Scheduler Angel

Scheduler Angel
tujuh


__ADS_3

"Dhaniel? Kamu gak berangkat kerja?. Ini udah siang loh" ucap perempuan paruh baya sambil mengusap punggung Dhaniel


"Dhaniel masi mau sama Alex ma, nanti Dhaniel cuma ada Tiga jam bisaa berangkat aga telat" ucap Dhaniel


"Ya sudah. Mama minta tolong jagain Alex dulu ya. Mama mau ke luar mau beli sarapn buat kita" ucap mama.


Dhaniel mengangguk. Ia tak bosan menatap wajah Alex yang sudah tiga tahun lama nya tak lagi bisa bergerak. Alex yang tak lagi bisa tertawa dan bertingkah usil seperti dulu.


"Alex, kalo lu udah bangun. Gue baru bakal cari pengganti Auryn" ucap Dhaniel sambil menggenggam tangan alex


"Gue mohon lu sadar Lex. Secepet nya gue mohon" ucap Dhaniel.


#DISUATUTEMPAT


"Kak, ayo cepet kita terlambat nih" ucap ku buru-buru masuk kedalam mobil.


"Salah siapa bangun kesiangan" ucap kak Gavin ganti marah-marah


"Iya gue, udah diem ayo" ucap ku lalu segera duduk diam di kursi belakang.


Aku menatap dua benda aneh yang aku punya sekarng. Sebuah kalung berliontin bunga berwarna hijau dan sebuah bunga yang persis seperti di mimpi ku.


Aku mengusap pelan liontin bunga itu namun tiba-tiba waktu ku berhenti lagi dunia ku benar-benar berhenti semua orang berhenti lagi dan aku melihat sosok Rey yang langsung duduk di sebelah ku.


"Pagi nona cantik" ucap nya sembari mengangguk ke arah ku.


"Rey?! Kamu buat ini kenapa pada berhenti aku nanti bisa terlambat" ucap ku sedikit panik.


"Bukan nya anda yang memanggil saya nona" ucap nya lagi. Aku melongo, aku saja tidak tau cara memanggil makhluk ini


"Kau mengusap-usap kalung itu berati sama saja kau memanggil ku nona" ucap nya lagi.


Aku mengangguk ternyata liontin ini memiliki fungsi.


"Oh, kamu yang kasih ini untuk aku?" Tanya ku lagi.


Dia mengangguk "saat dirimu sedang tidur, aku sengaja memasuki mimpi mu dan memberi benda-benda ini nona, aku tau kau sangat menyukai nya."


Aku mengangguk aku memang menyukai nya, kalung ini sangat cantik sekali.


"Terima kasih Rey" dia mengangguk


"Yasudah aku pergi dulu nona" ucap nya lalu menghilang.


Seketika semua berjalan normal dan aku sudah berada di depan gerbang sekolah. Ya, seperti teleportasi.


"Udah tuh, sana berangkat" ucap kak Gavin mengagetkan ku " ay-ay kaptain" ucap ku langsung berjalan meninggalkan nya.

__ADS_1


πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ


Suasana sekolah tampak nya sudah ramai beberapa kelas sudah penuh oleh murid yang sedang bercanda ria, begitupun koridor kelas mereka. Tampak beberapa siswa sedang bermain basket. Aku melangkah riang tanpa melihat kearah depan.


"Brughhh"


Tanpa sengaja aku menabrak kak Dhaniel. Membuat aku jatuh tersungkur di depan nya. Antara malu dan sakit aku mencoba bangun dari jatuh ku.


"Sorry Eriska" ucap nya sembari menolong ku bangun. Aku mengangguk sembari membersihkan rok ku yang kotor.


Semua mata yang sedang berada di koridor menatap kami. Membuat ku mendadak canggung dengan guru MTK ku.


"Ada yang sakit?" Tanya nya lagi tidak memperdulikan mata-mata mereka yang penasaran. Aku menggeleng walaupun aku merasa pergelangan kaki ku agak sedikit terkilir. "Enggak kak" ucap ku.


Kak Dhaniel mengangguk


"Makasih ka, maaf ya kak" ucap ku lalu mencoba melangkah pergi. Masi satu langkah kaki ku berjalan tiba-tiba


"Brughh" aku terjatuh lagi.


Membuat kak Dhaniel menatap ku lagi lalu segera menggendongku ke UKS. Sontok seluruh siswa bersorak-sorak.


Aku merasakan degup jantung kak Dhaniel tidak beraturan antara gugup dan gerogi. Tapi aku mencoba bertingkah senormal mungkin.


