SALUTE!!! (THE CHOSEN SOLDIER)

SALUTE!!! (THE CHOSEN SOLDIER)
BAB 14


__ADS_3

"Vind yang ini bagus nggak?" Tanya jethro sambil menunjukan headband warna biru putih ditanganya.


"Bagus kok bang, agak ngejreng sih emang. Tapi kalau pake seragam yang putih itu bagus" jawab vindy


"Masak? Aku bingung ini mau ambil yang abu abu itu atau yang ini" kata Jethro sambil mengeryitkan dahinya.


"Nah aku juga bingung bang, yang abu abu keren sih, eh bang itu yang ijo gelap juga bagus" jawab vindy sambil mengambil headband yang dipajangan.


"Nah tambah bingung deh mau milih yang mana, eh yang abu abu aku punya sih, ada dilemari. Yah udah ambil yang ijo aja deh" jawab jethro


"Lagi ada promo mas, beli dua gratis satu" sahut pegawei toko


"Lah kok baru bilang mbak, ya udah saya ambil 3, biru putih, abu abu, sama ijo" kata jethro sambil memberikan headband pilihanya ke pegawei toko tadi.


"Beli semua dah akhirnya? Hahaha" tawa vindy melihat jethro.


"Iya deh sekalian yang banyak, cepet soalnya melar dan bau asem" jawab jethro


"Lah emang nggak dicuci?" Tanya vindy


"Dicuci cuma kadang lupa aja" jawab jethro sambil menggaruk kepalanya


"Eh kamu nggak beli apa apa vind? Tadi kayaknya lagi liat liat handband ya?" Tanya jethro


"Oh iya tadi habis liat liat lagi, coba sini bang, yang bagus yang mana ya?"


Tanya vindy


Jethro diam memperhatikan, lalu mengambil 3 buah handband, putih biru, abu abu dan hijau tua. Senada dengan headband pilihanya tadi


"Lah banyak banget bang"


Tanya vindy heran.


"Udah warna ini aja, biar senada sama headbandku tadi" jawab jethro.


Vindy kaget dan terdiam mukanya agak bersemu "jadi bang jethro ngajakin kembaran nih" katanya dalam hati.


"Udah yuk ke kasir" ajak jethro sampai di depan kasir vindy menguarkan dompetnya hendak membayar handbandnya tapi ditahan oleh jethro.


"Udah nggak usah vind, anggep aja hadiah dari gua, karena lu udah nemenin gua hari ini" kata jethro


"Lah jangan bang, ini banyak sungkan aq" jawab vindy


"Ah sungkan apaan, anggep aja ini kenang kenangan dari aku"


Kata jethro sambil tersenyum manis.


****

__ADS_1


Blatssssssss.. lamunan vindy buyar seketika, sebuah kertas terlempar didepanya


"Apaan sih?" Kata vindy sambil mengernyitkam dahinya


"Bukan apaan vin, Mister X dah masuk kelas tuh.. "


"Yawlaah.. lupa gue kalau hari ini ada pelajaranya diaa... guru favorit" kata vindy lagi


"Udah vind jangan lu godain terus kemaren aja hampir pingsan dia kenak elu" jawab Kelly.


"Lah kok gua? Perasaan kita kemaren kerja sama tim deh, kok jadi cuma gue yang harus bertanggung jawab"


Jawab vindy tidak terima disalahkan sendirian atas pingsan nya pak Eko kemaren dikelas.


Pak Eko adalah guru mata pelajaran ekonomi dikelas Vindy, XI S2 minggu lalu dia hampir pingsan gara gara ulah vindy dan kawan kawan yang diberi materi tugas presentasi.


"alvin mau tanya apa?" Tanya Pak Eko. Vindy pun memberikan tanda kedipan mata untuk Alvin yang artinya permainan dimulai.


"Pak saya mau nanyak yang materi di depan itu, yang slide ke 3 tuh, yang ada pernyataan, Hukum permintaan, bisa diklik mungkin" kata alvin.


Vindy pun maju kedepan laptopnya dan berusaha membuka slide ke 3


"Pak, ini kok nggak bisa di klik ya, bisa tolong bantu saya pak?" Pinta Vindy.


Dengan segera Pak Eko mendekat ke laptop Vindy "loh iya ya, sini sini coba" Pak eko mulai mengklik klik layar laptop vindy dan mendekatkan wajahnya tiba tibaaa


"Huaaaaaaa!!!!!!!!!!!!" Pak Eko berteriak kaget tiba tiba ada gambar pocong di layar laptop vindy disertai dengan suara tawa kuntilanak.


Melihat gurunya pingsan Vindy kaget setengah mati "loh lohhh pak.. kok pingsan beneran, pak pakk! Vo!! Bantuin gue! Pingsan beneran nih bapaklu!" Kata vindy sambil berusaha mengangkat Pak Eko dan membawanya ke UKS,


alhasil Vindy dan kawan kawan dihukum poin minus dan diwajibkan bersih bersih diruangan tatibsi hari itu.


"Woala Vindy! Mbok ya jangan kelewatan toh naaakkkk.. udah tau pak eko ini kagetan kok yo masih digodain aja!" Kata bu Sisca sambil mencubit hidung vindy.


