
👻Chapter 25👻
Yuna masih menangis, tak henti air matanya itu. Sampai Yuna lupa makan siang, Raven terus membujuk Yuna agar tidak menangis
Raven : Yuna, sudahlah jangan menangis
Yuna : hiks, aku syok aja gitu.. Ga nyangka rupanya ayah seorang pembunuh. Dan yang terbunuh itu adalah kamu.. Hiks sungguh menyebalkan.. Dan ibu tak memberitahu pada ku dari awal, tentunya aku sangat kecewa sekarang
Raven : bersabarlah, mungkin untuk hari ini memang menyakitkan bagimu, ku yakin pasti hari-hari nanti kamu bakaln sudah terbiasa menghadapi hal ini
Yuna : ehm iya:'( eh tapi tunggu dulu..
Raven : kenapa?
Yuna : kan katamu, kamu yang suka mengganggu ku waktu itu.. Berarti kamu ya yang menarik kakiku dan membuka rok ku?!
Raven : e-eh?
Yuna : dasar hantu mesum-_-
Raven : tenang saja, aku tidak akan berbuat apapun padamu. Aku tahu kamu masih kecil jika nanti kamu sudah mengerti, kita akan melakukannya bersama
Yuna : melakukan apa? -_-
Raven : kepo
Yuna : heh ngeselin amat sih ni setan bin iblis-_-
Raven : udah udah, makan dulu gih.. Itu nasinya udah dingin loh
Yuna : males makan-_-
Raven : mau aku suapin?
Yuna : hehe kalau kamu mau, boleh aja sih:')
Raven mengambil beberapa lauk dan sayur yang dibawakan Yuna tadi. Raven langsung mendekat dan menyuapi Yuna
Yuna pun mengunyah, Tiba-tiba dengar suara ketukan pintu kamar Yuna. Ibu nya telah memanggilnya
Ibu Sheila : nak, makannya sudah selesai?
Yuna : eh ada ibu aku, kamu tunggu disini dulu ya ven
Yuna membukakan pintu-
Yuna : ada apa bu?
Ibu Sheila : makannya sudah selesai?
Yuna : em ini lagi makan bu, nanti kalau udah selesai biar Yuna yang ke dapur sendiri ya
Ibu Sheila : oh ya sudah, habiskan ya nak
Yuna : iya bu
Yuna kembali mengunci kamarnya
🌛🌜🌛🌜🌛🌜🌛🌜🌛🌜🌛
Malam haripun tiba - seusai makan malam. Yuna dan Raven masih di kamar
Yuna : ven, kamu bosen ga?
Raven : iya sama juga bosen
Yuna : nonton TV bosen, makan bosen, main hp bosen. Terus mau ngapain cobaa
__ADS_1
Raven : kamu maunya gimana?
Yuna : ya pokoknya main apa lah gituu yang nyenengin ga ngebosenin
Raven : yaudah mending tidur aja, udah larut malam juga
Yuna : eh iya, kamu ganti baju dulu sana
Selesai mengganti baju tidur-
Yuna : oh iya ven, kamu mau tidur dimana? Kasurnya cuma satu loh
Raven : tidur bareng aja
Yuna : ih apaan sih-_- sumpah dari kecil tuh aku ga pernah tidur berduaan sama laki-laki. Ntar ibu marah lagi-_-
Raven : udah lah, banyak omong daritadi
Raven langsung menarik Yuna dan menjatuhkan Yuna ke kasur. Lalu mereka mengambil selimut dan tidur berduaan
Yuna : ih Raven apa-apaan sih-_- tidur di bawah aja sana
Raven : kamu tega ngebiarin aku tidur dibawah kedinginan? Apa kamu ga kasihan sama aku dari dulu cuma tidur disekolahan?
Yuna mulai memiliki rasa kasihan dan prihatin terhadap Raven, Yuna pun membolehkan Raven tidur dengannya
Yuna: yaudah deh, kamu boleh tidur di sebelah aku. Tapi janji jangan ngapa²in-_-
Raven : iya iya
Tanpa banyak bicara, Raven langsung mengantuk dan tangannya mulai memeluk Yuna
Yuna : ih apaan sih-_- kalau dipeluk gini, ga bisa tidur aku.. Raven! Lepasin dah, ih sumpah ga bisa tidur! -_-
Yuna masih merasa risih ketika dipeluk laki-laki, karena baginya Raven adalah lelaki pertama yg beraninya memeluk Yuna
✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*
Setelah Raven tidur duluan, Yuna masih belum memejamkan mata. Ia masih teringat apa yang dikatakan Raven sepulang sekolah tadi
Yuna : ayah seorang pembunuh? Lalu, kapan ayah membunuh Raven? Apakah ayah memiliki rasa dendam terhadap keluarganya Raven? Kira-kira apakah masih ada mayat Raven dihutan yang Raven bilang tadi? Sepertinya aku harus mencari tahu dibalik semua ini. Sudah lah, aku ingin tidur-_-
Sebelum Yuna memejamkan mata, Tiba-tiba seperti ada kepala seseorang yang mendekatinya. Rupanya Raven yang ingin tidur didekatnya Yuna
Yuna : Raven! Jangan deket-deket dong-_-!