#UKS


"Selamat pagi Gita?" Ucap kak DhanielΒ  kepada Gita , petugas jaga UKS hari ini.


"Tolong Git, kamu obatin atau kompres kaki nya Eriska ya tadi gak sengaja terkilir" ucap kak Dhaniel yang masi menggendong ku.


"Oh, iya kak, Eriska nya tidurin ajah di situ" ucap nya lalau segera menidurkan ku di ranjang yang sudah di siap kan, ia pun sempat menurunkan rok ku yang mengangkat sedikit "sorry" ucap nya lalu menemui Gita lagi.


"Git, saya kembali ke kantor dulu ya, ada apa-apa tolong hubungi saya, saya yang bertanggung jawab, ok" ucap nya, membuat Gita mengangguk.


Gita mengompres pergelangan kaki ku yang sakit memberi sedikit minyak angin agar rasa nya hangat lalu memijit nya sedikit demi sedikit.


Ia sangat ramah sekali. Cantik juga membuat siapa saja pasti betah berteman dengan nya


"Lo mau minum teh? Biar gue buatin" ucap nya sembari tersenyum


" Enggak usah Git, gue gak biasa minum teh kok" ucap ku lalu Gita mengangguk


"Oke, gue tinggal sebentar ya, kalo ada apa-apa bilang ajah, pencet bel nya nanti gue dateng oke" ucap nya membuat aku mengangguk.


Aku terdiam sebentar lalu mengusap liontin ku. Membuat waktu yang berjalan seketika berhenti. Aku duduk di atas ranjang ku, menanti malaikat ku datang lagi.


"Hai, nona? Ada apa lagi" tanya nya membuat aku tersenyum, Rey selalu datang dengan cara yang unik. Dia menatap ku heran dari ujung kaki hingga ujung kepala. Lalu mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


"Kau ingin pelukan?" Tanya nya lagi saat aku tidak ada respon. Aku menggeleng.


"Aku gk bisa ikut belajar, apa aku bakal dapet hukuman?" Tanyaku


"Apa kah kau hari ini ceroboh hingga menyebab kan kau tidak bisa belajar" tanya nya


"Kayak nya enggk" ucap ku.


"Jika begitu kau tidak mendapat hukuman, apa yang terjadi pada mu cantik" ucap nya.


Entah mengapa kata-kata nya membuat ku sangat senang bila bersama-sama ngobrol dengan dia.


"Kaki ku terkilir jadi aku gak bisa jajan, hihihi" aku terkekeh.


Dia terdiam srbentar lalu menyentuh pergelangan kaki ku. Tangan nya begitu dingin, membuat ku meringis merasakan dingin nya tangan Rey.


Semenit kemudian dia tertawa membuat ku bingung melihat tingkah makhluk ini.


"Mana bunga yang aku berikan tadi malam" kata nya lagi.


Aku mengeluarkan nya dari saku ku. Lalu dia menempelkan nya pada liontin itu. Tiba-tiba seluruh tubuhku menghangat dan membuat kaki ku yang terkilir merasa lebih baik dari sebelum nya.


Rey melepaskan bunga itu dari liontin nya lalu memberikan nya lagi pada ku.


"Sudah baikan?" Tanya nya


Aku mengangguk


"Itu manfaat nya nona" ucap Rey lalu segera berpamit untuk pergi.


"Maaf masih banyak urusan yang harus aku kerjakan nona, panggil saja aku lagi jika kamu merada butuh sesuatu" ucap nya Dan menghilang.


Seperti biasa waktu berjalan seperti biasa,cepat hingga tibalah jam istirahat.


Kak Dhaniel masuk ke dalam UKS, membawa segelas coklat hangat dan sebungkus roti.


"Selamat siang Eriska?" Ucap nya, lalu ia duduk di sebelah ku.


"Ehm, siang kak" ucap ku lalu mencoba bangun, kak Dhaniel langsung membantu ku bangun.


Entah mengapa dunia ku terasa berhenti, mata nya menatap ku dalam, tidak seperti biasa mata nya sangat hangat.


"Ehkhm" aku berdeham untuk mengendalikan suasana lagi


"Eh, sorry" aku tersenyum, kak Dhaniel segera menjauh dari tubuh ku. Aku mengangguk.


"Gimna sudah enakan badan mu? Apakah masih sakit kaki nya?" Tanya nya kemudian. Aku menggeleng karna tadi Ray sudah menyembuhkan kaki ku.

__ADS_1


"Sudah bisa ikut pelajaran lagi? Jika sudah silahkan kekelas lagi" aku mengangguk lalu segera berjalan pelan menuju kelas.


πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ


__ADS_2