Scheduler Angel

Scheduler Angel
Tiga


__ADS_3

Aku memikirkan kata-kata Rey. Sesingkat itu kah hidup. Lagian aku tak semudah itu mempercayai kata-kata nya.


Bisa saja aku ini halu karna kurang tidur.


Bisa saja aku ini sedang sakit skizofernia?


Atau yang lebih mencengangkan aku ini INDIGO bisa melihat Hantu


Platak'


Aku mengusap keningku karna tiba-tiba ada sebuah biji salak yang menghantm kening mulus ku.


"Pendaratan yang bagus" ucap seorang berjas putih di ujung koridor sana.


"Rey?" Aku terenyak kaget.


Dia mengangguk lalu sepersekian detik berjalan menghampiri ku.


"Astaga Nona. Ternyata kau bodoh di atas rata- rata. Aku ini sudah bilng kalau aku ini malaikat. Kau tidak sedang berhalusinasi. Tidak juga sedang sakit skizofernia. Atau kau bukn indigo" wajah nya tampak kesal. Aku terkekeh ternyta tampan juga lelaki satu ini


Pltak


Biji salak kedua yang mendarat dengn mulus


"Aduhh.." ucap ku mengusap kening yang aku yakin memerah


"Aku kan hanya penasaran Rey. Mana ada malaikat seperti kamu . Yang aku tau malaikat itu cuma ada sepuluh" ucap ku sambil mengacungkan kesepuluh jari ku


"Kau meragukan ku?" Tanya Rey


"Ah enggak gitu. Aku gak pernah meragukan siapa-siapa, aku cuman heran aja. Mana ada manusia yang menjadi malaikat. lagian dari mana sih kamu. Apa kamu dulu manusia, kayak aku" tanya ku panjang lebar


Rey menarik nafas. Aku tau ada rona sedih di dalam manik mata nya


"Iya aku dulu manusia dan aku sudah mati" ucap nya


Aku terenyak berati dia hantu.


Pltak


Biji salak ketiga


"Aku bisa membaca isi hati mu nona. Sekali lagi aku ini bukan hantu"


"Aduuuhhh lagian. Aku masih gak ngerti deh apa mau kamu sih, kamu siapa dan mau apa . Terus itu biji salak dateng dari mana coba ?" Ucap ku berteriak.


Rey mengusap wajah nya kasar lalu berkata sambil berjalan menjauhi.


"Tuhan. Selamat kan aku dari manusia seperti dia. Oh iya soal biji salak itu. Aku bisa melempar mu dengan buah kelapa sekali pun bila kamu mau" ucap nya lalu pergi.

__ADS_1


Aku terdiam. Dia bisa pulang pergi segampang itu. Aku masi membatin. Tak cocok dia di sebut Malaikat. Lebih cocok bila ku sebut manusia biji salak.


Pltak


Biji salak kempat


Aku mengusap kening ku lagi


"Astagaaaa!!! REYYY!!!" Tapi aneh nya aku tak melihat diri nya di sekeliling ku.


Yang kulihat malah wajah kak dhaniel di ambng pintu melirik ku marah karna terikan ku mengganggu kelas nya.


"KAU! SELALU MENGGANGGU KELAS KU. SEKARNG! IKUT AKU ATAU KAU TAK AKAN KU BERI NILAI SAMA SEKALI HINGGA KELULUSAN NANTI" aku terdiam. Ucapan nya seperti petir. Menekan dan dingin


🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊


Aku mengikuti langkah ka Dhaniel. Dia mengajak ku ke perpustakaan dan mengajak ku duduk di kursi pojok perpustakaan.


Perpustakaan hari ini sangat sepi. Seperti nya bu Naora penjaga perpustakaan sedang tidak berkerja.


"Kamu, kerjakan soal nomer empat puluh dan empat puluh tujuh" ucap kak Dhaniel sambil menunjukan buku paket dan membuka lembar nomer empat puluh dan empat tujuh.


Aku menelan ludah ku kasar. Mana aku paham soal seperti ini.


"Saya kasih waktu empat puluh menit setelah ini. Kau, taruh di kantor ku" ucap kak dhaniel lalu pergi.


🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊


Pett


"AAAAAAAAAAAAAA!!!!" Aku teriak sekencang kencang nya


Di ujung meja panjang yang aku duduki itu, ada sesosok mahluk yang duduk. Aku berfikir itu pasti setan. Hantu. Kunti atau apa pun yang meyeramkan.


Gelap. Namun sorot mata nya membuat aku bisa melihat nya.


Prok..prok..prook


Mahluk itu bertepuk tiga kali membuat lampu di perpustakaan hidup kembali. Kini aku bisa melihat sosok nyata nya.


"Halooo nona"


Aku memejam kan mata ku.


Tidak aku pasti halusinasi. Tidak mungkin ada yang nama nya Malaikat seperti ini.


Aku memijat kening ku.


Aku pasti halu jika tidak aku pasti skizofernia

__ADS_1


"Nona? Kau tidak halusinasi atau skizofernia. Aku nyata nona. Begitu pun dengan mu"


Aku terdiam. Namun ia terus merusak pikiran ku dengan tingkah nya dan suara berisik.


Aku masi memijat kening ku malas. Pusing. Namun jika nyata aku harus menjalani ini semua. Ah aku sudah pasti halu.


"Nona dengar aku"


Braaakk


Tanpa sadar aku menggebrak meja dan berdiri. Berusah menghilangkan suara itu. Dan juga sosok nya.


"Nona!" Dia berdiri membentak ku. Aku menghadap nya


"Kau pasti bagian dari halusinasi ku" ucap ku makin frustasi.


"Dengarkan aku" ucap nya. Dia memegang tangan ku.


Ya tangan nya terasa seperti nyata. Tangan nya menggenggam tangan ku, dingin dan nyata.


"Liat kedua mata ku nona" dia mentap ku tajam aku pun memperhatikan nya


Cup


Tuhan. Dia mencium kening ku. Aku berdiri terdiam. Ini nyata. Aku tidak halu. Dia nyata.


Lalu dia tersenyum.


"Nona. Percaya pada ku. Kau tidak halusinasi. Kau tidak skizofernia. Kau tidak indigo dan diri ku nyata nona. Senyata kau bisa melihat bayangn mu. Kau nyata bagiku dan aku hanya nyata bagi mu. Percaya lah nona" ucap nya.


Aku terdiam dan menutup mata ku.


Kemudian membuka nya lagi dia tetap disana mengangkat alis nya lalu menyuruhku untuk mengerjakan tugas kak Dhaniel.


"Kerjakan nona. Aku tak akan mengganggu mu" ucap nya aku mengangguk.


Entah lah.


Dia terasa nyata. Dia tampan memiliki alis yang tebal. Namun aku tak percaya diriku di temani malaikat hari ini.


Entah lah. Entah aku berhalusinasi atau sikizofernia. namun aku merasa nyata. Kau begitu nyata Rey.


Batin ku bergumam. Aku bhkan tau Rey mendengar nya. Namun sosok itu hilang. Bersama Angin yang tiba-tiba berkesiur membawa bayangan nya hilng.


🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊


Haloooooooooo.. aku mau kasi tau arti tentang skizofernia.


Skizofenia: adalah Gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik.

__ADS_1


Penyebab pasti skizofrenia tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan.


Skizofernia juga yang biasa nya membuat orng memiliki halusinasi yang berlebihan


__ADS_2