Scheduler Angel

Scheduler Angel
Dua


__ADS_3

Aku memijat keningku yang tidak pusing. Memikirkan kejadian aneh pagi ini saja membuat otak ku panas.


Apa lagi sih pengatur waktu itu datang mendadak sesuka hati nya. Aku masi tidak biasa dengan kedatangan nya.


"Assalamualaikum temen-temen" seorng perempuan datang dengan tiba-tiba seraya mendudukan bokong nya ke kursi sebelah ku. Aku memejam kan mata. Suara nyaring nya hampir merusak gendang telinga ku.


Nama nya Almira. Almira Nadifa Syarif. Aku memanggil nya Al.


Teman sebangku ku sejak di bangku SMP. Aku sekarng sudah kelas tiga SMA. Dimna membuat aku dan Al sangat dekat karena selama ini kita hanya berpindah kelas namun tidak berpindah bangku.


"Waalaikumsallam" ucap ku pelan.


"Lu udah sarapan? Makan pake apa lu,Β  tumben berangkat duluan biasa nya juga gue" ucap nya panjang lebar membuat aku tambah pusing.


"Udah Al" ucap ku singkat


"Oh iya satu lagi lupa" ucap Al


"Ha?" Tanya ku lagi


"Lu udah.." ucapan Al terpotong saat aku mendengar sura alarem yang tadi pagi aku dengar.


BIP..BIP..BIP..BIP..BIP..BIP


Aku menatap Al. Dia terdiam tidak berkedip. Aku terenyak kaget. Menyaksikan waktu disekitar ku terhenti.


Tidak.


Aku tidak bercanda.


Waktu disekitar ku benar-benar berhenti. Semua terdiam kecuali aku. Aku menatap jam di depan kelas waktu di sana pun berhenti menunjukan pukul 07.45


"Ekhm.."seseorng berdekham disamping ku


"Ha!" Aku terlonjak kaget


Dia tersenyum


"Kau masi saja tak biasa melihat kedatangan ku" ucap nya.


"Gimana aku bisa biasa. Liat semua orang disekitar sinj diem ajah bahkan ini si Al jadi kayak patung gini" ucap ku sambil menoel hidung Al. Membuat hidung nya bergerak sedikit.


Pengatur waktu itu tertawa.


"Aku bisa melakukan apa saja sesuai keinginan mu. Oh iya aku lupa untuk memebritahukan apa hukuman bila kau melakukan kesalahan" ucap nya


Dia berdiri. Mengelilingi meja dan berdiri tepat di depan meja ku. "Apa" tanya ku penasaran


"Pemotongan waktu untuk hidup. Contoh nya. Bila kau memiliki seratus hari untuk hidup. Bila kau salah aku akan memotong nya sehari jadi kau hanya punya sembilan puluh sembilan hari. Kau paham?" Tanya dia


Aku melongo. Menggeleng dan menatap nya bingung.


Dia menatap ku. Mengerutkan kening nya.


"Astaga, tuhan kenapa tugas ku kali ini lebih berat" ucap nya kasar membuat ku bingung.


"Nona Eriska. Engkau mempunyai 2937 hari lagi untuk hidup. Dan jika engkau melakukan kesalahn dan menyia-nyiakan waktu mu. Aku akan memotong nya satu hari lagi. Sampai disini apa kau paham"


Ucap nya dengan penuh tekanan

__ADS_1


"Ah. Kamu sche.." belum selesai aku berbicara dia memotong perkataan ku


"Panggil aku Rey. Aku tak suka kau panggil Scheduler Angel. Pengatur waktu bahkan Alarem berjalan panggil saja aku REY" Ucap nya tegas.


"Iya. Aku tau Rey" ucap ku.


Aku menatap dia lalu dia pun menatap ku.


"Oke Nona. Saya akan pergi dan kembali lagi 1 jam 20 menit. Aku masih sangat sibuk nona" ucap nya sambil melengos pergi. Aku tak perduli dia ingin pergi atau tidak.


Ketika badan nya yang tadi nya terlihat nyata menjadi sedikit memudar dan transparan aku menyadari sesuatu bahawa mereka semua belum lagi bergerak.


"Astaga tuhan aku lupa" ucap nya kemudian.


"Terimakasih nona kau sudah mengingatkan ku"


Belum sempat aku berbicara Rey sudah memetik tangan nya lalu waktu kembali seperri semula.


Aku melihat semua bergerak cepat. Jam berputar sangat cepat. Ya Tuhan ini seperti mimpi.


Teng...teng...teng...


Bel berbungi tiga kali. Semua siswa masuk kelas. Kepala ku makin pusing memikirakn hal ini. Apa-apaan ini. Batin ku


"Lah udah masuk" ucap Al seketika


"Kayak nya baru ajh gue dateng. Ck. Waktu cepet banget ya jalan nya" sambung Al.


Aku menepuk jidat ku. Tidak. Bila aku berbicara kepada presiden pun beliau tidak lah akan percaya. Setidak percayanya aku hari ini.


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


Pelajaran pertama di mulai. Kak Dhaniel masuk kedalam ruangan kelas. Seperti yang terlihat sekarang. Dia lelaki berumur dua puluh empat tahun memiliki wajah tampan dan kulit yang putih . garis wajah nya tegas. Dia guru muda killer yang pertama aku kenal


Menurut rumor yang beredar ia pernah mengalami sebuah kecelakaan mobil dan membuat adik nya koma. Ada juga rumor bahwa sebenar nya dia ini gay. Dan yang paling parah dia tidak ingin menikah dengan perempuan.


Aku sih percaya saja. Mana ada yang tahan bila harus berjodoh dengan lelaki super kaku seperti dia.


"Selamat pagi semua" ucap nya saat memasuki kelas. Suara nya dingin dan datar.


"Pagi kak" ya. Kita memanggil nya kak karna dia tak ingin di panggil Pak. Ya dia memang guru termuda di sekolahan ini.


"Keluarkan PR kalain minggu lalu" ucap nya lagi.


Ha? Aku terpaku PR apa?


"Bagi yang tidak mengerjakan PR silahkan keluar kelas" ucap nya datar. Aku menatap Al. Al mengeluarkan buku Pr MTK nya lalu menatap ku


"Jangan bilang lu gak ngerjain PR" aku mengangguk. Mati aku. Batin ku


"Astaga! Lu ngapain ajah kemarin-kemarin" Al berbisik kaget


Flashback minggu lalu


Aku merebahkan badan ku yang lelah di kasur lalu segera menutup mata. Belum jadi mimpi membawa ku ke alam bawah sadar mata ku terbuka lagi.


Oh iya. Tadi kak Dhaniel memberi tugas untuk di kerjakan di rumah.


Ah lagian aku masi memiliki banyak hari untuk mengerjakan nya. Lebih baik aku tidur saja.

__ADS_1


Mata ku menutup dan langsung tidur


Flashback off


Aku menepuk jidat ku pelan


"Gue lupa Al" muka ku ketakutan


"Sumpah gue gak ikut-ikutan" ucap Al.


"Tidak ada yang lupa mengerjakan?" Tanya nya. Semua siswa terdiam termasuk aku.


"Bagus lah. Taruh buku kalian di meja saya akan mengambil nya. Dan kita mulai pelajaran kali ini" ucap nya.


Dia berdiri dan aku pun berdiri membuat kak Dhaniel menatap ke arah ku.


Aku menunduk dan segera akan keluar kelas.


Bip...bip....bip...bip...bip..


Alarem itu lagi


Untuk kesekian kali nya aku merasakan waktu ku berhenti. Rey berjalan di depan ku setelah menembus dinding depan kelas.


"Astaga nona ini baru permulaan dan kau, sudah melakukan satu kesalahan" ucap nya sambil menatp mata ku tajam.


"Aku lupa Rey" ucap ku sedih


"No!, tak ada alasan untuk lupa nona" ucap nya.


Ia menarik gedget nya lalu mengetuk di depan wajah ku. Aku bisa melihat nya jelas dan dia pun bisa melihat nya jelas.


"Kau lihat disini nona" ucap nya sambil menunjuk sebuah nomer aku mengangguk.


"Berdasarkam hasil keputusan ayat lima pasal dua. Kau dinyatakan bersalah dan kau mendapat kan satu hari pemotongan waktu untuk hidup nona" ucap nya. Angka 2937. Berkurang satu menunjuk angka 2936.


"Terus apa abis ituΒ  aku akan mati?" Tanya ku penasaran. Rey mengangguk


"Betul sekali" ucap nya


Aku terdiam.


Aku terenyak. Tapi aku masi ingin hidup. Tiba-tiba mata ku memanas. Mengeluarkan air mata nya. Lalu Rey beranjak pergi menembus tembok dan menghilang.


Waktu kembali normal. Aku masi tak sadar. Aku masih melamun memikirkan aku tau kapan hari kematian ku.


"ERISKA" panggil kak Dhaniel.


Aku masi melamun tak mendengar nya


"Eriska.. shuut.. shuutt" panggil Al di sebelah kuΒ  tapi aku tetap tak sadar.


Plak


Seseorng memukul pundak ku membuat aku tersdar.


"Ah iya...iya" ucap ku glagapan.


"Kau tidak mengerjakan PR hah?" Tanya kak Dhaniel. Aku mengangguk saja

__ADS_1


"Baik lah.. KELUAR DARI KELAS KU SEKARNG!" Ucap nya tegas penuh penekanan. Aku tersontak kaget lalu keluar dari kelas ku.


πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š


__ADS_2