
👻Chapter 03👻
Selesai pelajaran - semuanya istirahat dikantin
Saat di kantin, Yuna dan Stevia duduk sambil minum di kantin. Tiba-tiba Yuna ingin ke toilet
Yuna : eh stev, aku ke toilet dulu ya
Stevia : mau ditemenin ga?
Yuna : tidak usah, aku bisa sendiri
Stevia : oh oke, hati-hati Yun
Yuna pun ke toilet dan mencuci wajahnya agar tenang. Tiba-tiba ada darah didepan kaca tersebut. Yuna ketakutan dan merasa merinding. Yuna segera keluar dan lari menuju ke kantin lagi
Sesampainya di kantin, tampak Yuna yang sangat tergesa-gesa
Stevia : eh kamu kenapa Yun?
Yuna : hosh hosh hosh
Stevia : tenangkan dulu Yun, tarik nafas dulu
Yuna menghela nafas perlahan. Lalu menceritakan yang ia lihat di toilet tadi
Stevia : hah? Beneran Yun?
Yuna : hufh iyaaa beneran stev
Stevia : idih gila, takut banget aku. Pindah sekolah aja yuk
Yuna : gimana sih kamu, tinggal 2 Tahun lagi kita tamat SD coba
Stevia : iya dah iya. Ayo lah ke kelas lagi, bentar lagi masuk
__ADS_1
Yuna : hm oke
Kriinggg - bel berbunyi masuk kelas
Yuna dan Stevia beserta murid lain masuk ke kelas dan duduk dibangku nya Masing-masing.
Mereka semua melanjutkan pelajaran nya hingga waktu nya jam pulang sekolah
♛┈⛧┈┈•༶✧༺♥༻✧✧༺♥༻✧༶•┈┈⛧┈♛
👻Chapter 04👻
Saat bel pulang telah berbunyi. Hari ini Eri, Yuna, Stevia, Minzy dan Ruka piket bersama.
Eri dan Ruka menutup jendela kelas. Minzy merapikan bangku-bangku. Sementara Yuna dan Stevia menyapu.
20 menit kemudian, Minzy, Eri, dan Ruka selesai piket. Mereka bertiga sudah pulang duluan
Hanya tersisa Yuna dan Stevia masih dikelas tersebut. Tampak sekolah sudah mau ditutup
Stevia : Yuna, gimana nih kita terkunci dikelas. Huaaa aku pengen pulang:(
Yuna : hufh ya udah deh kita diam saja disini. Kita tunggu saja besok pagi, siapa tau ada yang datang
Stevia : ih tapi nanti malam gimana? Kita tidak punya alat penerang
Yuna : hm kamu jangan panik dulu, ayo kita cari jalan keluar
Yuna menggandeng tangan Stevia, mereka berjalan menuju jendela. Namun jendela itu sudah dikunci oleh Eri dan Ruka.
Yuna : aduh gimana nih, terkunci pula. Lagipula jendela kelas kita terbuat dari plastik transparan. Mana bisa dipecahin
Stevia : eh kita lewat pintu disana aja yuk
(Menunjukkan pintu kearah gudang)
__ADS_1
Yuna : itu kan gudang, mau ngapain kesana?
Stevia : siapa tau aja ada senter bekas, ayo lah cepet
Stevia menarik tangan Yuna, mereka berlari menuju gudang sebelah kelas.
Yuna : ih serem tau, gelap pula didalam
Tanpa banyak bicara, Stevia mendorong pintu gudang dan berhasil terbuka
Stevia : nah udah kebuka pintunya, ayo masuk
Yuna hanya mengangguk memberanikan diri.
Sesampainya didalam gudang
Stevia : ayo ayo kita cari senter dulu atau benda besi yang bisa dipakai buat ngebukain pintu
Yuna : iya iya
Berjam-jam kemudian - mereka masih mencari alat penerang
Namun sudah terlambat, matahari sudah terbenam. Dan pintu gudang terkunci sendiri
Stevia : Yuna! Kita ke kunci di dalem gudang! Gimana nih:(
Yuna : tuh kan kamu, udah dibilangin jangan ke gudang. Gudang ga ada jendela nya. Sementara kelas masih agak terang
Stevia menunduk karena merasa bersalah
Stevia : hm aku ingin pulang.. Sekolah ini horror sekali
Yuna : iya, lebih baik tadi kita pulang bareng mereka
Yuna dan Stevia hanya cukup duduk diam digudang tersebut. Sambil menunggu esok harinya
__ADS_1
#HopeYouLikeIt!