
👻Chapter 21👻
Dikelas 11.A ibu Sinta memasuki kelas tersebut, Yuna dan Stevia menunggu di luar kelas
Ibu Sinta : selamat pagi siswa dan siswi! Selamat datang di SMA Silverstone
Semua menjawab : selamat pagi juga bu!
Ibu Sinta : perkenalkan nama saya Sinta. Panggil saja ibu Sinta.. Baik lah, hari ini kita kedatangan 2 siswi baru. Silahkan masuk nak!
Yuna dan Stevia membuka pintu kelas dan kaki mereka mulai menginjak kelas barunya
Yuna dan Stevia berdiri di depan papan tulis dan siap memperkenalkan diri
Ibu Sinta : silahkan perkenalkan dirimu nak
Yuna : hallo teman-teman semua, perkenalkan nama saya Yuna Clairen.. Saya dari SMP 01 Xuande. Salam kenal
Stevia : hallo nama saya Stevia Florence, dari SMP 01 Xuande. Salam kenal semua
Ibu Sinta : baik, Yuna silahkan duduk dipojok kanan sana. Dan Stevia silahkan duduk dipojok kiri sebelah sana
Yuna : bu, disebelah laki-laki itu ya bu?
Tampak ditempat duduk yg disuruh oleh ibu Sinta, disebelah bangkunya Yuna ada seorang laki-laki tampan yang duduk disana
Ibu Sinta : (heran) laki-laki? Ah sudah lah ibu tak mengerti maksud kamu. Silahkan duduk
Yuna dan Stevia menganggukan kepala. Mereka berdua duduk berpisah namun masih tetap sekelas. Kelihatannya tidak ada Akira dan Mira
Yuna mulai berjalan ketempat duduk yg disuruh oleh ibu Sinta. Yuna sedikit gugup karena ia tak terbiasa duduk bersebelahan dengan laki-laki
Yuna mulai duduk, namun wajahnya masih terlihat gugup. Laki-laki yg disebelah nya berkata..
????? : hey mengapa gugup? Tenang saja, pasti kamu akan terbiasa
Yuna : (terkejut) hah? Kamu.. Berbicara denganku?
????? : ya tentu saja bicara denganmu
Yuna : tapi, kenapa kamu tidak memakai seragam sekolah? Dan dikelas ini tampak kamu sendiri yang berbeda
????? : sudah lah tidak usah mengkhawatirkan aku.. Mereka semua tidak akan bisa melihat ku.
Yuna : hah? A-apa maksudmu?
Laki-laki itu tidak menjawab, ia langsung memalingkan wajahnya. Yuna pun masih tidak mengerti apa yang dimaksud kata-katanya laki-laki itu. Yuna membuka bukunya dan mengikuti pelajaran dikelas barunya
Kriinggg // sekian waktu nya jam istirahat
Yuna merapikan bukunya dan langsung menatap ke arah laki-laki tersebut.
Dalam hati Yuna : kelihatan nya lelaki ini lebih dewasa dan lebih tua dariku.. Kira-kira siapa dia?
Yuna pun memberanikan diri untuk mengajak laki-laki itu mengobrol bersama
Yuna : hey (memegang pundak lelaki tersebut)
Laki-laki itu pun menoleh ke arah Yuna
????? : hm? Ada apa memanggilku?
Yuna : namaku Yuna, siapa namamu?
Laki-laki sudah memberanikan diri untuk memberitahukan nama dirinya yg sebenarnya
Raven : namaku Raven Farenzi,salam kenal Yuna (tersenyum untuk Yuna)
__ADS_1
Yuna : oh iya, yuk istirahat bareng kita ke kantin sama sahabat ku juga
Raven : tidak, makasih. (Dengan wajah dingin)
Yuna : loh kenapa?
Raven : aku lebih suka didalam kelas sendiri, pergi lah dengan sahabat mu itu
Yuna : ouh begitu, beneran nih gapapa kalau aku tinggal kamu sendirian disini?
Raven : iya tidak masalah
Stevia heran melihat Yuna seperti sedang berbicara sendiri, seakan-akan Stevia menganggap Yuna sudah gila. Dengan rasa penasaran, Stevia menghampiri bangku Yuna
Stevia : eh Yun, tadi kamu bicara sama siapa?
Yuna : oh ini, kenalin dia teman sebangku aku Stev. Namanya Raven Farenzi. Dan Raven kenalin ini sahabat aku namanya Stevia
Stevia bingung dan tak mengerti yg dimaksud oleh Yuna
Stevia : Yun? Kamu bicara dengan siapa? Di sebelah mu tidak ada siapapun
Yuna : bicara sama kalian berdua dong, masa sih?
Stevia : di sebelah kamu tuh ga ada apa-apa Yun..
