
kelly 6 years ago
"Kamu memang perempuan laknat!!!!" Teriak Harris, sambil menendang Shanty, Shanty pun berdiri dan balas memukul harris
pernikahan Haris dan Shanty memang kurang harmonis semenjak haris berkenalan dengan wanita lain yang sekarang jadi istrinya Kristine.
Shanty yang stress jadi sering mabuk mabukan dan marah marah dirumah, Kelly dan Marvin selalu jadi sasaran kemarahanya apabila mabuk, harris yang jarang dirumah tidak mengetahui hal itu.
pada hari itu Shanty pulang dalam keadaan mabuk dan mengamuk, dia memukul Kelly dan Marvin karena melihat mainan mereka berantakan, Marvin yang menangis ketakutan menumpahkan susu ditanganya, Shanty semakin mengamuk menjadi jadi, dia hendak memukul Marvin dengan sapu,
Kelly pun segera lari melindungi Marvin, dan
braat..
sabetan sapu tepat mengenai punggung dan tangan Kelly, Kelly pun menjerit kesakitan.
harris yang baru pulang dari kantor kaget mendengar suara jeritan Kelly dan langsung berlari membuka pintu rumahnya, dia kaget melihat Kelly memeluk erat Marvin dan shanty berdiri didepan mereka dengan membawa gagang sapu.
Harris menarik Shanty menjauhkanya dari kelly dan marvin sekilas dia melihat luka luka lebam diwajah Kelly dan Marvin
"Apaa yang kamu lakukan??!!! Dasar perempuan kurang ajar!!! PEREMPUAN GILA!!!" Harris dengan kuat menendangnya hingga Shanty jatuh terjungkal
"Maamaaaaa!!" Teriak Marvin.
"Kelly bawa Marvin ke kamar cepat!!" Teriak Harris
Kelly dan Marvin tetap diam berpelukan disana mereka terlalu kaget dengan apa yang dilihatnya.
"Kamu wanita gilaa!!! Bisa bisanya kamu pukul anak anaku!"
Bruak, Harris membanting Shanty kelantai lagi, Harris segera berlari ke anak anaknya, dia kaget melihat tangan, muka dan punggung Kelly yang penuh lebam begitu pula Marvin, Harris memegang muka Kelly, dia menangis melihat muka Kellly yang juga membiru bekas pukulan Shanty
"Ya ampun Shanty!! Kamu apakan anak anaku??" Dia pun berdiri dan berusaha memukul Shanty lagi, Shanty berdiri dan balas memukul Harris
"Semua ini gara gara kamu!! Dan wanita ****** itu!!"
Marvin dan Kelly menangis dan berteriak sejadi jadinya "Mama!! Papaaa!!!" Teriak Kelly.
Tak lama terdengar suara pintu digedor, banyak tetangga berkerumun di depan rumah mereka,
"Pak Harris, bu Shanty! Buka pintunya pak!"
__ADS_1
Tidak ada jawaban, namun masih terdengar suara ribut dan tangisan didalam.
Akhirnya para tetangga mendobrak pintu rumah itu, mereka masuk dan melerai Harris dan Shanty.
mereka terkejut melihat Kelly dan Marvin yang menangis dan berpelukan. Dengan segera para tetangga menggedong Kelly dan Marvin dan membawanya ke teras depan.
mereka terkaget melihat bekas bekas luka dibadan mereka dan bahkan ada yang sampai menangis melihat luka luka Kelly dan Marvin, para ibu - ibu langsung membawa mereka dan mengobati luka lukanya,
"Nggak bisa ini kayaknya perlu ke rumah sakit untuk mengobati mereka, dalam soalnya luka nya." kata salah satu ibu ibu yang ada disana
Pak Dharma selaku ketua RT pun memutuskan untuk membawa Harris dan Shanty ke kantor polisi.
Setelah peristiwa itu, Harris dan Shanty memutuskan untuk bercerai, dan Marissa datang untuk membawa kelly dan marvin.
braatss....
Kelly diam membeku dan menggeleng"kan kepalanya, dia bergidik mengingat kejadian itu
"Oh iya papa kamu juga telpon katanya kamu diajak liburan bareng sama Tante Kristin, sama uang bulananmu sudah ditransfer, dia minta dikabari kalau sudah masuk ke rekeningmu katanya" kata oma sambil mengelus ngelus rambut Kelly.
Suara oma tadi membuyarkan lamunan kelly
"Oh iya nanti Kelly kabarin papa" jawab Kelly lagi
"Iya oma nanti Kelly angkat Marvin, ati ati dijalan ya!" Jawab kelly.
Kelly hanya terdiam mendengar perkataan oma, banyak pikiran masih berkecamuk di kepalanya dan dia masih memiliki trauma hebat dengan mamanya.
Kelly memang memblokir semua nomor mamanya dan dia masih sangat membenci mamanya dan belum bisa memaafkanya, baru baru ini Shanty datang ke sekolah Kelly dan berusaha menemuinya, Kelly yang melihat Shanty datang langsung marah dan tidak bisa mengontrol emosinya
"Mau apalagi loe kesini!! Mau bikin malu gue??" Teriak kelly, Vindy yang berada di dekat Kelly berusaha menenangkanya
"sabar Kell sabar!" kata Vindy sambil menarik tangan Kelly
"Kelly mama kesini cuma mau minta maaf nak, mama kepingin ketemu kamu dan Marvin" kata mama kelly sambil berusaha memegang tangan Kelly.
