
👻Chapter 23👻
Raven pun melepaskan pelukannya dengan perlahan. Dan tak lama kemudian bel berbunyi untuk masuk ke kelas. Stevia dan murid lain baru saja masuk. Ibu Sinta pun sudah siap untuk mengajar di pelajaran terakhir ini
Yuna mengambil beberapa buku ditasnya dan membuka buku pelajaran nya. Lalu, Yuna bertanya kepada Raven
Yuna : Raven, kenapa kamu tidak belajar? Jadi kamu disini seharian untuk apa?
Raven : untuk menemanimu
Sambil mendengarkan kata-kata Raven, Yuna juga fokus sama penjelasan ibu Sinta
Raven mengarahkan kepala Yuna ke hadapan Raven
Yuna : hey apa-apaan kamu Raven, aku ingin belajar. Jangan mengganggu ku
Raven : jangan fokus sama pelajaran itu, fokus lah pada diriku
Raven menatap mata Yuna, dan Yuna sedikit ketakutan
Yuna : tapi ven, aku ingin mengikuti pelajaran. Aku tak ingin nilai ku jatuh
Raven : tenanglah, aku bisa membuat nilaimu dengan sangat tinggi
Yuna : sudah lah aku tidak mengerti maksudmu
Yuna kembali menghadap ke depan dan memperhatikan penjelasan ibu Sinta
Namun, Raven tak ingin membiarkan Yuna terus melihat kedepan.
Yuna : ih apaan sih Raven-_- nanti aja deh kalau udah pulang sekolah baru kita main
Mata ibu Sinta tertuju kepada Yuna, dan ibu Sinta melihat Yuna seperti tidak fokus pada pelajaran
Ibu Sinta : Yuna! Sedang apa kamu? Mengapa tidak melihat penjelasan saya?
Yuna ketakutan, dan Yuna menghadap ke depan ibu Sinta. Sedangkan teman-teman lain tertegun heran terhadap sikapnya Yuna
Yuna : hm maaf Bu.. Saya bisa ikuti pelajaran ibu sekarang
Ibu Sinta : baik, kalau ada apa-apa silahkan bilang ke saya
Yuna : iya bu..
Yuna menunduk dan melanjutkan pelajarannya. Kali ini ibu Sinta memberi soal dan masing-masing murid harus mengisi jawabannya.
Raven memperhatikan wajah Yuna yang sangat menawan baginya. Sehingga Yuna salah tingkah
Yuna : apaan sih lihat²-_-
Raven : kamu cantik
Yuna : hemm-_- jangan ganggu aku, tugasku belum selesai
Raven : iya deh iya
__ADS_1
1 jam kemudian, setelah selesai menjawab semua soal ibu Sinta. Masing-masing murid mengumpulkan ke depan. Dan bagi yg sudah mengumpulkan sudah diperbolehkan pulang kerumah
Yuna dan Stevia bersiap-siap memakai tas. Mereka biasanya pulang bareng, tapi mungkin untuk kali ini tidak
Semua murid sudah pulang dan keluar dari gerbang. Yuna biasanya jalan kaki dengan Stevia. Tapi sepertinya Stevia sudah dijemput ayahnya
Stevia : Yun, maaf ya aku ga pulang bareng kamu. Ayah aku udah jemput. Kamu mau ikut tidak?
Yuna : oh ya sudah kamu pulang saja duluan, aku tak ingin merepotkan. Aku pulang sendiri saja
Stevia : oke baiklah, bye Yuna👋
Stevia dan ayahnya sudah siap pulang kerumah. Sedangkan didepan gerbang itu masih ada Yuna dan Raven
Yuna : Raven, dimana rumahmu? Kenapa tidak pulang?
Raven : aku ga punya tempat tinggal
Yuna : loh biasanya kamu tinggal dimana?
Raven : ya di sekolah-sekolahan
Yuna : ouh gitu..
Raven : aku boleh tinggal bersamamu?
Yuna : eeh? Tapi, nanti takut ibuku marah. Selama ini aku belum pernah mengajak laki-laki kerumah ku
Raven : sudah tidak apa, ibu mu tak akan bisa melihatku
Raven : iya
Yuna mengajak Raven untuk pulang kerumahnya. Hanya saja Yuna ketakutan apabila ibunya memarahinya
*・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿ *・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿
👻Chapter 24👻
Sesampainya didepan pintu rumah Yuna
Yuna : ibu, Yuna pulang
Yuna berbisik kepada Raven
Yuna : ven, cepetan masuk sini
Raven : iya iya
Yuna membawa Raven masuk kerumahnya
Ibu Sheila : eh Yuna udah pulang kamu nak, gimana SMA barunya?
