja Vind lebih enak!" kata Abriel sambil mencegah Vindy mengambil sup tom yum, Vindy pun lama lama geram dengan Abriel


"bisa nggak lu duduk aja kembali ketempatlu atau nggak agak menjauh dari gua! gua mau makan apa terserah gua! gue bukan anak kecil yang perlu lu aturin mau makan apa!" kata Vindy sambil menatap tajam ke Abriel


"eh maaf maaf Vindy, aku cuma nyaranin yang menurut aku enak, barangkali kamu doyan juga" jawab Abriel sambil mengikuti Vindy lagi


Vindy pun kembali ketempatnya, Abriel masih mengikuti dia dibelakangnya.


"Vindy! tak ambilin es krim tadi, cobain enak banget juga" kata Abriel sambil menyodorkan eskrim ke Vindy, Vindy menatap abriel dengan sangat geram kali ini.


"ehh sini deh kalau Vindy nggak mau, kebetulan gua mau es, males jalan"


kata Kelly sambil meraih es dari tangan Abriel dan langsung memakan nya, Vindy dan Rhisya tersenyum melihat ulah Kelly.


"loh kok elu yang makan kan gue ngambilin Vindy!" protes Abriel.


"lah kan jelas jelas Vindy nggak mau, daripada mubazir!!" jawab Kelly, dan kini es krim itu ditangan Rhisya.


"Eh Guido!! kamu nggak siap siap mau tanding bentar lagi? awas telat loh! habis kamu kenak Pak Lukas ntar!" teriak Kelly kepada Guido di meja seberang.


"Kell Kell suruh sini dong!! gue mau lihat dari dekat!" bisik Rhisya.


"ganjen!!!" bentak meilinda disebelah Rhisya.


Guido yang dipanggil pun mendekat ke meja mereka.


"oh iya kak, ini bentar lagi mau langsung ke Saint Albert, tadi nemenin Kak Abel dulu sambil nungguin dia makan"


"eh sekalian, ini ada tante satu minta kenalan!" kata Vindy.


Rhisya langsung memukul Vindy malu dan gelagapan


"ehh!, iya kenalin Rhisya!"


"sekalian minta nomer hp, contact sosmednya juga!" kata Kelly.


"apaan sih lu Kell!! jangan didengerin ya! dia agak gila!" jelas Rhisya kepada Kelly.


Guido hanya tersenyum melihat ulah Kelly dan Rhisya tetapi matanya terus memperhatikan ke arah Vindy.


Meilinda menyadari hal itu


"eh awas lu ngeliatin Kak Vindy melulu, dilibas sama orang sebelah lu, berangkat tadi bareng bareng pulang bisa dipenggal dijalan lu!"


"hah?? kamu ngeliatin Vindy emang???" tanya Abriel


"hah? nggak kak! aku cuma merhatiin minuman itu enak banget kayaknya" kata Guido yang sangat jelas ketahuan bohongnya.


"lu bohongin siapa anak muda! kelihatan banget bohongnya!" kata Meilinda.


Wajah Abriel pun berubah serius dan memandangi Guido


"lah sumpah aq nggak ngeliatin kak Vindy, aq takut juga sama kak Abel!" jelas Guido gelagapan


"udah Mel! ntar dihajar lagi sama si Abriel nih anak! kayak kagak tau dia semi psikopat aja lu!" jelas Kelly


Vindy yang membaca situasi langsung menunjuk Abriel


"lu jangan kumat penyakit psikopatlu ya!!! perkara yang kemaren aja gue masih jengkel! gue peringatin awas aja sampek ada rumor aneh aneh lagi! eh Guido! gua nggak ada apa apa sama Abriel ya! jangan percaya kalau dia bilang aneh aneh!"

__ADS_1


kata Vindy dengan nada yang sangat dingin.


"hah iya kak!" jawab Guido.


"udah sana kamu balik ke Saint Albert udah jam 7 lewat, minimal setengah jam sebelum tanding kamu harus disana!" jelas Vindy.


"iya kak" sahut Guido dan kembali ke mejanya


"Do! kamu balik dulu aja, ntar aku nyusul aku masih mau makan" kata Abriel


"iya Kak Abel!" jawab Guido


Abriel masih berdiri di dekat Meja mereka ber 4 dan Vindy merasa tidak nyamam dengan keberadaan Abriel disitu


"lu bisa kembali tempatlu nggak? gue nggak nyaman liat lu!" kata Vindy


"boleh nggak aku gabung disini?" tanya Abriel


"NGGAK!" jawab Vindy dengan cepat.


"lah gue kesepian disana sendirian, Guido udah Balik!" jelas Abriel


"lu sumpah gabung disini gue yang balik! lu ngurangin nafsu makan gue sumpah!!!" kata Vindy menaikan suaranya.


"oh oke dah kalau begitu Vind!" kata Abriel pasrah dan kembali ketempat duduknya.


"galak banget neng!" sahut Rhisya


"sumpah enek gue lama lama!" jawab Vindy


"namanya juga penggemar kelas extreme, hahahah" ledek Kelly


"lu awas ye! lu juga punya satu, minta tolong jangan dilupakan! sangking aja belum giliran dia muncul" kata Vindy sambil menunjuk Kelly


"siapa Vindy?? Adrian??" hahahahaha!" tanya Meilinda


"iya si ANSOS!" Jawab Vindy


"siapa lagi tuh?? ganteng nggak?" tanya Rhisya


"ganteng somplak tapi, 11/12 sama somplak yang barusan dibentak Vindy!" jelas Meilinda


"lah Saint Albert ini ternyata anaknya ganteng - ganteng tapi somplak semua begitu ya??" Kata Rhisya


"ya begitulaahhh" Jawab Meilinda, Vindy dan Kelly serempak.


"ya udah habis makan kemana nih?? mau lihat anak cowok tanding nggak??" tanya Meilinda


"boleh, gua males dirumah!" jawab Vindy


"sama, oma sama adek gue juga lagi keluar agak malem paling pulangnya, males gue sendirian dirumah!" kata Kelly


"ya udah balek lagi ke Saint Albert aja kalau begitu! gue juga penasaran ama anak imut itu sehebat apa dia maen nya" jelas Rhisya.


"hahaha awas naksir lu" ledek Vindy


"semoga aja dia nggak somplak kayak yang lainya!"


kata Rhisya.


Rhisya pun berjalan ke kasir untuk membayar, sesuai dengan janjinya, mentraktir.


"makasih ya Rhisya yang cantik!!!" teriak Vindy, Kelly dan Meilinda Serempak ketika Rhisya kembali ke meja.


"hadehh!! sok imut semua yuk cabut!!!!"


mereka pun kembali ke Saint Albert untuk melihat pertandingan tim pria.

__ADS_1


__ADS_2