
Rey mendekati laki-laki yang berbaring di kasur rumah sakit, ia menatap nya lekat dan terkejut, wajah laki-laki itu kenapa mirip dengan nya. ia lalu melihat wanita itu, seperti tidak asing tapi ia tidak mengenali nya.
"Sisca apa ini?" tanya Rey meminta penjelasan.
sisca berjalan mendekat dan berdiri di samping rey. "Alexander Reyhanes Gunawan, itu bukan nya kamu Rey, laki-laki itu kamu Rey, sudah tidur disitu tiga tahun lama nya, dan perempuan ini mama mu" ucap Sisca.
"gak mungkin sisca dari mana kamu tau?" Rey masih nampak terkejut, "Ya aku tau Rey, aku lebih dulu menjadi Scheduler Angel, aku sering melihat masa lalu the Angels lain nya. kalau aku sendiri sih raga ku sudah mati, sudah di kubur makanya aku tak punya rasa lain selain ingin bersama The God, saat gosip di Kerajaan bilang bahwa Rey malah jatuh hati pada manusia, aku yakin Raga mu masih di bumi" Sisca tersenyum.
"kenapa aku tidur disitu Sisca?" tanya Rey lagi.
"Kamu kecelakaan tiga tahun yang lalu, um bahkan jika kamu tau kamu akan terkejut, seperti yang di bilng goodnes, ku rasa Rey, kamu harus kembali, kembali menjadi Alex" Ucap sisca.
tak lama seseorng masuk ke ruangan itu. dengan wajah yang babak belur. "Mama, Dhaniel sudah pulang" ucap sosok itu. Rey terkejut. seperti mama terkejut melihat Dhaniel pulang dengan keadaan babak belur.
"hah? Dhaniel?" Ucap Rey shock. Sisca mangut-mangut, ia sudah tau benang merah yang terjadi di antar ini semua.
ya benar, jadi sosok Alex yang koma tiga tahun lama nya adalah Rey, sosok Scheduler Angel yang selama Tiga tahun ini sibuk menyelesaikan urusan nya di alam lain.
"Dhaniel kamu kenapa nak?" mama langsung memeluk Dhaniel tapi Dhaniel tersenyum hangat pada mama. "Ada sedikit kecelakaan, tapi dhaniel gak apa-apa ma" Dhaniel memeluk sang mama.
Rey melihat wajah mama, wajah itu nampak tua dan lelah, ia tiba-tiba merasakan sedih saat melihat mama yang khawatir di peluk Dhaniel.
"Gimna Alex ma?" tanya Dhaniel
"Mama ada kabar buruk buat kita semua nak" ucap Mama.
"Buruk?" Dhaniel sedikit terkejut.
"Dokter bilang sudah tiga tahun lama nya Alex disini maka seminggu lagi jika tak juga ada perubahan pada Alex, dokter angkat tangan dan akan melepas semua peralatan alex. dan kita harus ikhlas nak" Ucap mama.
Dhaniel tak dapat berkata-kata, ia mulai menangis. kemudian menggenggam tangan Alex yang dingin. Rey masih disana melihat semua kejadian itu ia pun ingin menangis tapi rasa nya susah. ia mencoba menabrakan tubuh nya pada Alex tapi tak bisa masuk lagi kedalam raga nya. ia mencoba berkali-kali hingga sisca menarik tangan nya.
"percuma!" ucap nya tegas. "hal yang kamu lakukan percuma Rey, kamu hanya harus memutuskan, selesai kan tugas mu dan kembali ke the god atau mengabaikan nya dan kembali lagi ke tubuh Alex.
__ADS_1
"Jika aku kembali ke tubuh Alex, apa yang akan terjadi?"tanya Rey
"Kamu akan lupa, lupa semua nya Rey, ingatan mu akan berhenti di tiga tahun lalu, kecuali rasa cinta mu" ucap Sisca.
"Sisca berarti aku adalah salah satu korban kecelakaan yang juga menimpa ayah nya eriska?" ucap rey yang tiba-tiba teringat sesuatu "Ya benar, tapi kamu akan lupa akan hal itu begitu kamu sadar nanti".
"Aku akan bertemu Eriska aku mencintai dia Sisca maka aku akan mempertahankan dia" ucap rey
"kembali lah kedunia mu jika kamu ingin memperjuangkan dia" ucap sisca.
🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊
Aku sudah pulih hari itu dan dokter bilng nanti sore aku boleh pulang, tadi pagi bunda mengajak kami untuk menjenguk adik Dhaneil yang juga di rawat disini. aku sedikit terkejut tapi melihat bunda yang tersenyum manis dan senang aku pun merasa senang.
Almira juga datang untuk memberi ku semangt, setelah acara di puncak kemarin sekolah memberi jatah libur tiga hari pada siswa nya. dia juga mencari-cari kak Dhaniel. agar Dhaniel bisa membawa kami ke kamar adik nya.
pukul sepuluh Dhaniel datang ia masih sedikit menunduk melihat ku. namun aku nampak biasa saja. ia datang membawa kursi roda dan membantu ku turun untuk di dudukan di kursi roda.
