
Apa yang dimaksud kak Dhaniel tentang ku? apa benar kak Dhaniel mencintai ku. Aku bertanya dalam kepala ku sendiri.
"aku hanya murid kelas 11 SMA gimana dia bisa cinta sama aku, tapi Rey juga bilang gitu kan ya?" Aku masih menyisir rambut ku sambil menatap bayangan wajah ku di cermin dalam Vila.
Pagi tadi aku habis mandi dan sekarang akan mengikuti acara lain nya. Almira menunggu di depan dia sedang membeli susu jahe karna badan nya terasa amat dingin.
Kamar yang aku tempati terdapat dua ranjang tingkat atas bawah. Tapi hanya aku sendiri yang masih bersiap-siap di kamar.
Semalam kak Dhaniel membawa ku kekamar. Menggendong tubuh ku yang jauh lebih mungil dari pada nya. padahal aku berpura-pura tertidur.
Aku hanya ingin mendengar apa yang ia ucapkan lagi, tapi setelah mengungkapkan isi hati nya itu ia langsung menggendongku ke kamar.
"Anak gadis orang di gendong sama cowok yang bukan mukhrim, itu tindakan asusila apa lagi dia kan guru, tidak pantas" suara itu terdengar di belakang ku. nampak sewot dan ketus seperti komentar Netizen.
Aku menggeser tubuhku sedikit, sebenarnya aku sudah yakin bahwa yang bicara tadi adalah Rey tapi aku menggeser tubuhku agar aku bisa melihat ekspresi nya di cermin besar ini.
"Ngapa sih sewot ajah" goda ku lagi pada Rey. Rey melipat tangan nya didada, mata nya tidak menatap ku.
"Kamu lagian ada ajah di mana-mana berati kan kamu gak sibuk" cecar ku lagi.
"Sibuk atau tidak bukan urusan mu!" ucap rey galak. Aku tertawa terbahak-bahak.ย Menyadari Rey yang kini mengerucutkan bibir nya tanda marah.
"Kenapa sih cemburu gitu, jangan-jangan kamu suka ya sama aku Rey" aku asik menggoda mahluk di belakang ku. Dia gelagapan aku bertanya seperti itu.
"Suka? Ti-tidak" ucap nya gagap.
Aku tidak yakin hanya saja agar dia berhenti bersungut-sungut di depan ku.
"Rey, kamu kok bisa tau kalo kak Daniel suka aku?"
"Kmu lupa ya Nona, aku bisa membaca pikiran orang" ucap nya. Ada benar nya juga. Aku akan mencari bukti bahwa yang Rey katakan itu benar.
Dari pantulan cermin, Rey nampak masih tidak suka dengan Dhaniel. Dia pasti melihat kejadin tadi malam.
"Tidak hanya kejadian tadi malam. Kejadian kamu menangis di bawah hujan. Kejadian kamu tiduran di bis aku lihat semua" ucap Rey.
"Cemburu?" kataku sambil berbalik badan.
Belum sempat Rey menjawab pintu kamar ku di buka paksa. Rey tiba-tiba menghilang padahal dia tidak menghilang pun tidak ada yang bisa melihat dia.
Aku terkejut saat kepala kak Dhaniel yang muncul dari balik pintu. Ia memasang wajah seperti bertanya-tanya.
"Ngobrol sama siapa?" Tanya nya berikut.
"Ee... heheh enggak ada ka. Lagi nyanyi aku" ucap ku. Kak Dhaniel nampak ragu tapi ia mengangguk.
"Yuk keluar, udah mau mulai acara nya" ajak nya.
Dia memiliki tanggungย jawab mencari anak buah nya yang hilang lalu segera mengumpulkan nya dalam satu kelompok.
Acara hari ini bersenang-senang saja. Perasaan ku jadi lebih bahagia. Apa lagi bisa tertawa lepas. Sampai tanpa sadar kalung. bunga ku mengeluarkan cahaya yang berpendar lembut.
"Eh Eriska, kalung lo cantik banget bisa ada cahaya nya" Al memandang kalung ku, aku tidak sadar bahwa kalung ini bisa mengeluarkan cahaya, mungkin karena hati ku sedang ceria jadi kalung ini juga merasakan hawa bahagia.
