SALUTE!!! (THE CHOSEN SOLDIER)

SALUTE!!! (THE CHOSEN SOLDIER)
BAB 27


__ADS_3

Masih dalam ingatan Vindy 1 tahun lalu


Vindy dan Jethro sampai di depan rumah Vindy,


Jethro menyerahkan barang belanjaan Vindy.


"jangan lupa besok dipakai Handband nya ya"


kata Jethro sambil tersenyum sangat manis di depan Vindy.


"hah? oh oke oke bang" sahut Vindy gugup


"udah masuk dulu sana gih, udah malem, aku pulang dulu ya" kata Jethro menyuruh Vindy masuk.


"oke Bang Jop hati hati dijalan"


***


Marshya mengintip dan memperhatikan Vindy dari jendela rumahnya


"Hahh!! sama Jethro?? serius??"


Vindy pun mengambil kunci rumahnya dan bersiap masuk ke rumahnya.


"VINDY!!! darimana aja kamu!!! kok nggak ngabarin di WA sama di telpon juga nggak diangkat!" teriak Chintya begitu Vindy memasuki rumah.


"apaan sih ribut bener! habis dari jalan jalan!"


sahut Vindy sambil melewati mamanya dan tidak menggubrisnya.


"Vindy! Jawab mama dulu, kamu dari mana, hah? keluyuran kemana aja? mama dengar kamu keluar sama cowok? udah mulai berani pacaran sekarang kamu?"


kata chintya yang masih mengomel karena tidak digubris sama Vindy.


"haduh apa lagi sih! aku keluar pergi belanja sama temenku! ngapain sih heboh amat! belum juga tengah malem dan tumben tumbenan juga ngurusin aku,biasanya juga nggak pernah dirumah dan nggak peduli, urusin bisnis mama aja sana deh! lebih berfaedah!"


sahut Vindy


"VINDY!!! INI SUDAH JAM 10 LEWAT! Siapa tadi cowok yang anter kamu?" teriak Chintya lagi


"Marshya kamu kenal cowok yang anter Vindy tadi? siapa dia??"


Marshya langsung menoleh pada Vindy yang melotot kepada mamanya.


"Jethro namanya ma, satu angkatan sama Marshya cuma beda kelas"


"anaknya siapa dia? papanya punya usaha apa? kok cuma bawak motor anaknya"


sahut Chintya lagi, masih tetap dengan posisinya bercakak pinggang


"kalian ini cocoknya sana kerja di bagian dukcapil urus kependudukan sana atau nggak ikut dikantor bpjs, biar pas dapat informasinya mendetail semua! biar nggak nanggung nanggung!, lagian apa urusan nya mau keluarganya buka usaha apa, mau diprospek? suruh tanam modal?!"


"VINDY!! MAMA INI KAHWATIR sama kamu! biar kamu ini nggak pacaran sama laki laki sembarangan!"


"lah percuma aku jelasin panjang lebar juga kalian gak bakal dengerin aku!, sana dengerin kata katanya Marshya aja! kalau dia kan mau bilang apa aja pasti mama percaya. dan dari tadi kan kalian yang berasumsi sendiri! aku gak bilang kalau dia pacarku kok! udah aku mau tidur! kalau masih mau nggosip atau gibah silahkan lanjut berdua aja!"


kata Vindy dengan nada khas dingin nya. lalu dia berjalan masuk ke kamarnya,


Vindy menoleh ke arah Marshya sejenak


"eh kesempatan! keluarin bahan gibah lu semua tuh! enakin dah kalau cerita, kapan lagi ada kesempatan emas lu!" kata Vindy sambil.menyeringai ke arah Marshya.


"apa sih maksudmu Vindy!! aku kan emang kahwatir karena dah malem dan kamu belum pulang pulang!"


teriak Marshya


"bodoh amat! atur terserah kalian sudah! gua ngantuk!"


"VINDY!!! MAMA BELUM SELESAI NGOMONG! mama hukum kamu nggak boleh keluar rumah kecuali sekolah nanti ya!" teriak Chintya


"hadehhh!!!! wong dirumah aja jarang jarang sok mau ngehukum!? toh aku pulang atau nggak juga gak bakalan tahu! ini pas lagi dirumah aja! rempong makanya!" Gumam Vindy dikamarnya.


Vindy pun mengeluarkan Hpnya dari kantong dan memasang headset nya, karena didepan Chintya masih mengomel, dilihatnya ada pesan masuk dari Jethro.