Raven : aku maunya sama kamu
Raven tidur sambil memeluk Yuna dengan erat
Yuna : Raven, lepasin lah.. Kita belum muhrim tau-_- aku ga bebas mau tidur:( heh dasar hantu bandel-_-
Raven : jangan banyak bicara, tidur saja
Mereka berdua pun memejamkan mata dan tertidur pulas hingga pagi
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Pagi harinya - ibu Sheila mengetuk pintu kamar Yuna
Ibu Sheila : Yuna! Kenapa pintunya dikunci nak? Ayo cepat nak berangkat sekolah
Yuna dan Raven yang masih tidur berpelukan tak mendengarkan suara ibu Sheila
Tiba-tiba ibu Sheila mendobrak pintu kamar Yuna, Yuna terkejut dan segera bangun dari kasurnya
Yuna : hah, ada apa bu?
__ADS_1
Ibu Sheila langsung menampar Yuna
Ibu Sheila : kamu ngapain ngunci pintu seharian?! Bangun aja telat! Cepet siap-siap berangkat sekolah sana
Yuna syok sekali, karena tak biasanya ia melihat ibu nya menampar dirinya. Yuna hanya menganggukkan kepala dan langsung berjalan ke kamar mandi. Raven terbangun dan matanya ke arah Yuna
Raven : Yuna, kamu mau kemana?
Yuna : mau mandi, emang kenapa?
Raven : ayo mandi bareng
Yuna : apaan sih-_- kan katanya hantu ga bisa mandi
Raven : hm yaudah deh
Raven kembali duduk dikasur tadi, sementara Yuna masih mandi
Selesai mandi, Yuna dan Raven bersiap-siap akan ke sekolah. Mereka tidak sarapan, langsung jalan ke arah sekolah👻Chapter 26👻
Setelah Raven tidur duluan, Yuna masih belum memejamkan mata. Ia masih teringat apa yang dikatakan Raven sepulang sekolah tadi
Yuna : ayah seorang pembunuh? Lalu, kapan ayah membunuh Raven? Apakah ayah memiliki rasa dendam terhadap keluarganya Raven? Kira-kira apakah masih ada mayat Raven dihutan yang Raven bilang tadi? Sepertinya aku harus mencari tahu dibalik semua ini. Sudah lah, aku ingin tidur-_-
Sebelum Yuna memejamkan mata, Tiba-tiba seperti ada kepala seseorang yang mendekatinya. Rupanya Raven yang ingin tidur didekatnya Yuna
Yuna : Raven! Jangan deket-deket dong-_-!
Raven : aku maunya sama kamu
Raven tidur sambil memeluk Yuna dengan erat
Yuna : Raven, lepasin lah.. Kita belum muhrim tau-_- aku ga bebas mau tidur:( heh dasar hantu bandel-_-
Raven : jangan banyak bicara, tidur saja
Mereka berdua pun memejamkan mata dan tertidur pulas hingga pagi
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Pagi harinya - ibu Sheila mengetuk pintu kamar Yuna
Ibu Sheila : Yuna! Kenapa pintunya dikunci nak? Ayo cepat nak berangkat sekolah
Yuna dan Raven yang masih tidur berpelukan tak mendengarkan suara ibu Sheila
Tiba-tiba ibu Sheila mendobrak pintu kamar Yuna, Yuna terkejut dan segera bangun dari kasurnya
Yuna : hah, ada apa bu?
Ibu Sheila langsung menampar Yuna
Ibu Sheila : kamu ngapain ngunci pintu seharian?! Bangun aja telat! Cepet siap-siap berangkat sekolah sana
Yuna syok sekali, karena tak biasanya ia melihat ibu nya menampar dirinya. Yuna hanya menganggukkan kepala dan langsung berjalan ke kamar mandi. Raven terbangun dan matanya ke arah Yuna
Raven : Yuna, kamu mau kemana?
Yuna : mau mandi, emang kenapa?
Raven : ayo mandi bareng
Yuna : apaan sih-_- kan katanya hantu ga bisa mandi
Raven : hm yaudah deh
Raven kembali duduk dikasur tadi, sementara Yuna masih mandi
__ADS_1
Selesai mandi, Yuna dan Raven bersiap-siap akan ke sekolah. Mereka tidak sarapan, langsung jalan ke arah sekolah
*+:。.。 。.。:+**+:。.。 。.。:+**+:。.。 。.。:+**+:。.。 。.。:+*