Scheduler Angel

Scheduler Angel
delapan


__ADS_3

Tidak ada yang aku lakukan sekarang, aku hanya berdiam diri di atas balkon kamar ku. Besok adalah jadwal sekolah kami camping ke kawasan kebun teh, tapi aku takut, takut jika ada hujan di sana. Dengar-dengar kawasan itu sangat rawan hujan.


Kak Gavin menghampiri ku sambil membawa Teh hangat" kenapa lagi?" Tanya nya memandang ku bingung.


"Gue besok camping ka" ucap ku.


"Bagus dong, apa yang lu bingungin" tanya kak Gavin lagi. "gueย  gak bingungin apa pun kak, yang gue bingungin. Gimna kalo hujan? Gue takut kak?!"


"So what kalo hujan"


"Er, lu harus berdamai dengan keadaan, lu harus ikhlasin ayah, Er, bukan Hujan yang ngebawa Ayah pergi tapi emang Tuhan berencana itu"ย  ucap kak Gavin.


Akulu memandang kosong ke depan sana. Masih jelas dan ingatan ku bagai mana Ayah tertabarak dan meninggal.


"Lu gak ada disitu kak saat itu, lu gak bisa ngerasaain gimana trauma nya gue saat tau Ayah gue mati ketabrak di depan mata gue?" Ucap ku mulai tidak bisa menahn diri.


"Gak liat bukan bdrati gak ngerasain. Gue emang gak ada disana tapi ngeliat lo kaya gini terus selama tiga tahun, batin kaka mana yang gak sakit?" Gavin berdiri di samping ku, mengelus pundak ku lembut.


" Camping ini wajib, iya kan?" Tanya kak Gavin lagi


Aku mengagguk


"Ketakutan bakal bikin lo hancur Er, cepat atau lambat" ucap kak Gavin.


"Gue gak tau cara buat berhenti takut kak." ucap ku sambil mengelapย  air mta yang sudah mengalir setetes di pipi.


"Udah lah. Lambat laun lo bakal berubah gue percaya" aku terdiam


"Btw, di sekolah lo ada guru muda yang nama nya Dhaniel" aku terperanjat kaget sedikit.


"Ada kak"


"Dia temen SMA gue. Anak nya pinter banget sampe di umur muda dah bisa jadi guru"


Sudah bertahun2 aku sekolah di SMA itu tapi tidak menyadari bahwa ka Gavin mengenal guru killer itu.


"Lu kenal deket?" Tanya ku


"Kenal banget, salam ya Er sama dia hahaha, udah deh, gue mau ngerjain tugas dulu bentr lagi mau skripsi" ucap nya meninggalkan aku dengan mulut membentuk huruf O tak percaya.

__ADS_1


๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ


๐ŸŽต I'm missing you


Waiting for you


nae mami keudaereul hyanghae itneun geolyo ๐ŸŽต


Seorng menikmati secangkir kopi di depan meja kerja nya, bayangan nya kembali lagi pada gadis yang ia gendong tadi, wajah nya mirip degan Auryn, cantik dan manis, "ah enggak" kepala nya menggeleng, tidak mungkin ia jatuh cinta pada murid nya sendiri.


Sudah lima bulan sejak kenaikan siswa dan pria itu bertemu Eriska, mata nya tak bisa lepas dari pesona gadis cantik namun ceroboh itu.


"Masa iya aku suka sama anak muridku sendiri" gumam nya setiap hari.


"Maaf tuan Dhaniel" suara pelayan nya tiba-tiba menganggu Dhaniel yang sedang diam "ya ada apa?"


"Besok adaa scehdlue camping apa yang hendak tuan bawa?" Tanya nya lagi.


"Nanti malam, nanti malam saya akan beri tau oke"ย  pelayan mengangguk dan berlalu meninggalkan Dhaniel.


๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ


Pukul 05.30


Menghidupkan penghangat air dan menunggu air yang aku siapkan menjadi hangat. sambil menunggu aku menatap pantulan wajah ku di cermin.


Mataku tampak sembab, karna semalam aku habiskan malam ku dengan ketakutan dan menangis. Aneh tidak sih melihat orang takut terhadap Hujan.


saat aku sedang asyik memandang mata ku yang bengkak, tiba-tiba Rey muncul di belakang ku, sedikit mengagget kan ku. "Good morning manusia cantik" ucap nya sambil menunduk pada ku.


"Heeeh!! dasar gak sopan Rey! ini kamar mandi ku!!!, aku mau mandi ngapain kamu tiba-tiba dateng?!" ucap ku agak sedikit emosi.


