Scheduler Angel

Scheduler Angel
dua belas


__ADS_3

Rey dan sisca berjalan di sebuah taman, di depan nya tampat sebuah Gerbang yang tinggi dan besar, terbuat dengan emas dan lapisan berlian, Gerbang itu dijaga oleh dua orang laki-laki, tampak tampan dan juga gagah. Laki-laki itu menundukan badan nya tatkala dua orang Malaikat hendak melewati Gerbang itu.


setelah gerbang terbuka sempurna, terpampang sebuah bangunan bak istana dengan pilar-pilar perak dan tangga yang terbuat dari berlian. bangunan itu seperti memantulkan cahaya yang lembut. tampak damai dan nyaman.


"ting"


suara bel berbunyi, saat kedua malaikat itu melangkah kan kaki di anak tangga pertama, pintu di depan mereka terbuka. terlihat di dalam nya sebuah Altar nan megah. mereka berjalan kesana.


sesaat sampai di Alatar itu mereka berlutut dan menunduk takdzim, dan tiba-tiba sebuah suara goib brgema.


"Selamat datang the angels, Sisca terima kasih sudah membawa Rey kesini" ucap suara itu


"Sama-sama Goodnes" ucap Sisca pada suara tanpa wujud itu.


"Anak ku Rey, apa yang membuat mu tidak lagi menjalan kan perintah dari The God? apakah kamu lupa bahwa untuk mencapai Syurga yang kekal, kamu harus memantau 7 nyama dalam 7 Bualan? 6 tugas-tugas mu yang lain tidak ada maslah tapi tugas mu kali ini tidak berjalan mulus. kulihat kau hanya datang dan pergi diam melamun sambil terus memikirkan wanita itu"


Rey menumduk dalam, benar tugas nya kali ini amat susah karna ia sudah mulai mengikut campurkan perasaan nya pada wanita itu.

__ADS_1


"ampuni Goodness, saya sudah lalai, saya merasa saya malah menyukai gadis itu" sontak ucapan Rey membuat sisca terkejut, "Demi Nama Tuhan! apakah kamu tau Anak ku, kamu akan mendapat hukuman saat kamu tak lagi mampu menyelesaikan tugas ini?" Rey mengangguk cepat.


sesuai perjanjian The Angels, Scheduler Angel akan menerima hukuman saat tugas nya tak lagi berhasil. antara mereka akan di turun kan di bumi menjadi manusia lagi dan menjalan kan kehidupan rumit lagi, atau di lahirkan kebumi menjadi hewan.


saat Scheduler Angel mampu melaksanakan tugas nya, otomatis ia akan naik ke surga dan hidup kekal disana tanpa rasa susah dan tanpa rasa gundah.


"Waktu mu belum benar-benar habis rey, masih ada 7 hari 7 jam 7 menit dan 7 detik lagi, kau harus menjalankan nya, jika kau tidak sanggup, pulang lah kepada ku dan aku akan segera menghukum mu" suara itu hilang. menyisahkan hening antara sisca dan Rey.


sisca mengajak rey pergi, mereka duduk di sebuah taman di bumi. sisca memandangi rey yang terdiam. ia tak berani bicara, sebagai The Angels sisca tau persis, semua kainginan The Angels adalah naik ke syurga dan hidup kekal di sana. "apa gosip di kerajaan atas?" tanya Rey tiba-tiba. sisca terkejut lalu berkata "mereka bilang jika Rey adalah satu-satunya the Angels yang berani membantah perintah goodnes untuk tidak lagi melakukan tugas nya".


" Sisca, saat kamu menjadi The Angels, apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta lagi?" tanya Rey


"Rey, jika kamu memang merasa kamu masih sanggup untuk hidup, maka hiduplah dengan dirimu, apakah kamu ingat siapa dirimu sebelum ini?" tanya sisca, rey menggeleng. tak ada yang ia ingat akan kehidupan nya sebelum ini. yang ia ingat ketika ia terbangun, ia selalu menjadi rey.


