Sanctuaria

Sanctuaria
Last Apple


__ADS_3

“Oke, kita setuju.”


“A-aku bahkan belum menjelaskan apa-apa.”


“Ugh, benar juga. Rasanya aku terlalu


terburu-buru karena bedebah tua itu membuatku kesal bukan main.” Lei menepuk


keningnya sendiri.


“Lebih baik kita dengarkan dulu apa yang akan


disampaikan Talia, sepertinya kita belum benar-benar memahami situasi yang ada


di sini.” Kata Madre sambil meminum secangkir teh.


Talia kemudian memulai ceritanya dengan


sebuah panti asuhan yang dulu sangat makmur berkat donasi para bangsawan dan


dari pemerintah Hortensia agar Saint Rose tetap bisa berjalan dengan baik. Saat


itu juga banyak sekali sancti-hunter atau adventurer yang datang ke Saint Rose


untuk sekedar berbagi hasil berburu dan yang lain.


“Hortensia benar-benar tempat yang


bersahabat. Semua orang mau saling berbagi meski ada dalam kekurangan.” Kenang


Amana pada masa-masa kejayaan itu.


“Semua orang bisa begitu karena adanya


Sanctuaria yang tumbuh di dekat Hortensia. Otomatis menarik banyak guild dan sancti-hunter.


Masyarakat Hortensia benar-benar diberkati oleh Sang Pengasih, Sanctuaria itu


bukan sanctuaria biasa.”


Sanctuaria mereka sebut tumbuh. Ya, aku


pernah membaca ini. Sanctuaria adalah keberadaan magis yang bisa membawa


seorang makhluk ke dalam dimensi lain. Sejak membaca tentang Sanctuaria, aku


meyakini bahwa keberadaan semacam itu tidak mungkin muncul begitu saja. Ia


pasti berawal dari sesuatu yang kecil, hingga akhirnya bisa menjadi sanctuaria.


“Sanctuaria seperti yang kau maksud?” Tanya Lei


yang rupanya sejak tadi mendengarkan dengan serius.


“Sanctuaria itu diberi nama Avalon. Di


dalamnya ada monster yang mengeluarkan sebuah buah magis bernama Last Apple.”


“Last Apple?!” Lei terdengar benar-benar


terkejut karenanya, membuatku dan Madre terperanjat.


“Betul, hanya karena drop item tersebut


Hortensia menjadi makmur. Aku tak tahu bagaimana detailnya, tapi pemerintah


waktu itu berhasil memanfaatkannya dengan sangat baik. Sehingga Hortensia


sangat makmur.”


“Lalu, bagaimana bisa kondisi Hortensia


sekarang menjadi terbelakang seperti sekarang ini?” Tanya Lei, lagi-lagi


serius. Meninggalkan semua kesan main-main yang sering ia tunjukkan.


“Black Knight.”


“Astaga... dari semua alasan yang ada,


rupanya black knight.”


“Maaf, tapi bisakah kalian jelaskan apa yang


sedang kalian bicarakan sekarang ini?”


“Biar aku yang menjelaskannya, Nona Talia.”

__ADS_1


“Tapi...”


“Aku tahu apa yang terjadi di Hortensia,


karena aku tinggal di sana. Masuknya aku ke sini sebenarnya adalah untuk


penyamaran karena gadis itu.” Lei menunjuk gadis yang masih murung tapi sudah


berhenti menangis itu. “Maika adalah anak dari seorang bangsawan di Hortensia.


Jadi, aku datang kemari untuk menyelamatkan semua anak yang ada di sini.”


“Lei, penjelasanmu barusan sama sekali enggak


membantu tahu ga?”


“Eh? Ahaha. Ya intinya, aku sebagai anak


bangsawan di Hortensia, tidak bisa tinggal diam. Jadi, saat Tuan Damras Selion


menceritakan kesedihannya karena anaknya sudah hilang selama beberapa hari, aku


menginvestigasi dan sampai ke sini. Ini juga selaras dengan rumor anak-anak


jalanan yang menghilang dan anak-anak yang diculik. Maka dari itu, aku bisa


menyela-”


“Tunggu-tunggu-tunggu.” Aku menghentikan


ucapan Lei.


“Ada apa lagi?” Protesnya yang jelas tidak


suka kata-katanya dicela.


“Lei, kau anak bangsawan?” Amana mengeluarkan


pertanyaan yang ingin ditanya oleh nyaris semua orang yang ada di ruangan itu.


“Iya, namaku Lei... egh, namaku Lei Truden.”