"Loh saya juga nggak tau buk, kemaren laptopnya dibuat maen adeknya Kelly" jawab Vindy.


Kelly langsung mendelik "lah kok jadi marvin!" Bisiknya


"udah diem dulu biar aman, ini lumayan poin minusnya!" Bisik vindy


**


"Selamat siang anak anaku sekalian"


"Selamat siang pak!!" Sahut anak anak sekelas "hari ini yang presentasi Timnya siapa?"


"Saya pak!!" Teriak Vindy


"Ah!!! Kamu udah kemaren!! Jangan tipu saya!, gara gara kamu saya sampek kaget kagetan sendiri kalau mau ke kamar mandi" sahut Pak Eko

__ADS_1


"Loh kan saya nggak sengaja pak, saya juga nggak tau kenapa bisa kebuka file itu" jawab vindy sambil pura pura memelas


"Paakk ekooo, kalau takut ke kamar mandi sendirian mau saya temeninn pak?" Sahut Theo yang memang agak melambai dikelas dengan suara kemayu dan sok imutnya. Sontak seisi kelas langsung tertawa terbahak bahak.


"Ahh sudah sudah! Ayo yang presentasi cepetan maju!" Kata pak Eko sedikit kesal. Timnya Kezia pun maju kedepan dan presentasi dimulai.


*


"Elu nglamunin apaan sih vin? Hmm.. gua nggak maksa lu jawab sih.. cuma kayaknya gue tau deh lu nglamunin apaan daritadi" kata kelly sambil sedikit menyenggol lengan vindy


"Hmmm.. entah gimana ya kel..bingung gue jelasinnya.. ada kenangan- kenangan yang emang sih manis, cuma agak berasa sedih kalau diingat ingat terus.. dan gua nggak bisa mencegah ketika kenangan itu tiba tiba muncul, susah gua jelasin nya" jawab vindy sambil mencorat coret kertas didepanya


"Hmmmm.. gantian gue yang narik napas panjang, emang sih mustahil kalau lu bisa lupain juga, yah begitulah adanya kenangan vind, kadang ada yang lu inget banget, ada yang samar samar, ada yang lu bisa coba lupain.. ada yang gak bisa lu lupain..


Like the old saying vindy...


Time passes, feeling change, memory may fade, but heart will never forget"


Jawab kelly,


sambil menatap ke papan tulis karena Pak Eko sudah memperhatikan mereka, karena daritadi dia dan vindy tidak memperhatikan presentasi teman temanya di depan dan asyik ngobrol sendiri ber dua.


"Hmmm yah that's right kell cuma gimana ya.., i knew that looking back on the tears would make laugh but i never knew that looking back on the laughs would bring tears.. manis emang kenangan nya, cuma jadi sedih banget, dulu pemilik kenangan ada dua, sekarang pemiliknya yang satu udah pergi, jadi cuma gua sendirian yang ingat semua kenangan itu sekarang" jawab Vindy sambil menghela napas panjang


dan tanganya masih mencorat coret kertas di depanya sampai hampir penuh dengan Gambar coretan Vindy, mulai gambar angin topan, shincan doraemon lengkap dikertas itu.


"Ya don't be sad because it's over, smile because it happened, yah setidaknya lu dulu pernah ketawa dan senyum gara gara dia" jawab Kelly


"Eh bentar dulu vin! Itu kertas yang lu corat coret kertas apaan ya?" Tanya Kelly yang matanya mulai mendelik mengenali kertas itu.


"Yawlaaa vindy!!! Ini kertas daftar anggota tim karate baru yang harus gua laporin ke Pak bayu!! Yaelah pakek bolpen lagi!! Vind seriusan gue nggak punya data backup nya dan gue nggak apal nama namanya!!" Teriak Kellly sambil menjitak kepala Vindy dengan keras dia segera mengambil kertas penuh coretan itu.


"Aduhhh!!" Teriak vindy setelah dijitak kepalanya oleh Kelly


"Maaf kell!, kan gua juga nggak sengajaaa" vindy membela diri sambil mengelus ngelus kepalanya.


"nggak sengaja gimana! yawla sampek item banget begini kertasnya! gue tau lu bakat gambar emang! cuma jangan dikertas ini kenapa!! habis gue kenak Pak Bayu ini" jawab Kelly


Pak Eko yang sedari tadi mendengar suara ribut dari meja belakang langsung menegur mereka


"VINDY!! KELLY!!! JANGAN RIBUT TEMANMU MASIH PRESENTASI INI! TAK KURANGIN LOH NILAI PRESENTASI KALIAN" Kata pak Eko.


"Iya maaf pak!" Sahut vindy dan kelly bebarengan


"kalau masih ribut saya suruh kalian ke ruangan tatibsi!"


"Iya iya pak.. kami mohon maaf" kata vindy lagi.


"Lu sih!! Aduhhhh mana sampek nggak keliatan lagi nama namanya! Ayo lu tanggung jawab! Temenin gua keliling ke adek- adek kelas 1 yang kemaren daftar siapa aja" kata Kelly sambil berusaha menulis ulang nama nama yang bisa dibacanya.

__ADS_1


"Iya iya tenang aja ntar gue temenin!" Sahut Vindy sambil terus mengelus-elus kepalanya yang tadi dijitak Kelly.


*******


__ADS_2