
👻Chapter 09👻
Semakin hari waktu semakin cepat berlalu, ya kini mereka semua sudah selesai ujian kelulusan. Dan besok adalah hari kelulusan mereka semua
~Saat disekolah - ramai anak-anak yang berbincang-bincang~
Stevia : selamat pagi Yuna!
Yuna : eh pagi juga Stev!
Stevia : besok kita ambil raport kelulusan loh, Kira-kira kalau sudah lulus nanti kamu bakalan lanjut sekolah mana?
Yuna : hm mungkin kata ibuku SMP 01 Xuande. Kalau kamu stev?
Stevia : hihi ketemu lagi deh, aku ikut kamu aja. Ayahku boleh kok, aku mau bareng kamu sampai kapanpun
Yuna : makasih banyak ya Stev, kamu memang sahabat terbaikku
Bel pun berbunyi - semua murid disuruh untuk berkumpul di aula sekolah
Stevia : eh kira-kira ada apa ya, Yun?
Yuna : aku juga tidak tau
Kepala sekolah datang dan ingin memberi informasi. Murid diperbariskan dengan rapi
Kepsek : perhatian semua anak-anak! Besok adalah hari kelulusan kalian. Jadi, besok penentuan Siapakah juaranya. Dan untuk anak yang yatim/piatu, mohon segera beritahu ibu kepsek yaa biar ibu kasih beasiswa besok. Baiklah, sekian terimakasih boleh bubar semua
Anak-anak bubar jalan - mereka kembali menjalankan aktivitasnya masing-masing
Stevia : eh Yuna, kamu kan yatim.. Kenapa tidak beritahu ibu kepsek?
Yuna : oh iya, temanin aku yuk ke kantor kepsek
__ADS_1
Stevia : hm yaudah ayo
Saat sesampainya di kantor kepsek-
Yuna : permisi ibu..
Kepsek : ya, ada apa nak?
Yuna : saya mau ngasih tau, kalau saya anak yatim bu.. Saya tidak memiliki seorang ayah
Kepsek : baik, siapa namamu nak?
Yuna : Yuna Clairen siswi kelas VI.A
Kepsek : boleh ceritakan kepada ibu nak, kenapa dan apa alasan ketiadaan ayahmu?
Yuna : hehe kalau soal itu saya kurang tau juga bu
Kepsek : baiklah, sepulang sekolah nanti. Tanyakan kepada ibu mu yaa nak
Yuna keluar dari ruangan kepsek-
Stevia : gimana? Sudah?
Yuna : iya sudah
Stevia : eh tadi kayanya aku denger deh, ayah kamu memangnya kenapa?
Yuna : kata ibuku, ayah sudah meninggal saat aku masih kecil
Stevia : oh gitu, maaf ya aku malah buat kamu tersinggung
Yuna : tidak apa-apa, ayo kita pergi
__ADS_1
Stevia dan Yuna pergi pulang kerumah, karena sekolah sudah mengizinkan mereka pulang awal
゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚゚+*:;;:* *:;;:*+゚
👻Chapter 10👻
Sesampainya pulang sekolah, Yun melepaskan sepatunya dan lalu berganti pakaian. Ia langsung mengajak ibunya duduk disofa
Yuna : ibu, Yuna mau tanya
Ibu Sheila : iya Yuna, ada apa nak?
Yuna : kalau Yuna boleh tau, apa alasannya ayah meninggal?
Ibu Sheila terkejut ketika Yuna menanyakan hal tersebut, Ibu Sheila tak ingin memberi tahu masalah ini. Rasanya seperti ada yang disembunyikan oleh ibu Sheila. Ya, ayahnya Yuna adalah seorang pembunuh. Beliau bekerja menjadi seorang bersih-bersih disekolahan nya Yuna. Waktu itu Yuna masih kelas 1SD dan tak ingat apapun. Ayahnya Yuna telah membunuh salah satu siswa anak laki-laki di sekolah tersebut. Karena beliau ketahuan CCTV, ayahnya Yuna dilaporkan dan di penjara seumur hidup. Sudah 4 Tahun dipenjara, sang ibu menangis-nangis melihat suaminya kelaparan. Akhirnya ayahnya Yuna jatuh sakit, sebulan kemudian ayahnya meninggal dunia. Ibu Sheila sengaja tak ingin memberi tahu kepada Yuna, waktu itu usianya masih kekanak-kanakan. Tidak pantas untuk anak sepertinya sudah kehilangan seorang ayah dan tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah.
Ibu Sheila masih terdiam
Yuna : ibu? Kenapa diam?
Ibu Sheila : eh tidak kok nak, jadi begini.. Ayahmu dulu kecelakaan
Yuna : oh, ok deh makasih ya ibu.
Ibu Sheila : memangnya untuk apa nak?
Yuna : tadi ditanyakan sama kepsek
Ibu Sheila : oh ya sudah, kamu makan siang dulu gih. Besok kan kelulusan
Yuna : hehe iya ibu! Makasih ya bu, sudah mendidik dan merawatku! Aku sayang ibu!
Yuna pun kembali ke dapur untuk makan siang.
__ADS_1
Ibu Sheila : maafkan ibu nak, ibu sudah berbohong padamu..
✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*