Dengan cepat kelly mengibaskan tangan Shanty
"mau ngapain?? Mau pukulin gue sama Marvin lagi!! Kurang bekas luka yang lu buat di badan gue!! Kurang besar luka dileher ini!! Kurang besar bekas luka di badan marvin? Atau kurang panjang luka ditangan gue ini? lu mau tambahin?!"
Jerit Kelly dengan suara bergetar sambil membuka kerah bajunya dan menunjukan bekas luka di tanganya, kepada ibunya itu.
__ADS_1
vindy yang melihat bekas bekas luka itu pun ikut tercekat dan menahan tangis karena dia tahu pasti berat bagi sahabatnya itu
"Maafin mama Kelly, mama minta maaf!" Tangis Shanty.
"Pergii lu sekarang! pergi!!! Nggak ada tempat lagi buat lu bagi gue dan marvin! Jangan pernah temuin kita lagi!!, dan kalau lu mau tau! Marvin masih takut dan trauma setiap kali dia denger nama loe atau lihat foto lu! Puas lu? Seneng lu liat adek gue kayak orang gila gara gara lu?" Teriak kelly lagi
Shanty menangis dengan tersedu sedu "maafin mama sayang, maafin mama!"
"Pergi dari sini jangan pernah temui gue dan Marvin lagi! Bagi gue lu itu sudah mati!, pergi sekarang atau gue lapor polisi, sekalian biar orang gila kayak lu ditangkap!!!" Teriak kelly.
Sebenarnya setelah kejadian itu polisi menetapkan shanty bersalah atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga, akan tetapi Shanty juga mengakatakan akan menuntut Harris dengan tuduhan yang sama atas kekerasan yang dia lakukan pada hari itu, akhirnya kedua kasus itu ditutup atas permintaa Oma kelly dan mereka melakukan perjanjian diatas materai bahwa Shanty dilarang mendekati anak anaknya tanpa seijin dari Oma kelly dan marvin dan sepakat hak asuh Marvin dan Kelly diambil alih oleh sang oma.
"Maafin mama ya sayang, kalau memang kamu nggak mau ketemu mama lagi mama bisa ngerti, semua memang salah mama," kata Shanty sambil terisak, Kelly tetap memandangi ibunya itu dengan penuh emosi.
"tapi kalau kamu mau ketemu sama mama, mama janji mau berubah!, kamu bisa telpon mama nak, nomer mama nggak pernah ganti!" Kata shanty.
"sekarang lu masih sadar makanya nyari gua dan Marvin lagi, nanti kumat mabok lu! kumat juga penyakit gila lu pasti!! kumat juga penyakit lu pukulin orang! udah ke psikiater belum lu!?"
"Mama udah berubah sayang, mama sudah nggak minum alkohol lagi, boleh ya mama ketemu Marvin dan kamu lagi, mama mau menebus semua kesalahan mama"
"Heh!! inget inget baek baek ya!! Nggak bakalan gue dan Marvin cari elu! dan sekarang Lu catet baek baek ya! Bagi gue dan marvin lu itu nggak lebih dari penjahat yang pernah siksa gue dan marvin! Bagi gue yang namanya ibu!mama! Atau apapun itu sudah mati!!! Nggak ada lagi dalam kamus hidup gue!,jangan mentang mentang sekarang lu sudah kaya, terus mau sok nunjukin kalau lu peduli sama gue dan marvin!!! dan mau menebus kesalahan lu bilang! sampai mati pun gue dan Marvin gak bakal maafin elu!!! sekarang pergi lu! Cepet! yang jauh!!!! Dan jangan lu berani berani datang cari marvin juga!.. PERGIII!!!!!" Jerit Kelly.
Shanty berusaha menggenggam tangan Kelly,
Kelly langsung menepisnya.
"MAU APA LO!!!! JANGAN PERNAH SENTUH BADAN GUA LAGI!!!! LUKA LUKA INI SEMUA LO YANG BIKIN!!!! SAMPEK SEKARANG GUA TAKUT BERSENTUHAN DENGAN ORANG LAIN!! ITU GARA GARA ELO!!! IBU GILAAAAAA!!! PUAS LU SEKARANG!?!! PERGIII LO!! PERGII!!!!!"
Jerit kelly dengan sangat keras dan penuh emosi.
Shanty terdiam dan terkaget dalam isak tangisnya, dilihatnya kelly menatapnya penuh emosi dan membuang muka padanya.
"iya nak, kalau kamu memang nggak mau lihat mama lagi, mama pergi dari sini, sekali lagi maaf ya nak" kata Shanty sambil menangis dan akhirnya dia pergi dari situ.
Setelah shanty pergi, Kelly masih berdiri terdiam disitu, lalu dia duduk bersimpuh dan menangis sejadi jadinya, Vindy yang ada disampingnya pun ikut menangis dan memeluk Kelly, tubuh Kelly mendadak kaku seperti biasanya namun kali ini badanya begitu tegang, dia berusaha menepis tangan vindy, tapi Vindy berusaha tetap memeluknya dengan perlahan
"sabar ya kell! Sabar.." Kata Vindy pelan ditelinganya. Kelly pun perlahan mulai meregangkan badanya dan menangis dipelukan Vindy,
"this too will pass kelly... i know you are strong!"
Kasih Like dan Vote, kalau kalian suka sama ceritanya ya..😊
__ADS_1
salam dua jempol dalam satu cerita...