Yuna : hm baik-baik aja kok bu, enak SMA nya megah
Ibu Sheila : yaudah kamu ke kamar gih ganti baju dulu, abis itu ke dapur yaa. Ibu udah masakin makan siang buat kamu nak
__ADS_1
Yuna : iya bu..
Setelah ibu Sheila kedapur, Yuna heran mengapa ibunya tak melihat Raven disebelah nya.
Yuna : ven, ayo cepet ikut aku ke kamar. Sebelum ketahuan ibu aku
Yuna pun memasukkan Raven ke kamarnya.
Yuna : ven, kamu tunggu disitu aja deh, duduk dulu. Aku mau ganti baju dulu. Jangan lihat-_-
Raven : iya iyaa
Raven duduk diam tak melihat Yuna, sedangkan Yuna mengganti baju dulu
Yuna : oke udah, kamu di kamar dulu ya ven. Aku mau ke dapur ngambil makanan
Raven hanya mengangguk, Yuna turun ke bawah untuk mengambil makanan di dapur
Ibu Sheila : Sini nak makan dulu
Yuna : eh nggak deh bu, Yuna makan di kamar aja ya
Ibu Sheila : tumben, ga biasanya kamu makan di kamar. Yaudah bawa makanannya ya
Yuna : iya bu
Yuna membawa beberapa mangkuk dan minuman ke kamarnya.
Sesampainya di kamar - Yuna mengunci pintu kamarnya
Yuna : Raven, nih ayo kita makan dulu (menyodorkan nasi dan lauk)
Raven : maaf aku tidak bisa makan
Yuna : loh kenapa ven? Terus kamu makan apa?
Raven : aku ga pernah makan lagi (menundukkan wajah sambil tampak bersedih)
Yuna : Raven? Kamu kenapa sedih gitu? Kalau ada apa-apa ayo sini cerita sama aku. Pasti bakalan aku bantu:)
Raven : baik, aku akan cerita. Tapi syarat nya kamu jangan menangis ya
Yuna : em iya, ceritakan lah
Raven menghela nafasnya dan siap berbicara kepada Yuna yang sebenarnya terjadi
Raven : sebenarnya aku ini adalah hantu. Ayahmu dulu bekerja di tempat sekolahmu saat kamu masih kelas 1 SD. Dan waktu itu betapa polosnya dirimu. Ayahmu adalah pembunuh. Ia membunuh banyak anak disekolahan itu termasuk diriku. Aku yg terbunuh dan dibuang ke hutan. Ayahmu ketahuan oleh CCTV dan dipenjarakan seumur hidup. Ibumu amat menangis melihat ayahmu dalam kondisi tersebut. Ayahmu sangat kelaparan didalam sel penjara dan akhirnya ayahmu meninggal dunia. Itu sebabnya aku menjadi hantu yang selalu mengganggu mu pada waktu kelas 4. Aku yang suka menghantuimu.. Bahkan sampai kamu SMP aku terus mengikuti mu.. Aku yang menakut-nakuti kalian di kamar mandi. Dan aku mencelakai Akira dan Mira. Itu adalah pembalasan untuk mereka berdua. Maafkan aku, waktu itu aku sudah mengunci kalian digudang dan di kamar mandi. Karena aku masih takut untuk berteman dengan dirimu.. Aku lah sosok laki-laki yang berbicara denganmu pada waktu itu. Tak ada seorangpun yang mengetahui hal ini kecuali ibumu. Ibu mu tahu bahwa ayahmu meninggal. Beliau sengaja tak ingin memberitahukan hal ini padamu karena kamu masih kecil. Intinya saja aku adalah hantu sekarang. Mayatku sudah hilang di hutan yang terlarang. Hanya kamu lah yang bisa melihat diriku, sedangkan yang lain tidak bisa. Terutama aku tidak bisa mandi dan makan. Hanya bisa tidur dan beraktivitas biasa.. Aku juga sudah mencintaimu sejak kamu masih kecil. Dan sampai sekarang aku ingin memilikimu.. Oh iya, usia ku saat ini 19 tahun. 3 tahun lebih tua darimu.. Itu saat yang ingin ku ceritakan
Yuna terkesan dan sedikit hatinya rapuh, ia menangis mendengar hal ini..
Raven langsung memeluk Yuna dengan erat
Raven : jangan menangis Yuna, aku tak ingin bila dirimu terluka. Tunggu sampai aku bisa memilikimu dan menjagamu selamanya
Yuna membalas pelukan Raven, Yuna hanya diam tak dapat berkata apapun. Yuna benar-benar menyadari semuanya
__ADS_1
**✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿**