Scheduler Angel

Scheduler Angel
satu


__ADS_3

Kriiiiing!!!!!...


Kriiiing!!!!!...


Kriiiing!!!!!....


Pukul 06.18


Aku menggeliat kan tubuhku saat telinga ku mendengar suara alarem yang merusak tidur nyenyak ku. Aku hanya tidur beberapa jam saja semalam.


Tuhan!!.


Bisakah aku melanjutkan tidur?


Batinku meronta-ronta.


Saat hendak memejamkan mataku yang masi sangat berat. Otak ku melayang menampilkan wajah Bunda sedang memegang sutil dan memakai celemek sedang uring-uringan karna aku tak kunjung bangun.


Serta bayangan kak Dhaniel guru ku yang killer saat jam pelajaran pertama nanti. Astaga. Aku harus bangun.


Aku mengacak rambut ku frustasi seraya bangkit dan menarik handuk ku kasar.


Mataku masi berat tpi aku memutuskan beranjak ketimbang manusia-manusia itu menyiksa kedua kuping ku dengan teriakan dan cemooh mereka.


Cklek


Aku membuka pintu kamar mandi dan hendak segera masuk kedalam. Namu sesuatu membuat ku terhenti.


"BUNDAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!"


Aku menjerit saat melihat orang asing duduk di closed ku. Membuat nya megkerjap-kerjapkan mata nya. Menggeliat lalu terbanguuun


"Wah Nona teriakan mu membuat ku terbangunn" ucap nya santai


"Si..si..siapa" tanya ku terbata-bata


Dia menaikan sebelah alis nya lalu berdiri. Tubuh nya tinggi sekali.


"Aku Rey!" Ucap nya tegas


"Kau jangan ta__"


"Budaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!" Teriak ku lagi membuat dia menutup kedua telinga nya.


Bunda tergopoh-gopoh masuk. Tidak membawa sutil tapi tetap memakin celemek yang memiliki beberapa bekas kotoran bumbu di segala sisi nya


"Apa apa!?" Tanya bunda tak kalah kaget.


Aku menunjuk dalam kamar mandi. Membuat bunda menepuk jidat nya setelah mengecek apa yang terjadi.


"Ya ampun hanya itu?. Kecoak?" Tanya bunda


What?


"Bu..bukan bunda bukan kecoak dia" ucap ku menunjuk lelaki asing yang kini sedang melipat tangan nya di depan dada nya


"Closed kamu rusak? Gak perlu teriak kali nanti Gavin benerin" ucap Bunda sabar.


Ha??


"Bun.. bukan closed. Tapi.... bunda gak liat?" Tanya ku khawatir. Bunda melirik ku lalu mengecek kening ku dan memukul pundak ku


"Liat apaan? Kalo gila gak usah bawa-bawa kerumah" ucap bunda


"Bunda serius?" Tanya ku


"Ah udah ah. Cepet mandi. Astaga sayur ku" Ucap bunda lalu segera turun ke bawah menuju dapur. Aku terdiam


Bunda tak melihat lelaki yang kini sedang memakai jas nya santai


"Nona kau takut melihat ku?"

__ADS_1


Aku tak menjawab


"Kau ingin tahu siapa aku?"


Mengangguk


"Aku Rey, Malaikat pengatur waktu" ucap nya.


Aku menatap cengo. Apa maksut nya. Apakah dia Alarem batin ku


"Bukan nona" aku terdiam. pemuda ini seperti tahu apa yang aku pikirkan.


"Ah. Tentu saja aku tau" ucap nya lagi.


Aku menatap nya masi tak percaya


"Eriska?" Tanya nya membuat aku mengangguk.


"Aku Malaikat pengatur waktu nona. Tugas ku mengatur waktu mu yang berantkan, membuat nya tersusun rapi dan membuat waktu mu yang terbuang sia-sia menjadi bergunaa. Itu lah aku" ucap nya bangga


"Ya tentu aku bangga" tidak. Dia mendengar semua perkataan ku.


Sreeet


Dia menarik dari atas. Didepan ku terpampang sebuah layar 3D transparan aku mentap nya takjub. Masi tidak percaya.


"Ini data diri ku dan tugas ku"


Aku membaca dalam hati dan mengaangguk


"Aku mimpi?" Tanya ku


"Cubit saja pipi mu" ujar nya


"Aw" aku merasa sakit. Berati aku sadar seratus persen


"Nona. Tugas ku hanya mengingatkan mu. Dan memberi hukuman" ucap nya. Ia melirik jam di tangan nya. Aku tak paham


Aku melongo namun tetap mengangguk mengikuti perintah nya.


🕊🕊🕊🕊🕊


Scheduler Angel. Malaikat pengatur waktu. Apa itu? Batin ku bergumam sembari berjalan di lorong-lorong koridor kelas.