"Ah Dhaniel sudah makan?" tanya bunda sambil tersenyum. aku pun heran bunda memiliki hati yang lapang dan dengan gampang memaafkan Dhaniel dan malah ingin menjenguk adik nya.
bunda mengangguk.
aku, bunda, almira dan Dhaniel keluar dari kamar rawat ku. Dhaniel perlahan mendongor kursi roda ku. gavin memang sedang tidak bisa datang selain harus mengurus bara sekola dia ada tugas di kampus nya.
kita semua berjalan di koridor, beberapa suster menyapa ku dan aku membalas nya tersenyum. hingga kami tiba dibruang eksklusif VVIP.
ruang tertutup dan luas, tak terbayang berapa harga yang harus mereka bayar untuk tiga tahun ini. Dhaniel membuka pintu nya dan mempersilahkan kami untuk masuk.
nampak disana hanya ada seseorng yang tertidur di ranjang rumah sakit. kak Dhaniel bilang mama nya sedang pulang karna harus beristirahat mereka melakukan shift untuk menjaga adik Dhaniel.
Dhaniel mendorong kursi roda ku hingga aku dapat melihat wajah Alex, tapi detik kemudian aku terkejut. sontak aku memanggil nama yang aku kenal selama ini "REY?!!" Ucap ku kaget.
semua mata menatap ku, "loh kok rey, dia Alex" ucap almira. aku menggeleng lalu semakin memfokuskan lagi penglihatan ku "enggak, enggak ini Rey" ucap ku lagi.
__ADS_1
aku sangt mengenali Rey, tapi kenapa Rey tidur disini. bukan nya kata dia, dia sudah mati.
"bagaimana kamu tau jika dia Rey?, Eriska, Rey adalah nama kecil dari Alex, dia bernama Alexander Reyhanes Gunawan " ucap dhaniel.
fakta ini membuat aku lemas. apa mungkin sebenernya selama ini rey adalah alex? tapi kenapa rey tidak bilang bahwa ia dan Dhaniel adik kaka.
saat sedang bingung tiba-tiba dunia ku berhenti. angin ruang ini terasa lebih dingin lagi. Rey datang dan duduk di ranjang tepat di depan ku. ia menatap ku sendu.
"kamu terkejut?" ucap nya. aku mengangguk. "ya, aku juga" ucap rey.
"i-ini benar kamu rey?" tanya Eriska sambil menunjuk lelaki yang sedang berbaring itu "iya Alexander Reyhanes Gunawan, itu aku Reyhanes, Rey" ucap nya.
"ta-tapi kenapa kamu gak bilang kalo kalian adik kaka?" ucap ku sambil memandang Dhaniel.
"rupa nya saat kejadian itu aku lupa Er, aku tida ingat siapa diri ku, yang aku tau, aku terbangun dan menjadi seorng the Angels lalu goodnes memanggil ku Rey, setelah aku bertanya ternyata semua The Angels akan memiliki nama sesuai nama kecil mereka" ucap nya.
aku masih tidak dapat berkata-kata, lelucon apa ini?.
"ya ini bukan lelucon, ini adalah fakta" ucap rey
"lalu kenapa kamu tidak bangun?" aku kembali bertanya lagi. "aku akan bangun Eriska, tapi ada konsekuensi yang harus aku tanggung" ucap rey.
"konsekuensi?" aku mengerutkan dahi ku.
"seperti saat aku koma, aku lupa akan semua hal yang ada di dunia, jika aku mimilih bangun dari koma ku , aku akan lupa tentang apapun yang terjadi saat aku di sini. aku akan lupa dengan kamu. dengan apa pun yang sudah kita alami" ucap Rey. aku terdiam lantas mata ku terasa panas, sebulir air mata jatuh membasahi pipi ku. "kamu harus ingat aku rey" ucap ku lagi terkesan memaksa
"aku tidak janji tadi aku pasti akan berusaha mengingat mu, aku pasti akan mengingat kamu Eriska, bantu aku, aku akan memilih bangun dan membali lagi ke dunia ini semua karna kamu, ya karna aku menyayangi kamu" ucap Rey. kata-kata nya merasuk ke jiwa ku. tapi aku malah diam mematung.
kedua tangan rey merengkuh pipi ku dan untuk kali pertama dia mencium bibir ku, setelah ia melepaskan nya dia berkata "bantu aku untuk mengingat ini semua aku akan kembali lagi kepada mu" tak lama kemudian ia menghilang.
aku merasa sesak di dada, perasaan ku tak bisa bohong. aku juga sudah mulai menyayangi rey dan juga mencintai laki-laki itu. aku tau rey pasti tau perasaan ku.
seiring deengan tubuh nya yg menghilang semua orng kembali hidup bahkan bunda menegor aku karna aku kata nya melamun dan menangis.
__ADS_1
aku masih menatap rey, rey aku akan menunggu mu bangun.