"Tuhan kenapa engkau memberi ku tugas manusia super duper menyebalkan ini?" gumam nya sendiri


"apa kamu bilang?, siapa yang nyebelin?" tanya ku makin emosi.


"kamu!... sebentar Nona" ucap nya kemudian lalu menatap mata ku. "kamu habis menangis kah?" mata nya menatap mata ku serta tangan nya mengusap pipi ku "eh-? enggak kok" jawab ku gelagapan.


"oh ****! ternyata tuhan menyuruh ku kesini untuk melihat mata sembab perempuan pembohong ini" ucap nya kemudian. aku masih diam. Menatap Rey yang kini berdiri di depan ku. " aku gak menangis Rey,ย  aku agak bohong" bantah ku lagi.

__ADS_1


"Apa yang membuat mu sedih? apa yang kau khawatir kan?" tanya nya kemudian.


"aku bakal pergi untuk wisata ke daerah puncak. Aku cumaa takut ajh"


Rey mengangkat alis nya satu "kepuncak untuk kemping tapi nona malah takut aneh sekali"


"Kamu gak tau alesan aku takut, aku takut hujan. karena aku selalu trauma sama hujan" ucap ku jujur.


"aku sudah tau akan hal itu, ikuti perintah ku, Pejamkan mata mu Nona" ucap Rey. aku mengikuti perintah nya. ia menyentuh kedua tangan ku lalu sesuatu yang hangat dan kenyal menyentuh kening ku. Bibir. Bibir nya mencium kening ku. lalu aku merasa hangat di seluruh badan ku.


hati ku yang sejak tadi risau dan galau pun kini merasa lebih tenang. belum sempat aku membuka mata aku teringat kabar bahwa aku sedang memanaskan air untuk aku mandi. kemudian


"Matii! air gue" ucap ku lalu segera beranjak ke bath up "aku melihat air yang panas dan berasap. tapi aku tidak lagi melihat kehadiran Rey. dia sudah pergi? ah bodo amat aku segera kembali mendinginkan air tersebut dan segera pergi mandi sebelum aku kesiangan.


๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ


semua siswa menunggu di halaman sekolah. aku hampir saja telat gara-gara harus kembali mendinginkan air yang terlalu panas, dasar Rey nambahin kerjaan aja pikir ku.


"kelas 12 IPA 1 ayo masuk ke dalam bis" ucap ketua rombongan. dan kemudian mereka memanggil kelas lain nya. hingga kelas ku di panggil terakhir. Aku segera masuk ke bis. memang semenjak Rey datang dan mencium kening ku tadi pagi perasaan ku lebih tenang.


Mencium?, ah aku tidak tahu kenapa Rey sekarang lebih intim pada ku? apakah dia malaikat cabul?.


semuaย  siswa sudah duduk di bangku nya. aku duduk dengan Almira, "Tunggu pak, kaka Dhaniel ketinggalan" ucap seseorang yang melihat ka Dhaniel berlari mengejar bis ku.


"Tumben guru killer itu ikut" ucap Al yang duduk disebelah ku. "emng biasa nya gak ikut dia?" tanya ku


"bukan gitu, diakan begitu serem killer, tau sendiri lah lu. gue kira dia gak bakal tertarik nih sama beginian ๐Ÿคญ" Almira tertawa. aku menyadari bahwa semua kursi telah penuh kecuali kursi aku dan Almira yang masih kosong. harus nya terisi untuk tiga orang tapi hanya ada aku dan Almira.


"Al, jangan-jangan dia duduk sama kita?" ucapku menepuk Almira dan Almira baru menyadarinya "wah iya jelas Er" ucap nya.


kak Dhaniel sudah masuk ke dalam bis dan mencari-cari kursi kosong yang akan dia duduki.


lalu mata nya menatap ke arah ku dan Segera melangkah menuju tempat duduk di sebelah ku. Betul saja tanpa basa-basi dia langsung mendudukkan bokong nya di kursi sebelah ku. tanpa izin dan permisi.


Aku dan Almira saling berpandangan namun hanya bisa diam. perjalanan ini akan semakin tegang.


Almira tersenyumย  jail karna dia merasa sedikit aman dia duduk di kursi sebelh kaca sedangkan aku di tengah di apit almira dan kak Dhaniel


๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ๐Ÿ•Š๏ธ

__ADS_1


flash back:


Cerita ini tentang seorang Manusia bernama Eriska yang memilik trauma terhadap hujan atas kematian ayah nya. dan Rey adalah "sosok yang katanya pengatur waktu" tapi ada rahasia besar dari seorang Rey yang tidak di ketahui siapa pun bahkan Rey sendiri. dan Dhaniel adalah kunci dari rahasia itu. ๐Ÿ˜Š stay tune โœจโœจ


__ADS_2