"aku tau siapa kamu sebelum kamu seperti ini"


🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊

__ADS_1


Aku masuk ke ruang gawat darurat setelah tiba di kota. dokter bialng aku mengalami Shock berat yang mengakibatkan aku demam, Almira sedari tadi menghubungi keluarga ku dan meminta mereka datang, kak Dhaniel mengusap wajah nya keras, ia bingung kacau dan kalut. merasa bersalah atas apa yang terjadi.


Aku masih tidak sadarkan diri, sampai setengah jam kemudian Bunda, bara dan kak gavin datang. bunda menangis saat melihat aku yang terbaring lemah di kasur. aku termassuk anak bunda yang jarang sekali sakit, maka sat melihat aku tak sadarka diri bunda lanagsung panik. bunda masuk ke ruangan meninggalkan kak gavin dan yang lain diluar.


kak gavin menemui Almira dan kak Dhaniel yang sedang menunggu di luar , setelah berjabat tangan sebentar kak gavin langsung bertanya apa yang terjadi dan bagaimana bisa terjadi, jujur Almira juga tidak tau kronologi nya maka dari itu kak Dhaniel menjelaskan akar permasalhan nya. Fakta itu membuat kak Gavin dan Almira amat terkejut.


"Jadi Lu Niel? jadi lu yang nabrak ayah gue,dan keluarga lu gak ada kerumah gue untuk minta maaf? jadi Lu?" ucap kak gavin gemas tangan nya sudah mengepal menahan emosi. Almira menantap ngeri, selain dia shock juga ia takut akan ada baku hantam di sana.


"gue minta maaf soal itu vin, gue gak ada kabarin lu, gue minta maaf" ucap kak dhaniel menyesal.


"An***ing, lu tau betapa susah nya Eriska selama ini?, dia yang ngeliat bapak nya mati di depan mata nya, dia yang terauma berat sampe dia kayak gitu, sekrng lu juga yang ngebuat dia sakit, liat niel, liat!!!!" kak Gavin geram ia meremas kerah baju kak Dhaniel. kak Dhaniel diam saja.


Kak gavin tak lagi mampu menahan amarah nya membuat dia ingin menghajar Dhaniel sekrng juga, maka saat emosi nya kembali memuncak Gavin menarik Dhaniel keluar rumah sakit dan menonjok laki-laki itu saat tiba di parkiran.


Almira berteriak terkejut. "kak Gavin stooop kaa!!!" Almira berusaha melerai tapi kak gavin malah terus-terusan menghajar ka Dhaniel yang diam tidak membalas "Stop kak Gavin, ini sudah rencana tuhan udah Stoop" Almira sampai berteriak "Kalo Eriska dan ayah kalian tau mereka gak akan seneng apa pun alasan nyaa, maka dari itu stoop kak Gavin!!!!" mendengar perkataan Almira Gavin menghentikan tinjuan nya. Almira langsung menolong kak Dhaniel, wajah kak Dhaniel sudah babak belur. darah keluar di sudut bibir dan di hidung nya.


"lo gak harus belain dia Almira, Lo gak harus belain pembunuh itu!" ucap gavin

__ADS_1


"Gue juga di tinggal mati calon istri gue Gavin!!!, adek gue dari 3 tahun yang lalu masih koma" Dhaniel pun teriak tak ingin kalah. "So?! I dont care! kalo lo gk go**** saat itu lo gak akan bunuh bapak gue, dan orang-orang yang gak berdosa lo ngerti gak anj***ng" Kak gavin masih di penuhi emosi, sampai tiba-tiba bara datang.


"kak udah kak, kak Eriska udah sadar" ucap bara yang sejak tadi menonton perkelahian itu dari jauh, dan membuat perkelahian itu berhenti. Almira membantu kak Dhaniel bangun dan segera mencari bantuan untuk membersihkan luka dan darah nya.


__ADS_2