Yuna : ih apaan sih Stev-_- ini tuh temen sebangku aku, dia laki-laki namanya Raven
Stevia : dih sumpah ga jelas amat dah
Yuna : udah lah kalau kamu ga percaya sama aku, yuk ke kantin aja
Stevia : hmm okey
Yuna : Ven, aku tinggal dulu ya
Raven : hem iya
.・。.・゜✭・.・✫・゜・。..・。.・゜✭・.・✫・゜・。.
👻Chapter 22👻
Raven hanya duduk diam dikelas. Sambil berkata sendiri
Raven : tenang lah Yuna, suatu hari nanti kamu bakalan jatuh cinta sama aku dan bakalan jadi milikku..
Sedangkan Yuna dan Stevia sudah makan-makan. Sambil mengobrol tentang laki-laki dikelas tadi
Stevia : Yun
Yuna : hm apa?
Stevia : Raven siapa sih?
Yuna : temen sebangku-_- tapi menurut aku sih ya, dia lebih dewasa dari kita. Aku ga tau umurnya sih, tapi dia ga pake seragam SMA sini. Cuma pakai jaket hitam doang
Stevia : wah, cogan dong:)
Yuna : matamu-_- tapi dipikir-pikir sih iya
Stevia : tapi beneran loh aku ga lihat dia di sebelah kamu tadi
Yuna : mata kamu rabun ya Stev? Atau penglihatan udah kurang jelas?
Stevia : paan sih, orang mataku masih normal kok. Tapi sumpah deh aku ga lihat Raven itu.. Apa jangan² dia makhluk halus? Dan kamu indigo ya, Yun?
Yuna : ngomong apaan sih Stev-_-
__ADS_1
Stevia : halah udah lah males bahas juga
Tiba-tiba matanya Stevia melirik ke arah Akira dan Mira
Stevia : Yun!
Yuna : apaan lagi seh-_-
Stevia : itu tuh, rupanya Akira dan Mira sekolah disini juga. Apa mungkin kita ga sekelas sama mereka?
Yuna pun menoleh ke belakang dan ia terkejut melihat Akira dan Mira
Yuna : iya Stev, bener katamu..
Stevia : hm udah lah mending kita waspada aja, dan ga usah inget si brengsek itu
Stevia dan Yuna melanjutkan da menghabiskan makanan mereka. Yuna membelikan makanan buat Raven juga
Stevia : eh Yun, itu nasi padang buat siapa?
Yuna : untuk Raven
Stevia : aciee ciee perhatian amat sih cowoknya belum makan dibeliin:) moga langgeng yak
Yuna : apaan sih-_- sekali lagi ngomong gitu aku tabok nanti. Dah lah yuk ke kelas ntar lagi juga bel bunyi
Stevia : oghey:)
Kelas masih sepi, murid lain masih dikantin. Hanya dikelas itu ada mereka bertiga. Yuna langsung menghampiri Raven
Yuna : Ven
Raven : kenapa?
Yuna : ini makanan buat kamu, makan dulu gih. Pasti kamu kelaparan deh
Stevia hanya memperhatikan Yuna dari belakang. Stevia heran mengapa Yuna berbicara sendiri tidak jelas
Raven menolak makanan tersebut
Raven : hm maaf Yuna, aku tidak bisa makan yang beginian
Yuna : kamu ga suka ya? Yaudah aku beliin yang baru lagi, kamu mau apa?
Raven : tidak perlu, aku hanya mau kamu
Yuna : a-apa? Maksud kamu apa?
Raven : kamu disini saja temenin aku
Raven menarik tangan Yuna dan menyuruh Yuna untuk duduk disebelahnya. Sedangkan Stevia pergi dari kelas itu dan membiarkan Yuna berduaan
Raven langsung memeluk Yuna
Yuna : Raven, kamu kenapa? Lepasin aku ven
Tangan Yuna mendorong Raven agar melepaskan pelukannya. Namun Raven menahan tangannya Yuna
Yuna : Raven, hey lepasin aku.. Kita hanya sekedar teman saja
Raven : tidak, kamu adalah milikku
Yuna tak mengerti sama sekali apa yg dimaksud oleh Raven
Yuna : aku jadi milikmu? Maksudmu gimana? Raven, lepasin aku. Nanti banyak yang melihat kita
Raven : mereka tidak akan bisa melihatku, tenang saja
__ADS_1
Raven tak ingin melepaskan pelukannya dengan Yuna. Ya, selama ini hantu yang selalu mengganggu Yuna adalah Raven. Raven lah hantu yang mencintai Yuna sejak Yuna masih kecil. Waktu itu Yuna belum tau apa-apa. Karena Raven sudah sangat jatuh cinta kepada Yuna, ia memberanikan dirinya agar bisa dilihat oleh Yuna. Suatu saat nanti ketika Yuna sudah dewasa, Raven agar segera menikahi Yuna dan Yuna akan jadi miliknya
✧༺♥༻✧✧༺♥༻✧✧༺♥༻✧✧༺♥༻✧