“T-T-Truden!? Bukankah itu nama bangsawan


tingkat Duke di Hortensia?”


“O-ooh.”


“Ah!” Gadis bernama Maika yang sejak tadi


murung itu mulai mendapatkan warna di wajahnya setelah melihat wajah Lei lebih


teliti. “Kakak Lei?!”


“Betul, Maika... kamu sejak tadi tak acuh


padaku.”


“T-tapi, di rumah kakak Lei berbeda sekali.


Di rumah kakak sangat santai dan tidak pecicilan.”


“Hehe, enggak apa-apa dong. Sekali-kali, tapi


kalau nanti sudah pulang. Jangan bilang siapa-siapa ya?”


“U-um, aku enggak akan bilang siapa-siapa.”


Hari belum berlalu, tapi aku sudah menemukan


banyak sekali sisi yang mengejutkan dari Lei.


“Ehm! Maaf mengganggu momen reuni kalian,


tapi kita tidak punya banyak waktu sebelum Dokar sadar kalau kalian belum pergi


ke dalam Sanctuaria.” Talia berdehem.


“Oh, ehm! Maaf. Kita mulai dengan Last Apple


ada sebuah bahan makanan buah manis yang sering diolah menjadi berbagai macam


makanan khas Hortensia. Di samping rasanya yang enak adalah efeknya yang


membuat seseorang menjadi sangat kuat, penyembuh nyaris segala macam penyakit


dan status negatif, bahkan ada juga yang sampai mengatakan kalau Last Apple

__ADS_1


bisa memanjangkan umur. Orang-orang akan mengonsumsi ini sebelum tidur dan


tidur mereka akan sangat nyenyak, karena efek rasa nyaman dari Last Apple.”


“Itu... terdengar seperti sebuah penipuan.”


“Tidak Madre, karena aku sudah mencoba


sendiri.”


“Hak istimewa anak bangsawan?”


“Begitulah. Jangan pikir aku langsung


memercayainya ketika koki di rumahku menyebutkan efeknya. Jadi bisa kalian


bayangkan betapa satu buah bahan makanan bisa membuat makmur satu kota?”


“Iya, kami mengerti.” Aku dan Madre


mengangguk.


“Aku sering dengar dari ayahku kalau pemimpin


Hortensia sebelumnya adalah orang yang sangat bijak. Bisa jadi, beliau


memanfaatkan Avalon dengan sangat baik, sehingga tak ada permasalahan di masa


itu. Masalahnya sekarang adalah Black Knight...” Lei menghela napas panjang


sebelum ia melanjutkan. “Dia adalah sancti-hunter yang terkenal sudah banyak ‘memetik’


Sanctuaria.”


“Apakah itu artinya menyelesaikan dungeon


Sanctuaria?”


“Betul. Dan kalian tahu apa yang terjadi


ketika Sanctuaria dipetik? Sanctuaria itu akan hilang. Melayu, mengering,


kemudian hilang.”


“Sejak saat itu, kekacauan terjadi... Last


Apple menjadi langka dan kebaikan seakan hilang dari wajah setiap orang...


Saint Rose waktu itu bisa bertahan karena aku, Yulisti, dan Helisa bekerja


sebagai adventurer untuk mengerjakan quest. Akan tetapi, suatu hari seseorang


dari Dusk Wind datang ke Saint Rose.”


“Dusk Wind... apa hubungan mereka dengan


semua ini?”


“Seorang Sorcerer dari Dusk Wind mengatakan


kalau di tempat ini akan tumbuh Sanctuaria... sejak saat itu mereka mulai


menguasai tempat ini, tak ada yang bisa kami lakukan untuk melawan mereka.


Hingga akhirnya tempat ini menjadi seperti ini. Mereka menjual opium, sesuatu


yang menirukan sedikit efek rasa nyaman seperti Last Apple. Tapi, sisanya hanya


efek negatif.”


“Bodohnya, banyak penduduk Hortensia yang


masih membeli opium karena mereka merindukan Last Apple. Aah, sial... sekarang


semuanya masuk akal.” Kata Lei sambil menghela napas yang jauh lebih panjang.


“Pantas saja Hortensia yang dulu dikenal dengan keramahan orang-orangnya,


sekarang dikenal sebagai kota mati.”


“Baiklah, sejauh ini aku sudah paham


kondisinya... tapi, kau belum menyebutkan, apa yang kau inginkan dari kami?”


Tanyaku serius pada Talia.


“Aku

__ADS_1


ingin, kalian memetik Saint Rose Sanctuaria.”


__ADS_2