BANG JOP🏀🧸


"Vindy aku sudah sampek rumah ya, makasih ya udah mau nemenin aku! 😊"


Vindy


"sama sama Bang Jop, makasih juga udah diajakin jalan jalan dan ditraktir di Caffenya Bang Jeff... makanan nya enak lagi.😊


Vindy tersenyum senyum sendiri memandangi hp nya. tidak memperdulikan mamanya yang masih mengomel didepan pintu kamarnya.


************


Lamunan Vindy tentang satu tahun lalu buyar setelah salah satu pegawei Jeffry mengantarkan Pesanan Vindy


"Dua Blue Butterfly Almond milk ya kak"


"iya makasih ya mbak" sahut Vindy


Kelly terdiam mengamati minuman biru di depan nya,


dan terkagum dengan penampilan minuman itu.


"tumben tumbenan lu pesen minuman susu gini? gak salah pesen lu?"


sahut Kelly


"jangan cerewet cobain dulu" kata Vindy sambil mengaduk ngaduk minuman nya.

__ADS_1


"Bentar! gue foto dulu masukin IG cantik gini minuman nya, sayang dong kalau gak difoto dulu!"


Kata Kelly sambil mengambil hpnya.


"terserah elu dah! aturrr!"


"eh kalau ambil foto fokusnya jangan terlalu deket, agak mundurin dikit hp nya" kata Jeff yang tiba tiba muncul dibelakang Kelly.


"Eh kaget aku bang! oh iya iya bang dimundurin dikit gini ya?" tanya Kelly


"iya bener, cekrek dah!, okeh cakeeppp" Kata Jeffry sambil memandu Kellly.


"okeh dah udah dapet foto cantik nya, sekarang dicobain dong minuman nya"


"oke bang siap!" Kata Kelly sambil mengaduk minuman nya, dan mencicipi nya


"gilaa!! uenak ini bang! mantep banget pantesan nih bocah bisa doyan!" Kata Kelly sambil menoleh ke Vindy.


"enak kan!? hahhaha" jawab Vindy.


"eh btw aku belum kenal sama temenmu ini Vind nggak pernah kamu ajak kesini ya?" tanya Jeffry


"eh iya Bang Jeff Belum pernah ketemu ya? kenalan dulu Bang Jeff, temen baek ku ini Kelly namanya. pernah tak ajak kesini kok, cuma pas Bang Jeff nggak ditempat aja"


"oalah iya kali ya? kemaren jarang jaga sini juga aku, pas itu udah ada bartender sama barista nya. tp sekarang dah resign semua, ya udah deh kenalin Jeffry," kata Jeffry sambil mengulurkan tangan nya.


"oh iya Kelly, salam kenal ya Bang" sahut Kelly sambil mengulurkan tangan nya berjabat tangan dengan Jeffry.


"oke deh kalau gitu, kalian lanjutin dah ngobrolnya ntar kalau kurang apa apa bilang sama staff yang jaga itu, aq bikin minuman dulu"


"Oke siap bang!" sahut Kelly dan Vindy bersamaan


mereka pun lanjut menikmati minuman yang disajikan tapi dengan kesibukan masing -masing Kelly sibuk dengan uploadan instagramnya dan Vindy tetap mengamati lukisan Jethro di dinding tenggelam dalam nostalgia.


"Vindy! yuk balik ke sekolah, udah kurang 15 menit lagi, gue masih mau ambil baju basket dirumah, gua lupa bawak" kata Kelly sambil menyesap sisa minuman nya.


"eh iya ya? gua tadi udah suruh Pak Anto titip di pos satpam, punya gue ketinggalan juga"


sahut Vindy


"ah lu sih enak, gue gak ada yang bisa anterin, udah yuk pulang kerumah gue dulu!" sahut Kelly


"ya udah ayok kalau gitu" kata Vindy sambil menghabiskan minuman nya.


***


Vindy dan Kelly pun berpamitan dengan Jeffry lalu mengambil baju basket Kelly dan kembali ke sekolah untuk latihan Basket.


"Passsss cuma telat lima menit, untung Pak Lukas belum dateng, Kalau nggak lumayan kita push up ini!" kata Kelly.


"anak anak ayo langsung kumpul!!" teriak Pak Lukas ketika memasuki lapangan


Pak Lukas pun memberikan masukan serta hal hal yang harus diperbaiki oleh tim basket putri, lalu dilanjutkan dengan pemantapan teknik.


