SCHOOL GHOST

SCHOOL GHOST
School Ghost Ep 23 - 24


__ADS_3

👻Chapter 23👻


Raven pun melepaskan pelukannya dengan perlahan. Dan tak lama kemudian bel berbunyi untuk masuk ke kelas. Stevia dan murid lain baru saja masuk. Ibu Sinta pun sudah siap untuk mengajar di pelajaran terakhir ini


Yuna mengambil beberapa buku ditasnya dan membuka buku pelajaran nya. Lalu, Yuna bertanya kepada Raven


Yuna : Raven, kenapa kamu tidak belajar? Jadi kamu disini seharian untuk apa?


Raven : untuk menemanimu


Sambil mendengarkan kata-kata Raven, Yuna juga fokus sama penjelasan ibu Sinta


Raven mengarahkan kepala Yuna ke hadapan Raven


Yuna : hey apa-apaan kamu Raven, aku ingin belajar. Jangan mengganggu ku


Raven : jangan fokus sama pelajaran itu, fokus lah pada diriku


Raven menatap mata Yuna, dan Yuna sedikit ketakutan


Yuna : tapi ven, aku ingin mengikuti pelajaran. Aku tak ingin nilai ku jatuh


Raven : tenanglah, aku bisa membuat nilaimu dengan sangat tinggi


Yuna : sudah lah aku tidak mengerti maksudmu


Yuna kembali menghadap ke depan dan memperhatikan penjelasan ibu Sinta


Namun, Raven tak ingin membiarkan Yuna terus melihat kedepan.


Yuna : ih apaan sih Raven-_- nanti aja deh kalau udah pulang sekolah baru kita main


Mata ibu Sinta tertuju kepada Yuna, dan ibu Sinta melihat Yuna seperti tidak fokus pada pelajaran


Ibu Sinta : Yuna! Sedang apa kamu? Mengapa tidak melihat penjelasan saya?


Yuna ketakutan, dan Yuna menghadap ke depan ibu Sinta. Sedangkan teman-teman lain tertegun heran terhadap sikapnya Yuna


Yuna : hm maaf Bu.. Saya bisa ikuti pelajaran ibu sekarang


Ibu Sinta : baik, kalau ada apa-apa silahkan bilang ke saya


Yuna : iya bu..


Yuna menunduk dan melanjutkan pelajarannya. Kali ini ibu Sinta memberi soal dan masing-masing murid harus mengisi jawabannya.


Raven memperhatikan wajah Yuna yang sangat menawan baginya. Sehingga Yuna salah tingkah


Yuna : apaan sih lihat²-_-


Raven : kamu cantik


Yuna : hemm-_- jangan ganggu aku, tugasku belum selesai


Raven : iya deh iya

__ADS_1


1 jam kemudian, setelah selesai menjawab semua soal ibu Sinta. Masing-masing murid mengumpulkan ke depan. Dan bagi yg sudah mengumpulkan sudah diperbolehkan pulang kerumah


Yuna dan Stevia bersiap-siap memakai tas. Mereka biasanya pulang bareng, tapi mungkin untuk kali ini tidak


Semua murid sudah pulang dan keluar dari gerbang. Yuna biasanya jalan kaki dengan Stevia. Tapi sepertinya Stevia sudah dijemput ayahnya


Stevia : Yun, maaf ya aku ga pulang bareng kamu. Ayah aku udah jemput. Kamu mau ikut tidak?


Yuna : oh ya sudah kamu pulang saja duluan, aku tak ingin merepotkan. Aku pulang sendiri saja


Stevia : oke baiklah, bye Yuna👋


Stevia dan ayahnya sudah siap pulang kerumah. Sedangkan didepan gerbang itu masih ada Yuna dan Raven


Yuna : Raven, dimana rumahmu? Kenapa tidak pulang?


Raven : aku ga punya tempat tinggal


Yuna : loh biasanya kamu tinggal dimana?


Raven : ya di sekolah-sekolahan


Yuna : ouh gitu..


Raven : aku boleh tinggal bersamamu?


Yuna : eeh? Tapi, nanti takut ibuku marah. Selama ini aku belum pernah mengajak laki-laki kerumah ku


Raven : sudah tidak apa, ibu mu tak akan bisa melihatku


Raven : iya


Yuna mengajak Raven untuk pulang kerumahnya. Hanya saja Yuna ketakutan apabila ibunya memarahinya


*・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿  *・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿  


👻Chapter 24👻


Sesampainya didepan pintu rumah Yuna


Yuna : ibu, Yuna pulang


Yuna berbisik kepada Raven


Yuna : ven, cepetan masuk sini


Raven : iya iya


Yuna membawa Raven masuk kerumahnya


Ibu Sheila : eh Yuna udah pulang kamu nak, gimana SMA barunya?