BIP..BIPP...BIPP...BIIP


Aku terdiam mematung. Merasa terganggu dengan bunyi aneh itu. Bunyi itu menggema di pendengaran ku. Aku tak yakin semua sisiwa mendengar nya. Bukti nya mereka tak merasa terganggu.


Angin berkesiur kencang. Menyibak rambut panjang ku. Membuat ku tambah bingung dengan keadaan.


"Hai nona Eriska" ucap nya dari ujung koridor.


Baju nya sudah berganti warna lagi. Kini dia mengenakan jas warna biru langit. Dengan kemeja putih dan celana warna senada.


Aku menatap wajah nya yang bisa dibilang cukup. Tampan?


"Hey. Aku memng tampan" ucap nya sembari terus mendekat.


"Kamu ngikutin aku?" Tanya ku saat dia tepat berada di depan ku.


Dia tertawa.


"Tidak" ucap nya


"Terus?"


"Aku ada disemua sisi diri mu. Disini. Disini. Disini. Disini dan disini" ucap nya sambil menunjuk samping kanan, samping kiri, atas dan bawah hingga yang terakhir di dpn ku.


"Kamu ini manusia?" Tanya ku setelah itu.


"Ehmm. Bukan" Ucap nya ragu

__ADS_1


"Hah!!... terus kamu..setan"


Platak


Tangan nya menyentil batu kriki kecil yang mengenai kepla ku. Entah dari mana batu itu.


"Aw" pekik ku


"Aku ini malaikat" ucap nya ketus


Aku tediam. Masi tidak mengerti


"Cih.. sudah pemals. Bodoh pula" gumam nya enteng. Membuat ku terkejut


"Aku gak bodoh! Dari mana kamu tau aku pemalas Hah!! Lagian aku tidak paham maksut kedatangan mu" Bentak ku pada nya


Dia terkekeh


"Baiklah nona Eriska kita mulai lagi perkenalan kita ini. Nama ku REY. Aku seorng Scheduler angel."


"Tugas ku mengawasi manusia-manusia yang tidak bisa memanfaatkan waktu nya. Aku akan menghukum mereka. Tegas Rey


"Oke. Kurasa kau mengerti. Baiklah silahkan pergi aku akan menemui mu.. ehm 1 jam 45 menit lagi. Oh iya satu lagi. Aku tidak bisa dilihat oleh siapa-siapa kecuali diri mu" ucap nya sambil menunjuk ku dan kemudian dia pergi. Menghilang seperti kabut asap.


🕊🕊🕊🕊🕊🕊


****************


TADI MALAM


Jam di kamar ku menunjukan pukul 02.20 WIB. Tapi mata ini masih enggan tertutup.


Aku mengetik sesuatu di laptop putih ku. Kalo Bunda tau aku masi terjaga pasti dia akan berteriak


"Mau tidur jam berapa lagi ha!!"


Aku membayangkan wajah bersungut-sungut milik bunda lalu tersenyum sesaat.


Seperti nya malam ini udara sangat dingin. Bukti nya angin berkesiur kencang. Membuat hordeng kamar ku berkibar.


Aku menutup laptop ku lalu berjalan ke arah hordeng itu. Aku yakin sekali tadi angin tak sekencang ini.


Aku kembali melirik jam dikamar ku. Setengah tiga pagi. Setelah ku yakin hordeng itu tertutup rapat aku memutuskan untuk segera tidur. Tak ingin keesokan hari nya aku bangun dengan mata panda karna mengantuk


🕊🕊🕊🕊🕊


Aku melihat layar gadget ku setelah menyelesaikan satu buah nyawa. seorng lelaki penjudi yang tak bisa memanfaatkan sisa umur nya. Hingga membuat aku dengan cepat menyuruh mahluk berjubah hitam mencabut nyawa nya.


Tugas baru.


ERISKA SAMANTHA GREY


Anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak nya bernama Gavin Smith Grey dan adik nya bernama Bara Smith Grey


16 tahun


Pemalas.


Setelah membaca sekilas biodata manusia selanjut nya aku segera menghilangkan benda pipih yang manusia biasa sebut gadget


Dan bergegas pergi. Ah sial.


Tugas ini membuat aku sibuk sekali. Kurasa tuhan memang menghukum ku.


🕊🕊🕊🕊🕊


Sebuah cahaya dari langit menyambar balkon sebuah kamar. Layak nya sebuah google map di tahun ini. Yang menunjukan lokasi selanjutny. Aku segera berdiri tepat di depan jendela yang besar ini.


Seseorng gadis sedang terlelap tidur.


Ah sudahlah tak baik membangunkan nya. Lebih baik aku menunggu.

__ADS_1


🕊🕊🕊🕊🕊


__ADS_2