"heehhh apaan sih Mel! ngagetin aja lu!"


sahut Kelly yang benar benar kaget karena bersenggolan dengan Meilinda.


"iya nih!! ngapain sih!!" sahut Vindy juga


"Sttsssssss diam dulu! gue telat ini baru dateng!! jangen rame rame disuruh push up ntar gue sama pak Lukas" kata Meilinda sambil berusaha menenangkan dua temannya itu.


"gila lu! lu telat nggak nanggung nanggung ye! udah jam berapa ini neng!" tambah Vindy lagi


"haduh! cowok gue nggak bisa jemput tadi, gue nggak ada yang anter kesini!" jawab Meilinda


"Hehhhh!!!! kamu kira saya nggak lihat kamu baru datang! saya sudah tau dari tadi kalau kamu telat! sana lari keliling lapangan 3x dan Push up 20× Cepaatt sekarang!!" teriak Pak Lukas yang sedari tadi ternyata mengamati Meilinda.


"yaelah banyak banget pak 3x, dikurangin pak ya 1x aja"


"saya hitung mulai sekarang kalau sampek hitungan ke 5 kamu belum lari, tak tambahin jadi 10x putaran! cepat!! 1.. 2.." ancam Pak Lukas


"loh loh loh.. jangan Pak, iya iya saya lari sekarang!"


teriak Meilinda sambil segera lari keliling lapangan basket.


"hahahhaha KAPOKKKK!!!! siapa suruh telat nggak nanggung nanggung!" teriak Kelly.


dan semua anak tim basket pun menyoraki Meilinda


"yokkk semangaattt Kak Mell!!"


teriak Berlinda dan Lina.


"asemm.. awas kalian ya!" teriak Meilinda dari pojokan.


lalu latihan pun dilanjutkan lagi dengan sparing dan pemantapan Teknik untuk anak anak tim basket.


"eh lu nggak di WA si Adi?"


tanya Kelly


"WA apaan hp gua di tas, gue belum cek lagi"


jawab Vindy


"katanya sih ada yang mau ngesponsori kita tapi maunya sekalian kita di photo shoot buat model nya juga, butuh 7 anak sih" kata Kelly.


"sponsor dari mana? kok lewat osis? nggak langsung ke bagian managerial tim basket? kalau abal abal males, kain nya gatel dan nggak enak pasti"


Jawab Vindy.

__ADS_1


"lu bukak hp dulu aja deh, coba sampek in ke Adi juga, males kalau ama gue jatohnya ribut melulu pasti dia" jawab Kelly


"Iya ntar dulu deh, kita selesai latihan dulu nanggung, tas gue dipojokan sana"


dan mereka pun melanjutkan latihan lagi.


"Kalian sudah bagus semua, sudah siap tanding, cuma persiapkan mental kalian, inget 4 hari lagi udah mulai pertandingan, kayak biasanya, saya nggak minta kalian menang, kalah menang sudah biasa! saya cuma minta usaha terbaiknya kalian! siap semuanya!!!" kata Pak Lukas


"Siaaaaaappp pak!!!" teriak anak anak tim basket.


"oke sekarang bubar dulu! gantian saya latih yang anak anak cowok, hati hati perjalanan pulangnya, yang bawak motor jangan ngebut ngebut!" ucap pak lukas membubarkan anak anak tim basket.


"Vind mau langsung pulang atau nunggu Marco, Divo dan Alvin?" tanya Kelly


"nunggu mereka bentar deh, gue males juga dirumah! Marshya pasti masih mau ngrempongin gue tuh!"


"iya deh, gue juga masih mau ngadem"


tak lama Marco, Divo dan Alvin pun muncul mereka menyapa Vindy dan Kelly, lalu langsung kumpul dilapangan.


"loh itu Guido bukan??" tanya Kelly


"oh iya anak kelas X itu kan?" tanya Vindy lagi


"iya bener, muncul juga dia akhirnya, pengen lihat juga gue, dia bisa bakset apa nggak" lanjut Vindy


Guido memasuki lapangan dan menemui Pak Lukas memperkenalkan diri, Pak lukas pun menyuruh dia ikut pemanasan terlebih dahulu dengan anak anak lainya lalu menyuruhnya menunggu dipojok untuk setelah itu di tes.


setelah melakukan pemanasan, Pak Lukas memberikan materi yang sama pada tim basket putra, pemantapan teknik dan strategy yang akan digunakan.


"lah tim putra lawan SMA mana sih besok?" tanya Vindy


"kalau nggak salah sih SMA 2" jawab Kelly


"hah? belum belum ketemunya SMA 2, mantap dah semangat buat tim basket putra" tanya Vindy


"makanya lu liat Pak Lukas serius banget dari tadi ngejelasin soal strategy nya" jawab Kelly lagi


Vindy pun memperhatikan Guido yang melakukan peregangan sendiri dipojokan karena akan di tes oleh Pak Lukas.


lalu Pak Lukas memanggil Guido untuk di tes sekalian sparing 3 on 3 dengan Marco Divo dan Alvin,


Guido satu tim dengan Marco dan Divo, melawan


Alvin, bastian dan Azriel.


permainan pun dimulai dan Pak Lukas pun mengamati Guido, sama dengan Vindy dan Kelly


bolapun dilambungkan oleh Pak Lukas, Vindy yang sedari tadi mengamati dengan seksama terkaget, sampai dia lari mendekat ke lapangan, diikuti dengan Kelly.


Vindy terdiam dan terkaget, dia mengamati Guido lekat lekat, cara dia berlari, mendribel bola, melompat bahkan saat mengoper bola dan menghindari musuh


sama persis dengan seseorang yang Vindy sangat Kenal.


Pak Lukas sama kagetnya dengan Vindy, mereka bertiga saling menoleh, karena mereka sangat mengenal gerakan gerakan Khas itu.


dilapangan basket pun, Marco sampai terdiam kaget saat tiba tiba dia diberi operan bola tidak terduga oleh Guido, seingat dia hanya satu orang yang bisa memberikan lemparan bola seperti itu.


Pak Lukas sampai menahan napasnya saat melihat permainan Guido. akhirnya 10 menit babak pertama sudah berlalu, Pak Lukas dan Vindy langsung berlari mendekati Guido.


"kamu punya sodara yang ikut tim basket juga dulu ya?" tanya Pak Lukas.


"kamu siapa nya Jethro???? kok gaya permainan kamu dan tekniknya bisa sama persis??"


tambah Pak Lukas lagi dengan antusias


"Hah, saya nggak kenal yang namanya Jethro pak, saya juga belajar sendiri basket" Jawab Guido


Vindy terdiam mendengarkan Jawaban Guido, dan diapun mengurungkan pertanyaan yang akan dia tanyakan ke Guido.


"oh maaf maaf, saya yang terlalu bersemangat, dulu ada anak yang persis sekali teknik dan permainan nya sama kamu" jawab Pak Lukas


"oh iya pak, jadi gimana Pak? apa saya diterima di tim basket?" tanya Guido lagi


"ehm sebentar ya, saya diskusikan dulu sama pelatih dan anak anak tim lainya, nanti pas mau pulang saya infokan, sudah kamu ikut anak anak main sparing dulu nggak apa apa" jawab Pak Lukas lagi.


Divo dan Marco datang mendekati Kelly


"siapa sih anak itu Kell?? sumpah kaget gue, gua kira Jethro tadi yang lagi maen bola dilapangan sama gue! ya ampun"


"sumpah gue tadi kayak orang linglung pas dioperin bola kayak gitu sama dia!"


"Guido anak kelas X2, gue juga kaget kok sama, btw udah kita jangan ribut aja, tuh sudah ada yang jadi papan totem tuh, terdiam membeku terbawa arus memory masa lalu" kata Kelly menoleh ke Vindy


Marco menoleh ke Vindy


"iya dia pasti langsung keinget lagi, tugas lu dah, semoga nggak lama lama dia membeku tuh"


"ya memang kenanganya dia banyak banget sama Jethro, tapi gue nggak yakin si Guido ini nggak ada hubungan sama Jethro, terlalu mirip soalnya kayak fotokopian" Jawab Kelly


"okeh dah nanti gue cari cari info ke anak anak yang lain" jawab Marco


"oke ditunggu infonya, gue ajak pulang dulu Miss Vindy yang lagi membeku itu, udah bau asem semua juga Baju gue" sahut Kelly.


Kelly pun akhirnya berhasil memaksa Vindy pulang setelah berusaha membangunkan dia dari lamunan panjang nya.


dan mereka pun pulang ke rumah.


Mohon berkenan untuk like dan Vote kalau suka sama ceritanya ya...


bisa memberikan saran dan masukan nya juga ya..

__ADS_1


salam hangat dari thor..😊


__ADS_2