"Ah iya Al. Design terbaru"
"Keren, beli dimana?" Tanya Al. Aku menjawab ngasal.
__ADS_1
"Sepesial request hihi" jawab ku sambil cekikikan.
Setelah lelah seharian bermain game yang seru kita duduk di bawah pohon rindang. Kak Dhaniel memberi ku air putih, membuat yang lain bingung kenapa yang lain tidak di berikan juga.
"Er, boleh kita ngobrol face to face?" Tanya kak Dhaniel. Aku sedikit terkejut tapi juga memutuskan mengangguk.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Kak Dhaniel membawa ku menjauh dari rombongan. Duduk di bangku dengan viebs yang memanjakan mata.
Kami terdiam cukup lama hingga seseorng datang mengantarkan coklat panas.
"Kamu suka coklat panas?" Taya nya kemudian.
Aku mengangguk tak banyak berkata.
"Sorry ya Er, aku mau tau sedikit tentang kamu" ia berbeda dari kak Dhaniel yang biasa aku kenal.
Biasa nya ia nampak kaku. Namun ini ia lebih friendly dan asik seperti kawan sendiri.
"Kak Dhaniel mau tanya apa?" Tanya ku.
"Setakut apa sih sama hujan?."
Aku menyeruput coklat di depan ku. Pembahasan yang mungkin bisa merusak kebahagian ku pagi ini. Karna setiap mengingat hujan yang aku rasakan hanyalah kesedihan dan penderitaan.
"Takut banget kak. Kayak gak mau ada hujan" aku membenahi duduk ku agar lebih nyaman.
"Kenapa awal mula nya?"
"Aku lihat dengan mata kepala ku waktu ayah kecelakaan sampai meninggal, itu pas hujan deres dan aku bener-bener sedih" aku menjawab seadanya takut terbawa suasana dan akhir nya menangis.
"Sebenernya takut orang-orang yang aku sayangi di ambil hujan lagi kak." Kak Dhaniel membulatkanย mata nya. Lalu ia bercerita pada ku hal yang membuat ku sangat terkejut.
" tunangan ku auryn juga meninggal saat hujan. Hari itu kami sedang bertengkar hebat....."
FLASHBACK 3 TAHUN LALU.
Hari itu tampak cuaca sedang tak bersahabat. Dhaniel harus menjemput Auryn untuk survei gedung tempat dia mengikat janji suci.
Pagi tadi papa pesan bahwa papa akan mengundang seribu tamu yang kebanyakan kolega bisnis nya.
Hal ini cukup membuat gelisah Dhaniel. Dhaniel tahu betul bahwa Aury selalu ingin pesta pernikahan yang private.
Kepala nya sejak tadi pusing memikirkan bagaimana cara menyampaikan nya pada Aury.
Alex yang melihat kaka nya gelisah memilih ikut dengan kakanya, takut-takut kalut membuat kaka nya tidak bisa berkonsentrasi.
"Kak mau gue ajh yang bawa mobil. Lu lagi banyak pikiran?" Tawar Alex pada kaka nya.
"Udah lex ntar ajh gedung buat pemberkatan nya lumayan jauh. Kalo gue capek lu baru gantiin" Dhanielย memang keras kepala. Alex yang pribadi nya pendiam memang tak banyak bicara mengikuti perintah kakak nya lalu duduk diam di kursi belakang.
Mobil mereka memasuki halaman luas rumah Auryn, Auryn sudah standby di depan ditemanin mami nya.
"Pagi mami" sapa Dhaniel sopan. Alex jug menyapa sopan. Mami selalu tersenyum ramah, tatkala menyambut calon mantu nya.
"Mau berangkat sekarang?" Tanya mami pada mereka. Tampak Auryn Sudah tak sabar, ia langsung mengiyakan.
__ADS_1
"Iya sekarang ajah" ucap Auryn. Melihat Auryn yang amat sangat semangat membuat mereka bahagia. Apa lagi Dhaniel.
"Yaudah hati-hati" pesan mami pada anak-anak nya.
Auryn duduk di samping Dhaniel, menatap jalan yang di depan nya " gak kuliah Lex" waktu itu Alex hanya berjarak dua tahun di bawah Dhaniel.
