SCHOOL GHOST

SCHOOL GHOST
School Ghost Ep 29 - 30


__ADS_3

👻Chapter 29👻


Sesampainya dirumah - setelah pulang sekolah, Yuna langsung rebahan sambil ngechat di grup sekolah. Raven hanya duduk diam tak tau harus berbuat apa


<>


Naya : P


Putri : hallo gaes, lagi pada ngapain?


Rafael : diem dulu lah anjir, mau push rank nih


Putri : Hilih yaudah sono pergi aja hush hush


Karina : lagi makan nih


Putri : widih makan apaan Rin?


Karina : seblak dong;)


Putri : yaelah ku juga pingin sih.. Yang lain pada ngapain?


Yuna : lagi rebahan aja weh-_-


Stevia : nyimak gan


Theo : P


P


P


P


P


P


Putri : apaan sih ngespam mulu dah-_-


Naya : 2in


Setelah grup ramai, Yuna dan Stevia chat pribadi


Yuna : Stev


Stevia : yo, kenapa Yun?


Yuna : yuk lah ke taman, udah sore nih


Stevia : mau bilang apaan sih? Tinggal bilang langsung aja


Yuna : ga enak kalo gitu, cari tempat yang enak buat cerita. Yuk lah cepetan


Stevia : yaudah iya, otw.. Aku kerumah kamu ya


Yuna : oke sip


Setelah bersiap-siap-


Yuna : Ven, aku mau pergi jalan² sama Stevia. Kamu diem aja dulu dikamar ya, jangan kemana-mana loh ya


Raven : hm iya (mengangguk)


Suara ketukan dari pintu luar Yuna - tok tok tok


Stevia : Yunaaaa


Yuna membukakan pintu-

__ADS_1


Yuna : eh udah nyampe, kuy lah langsung otw ke taman


Stevia : ho'oh


Tanpa ribet dan banyak basa-basi - langsung saja sampai di taman kota


Yuna : lumayan nih, sepi


Stevia : cari tempat duduk dulu. Duduk dibawah pohon itu aja deh


Yuna mengikuti Stevia, mereka pun duduk santai di bawah pohon gugur sambil menikmati angin dan suasana disore hari


Stevia : mau ngomong apaan Yun?


Yuna : tapi sebelumnya aku minta tolong banget sama kamu Stev, tolong ini hanya rahasia kita aja. Tolong banget jangan dibocorkan ke siapapun, oke?


Stevia : hm iyaa Yun, silahkan.. Aku dengerin kok


Yuna menarik nafas dan lalu menenangkan diri


Yuna : jadi begini, sebenarnya Raven adalah hantu. Dia lah hantu yang selalu ngeganggu kita dulu. Dia yang selalu nakutin kita dikamar mandi sama dikelas. Dia adalah siswa yang terbunuh di SD kita dulu..


Stevia : hah? Beneran Yun? Terus siapa pembunuh siswa itu?


Yuna : ya, pembunuh itu adalah ayah kandungku sendiri. Dulu ayahku bekerja di SD kita sewaktu aku masih kelas 1. Dan waktu itu aku masih belum paham apa-apa. Ayahku ketahuan di CCTV membunuh siswa itu. Siswa itu bernama Raven Farenzi. Ayahku tertangkap dan masuk penjara seumur hidup. Ayahku disana sangat kelaparan, hingga ibuku menangis melihat keadaan ayahku. Akhirnya ayah meninggal dunia. Sementara mayatnya Raven di hutan Xuande. Mungkin antara keluargaku dan keluarga Raven memiliki dendam. Nah selama ini ibu aku menyembunyikan masalah ini tanpa sepengetahuanku. Mendengar hal ini dari Raven saja aku sudah sangat syok. Raven adalah hantu yang bisa dilihat oleh diriku saja. Usia nya sekarang 3tahun lebih tua dadi kita, yaitu 19tahun. Ya begitulah, makanya Raven sekarang tinggal dirumah ku bahkan sekamar-_-


Stevia mendengarkan semua omongan Yuna, Stevia tampak kaget dan heran


Stevia : hah? Itu semua beneran Yun?


Yuna : ya iyalah Stev-_- masa iya sih aku bohong


Stevia : wah sumpah baru kali ini aku denger yang kaya beginian.. Terus apa lagi?


Yuna : jadi, aku minta bantuanmu Stev.. Bantu aku untuk cari tahu kebenarannya. Aku pengen tau gimana asal usulnya dendam keluarga ini. Bantu juga cari mayatnya Raven.. Aku ingin mengembalikan Raven menjadi manusia biasa.. Please bantu aku ya Stev:'(


Stevia : hmm iya tenang aja Yun, aku kan sahabatmu. Pasti kok aku bantuin sahabat ku kalau lagi kesusahan:)


Stevia : udah? Gitu aja?


Yuna : ehm iya itu aja, yuk lah pulang.. Sampai jumpa besok disekolah Stev!