Yuna : hm baik-baik aja kok bu, enak SMA nya megah


Ibu Sheila : yaudah kamu ke kamar gih ganti baju dulu, abis itu ke dapur yaa. Ibu udah masakin makan siang buat kamu nak

__ADS_1


Yuna : iya bu..


Setelah ibu Sheila kedapur, Yuna heran mengapa ibunya tak melihat Raven disebelah nya.


Yuna : ven, ayo cepet ikut aku ke kamar. Sebelum ketahuan ibu aku


Yuna pun memasukkan Raven ke kamarnya.


Yuna : ven, kamu tunggu disitu aja deh, duduk dulu. Aku mau ganti baju dulu. Jangan lihat-_-


Raven : iya iyaa


Raven duduk diam tak melihat Yuna, sedangkan Yuna mengganti baju dulu


Yuna : oke udah, kamu di kamar dulu ya ven. Aku mau ke dapur ngambil makanan


Raven hanya mengangguk, Yuna turun ke bawah untuk mengambil makanan di dapur


Ibu Sheila : Sini nak makan dulu


Yuna : eh nggak deh bu, Yuna makan di kamar aja ya


Ibu Sheila : tumben, ga biasanya kamu makan di kamar. Yaudah bawa makanannya ya


Yuna : iya bu


Yuna membawa beberapa mangkuk dan minuman ke kamarnya.


Sesampainya di kamar - Yuna mengunci pintu kamarnya


Yuna : Raven, nih ayo kita makan dulu (menyodorkan nasi dan lauk)


Raven : maaf aku tidak bisa makan


Yuna : loh kenapa ven? Terus kamu makan apa?


Raven : aku ga pernah makan lagi (menundukkan wajah sambil tampak bersedih)


Yuna : Raven? Kamu kenapa sedih gitu? Kalau ada apa-apa ayo sini cerita sama aku. Pasti bakalan aku bantu:)


Raven : baik, aku akan cerita. Tapi syarat nya kamu jangan menangis ya


Yuna : em iya, ceritakan lah


Raven menghela nafasnya dan siap berbicara kepada Yuna yang sebenarnya terjadi


Raven : sebenarnya aku ini adalah hantu. Ayahmu dulu bekerja di tempat sekolahmu saat kamu masih kelas 1 SD. Dan waktu itu betapa polosnya dirimu. Ayahmu adalah pembunuh. Ia membunuh banyak anak disekolahan itu termasuk diriku. Aku yg terbunuh dan dibuang ke hutan. Ayahmu ketahuan oleh CCTV dan dipenjarakan seumur hidup. Ibumu amat menangis melihat ayahmu dalam kondisi tersebut. Ayahmu sangat kelaparan didalam sel penjara dan akhirnya ayahmu meninggal dunia. Itu sebabnya aku menjadi hantu yang selalu mengganggu mu pada waktu kelas 4. Aku yang suka menghantuimu.. Bahkan sampai kamu SMP aku terus mengikuti mu.. Aku yang menakut-nakuti kalian di kamar mandi. Dan aku mencelakai Akira dan Mira. Itu adalah pembalasan untuk mereka berdua. Maafkan aku, waktu itu aku sudah mengunci kalian digudang dan di kamar mandi. Karena aku masih takut untuk berteman dengan dirimu.. Aku lah sosok laki-laki yang berbicara denganmu pada waktu itu. Tak ada seorangpun yang mengetahui hal ini kecuali ibumu. Ibu mu tahu bahwa ayahmu meninggal. Beliau sengaja tak ingin memberitahukan hal ini padamu karena kamu masih kecil. Intinya saja aku adalah hantu sekarang. Mayatku sudah hilang di hutan yang terlarang. Hanya kamu lah yang bisa melihat diriku, sedangkan yang lain tidak bisa. Terutama aku tidak bisa mandi dan makan. Hanya bisa tidur dan beraktivitas biasa.. Aku juga sudah mencintaimu sejak kamu masih kecil. Dan sampai sekarang aku ingin memilikimu.. Oh iya, usia ku saat ini 19 tahun. 3 tahun lebih tua darimu.. Itu saat yang ingin ku ceritakan


Yuna terkesan dan sedikit hatinya rapuh, ia menangis mendengar hal ini..


Raven langsung memeluk Yuna dengan erat


Raven : jangan menangis Yuna, aku tak ingin bila dirimu terluka. Tunggu sampai aku bisa memilikimu dan menjagamu selamanya


Yuna membalas pelukan Raven, Yuna hanya diam tak dapat berkata apapun. Yuna benar-benar menyadari semuanya

__ADS_1


**✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿**


__ADS_2