Sang Pengawal

Sang Pengawal
Bab 17


__ADS_3

“Mulai rame nih…” Ujar salah seorang prajurit yang sedang mengawasi dalam ruang kontrol.


“Dan lagi-lagi kita masuk TV deh” Jawab rekannya.


Peristiwa pembajakan Institut Teknologi Kertajaya dengan cepat menyebar di seluruh lapisan masyarakat, bahkan membuat gempar semua unsur keamanan Negara. Reporter-reporter dari berbagai macam media sudah berada di TKP, bahkan sebelum petugas kepolisian datang untuk mengamankan area itu.


Dengan cepat seluruh pasukan Brimob, Densus 88, Kopassus dan juga Paspampres membentuk pasukan gabungan yang bermarkas di dekat lokasi kejadian. Sampai beberapa saat mereka masih belum melakukan pergerakan, karena mengingat beberapa mahasiswa dan dosen masih menjadi Sandra, termasuk putra presiden. Melakukan pergerakan sedikit saja nyawa mereka taruhannya.


Wajah Bagas Nampak tegang, sebagai ketua unit level 1 dia merasa terpukul dengan tewasnya kedua anggotanya dan nasib dua agen lainnya yang sampai saat ini belum diketahui kabarnya. Saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah terus berusaha menghubungi anggotanya yang masih berada di dalam.


Pintu pagar yang terbuat dari baja tertutup rapat, sangat sulit untuk menjebolnya kalau tak menggunakan peledak level menengah. Ditambah lagi pintu utama juga dijaga oleh lima orang prajurit musuh, juga terpasang SMB (Senapan Mesin Berat) di beberapa sudut kampus, dari atap gedung juga diperketat oleh beberapa penembak jitu.


Singkatnya, seluruh pagar disana memang didesain untuk tak tertembus dari luar, memberikan pertahanan yang sangat strategis bagi musuh. Mungkin hanya tank dan kendaraan lapis baja yang mampu menjebolnya, tapi mengingat mereka juga memiliki rudal membuat cara tersebut menjadi sia-sia saja.


***


“Kita tak bisa selamanya sembunyi disini” Ujar Arinda.


“Lalu?” Tanya Arman.


“Kita harus mengontak keluar, aku yakin pasukan gabungan seluruh negeri ini sedang bersiap di luar sana”


“Gausah lebay deh, tapi ada benernya juga…kita harus mengontak keluar” Kata Arman sambil merogoh saku dan mengeluarkan HP nya.


“Sial…” Umpat Arman sambil mengguncang-guncangkan HP nya.


“Kenapa?”


“Ndak ada sinyal” Jawab Arman.

__ADS_1


Arinda mengeluarkan HPnya dan ternyata juga sama, tidak ada sinyal. Dia kembali merogoh sakunya dan mengeluarkan semacam komunikator kecil. Beberapa kali dia mencoba menekannya untuk melakukan kontak,


“Huh…percuma” Kata Arinda.


Arman terduduk lemas, dia sudah pasrah kalau harus terkurung disini selamanya atau tertangkap oleh musuh. Tapi Arinda terus mengawasi sekeliling dan memutar otaknya untuk menemukan cara menghubungi Brimob, Densus, Paspampres atau siapa saja pasukan yang akan menyelamatkan mereka.


Di tengah kepasrahannya Arman memperhatikan Arinda, dia masih tak percaya kalau ternyata Arinda juga seorang agen, tapi dari instansi mana?


“Lo dari instansi mana sih? Paspampres juga? Atau BIN?” Tanya Arman.


“Bukan”


“Terus?? Ohhhh…jangan-jangan lo juga mau ngincar gue? Sama seperti mereka Cuma beda Bos aja, iya gitu?” Tanya Arman mulai berpikiran yang tidak-tidak.


Arinda kebingungan dengan sangkaan dari Arman, baginya itu semua tidaklah benar.


“Bukan gitu Man, aku dari instansi yang berbeda, misiku pun juga tak seperti yang kamu bilang” Jawab Arinda.


“Aku berasal dari organisasi intelijen yang lebih besar dan rahasia, aku disini dalam rangka misi yang lebih besar” Jawab Arinda


***


Istana Negara


Suasana di kepresidenan menjadi sangat tegang, terlihat penjagaan berlapis dilancarkan oleh pihak Paspampres maupun badan keamanan lainnnya. Beberapa panser TNI dan barracuda polisi terparkir di beberapa titik, didampingi oleh puluhan personel TNI dan Polisi membentuk barikade pertahanan yang sangat kuat. Tiga helicopter polisi dan militer berpatroli melalui udara, mengawasi keamanan dari angkasa.


Di dalam Istana pun pasukan Paspampres juga tak mau kalah, puluhan personel disebar merata menjaga tiap jengkal dari wilayah istana Negara. Tragedi pembajakan Institut Teknologi Kertajaya diduga ada kaitannya dengan putra presiden, sehingga tak menutup kemungkinan mereka juga akan mengincar presiden, sehingga penjagaan pun dibuat super ketat.


Di dalam ruangannya, presiden Joyo Winarno mengadakan rapat darurat bersama panglima TNI, Komandan Paspampres, Kapolri, Kepala BIN, serta Menkopolhukam. Pertemuan itu bertujuan untuk melakukan beberapa cara dan strategi untuk menghentikan aksi pembajakan Intitut Teknologi Kertajaya, dan untuk menyelamatkan Arman tentunya.

__ADS_1


Rapat selama beberapa jam tersebut akhirnya menghasilkan beberapa keputusan, salah satunya adalah membentuk pasukan gabungan.


“Baiklah mungkin cukup sekian, segera jalankan” Perintah presiden pada para peserta rapat.


Satu per satu dari peserta rapat pun izin undur diri untuk melaksanakan tugasnya, hingga hanya tinggal Kolonel Ivan didalam, komandan Paspampres.


“Anda membawa yang saya minta?” Tanya Presiden.


“Tentu Pak” Jawab Kolonel Ivan seraya meletakkan sebuah koper hitam di meja presiden.


***


Sebuah helicopter Leonardo AW139M terbang rendah mendekati halaman belakang Institut Teknologi Kertajaya. Didalamnya sudah bersiap 10 pasukan Densus 88 Anti Terror untuk menjalankan misi penyelamatan. Setelah melakukan pemantauan menggunakan drone, tim gabungan akhirnya menemukan celah untuk bisa menyusup ke dalam.


“Sepertinya mereka tak menjaga area ini, kita bisa mendarat disini” Lapor salah seorang prajurit yang mengamati lewat teleskop snipernya.


“Baiklah, kita turun disini. Semuanya bersiap” Perintah kapten mereka.


Dengan cepat tali pun terjulur kebawah dan prajurit pertama bersiap untuk turun, tapi tiba-tiba


Bipp..Bippp..Bippp


Terdengar alarm tanda Missile Lock menyala, dari kejauhan Nampak sebuah roket tengah mendekat,


“Itu rudal Javeline, kita harus menghindar” Ujar Pilot seraya menggerakkan statornya.


Helicopter pun seraya terbang menjauh, dengan tali yang masih terjulur dan dua prajurit masih bergelantungan berusaha untuk naik kembali. Tapi ternyata gerak spontan dari helicopter tersebut masih kalah cepat dengan hantaman missile itu.


Duaarrrrr….

__ADS_1


Missile itu menghantam tepat pada badan helicopter, seketika heli pun jatuh dan menimbulkan ledakan kedua kalinya yang tak kalah dahsyat, tak ada yang selamat.


__ADS_2