Fyi: Dhaniel adalah siswa yang pintar. Sedari dulu ia selalu menjadi peringkat satu. karna kepintaran nya itu Dhaniel menempuh SMP hanya dua tahun dan SMA hanya satu tahun, di umur yang memang masih belia Dhaniel sudah lulus Sekolah dan berkuliah dikampus terbaik.
Lulus pun dengan predikat terbaik. Lalu menjadi guru di berbagai sekolah. Tak heran maka saat usia nya baru dua puluh empat tahun ia sudah menjadi guru disekolah Eriska.
Dhaniel selalu bermimpi menikah muda. Maka saat ia berhasil mengumpulkan tabungan nya. Di usia dua puluh satu tahun ia sudah berani meminang pacar nya yang sudah tujuh tahun menemani nya. Yaitu Auryn
"Enggak ryn, gue lagi gak ada kelas". Ucap alex.
"Sayang, kita harus pindah gedung nih gak bisa pakai gedung yang itu" ucap Dhaniel menyela perbincangan Auryn dan Alex.
Mata Auryn terbelalak, kenapa Dhaniel baru memberi kabar sekarang
"Loh kenapa, aku suka lo udahan sama gedung nya" ucap Auryn tak terima.
"Sayang. Papa aku mau ngundang seribu tamu. Sedangkan gedung yang kemarin kapasitas nya cuman buat tujuh ratus orang" Auryn bertambah kaget lagi dengan pernyataan Dhaniel. Mereka sepakat hanya mengundang lima ratus tamu undangan. Tapi kenapa sekarang keputusan nya berubah.
"Gak bisa dong Niel, ini kan udah deal kita, kalo kita cuman ngundang lima ratus orang, lima ratus orang juga udah banyak Niel kamu jangan ada-ada ajah deh" Dhaniel sudah menebak keributan ini akan terjadi.
Selalu saat merundingkan ini Auryn menjadi sangat sensitif, ia memang tidak suka banyak orang yang datang keacara nya yang menurut dia harus nya privat.
Alex di belakang hanya diam menyaksikan keributan calon pengantin ini.
" ya gimana dong. Papa kan juga punya temen dan papa juga mau membagi kebahagian ini sama temen-temen papa dong, sayang" Dhanielย berkata super tenang agar Auryn dapat memahami nya.
Tiba-tiba langit yang semula mendung menjadi hujan. Turun dengan deras nya. Rintiknya mengenai mobil membuat nya menjadi musik pengiring keributan ini.
"Jadi Niel Sebenernya yang mau nikah ini kita atau papa kamu sih?!" Protes Auryn lagi.
"Ryn kok kamu bilng nya gitu. Kamu tau kan papa itu pembisnis Ryn. Kalo ada acara besar dan papa gak ngundang kolega nya bisa di pandang remeh nanti" Kesabaran Dhaniel mulai menipis. Tapi ia tetap mencoba menurunkan nada bicara nya.
"Enggak gitu loh, kan kita udah sepakat. Kalo kita bakal adain acara privat. Kamu masa gak pahamin aku sih" keributan dan debat masih berlanjut.
Mobil Dahniel berjalan di tengah hujan deras. Hujan yang amat deras nya membuat kaca depan nya berembun. Jalan menjadi tidak telihat dengan jelas. Mana lagi Auryn, cewek itu asik ngomel dari tadi karna apa yang sudah di rencanakan berbeda lagi.
"Udah.. udah...ryn terima gak terima kita harus ikutin mau papa" ucap Dhaniel.
"Enak ajh. Enggak!" Perempuan keras kepala.
"Kamu mau ikutin atau mending kita gak nikah sama sekali" ancam Dhaniel di susul terikan Alex
"KAKAK AWAS.... ADA MOBIL!!!!"
"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!!!"
Mobil mereka menabark truck dan seorang pengendara sepeda motor.
Dhaniel tak sadarkan diri tapi yang lebih parah nya Auryn terpental belasan meter dari mobil. Membuat nya meregang nyawa di tempat.
Alex, bersmimbah darah dan mengalami koma tiga tahun lama nya.
Dhaniel pun tak sadarkan diri.
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