Stevia : oghey bye bye Yun👋


Yuna dan Stevia masih jaln satu arah, cuma beda jauh alamat rumah mereka. Mereka pun jalan kaki menuju kerumahnya masing-masing


**✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿**


👻Chapter 30👻


Seiring berjalannya waktu dengan cepat, tak terasa lagi ternyata sudah 2 Tahun kemudian.. Kini mereka sudah menaiki kelas 3 SMA Silverstone di semester Genap. Namun, setelah waktu cepat berlalu.. Yuna dan Stevia masih sama sekali belum berhasil mencari tahu masalah yang berkaitan tentang kehidupan Raven. Raven, Yuna, dan Stevia kini sudah menjadi sahabat baik. Inilah kisahnya..


Di pagi hari, Yuna dan Stevia sudah bersemangat pagi untuk belajar di sekolah. Begitu juga Raven yang sudah berada dikelas lebih dahulu


Stevia : selamat pagi Yuna! selamat pagi juga Raven! (Tersenyum manis kepada Yuna & Raven)


Raven : haha, selamat pagi juga Stevia


Yuna : pagi juga Stev!


Stevia : hm aku punya rencana nih, bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita bermain bersama di taman?


Yuna : wah ide bagus itu, aku juga bosan bersama Raven hanya rebahan di rumah seharian. Baiklah aku ikut, bagaimana denganmu Raven?


Raven : kalau Yuna ikut, tentu aku akan juga ikut!


Stevia : bagus! Apa kurang orang lagi ya? Bolehkah kita mengajak teman-teman lain? Semakin ramai semakin seru!


Yuna : ya boleh saja, ajak teman-teman yang baik-baik aja Stev

__ADS_1


Stevia : tentu


Stevia maju kedepan kelas dan mengumumkan kepada teman-teman dikelasnya


Stevia : mohon perhatiannya semua! Jika kalau punya waktu, bagaimana kalau kita semua pergi bermain ke taman bersama?


Theo : Stevia, aku ikut ya


Stevia : boleh.. Siapa lagi yang mau ikutan?


Putri : Stev! Aku ikut!


Karina : ehm aku juga!


Rafael : aku juga


Naya : aku ikut Stev


Stevia : yang lain? Gimana? Masih ada yang mau ikut?


Tiba-tiba omongan Stevia terpotong, Akira dan Mira menghampiri Stevia dengan gaya sombong


Akira : heh, hanya bermain ke taman saja? Cih tidak berguna! Buang-buang waktu saja, mending kami shopping di mall aja, huh!


Mira : iya bener itu, sungguh tak bermanfaat!


Stevia : hm? Apa kata kalian? Shopping saja? Tidak bermanfaat? Justru kalian itu yang memboros uang orangtua dan pekerjaan kalian itu yang tak bermanfaat! Kan aku hanya bilang bagi yang mau saja, kenapa kalian yang ikut campur?!


Akira : apa hah?! Ngelawan?!!


Perdebatan Akira dan Stevia semakin lancang, mereka saling adu mulut tanpa henti. Tiba-tiba Raven meleraikan perdebatan ini


Raven : sudah sudah! Hentikan! Stevia, lebih baik kamu mengalah saja


Stevia : ggrrr menyebalkan sekali! Ya sudah deh..


Stevia dan Raven langsung kembali duduk ke bangku masing-masing, sedangkan Akira dan Mira tak memperdulikan mereka


3 jam kemudian, setelah usia jam pelajaran berlalu. Yuna, Stevia dan Raven berkumpul di halaman depan sekolah


Yuna : hm.. Apa kalian lapar?


Stevia & Raven : ouh tidak


Yuna : ayo kita beli makanan di kantin


Stevia : eh omong-omong, ini cuaca nya panas sekali. Bagaimana kalau aku saja yang membelinya?


Yuna : umm iya boleh, aku titip roti yang 5rb-an aja ya. Raven, kamu mau titip apa?


Raven : oh tidak Yuna, aku akan menemani Stevia ke kantin


Yuna : uhm begitu.. Ya sudah kalian pergi lah, aku akan menunggu disini. Hati-hati ya


Stevia : baik Yun!


Stevia dan Raven berjalan berdua menuju kantin. Sebelum sampai dikantin, masih di tengah perjalanan. Tiba-tiba sepatu Stevia licin dan kakinya bergetar-getar hampir terjatuh. Namun dengan cepat Raven langsung menangkap dan menolong Stevia. Stevia terjatuh pada pelukan Raven. Mereka berdua pun mulai merasa agak canggung untuk berbicara


Stevia : eum...


Raven : ...


Raven mengulurkan tangannya


Raven : ayo bangun, segera ke kantin


Stevia : eh, iya baiklah


Raven dan Stevia melanjutkan perjalanannya ke kantin. Sedangkan Yuna masih menunggu dihalaman depan sekolah

__ADS_1


☆♬○♩●♪✧♩  ☆♬○♩●♪✧♩  ☆♬○♩●♪✧♩  ☆♬○♩●♪✧♩  


__ADS_2