Scheduler Angel

Scheduler Angel
enam


__ADS_3

"Kau kenapa nona?" Tanya nya saat posisi kami mulai kembali seperti semula


"Ehm... aku?" Tanya ku pada Rey


"Iya. Kamu" ucap nya


Aku menggeleng kepala ku. Sebenar nya saat di peluk Rey aku merasa sangat nyaman.


Entah kenapa aku merasa seperti sedang di peluk ayah


"Ya aku memang malaikat yang tampan. Berkarismatik dan juga baik hati" ucap nya menyombongkan diri nya sendiri


"Terserah kamu aja Rey. Aku gak perduli" ucap ku sambil kembali duduk menatap hujan yang masi turun membasahi bumi.


"Nona?" Tanya nya mendekati ku


Aku mendongakan wajah ku


"Ya?"


"Ayah mu bilang. Kau memang sangat suka coklat panas. Ayah mu bilang kau sangat suka di peluk saat kau sedih dan ayah mu bilang kau perempuan yang hebat" ucap rey


"Ah ayah ku bisa saja. Oh iya. Apa kabar ayah ku di alam sana?" Tanya ku


"Dia baik-baik saja Nona. Dia selalu melihat mu. Melihat wanita yang kau panggil Bunda. Melihat lelaki yang kau panggil Bara dan melihat lelaki yang di panggil Gavin" ucap Rey


"Rey?" Ucap ku kini menatap mata nya yang hampa namun memiliki binar di dalam nya


"Ya nona"


"Kalo ketemu ayah kuu, tolong bilang kalo Aku sangat mencintai nya, datang lah kemimpi ku malam ini, aku kangen banget" ucap ku sambil meneteskan sebulir air mata.


"Nona. Kau tidak boleh meneteskan air mata mu. Ayah mu akan sakit melihat nya" Rey merengkuh pipi ku lalu bergumam pelan


"Ayah mu sangat menyayangi kalian nona" ucap nya lalu berlalu pergi menghilang.


🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊

__ADS_1


Aku berada di sebuah taman dengan bunga-bunga indah yang tersebar di mana-mana.


Ku lihat Bara sedang bermain bersama Kak Gavin. Dan bunda sedang berjalan bersama ayah.


Aku terbiasa bermain sendiri menangkap kupu-kupu yang memiliki sayap cantik.


"Mau ku bantu menangkap kupu-kupu?" Tiba-tiba seorng laki-laki mendekat ke arah ku.


Aku menyibak rambut panjang ku yang menutupi wajah ku. Dan menghalangi pandangan ku


"Rey?" Tanya ku


Dia tertawa renyah


"Ya, nona" ucap nya. Aku tersenyum


Dia memaki jas berwarna putih.


Aku memaki gaun berwarna putih.


Semua memaki baju berwarna putih


"Kau merindukan ayah mu bukan?, aku sedang mempertemukan kalian semua" ucap Rey sambil menyibak rambut yang lagi-lagi menghalangi wajah ku


Ah benar saja aku melihat ayah ku, aku memandang ayah yang sedang memeluk bunda. Saat akan menghampiri ayah Rey menahan ku.


"Aku punya ini untuk mu" ucap nya


"Apa ini?" Tanya ku saat Rey memberi ku sebuah bunga putih.


"Cantik bukan?" Aku mengangguk


"Ya cantik banget" ucap ku


"Secantik dirimu Eriska" dia tersenyum


Aku terkejut, kenapa Rey menjadi tukang gombal sekarang.

__ADS_1


"Simpan lah bunga ini. Jangan kau hilangkan. Ini adalah bunga yang membuat mu bisa terhubung sangat dekat kepada Ayah mu. Bunga ini aku ambil dari syurga. Bunga ini tidak akan lagu, Simpan lah" ucap Rey.


Aku mengambil bunga cantik itu


Setelah berkata itu dia pergi menjauh dari ku. Aku menatap nya samar lalu hilang


Kemudian aku berlari kearah ayah yang memanggil ku. "Ayahhh!!!" Pekik ku sambil menangis sesengguk kan.


"Eriska putri ayah, Eriska anak gadis ayah. Jangan pernah menyerah dalam menjalani hidup ya nak, ayah selalau bangga dengan dirimu" ucap ayah sambil memeluk ku.


"Ayah, Eriska kangen, kenapa ayah gak pernah nemuin Eriska ayah" aku menangis sesenggukan. Sambil menatap wajah ayah yang bercahaya.


"Maaf nak, simpan bunga itu ya nak, gengam jika kamu rindu ayah" ucap ayah sebelum pelukan nya tak lagi aku rasakan.


"Banguunn Eriska" suara itu membuat ku bingung.


"Eriska" suara itu lagi.


Tiba-tiba semua gelap.


🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊


"Eriskaaa!! Kamu mau bunda siram pake air keras" teriak bunda saat mata ku bisa terbuka


"Ya Ampun bunda ini kan hari libur" ucap ku menggeliat malas


"Hari libur kamu bilang?, ini hari jumat Eriska. Bangun"


Bunda menarik tangan ku. Aku yang tersadar segera bangun dari tidur ku.


"Iya aku bangun nih" ucap ku.


Bunda mengomel kepada ku lalu berjalan pergi. Dengan langkah gontai aku berjalan mengambil handuk dan kemudian tak sengaja aku melihat banyangan diri ku di cermin dan melihat sesuatu bersinar di diri ku.


"Apa ini?" Gumam ku sambil menyentuh sebuah kalung yang melingkar di leher ku


Aku baru menyadari tangan ku menggenggam sesuatu dan sepersekian detik baru aku sadar bahwa aku memegang bunga dari alam mimpi itu.

__ADS_1


🕊🕊🕊🕊🕊🕊⚘⚘⚘⚘🕊🕊🕊🕊🕊


__ADS_2